
SEBELUMNYA*
"Aku kembali.."ucapnya setelah masuk kedalam mobil
...****************...
SKIP Malam Hari__
Teman-teman Raisa dan Raihan baru saja pulang tadi setelah makan malam memang mereka itu pengganggu saja tapi Raisa dan Raihan bersyukur bisa mempunyai teman seperti mereka
Kini mereka sedang berada dikamar tepatnya di ranjang dan sedang bersandar di senderan ranjang sambil memainkan ponselnya masing-masing hingga suara Raisa melenyapkan keheningan
"Rai" panggil Raisa
"Hm"
"Nanti kalo ayah sama bunda udah pulang kita beneran pindah ke rumah papa sama mama"tanya Raisa
"Hm"
"Ckk" decak Raisa
"Daritadi hamhem Mulu jawab kek,emang susah ya punya laki es batu"batin Raisa
"Kalo mau maki langsung aja"ucap Raihan tiba-tiba membuat Raisa kaget
"eh"kaget Raisa
Raihan pun meletakkan ponselnya diatas meja samping tempat tidurnya lalu menatap kearah Raisa
"Udah malem,, tidur" ucap Raihan sambil mengambil handphone Raisa dari genggaman pemiliknya lalu ditaruh didekat handphonenya
"Ehh hp aku"ucap Raisa yang ingin mengambil kembali handphonenya
"Besok aku balikin sekarang kmau tidur"ucap Raihan
"Ini belum malam Rai"
"Ini udah malam gak liat kalo langit udah gelap"ucap Raihan
"CK bukan gitu, tapi aku belum ngantuk lagipula masih jam segini"ujar Raisa yang memang jam masih menunjukkan pukul 21.00
"Udah cepetan tidur"ucap Raihan lagi alhasil Raisa pun terpaksa nurut
"Rai" panggil Raisa lagi
"Hm"
"b-boleh peluk gak"tanya Raisa ragu,,seketika mata Raihan yang tadinya menutup langsung terbuka kembali
"e-em g-gak usah deh,gajadi"ucap Raisa terbata lalu ingin berbalik membelakangi Raihan namun tiba-tiba Raihan menarik pinggangnya hingga menghadap kearahnya dan memeluk Raisa
"Candu ya"tanya Raihan saat melihat Raisa diam saja
"Ishh apaan sih"ucap Raisa mencubit kecil perut raihan lalu dengan ragu membalas pelukan Raihan
"Rai"panggil Raisa
"Hm"
"Nyesel gak nikah sama aku"
"Rai"
"Siapa yang nyuruh kamu nanya begitu" ucap Raihan dalam pelukan Raisa namun nadanya tersirat ketidaksukaan
"Y-ya apa salahnya aku nanya"ujar Raisa
"Gak ada kata menyesal dikamusku,jika aku sudah melakukan suatu hal maka aku tidak akan pernah menyesalinya selama itu hasil dari pikiranku"ucap Raihan
"Rai"
"Hm"
"Aku.."
"Kenapa hm"tanya Raihan
"Aku mulai sayang sama kamu"ucap Raisa walau suaranya kecil namun masih terdengar oleh Raihan
"Sebaliknya juga"ucap Raihan tiba-tiba
"Hah"bingung Raisa
"Itu jawaban dari perkataanmu tadi,gak usah dipikirin sekarang tidur, ini udah malem"ucap Raihan mengecup kening Raisa lalu memejamkan matanya dan mengeratkan pelukannya
Raisa yang menerima perlakuan seperti itu pun terdiam
......................
Skip pagi
"Kak nanti gue pulang agak telat ya"ucap raska tiba-tiba setelah selesai makan
"Mau kemana Lo"tanya Raisa
"Gue mau kerklom dulu kan kemarin gak jadi"ucap raska yang hanya dijawab dengan 'oh' saja oleh Raisa
"Tapi abis itu langsung pulang jangan keluyuran"ucap Raisa
"Sip lah"jawab raska
"Btw mau kerklom dimana"tanya Raisa
"Dirumah Yoga"ujar raska
"Oh oke"jawab Raisa
"Yaudah kalogitu gue sama Raihan berangkat dulu jangan lupa kunci pintu kalo mau berangkat"ucap Raisa yang diangguki oleh Raska
......................
