Freedom Or Misery

Freedom Or Misery
Apakah Akan Gagal?



"Terkadang sosok asing selalu mencurigakan"


***


Pov Alby


Mataku mengerjap, tubuhku terasa kaku sekali.


Ruangan apa ini?


Penuh dengan cahaya merah, udaranya juga sangat panas. Karena tidak memakai kaca mata, penglihatanku tidak begitu jelas.


"Ah tuan Alby.. Syukurlah tuan muda sudah sadarkan diri" Sebuah suara tiba tiba muncul. Wajah nya tidak terlihat jelas. Tapi suara nya seperti familiar.


"Si siapa kau? "


"Aku Albert tuan.. Aku tidak bisa melakukan lebih dari ini. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk tuan" Aku teringat dengan sosok pak tua yang muncul saat pertama kali aku sadarkan diri di ruangan bersuhu dingin itu.


"Albert? Ah, apa kau pak tua yang waktu itu? " Tanya ku memastikan.


"Ah ya.. Ya.. Itu adalah aku" Jawabnya antusias.


"Maaf, jika aku tak mengenalimu. Mata ku tidak bisa melihat dengan jelas tanpa kacamata" Ucap ku.


"Ah iya, akan ku ambilkan. Aku sudah menambahkan beberapa teknologi ke dalam kacamata tuan" Dalam penglihatan ku yang samar, Albert tampak meninggalkan ruangan ini.


Setelah beberapa saat, Albert kembali dengan sesuatu di tangannya.


"Ini tuan kacamatanya" Ucap Albert.


"Terimakasih" Ucapku sembari menerima kacamata yang diberikan Albert.


Waw..


Luar biasa, mata ku seperti tak menggunakan apa apa. Sangat jernih sekali. Bahkan bisa melihat debu yang kecil dan halus.


"Albert, ini sungguh luar biasa. Kau memang hebat" Ucapku memuji benda buatannya.


"Terimakasih tuan" Ucap Albert.


"Emm.. Albert, apakah kau bisa memanggil nama ku tanpa memakai kata tuan didepan nya? Sangat tidak nyan didengar" Pria tua itu terkekeh mendengar penuturan ku.


"Tidak tuan, kau adalah tuanku. Aku akan mengabdi dan menjagamu. Beberapa waktu lalu juga ada yang ingin menyelamatkan mu. Aku terharu sekali saat itu" Ucap Albert menolak perkataan ku tadi.


"Ada yang ingin menolong ku? Siapa? " Tanyaku penasaran.


"Seorang gadis, dia juga tahanan Andreas. Tapi dia berhasil melarikan diri dengan bantuan Yori" Aku terdiam sejenak. Siapa gadis itu?


"Yori? Bukankah dia orang terpercaya? Mengapa dia terlibat? " Tanya ku heran. Setauku Yori adalah salah satu tangan kanan Ayah. Orang yang paling di percaya.


"Dia menghianati ayahmu. Hingga dia juga di hukum dan disandera di tempat yang sama seperti gadis yang ingin menyelamatkan mu itu" Lanjut Albert.


"Lalu bagaimana dengan keadaannya? Apa gadis itu baik baik saja? Apa aku mengenalnya? " Tanya ku bertubi.


"Entahlah, alat komunikasi yang ku berikan padanya tiba tiba terputus. Dia tidak dapat di hubungi. Aku juga tidak tau apakah gadis itu baik baik saja atau tidak. Hah.. Mungkin gadis itu mengenal anda tuan. Makanya ia sempat keras kepala ingin menyelamatkan anda" Ucap Albert.


"Minumlah tuan, ini adalah ramuan jamur penyembuh dan bisa mengembalikan stamina" Lanjut Albert.


Aku menatap gelas berukuran sedang itu. Tanganku terulur mengambil gelas itu dari tangan Albert. Lalu tanpa ragu meminumnya dengan sekali teguk.


"Tak apa tuan, mungkin anda akan tertidur sebentar. Karna efek kerja dari ramuan itu. Selamat beristirahat" Ucap Albert.


Apa kata katanya itu adalah sebuah kebenaran?


Benar saja sesaat kemudian mata ku mulai memberat, mulai tak sanggup menahan rasa kantuk yang menyerang.


Perlahan mataku tertutup, mulai terlelap lagi untuk yang kedua kalinya.


