
Hai kakak-kakak apa kabar😊👋🏻
author up lagi nih
maaf ya baru bisa up sekarang
SEBELUMNYA*
"Baiklah,kalo itu mau Lo,gue juga bakal anggap Lo sebagai musuh gue Ra,tapi jauh didalam hati gue Lo tetap teman gue Ra gak akan berubah"batin Raisa lalu ia pergi meninggalkan tempat tmenuju mobilnya
...****************...
Sampai rumah
"Assalamu'alaikum,,Raisa pulang"ucap Raisa setelah memasuki rumahnya
"Waalaikumsalam.. udah pulang sa"tanya Raina
"Iya Bun"ucap Raisa sembari menyalami bundanya
"Ayah kemana Bun"tanya Raisa
"Kekantor"jawab Raina
"Lohh bukannya tadi bilang kalo hari ini gak ada kerjaan ya"tanya Raisa bingung
"Iya tadinya sih gitu,tapi tadi ada yang nelepon dari kantor katanya ada meeting dadakan"ujar Raina
"Oo gitu,yaudah Sasa kekamar dulu ya Bun"ucap Raisa diangguki Raina lalu diapun pergi ke kamarnya
Begitu sampai depan kamar,Raisa bingung mengapa pintu kamarnya terbuka,seingatnya sewaktu dia akan pergi tadi pagi pintunya sudah ia tutup
Raisa pun langsung penasaran,lalu ia langsung masuk kedalam kamarnya
Begitu masuk kedalam kamar terlihatlah kamar yang sudah sedikit berantakan,pintu kamar mandi terbuka,pintu balkon kamar terbuka,banyak sampah berserakan,kasur berantakan dan itu disebabkan oleh tuyul yang sedang berada dikamar Raisa siapalagi kalo bukan Raska,ia sedang rebahan dikasur Raisa dengan kaki dibantal dan kepala dibawah (bayangin aja ya🙄) sambil memainkan handphonenya tak lupa dengan makanan ringannya yang sedang ia makan,,Raisa pun kesal melihat itu karna Raisa tidak suka berantakan walaupun ia jarang merapikan kamarnya
"Heh bocil ngapain Lo disini"ketus Raisa kepada adiknya
"Tiduran lah kak emang kakak gak liat"ucap Raksa masih dengan gamenya
"Atas dasar apa Lo masuk kekamar gue,gue kan udah bilang jangan masuk kesini,mana berantakan lagi"kesal Raisa
"Yaelah kak tinggal bersihin aja susah banget,lagian gue cuma bentar"ucap Raska dengan gampangnya
"Gue gak mau tau,pokoknya sekarang Lo harus rapihin kamar gue"tegas Raisa
"Bentar lah kak nanggung nih"ucap Raska yang masih fokus dengan gamenya
"Cepetan rapihin"suruh Raisa
"Bentar bentar, nanggung nih,mending kakak rapihin duluan nanti Raska nyusul"ucap Raska
Raisa yang sudah kesal pun langsung merampas handphone Raska
"Ehh kak balikin,lagi seru juga main ambil aja"kesal Raska
"Rapihin dulu baru gue kasih hp nya"ucap Raisa melipat kedua tangannya di dada
"ishh iya-iya,nyebelin"kesal Raska sembari memunguti sampah yang ada dikamar Raisa
"Tuh disitu masih ada,dipojok tuh ada,ini juga nih masih banyak,sapuin yang bener"ucap Raisa menyuruh ini itu
"Sabar kali"kesal Raska
Setelah selesai semua Raska pun duduk dikasur
"Hufhh capek banget gila"ucapnya
"Capekkan,makanya jangan pernah ngeberantakin"ucap Raisa dengan senyum jahil
"Siniin hp nya"ucap Raska meminta hp nya kembali
"Eitss bentar dulu,setelah ini jangan pernah Lo masuk kekamar gue lagi"ucap Raisa
"Kalo itu sihh gimana nanti kak"ucap Raska
"Dah siniin hp gue"pinta Raska
Raska langsung saja merampas handphone nya yang ada ditangan Raisa
"Thanks kak buat makanannya"ucap Raska
"Makanan apaan,kan gue gak ngasih makanan ke elo"ucap Raisa
"Maksud gue snacknya,minta dikit doang kak,jangan marah ya cantik,dahh"ucap Raska yang langsung berlari keluar dari kamar Raisa
"Hah,Snack"ucap Raisa lalu melihat stok snacknya yang tadinya banyak kini tinggal 2
"RASKAAAAAA BALIKIN MAKANAN GUEEE"teriak Raisa
"Hufhh,tuh kan bener pasti teriak tuh Mak lampir"ucap Raska yang sudah memasuki di kamarnya
Raisa memang suka menyetok banyak makanan dikamarnya karna jika malam dia lapar pasti akan makan itu
......................