Skip sampai sekolah
"Ishh kenapa harus disini,,nanti pada ngeliatin gimana dong"gerutu Raisa
"Biarin,,itu hak mereka karna mereka punya mata"jawab Raihan santai
"Ishh maksudnya bukan gitu"ambek Raisa
"Terus"tanya Raihan menaikan satu alisnya padahal dalam hatinya ia tau maksud dari Raisa
"Ck,tauah"kesal Raisa
"Yaudah turun"suruh Raihan
"Maluuuu"rengek Raisa
Raihan menghela nafas lalu turun dari mobil dan membukakan pintu mobil tempat Raisa duduk
"Ayo"ucap Raihan dan tentunya dengan nada yang kembali datar saat diluar
"Malu raiii"rengek Raisa lagi
"Keluar atau dikunciin dari luar"ucap Raihan datar
"Ck,iya iya"lalu Raisa pun keluar dan benar saja memang sedari tadi ia dan Raihan sedang menjadi pusat perhatian
"Tuhh kan bener,,pasti jadi majalah yang diliatin mulu nih gua"batin Raisa
"wahh wahh ada apa nihhh"
"Raihan kuuu"
"njirr gue yakin pasti ada apa-apa nihh"
"iya,,gak mungkin kalo gak ada apa-apa"
"Ya Allah ampunilah dosa saya,saya belum mau mati"
"wehh gelap coy gelap"
"mereka pasti ada hubungan nih"
"iya gue juga mikir begitu"
"Dahlah kita patah hati berjamaah hari ini"
Itulah beberapa omongan dari mereka
"Ayo"ucap Raihan setelah mengunci mobilnya
Dengan terpaksa akhirnya Raisa pun berjalan dengan Raihan namun tidak disamping tapi dibelakangnya ingat ya guys DIBELAKANG.
"Raisaaa"teriak sahabatnya Raisa yang berjalan kearahnya
"Ishh jangan teriak-teriak kuping gue gak congek"ujar Raisa
"Ehh ada pak ketos"ucap Sania yang hanya dibalas senyuman singkat dari Raihan
"OMG sekali senyum langsung tepar gue,,sadar woy sadar dia laki temenlu" batin Sania
"Gue duluan"ucap Raihan singkat lalu langsung pergi tapi bukan kekelas melainkan ke ruang OSIS
"Wehhh gila lu udah berani aja ya sekarang berduaan sampe sekolah"goda Vina mrnaik turunkan kedua alisnya
Raisa hanya memutar bola matanya malas "ini juga gara-gara tuh kulkas kalo dia gak nganterin gue sampe sini pasti gue gak bakalan jadi majalah dinding"ucap Raisa
"Yee bukanya bersyukur Lo diperhatiin"ucap Sania
"Itu mah elo yang pengennya selalu diperhatikan beda lagi sama gue"ujar Raisa
"Yaudah dehh terserah Bu ketos aja,,kuy kekelas"ucap Vina lalu mereka pun berjalan ke kelas mereka
Sesampainya dikelas
Brukk**
"HALO PENS PENS PUNGUT GUEEE"teriak Raisa
"YUHUUUU INCESSS DATANGGGG KUY KUY"disusul teriakan Sania dan satu lagi
"HELLOWWWW BAKTERI-BAKTERI LIAR PENGHUNI DISINI,VINA YANG CANTWIKK,SEKSEHH DAN BERSIHHH DATANGGGG"hebohnya sedangkan bela hanya menggelengkan kepalanya saja dan berjalan kearah mejanya
"Huuuuuuuuu"ucap semuanya
"Hehh gue bukan PENS Lo ya"ucap Aldo sambil menekan kata pens ke Raisa
"Yee bukan Lo doang kali gue juga"sahut Lala
"Kita juga bukan bakteri liar,,yang ada elo kali yang virus"ucap mutiara yang diacungi jempol oleh yang lainnya