***


Pov Adelard


Entah kenapa hati ku merasa terus gelisah. Seperti ada sesuatu yang mengganjal.


Firasatku terus memaksa agar tak memasuki markas besar milik hantu itu.


Tapi Caitlyn terus menerus tak percaya dengan perkataanku.


Saat ini kami tengah berada di atas bukit yang tidak terlalu tinggi. Mengawasi keadaan di bawah sana.


Tampak beberapa pengawal berpakaian hijau terus berlalu lalang.


"Pakai mode hantu" Ucap Caitlyn singkat.


"Maksudnya? "


"Mode hantu itu mode menghilang. Kamu harus belajar tentang bermacam strategi dan juga kode" Ucap ku menjelaskan sesingkat mungkin.


"Ah baiklah"


Kami akhirnya menjalankan rencana yang sudah di sepakati.


Kevern akan menggunakan kostum tembus pandang milik Caitlyn untuk menjatuhkan lawan secara diam diam. Bukan kostum kelinci, melainkan kostum yang lebih simple dan keren.


Sementara Caitlyn, gadis itu akan menggunakan jaring laba laba listrik nya untuk menyandra lawan yang sudah gugur.


Dan aku akan memberi kode untuk rencana selanjutnya. Serta meretas kunci gerbang agar kami bisa menyelinap masuk.


Rencana berjalan dengan lancar. Lawan sudah di jatuhkan bersamaan dengan gerbang yang berhasil kuretas kuncinya.


Setelah mengawasi keadaan dan merasa cukup aman, aku memberi kode untuk segera masuk.


Sebelum itu, tentu kami juga menyiapkan beberapa peralatan untuk berjaga. Serta kostum tembus pandang ciptaan Caitlyn.


Kini tubuh kami telah menghilang. Kecil kemungkinan kami akan segera ketahuan.


Setelah merasa cukup siap, kami segera menyusuri tempat ini.


Didalamnya tidak ada yang berbeda. Sama seperti sebulan lalu, sebelum kami melarikan diri dari tempat ini.


"Sebelah sini" Ucap Caitlyn memberi instruksi. Memang, diantara kami berdua gadis satu ini yang paling hafal tempat ini.


Kami terus berjalan menyusuri lorong dengan cahaya kebiruan ini. Hingga menuntun kami kesebuah ruangan berbentuk tabung.


"Kita perikasa ruangan ini. Biasanya seseorang yang disandera akan di letakkan di sini" Ucap Caitlyn.


Caitlyn memimpin di depan, Kevern di tengah dan aku berjaga di belakang.


Pintu ruangan terbuka otomatis. Kami terus melangkah maju.


Terlihat beberapa meter di atas sana ada seseorang yang di sandera. Kedua tangan nya di rantai. Tubuhnya menempel di dinding. Cahaya merah mulai terlihat seiring langkah kami semakin mendekat kearah sosok itu.


Udara panas mulai terasa. Ternyata tubuh sosok itu hampir menyentuh balok api buatan. Apa yang dia lakukan sampai membuat hukumannya begitu berat seperti ini?


"Yori.. Adelard dia Yori. Kita harus segera menyelamatkan nya" Ucap Caitlyn


Yori? Bagaimana dia bisa tau kalau itu Yori.


"Yang benar saja Cai" Ucap ku tak percaya.


Gadis itu tak mengubris ucapanku. Sebuah papan seluncur mucul di bawah sepatu berteknologi tinggi yang ia gunakan.


Seketika tubuhnya melayang dengan bertumpu di atas papan seluncur itu.


Wajah ku seketika berubah ketika melihat sebuah gada besar yang akan menghantam tubuh Caitlyn.


Apa kami sudah ketahuan?


Secepat ini?


***


Di dalam hutan, seseorang berjubah hitam tengah sibuk mencari kayu bakar.


Hingga ketika ia akan mengambil sebuah ranting, ia menemukan benda pelacak milik Adelard.


Sosok itu mengambilnya.


Siapa sosok itu?


Apa yang akan ia lakukan dengan benda pelacak itu?


***


Maaf ya readers ku jika banyak kesalahan ๐Ÿ˜๐Ÿ˜


mohon bantuannya dengan komen dan kritik..


serta jangan lupa like yups..


biar author jadi semangat๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