SKIP Pagi
Kini Raisa sudah berada di sekolah sejak beberapa menit yang lalu,dia baru saja sampai disekolah namun langsung didatangi oleh tiga hantu yang tak lain adalah Bella , Vina , dan Sania
"Pagi sa"sapa Sania
"Hmm"jawab Raisa
"Napa Lo dateng-dateng tuh muka udah lecek aja"ucap Bella
"Diem"ketus Raisa lalu meninggalkan ketiga temannya kekelas membuat ketiganya saling pandang satu sama lain lalu mengedikkan bahu tanda tidak tau
......................
Sampai kelas
Raisa langsung saja pergi ketempat duduknya disusul ketiga sahabatnya yang baru datang,itu membuat seisi kelas bingung dengan sikap Raisa hari ini karna biasanya setiap masuk kelas Raisa selalu berteriak tapi kenapa sekarang tidak itulah yang mereka tanya-tanya
"Napa tuh muka,kusut banget"tanya Aldo namun diacuhkan oleh Raisa
"iya nih biasanya dateng-dateng langsung buat heboh lah kok sekarang malah diem,kan gak seru.. ya kan guys.."ucap teman sekelas Raisa yang bernama Wulan dan dianggukan oleh yang lainnya
"Lo ada apa sih,cerita dong"tanya Vina
"Diem Lo semua,gue lagi bad mood"ucap Raisa
"Emang Lo bad mood karna apa"tanya Bella
"Gue kesel sama tuh tuyul, bisa-bisanya dia masuk kamar gue tanpa izin dan lebih parahnya lagi dia ngabisin stok makanan gue"kesal Raisa sembari memperagakan tangan yang seperti sedang mengulek
"Lah gue kirain apaan"ucap Bella sembari memutar kedua bola matanya malas
"Apa susahnya,Lo kan bisa beli lagi"ucap Aldo
"Gak pokoknya tuh tuyul harus gantiin makanan gue,gue beli itu pake duit sendiri"ujar Raisa
"Tinggal minta duit ke ortu Lo,apa susahnya"ucap Vina
"Ehh gue mandiri ya,emang kayak Lo yang boros"ucap Raisa
"Ehh bentar-bentar,dirumah Lo ada tuyul sa"tanya Sania dengan beg*nya
"Yaampun nih anak polos banget"ucap Vina
"Gue kan nanya,emang tuyul siapa sih"tanya Sania lagi
"Tuyul yang dimaksud Raisa itu Raska"ucap Aldo
"Oo berarti Raska itu aslinya tuyul berwujud manusia gitu,ihh serem ya"ucap Sania bergidik ngeri
Pletakk
Kening Sania disentil oleh Vina
"Aww sakit tau"ringis Sania memegangi jidatnya
"Lagian Lo itu bener-bener pinter banget ya"ucap Vina
"Iya dong,Sania kan memang pintar"ucap Sania dengan PD nya sembari mengibaskan rambutnya
"Nih anak kepedean banget"ucap Raisa yang sedari tadi melihat itu
"Ya kan emang betul"ucap Sania
"Ehh berarti kalo kita lagi dideket Raska harus hati-hati,dia kan tuyul jadi takut dicuri barang-barang kita"ucap Sania yang membuat Raisa geram
"Saniaaa.. kalo Raska tuyul berarti gue apa hah"tanya Raisa dengan menatap Sania tajam
"Ya elo kunt- ehhh.."ucapan Sania terpotong melihat Raisa yang langsung pergi keluar kelas,mood Raisa benar-benar sedang buruk hari ini
"Makanya diem"ucap Vina
"Gue salah ya"tanya Raisa sembari menggaruk-garukan kepalanya yang tidak gatal
Diluar kelas
Raisa pergi ke toilet untuk mencuci muka menenangkan diri setelah itu ia kembali lagi ke kelas karna bell masuk sudah bunyi
......................