"Tau Lo so²an bilang seksi,bersih,cantik hilihhh najessss"ucap Haikal
"Hehh belalang sembah gak usah sok ngehindar gitu Lo,gue tau padahal dalem hati Lo pasti muji-muji gue kan,, pasti bilang badan gue mirip gitar spanyol hhaha ngaku deh Lo"tuding Vina
"Dihhh ke pd an Lo badan lo mana mirip sama gitar Spanyol yang ada mirip sama badan pete"ujar Haikal yang langsung ditertawakan satu kelas
"Assalamu'alaikum.."ucap pak Jeje yang tiba-tiba masuk membuat kelas tambah ricuh karna para siswa/i berlarian ke tempat duduknya"
"Stt..stt.."panggil Aldo ke Raisa
"Paan"tanya Raisa
"Emang dah bell ya,tuh guru kok dah masuk"tanya aldo
"Makanya jangan ngebac*t Mulu Lo"ucap Raisa
"Ye gue nanya salah,gak nanya juga salah heran gue"gumam Aldo namun masih terdengar oleh Raisa
"Ngomong apa Lo!"sentak Raisa dengan nada sedikit kencang membuat dirinya menjadi diperhatikan satu kelas
"RAISA EVATANIA ALBINO! Keluar dari kelas sekarang hormat ke bendera sampai jam pelajaran saya selesai"tegas pak Jeje
"Tapi pak si al-"
"Kamu juga Aldo keluar dari kelas dan hormat ke tiang bendera"tegasnya kembali
......................
Disinilah mereka berada,,dihadapan tiang bendera yang menjulang tinggi seperti tubuh keripik yang kecil,,sudah 20 menit mereka hormat disini
"Ini gara-gara Lo tau gak"ucap Raisa dengan tangan yang masih hormat
"Dihh kok jadi gue sih"pungkas Aldo tak terima
"Aduhhh tangan gue pegel Al"rengek Raisa
"Ye Lo kira gue gak pegel,ya sama lah dodol"sindir Aldo
"Ini semua gara-gara Lo,coba aja kalo tadi Lo gak nanya ini itu ke gue pasti gak bakalan gini"
"Yee Lo juga yang salah,gue mah ngomong pelan lah elo ngomong seenaknye langsung Segede toak"ucap Aldo
"Pokoknya Lo yang salah,gue gak mau tau pokoknya nanti istirahat Lo harus traktir gue!"pinta Raisa tak ingin dibantah
"Enak aje Lo,duit gue bisa bolong kalo ngejajanin elo,Lo kan gembul kalo makan,,emang suami Lo gak ngasih Lo duit sampe Lo ngemis-ngemis ke gue"ucap Aldo
"Yee enak aja Lo ngatain gitu,ya gue dikasih duit lah tapi kali ini Lo harus traktir gue titik"tegas Raisa
"Idihhh ogahh gue traktir Lo yang perutnya gak melar-melar tapi muat banyak,bisa abis duit gue"tolak Aldo
Tanpa sadar sekarang tangan mereka sudah tak hormat lagi karna perdebatan itu dan kini tangan Raisa sedang berada di pinggangnya dan tanpa mereka sadari seseorang tengah memperhatikannya sedari tadi
"Ekhemm.."
"Apa Lo ehem ehem gitu,keselek Lo!"sentak Raisa berkacak pinggang
"Dihh kagak ye,gue daritadi diem"pungkas Aldo
"Terus kalo bukan Lo sia-"
"Ekhemmm"
Mereka berdua pun menoleh dan terkejut melihat orang itu
"pa"lanjut ucapan Raisa tadi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yahh bersambung ya?hihi
Halo aku kembali😊👋🏻
Semoga suka ya..
👋🏻👋🏻