Skip istirahat
Sekarang semua murid dikelas IPS 2 sudah kekantin semua tapi tidak dengan Raisa dan ketiga sahabatnya mereka sedang membereskan buku-buku pelajaran dan setelah itu memutuskan untuk kekantin
Saat akan kekantin mereka melihat geng Laura yang sedang membully seorang siswi di lorong sekolah yang lumayan jarang dilewati,mereka pun memutuskan untuk membantu siswi itu terlebih dahulu
"Hhaha dasar jelek Lo gak pantes selah disini"hina Laura
"Atas dasar apa Lo ngejelek-jelekin dia"tanya Raisa kepada Laura karna yang dibully oleh Laura adalah siswi yang bisa dibilang siswi itu cupu,kutu buku karna dia memakai kacamata serta rambut yang dikepang dan memakai poni
"Ngapain Lo disini,mending Lo ber-empat gak usah ikut campur"ucap Laura
"Lo, bangun"ucap Raisa menyuruh siswi itu bangun,Siswi itu pun menurut dan bangun karna tadi dia didorong oleh angel
"Kenapa harus takut"ucap Raisa dengan smirknya dan tangan bersedekap didada
"Lo gak ada hak buat ikut campur urusan gue"ucap Laura sembari menunjuk Raisa
"Tentu gue ada hak,karna gue membela kebenaran,Lo gak ada hak buat bully dia"ucap Raisa menantang membuat Laura semakin emosi
"Terserah gue dong mau ngapain aja itu bukan urusan Lo,liat aja penampilannya culun gitu,mending gak usah sekolah disini"ucap Laura meremehkan siswi itu
"Lo"tunjuk Raisa ke Laura
"Lo juga gak ada hak buat ngejek-ngejek dia kayak gitu,mau itu penampilan dia yang begitu ya terserah dia,apa hubungannya sama elo"ucap Raisa
"Diem Lo mending Lo pergi dari sini dan jangan pernah ikut campur urusan gue"ucap Laura
"Sekarang Lo bertiga ikut gue keruang BK dan Lo juga ikut gue"ucap Raisa menyeret tangan Laura dan menyuruh siswi itu mengikutinya
"Ihh apa apaan sih Lo lepas gak,lepasin gue"ucap Laura yang berusaha melepaskan genggaman tangan Raisa namun genggamannya semakin kencang disusul Bella yang menyeret Angel lalu Sania dan Vina yang menyeret Chika tak lupa siswi itu yang mengikuti mereka dari belakang
Mereka pun menjadi pusat perhatian para siswa/siswi disana yang melihat Raisa dan ketiga sahabatnya menyeret Laura CS termasuk Raihan dan sahabatnya yang baru saja akan masuk ke kelas mereka pun langsung mengikuti Raisa
Sesampainy adiruang BK
"Lepasin gue gak,lepass"ucap Laura
"Gak,gue gak akan lepasin Lo,karna Lo udah keterlaluan"ucap Raisa lalu membawa masuk Laura kedalam ruang BK tak lupa mengucao salam terlebih dahulu disusul oleh ketiga temannya yang membawa Angel dan Chika sedangkan siswi yang dibully itu menunggu diluar
"Assalamu'alaikum Bu"ucap Raisa masih dengan menggenggam tangan Laura
"Iya waalaikumsalam,loh ini kenapa sa"tanya Bu Nina selaku guru BK
"Bu tadi saya melihat Laura dan kedua temannya sedang membully"ucap Raisa
"Apa benar itu Laura"tanya Bu Nina
"Enggak Bu dia bohong Bu,jangan percaya"sangkal Laura
"Lo jangan bohong ya jelas-jelas tadi Lo lagi bully siswi itu"ucap Raisa
"Coba panggil siswi itu"ucap Bu Nina
Raisa pun melepaskan genggaman tangannya lalu pergi keluar ruangan Bu Nina untuk memanggil siswi itu
Ketika keluar dari ruangan BK Raisa sedikit terkejut karna sudah banyak siswa/siswi yang mengumpul disana karna penasaran bahkan dia juga melihat Raihan dan temannya,tanpa berfikir panjang Raisa langsung menyeret gadis itu untuk masuk ke ruangan Bu Nina
"Itu ada masalah apa ya"tanya Kevin kepada salah satu siswa disana
"Gak tau kita juga penasaran"ucap siswa itu
"Seinget gue cewek yang pake kacamata tadi itu anak baru"ucap Candra
"Dari mana Lo tau"tanya Raihan
"Tadi pagi dia nanya ke gue dimana ruangan kepala sekolah"ucap Candra yang diangguki oleh Raihan
"Tadi Raisa juga nyeret Laura sama temen-temennya masuk kesana,kayaknya bukan masalah kecil"ucap Kevin yang hanya dianggukan yang lain
Didalam ruangan BK
"Apa benar kamu dibully oleh Laura dan teman-temannya"tanya Bu Nina
Siswi itu pun menjadi bingung untuk menjawab,disisi lain ia ingin jujur tapi disisi lain ia juga takut jika dibully lagi oleh Laura jika ia jujur karna ia melihat Laura yang menatapnya tajam
"Lo jujur aja gak usah takut"ucap Raisa
"i-iya Bu tadi saya dibully oleh mereka"ucap siswi itu
"Enggak Bu itu gak bener Bu,dia bohong Bu gak mungkin saya begitu,mereka sekongkol Bu,jangan percaya Bu itu gak bener"ucap Laura menyangkal
"Kamu mau mengelak gimana lagi,korban dan saksi sudah ada Laura"ucap Bu Nina tegas
"Itu bohong Bu,percaya deh sama saya"ucap Laura yang terlihat panik
"Ibu tidak percaya sama kamu,jadi karna kamu telah melanggar peraturan sekolah karna telah membully,kamu angel dan Chika ibu skors selama 3 hari"ucap Bu Nina dengan tegas
"Kalo begitu saya pamit keluar ya Bu"ucap Raisa
"Makasih ya"ucap Bu nina lalu diangguki oleh Raisa dan ketiga temannya lalu mereka pun keluar dari ruangan Bu Nina namun tak pergi ke kelasnya,dia menunggu siswi itu keluar
Siswa/siswi yang melihat Raisa keluar dari ruangan pun makin bertanya-tanya,lalu Kevin pun memberanikan diri untuk bertanya
"Ehh sa Lo tadi ngapain diruang Bu Nina"tanya Kevin
"Diem Lo"ketus Raisa
"Galak banget"gumam Kevin yang masih didengar oleh Raisa lalu ditatap tajam oleh Raisa
"Ni tadi kalian ngapain ke ruang BK"kali ini Kevin bertanya kepada Sania agar mudah sedangkan Raihan dan Candra hanya diam
"Ohh tadi,kita cuma ngelaporin Laura"jawab Sania yang membuat Raihan dan yang lainnya bingung
"Emang Laura kenapa"tanya Kevin
Saat Sania akan menjawab tiba-tiba terdengar suara gebrakan meja dari ruang Bu Nina
Didalam ruangan*
"Tapi Bu saya benar-benar tidak membully dia"ucap Laura yang masih membela diri
"Kamu mau apa lagi, jelas-jelas bukti sudah ada,sekarang kamu keluar dari ruangan saya"ucap Bu Nina dengan suara yang agak meninggi
"Tapi Bu.."ucap Laura
"Tidak ada tapi-tapian,sekarang kalian keluar dari ruangan saya dan sebagai tambahannya kalian di skors selama 1 Minggu"ucap Bu Nina lalu dengan kesalnya Laura Angel dan Chika keluar dari ruangan Bu Nina
Saat Laura dan temannya keluar dari ruang BK mereka menatap tajam sekilas kearah Raisa dan sahabatnya lalu pergi dari kerumunan itu,tidak lama setelah itu siswi yang dibully itu keluar dari ruang BK
"Makasih ya kak"ucap siswi itu sembari menunduk
"Hmm,santai aja kali,kalo ada apa-apa Lo bilang aja ke gue"ucap Raisa sambil menepuk pundak siswi itu
"Btw nama Lo siapa"tanya Bella
"Namaku Mentari kak"ucap siswi itu
"Oo oke kenalin gue Bella,ini Raisa,Vina,dan ini Sania"ucap Bella
"Oo iya btw gue kok gue belum pernah liat Lo ya di sekolah"tanya Raisa
"Iya Lo kelas berapa"tanya Vina
"Aku anak baru kak,aku kelas XI IPA 2"ucap mentari
"Oo pantes gak pernah liat ternyata anak baru"ucap Vina
"Iya kak,kalo gitu aku ke kelas duluan ya kak,sebelumnya terimakasih banyak"ucap mentari
"Iya sama-sama,kalo Lo butuh bantuan jangan sungkan-sungkan minta bantuan ke kita"ucap Bella dan dianggukan oleh mentari lalu dia pun pergi meninggalkan mereka
(Oh ya soal siswa/siswi yang berkerumun itu udah pada bubar ya)
"Woy jawab dulu emang si Laura kenapa"tanya Candra
"Tadi pas mau kekantin kita liat mereka lagi ngebully"ucap Bella
"Wahh bener-bener tuh anak udah kelewatan"ucap Candra
"Terus gimana"tanya Kevin
"Gimana apanya"tanya Sania
"Dia dihukum atau gimana"ucap Kevin
"Tadi sih Bu Nina ngeskors mereka 3 hari tapi gak tau juga sih"ucap Vina
"Tadi sih gue denger lagi ditambah jadi 1 Minggu"ucap Raisa yang sedari tadi diam
"Bagus deh kalo gitu si Raihan gak bakal ada yang nempelin terus"ucap Candra
"Lah apa hubungannya sama Lo,harusnya kan yang bilang gitu Raihan Napa jadi Lo"ucap Kevin
"Biarin kali,kan emang bener,iya kan Rai"ucap Candra namun diacuhkan oleh Raihan
"Bila perlu dia gak usah balik lagi deh,ngilang aja dari dunia"ucap Kevin
"Maksud Lo mati gitu"ucap Vina
"Itu juga boleh"ucap Kevin
"Gak segitunya juga kali,dia gak begitu jahat"ucap Raisa yang tak suka Laura dibilang gitu
"Lah sa kan emang gitu,dia kan emang jahat"ucap Candra
"Bisa gak sih jangan jelek-jelekin dia"ucap Raisa tak suka
"Lo kenapa malah belain dia sih sa,mending Lo lupain aja dia yang dulu,Lo harus sadar kalo sekarang dia udah beda"ucap Bella
"Terserah Lo"ucap Raisa tak peduli lalu pergi meninggalkan yang lainnya
"Sa,sa gue bingung sama elo,hati Lo tuh selembut apaan sih,susah banget ya ngelupain satu orang aja walaupun Lo udah berkali-kali disakitin sama dia"ucap Bella sembari menggeleng-gelengkan kepalanya
"Udahlah biarin,mungkin dia masih belum Nerima semuanya karna kan mereka dulu emang nempel mulu"ucap vina
"Yaudah kalo gitu kita ke kelas dulu ya,bye"ucap Bella disusul yang lainnya
"Cabut"ucap Raihan,mereka pun pergi ke kelas mereka
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Dukung terus FROM HATE TO LOVE ya
Jangan lupa dukung juga authornya ya hihi😆
Dahh😗👋🏻
*****HALO KAKAK-KAKAK TERIMA KASIH UDAH MAU BACA KARYA PERTAMAKU TOLONG DUKUNG AKU YA KAK KARNA AKU MASIH PEMULA, LIKE DAN VOTE YA KAK BIAR AKU TAMBAH SEMANGAT BUATNYA DAN TOLONG KOMENTAR YA KAK KARNA AKU BUTUH PENERANGAN DARI KALIAN,KALO AKU ADA SALAH DALAM PENULISAN KATA ATAU MUNGKIN TYPO😅 DAN HAL LAIN TOLONG MAKLUM KAN