
sudah hampir dua minggu semenjak kejadian pelecehan dan kekerasan fisik yang menimpa ku itu di lakukan oleh tunangan ku sendiri, kini harus bangkit dan melupakan semua kejadian itu, aku harus kuat dan semangat lagi menjalan kan kehidupan ku.
kasihan ayah, ka fadlan, dan adik adik ku mereka bersedih karena kejadian yang menimpa ku, cukup sudah ini pelajaran buat ku, aku ikhlas menerima nya, kini waktu nya aku memulai segala nya dengan lembaran baru, tanpa pengecualian aku belum siap untuk mengisi hati ku dengan hati lain.
biarkan lah aku seperti ini dulu untuk sesaat, sampai waktu nya yang tepat baru lah aku mencari yang kini hilang, kini tujuan hidup ku adalah keluarga ku dan tak ada yang lebih berharga lagi selain keluarga.
karena Cinta ku sudah ternoda dengan nya yang hampir menghancur kan hidup ku.
sungguh aku dulu sangat mengagumi sosok nya yang perhatian, penyayang, dengan penuh keharmonisan dan lemah lembut, satu tahun menjalin hubungan dengan nya(brian)dan satu tahun kami pun bertunangan sungguh aku beruntung bisa beruntung dengan nya.
tapi entah apa yang merasuki diri nya hingga dia mau menghancur kan kehormatan ku, dan sikap lemah lembut nya berubah menjadi kasar dan arogan, karna ku yang tak mau yang tak mau memberikan sesuatu yang berharga di diri ku.
brian seperti orang yang tidak punya akal sehat terus mendekati ku dan hampir saja jilbab yang selama ini aku kenakan hampir terlepas oleh tarikan nya, bersyukur aku masih bisa menjaga jilbab ku, dan sampai akhir nya aku tampar wajah yang putih hingga merah, wajah nya yang merah tambah merah dan sangat marah hingga aku di tampar balik sampai aku jatuh, aku pun di tarik oleh brian dan ditampar lagi hingga di sudut bibir ku mengeluarkan kan darah dan terus mengalir.
hampir aku kehilangan keseimbangan ku dan bersyukur aku masih bisa mengendalikan diri ku, aku bangun dan aku tendang area inti nya hingga dia pun jatuh dan aku pun berlari untung pintu yang tadi aku lewati tidak terkunci dan ku buka pintu nya, walau pusing melanda di kepala ku, aku terus berlari menuju mobil ku, dan aku pun menyalah kan kontak mobil ku dan segera meninggal kan rumah terkutuk itu.
jika aku teringat akan kajadian itu sungguh aku sangat amat trauma, tapi aku tak mau menjadi orang yang penakut. cukup itu pengalaman mengerikan di hidup ku, dan sekarang waktu nya aku memulai aktifitas ku lagi yang sudah dua minggu aku tinggal kan.
aku menuju kamar mandi ku, dan membersihkan kan diri ku dan menjalan kan sholat subuh, selesai sholat subuh, aku menuju kedapur untuk menyiapkan sarapan untuk ku, ayah, dan adik adik ku, aku memasak sarapan pagi ini adalah nasi goreng seafood kesukaan ayah dan menu lain nya.
masakan sudah matang tinggal aku sajikan di meja makan, selesai menyajikan aku membangun kan ayah dan semua orang untuk segera menuju ke meja makan untuk sarapan.
Ayah : wah, ada suasana baru nih kaya nya pagi ini sarapan spesial kita(goda ayah melihat ku menyiap kan sarapan kesukaan ayah
Fadli : wow yah sarapan nya kaya nya spesial
Farsha : husttttt, pagi pagi bukan nya sarapan malah menggoda ka vie,hari ini tuh spesial karna hari ini kak vie akan membuka kehidupan baru dan mulai bekerja lagi, yeaahh...
sibungsu yang tidak suka melihat kakak nya di sakiti dan suka nyablak kalau bicara ia merasa senang dengan kehidupan ku yang baru.
sedangkan naila sedang ada di luar kota menjalan kan training dari tempat kerja nya di Bandung, ayah dan fadli pun sungguh sangat senang mereka menyantap sarapan dengan begitu lahap, aku pun sungguh sangat terharu dengan keadaan keluarga ku ini.
selesai sarapan aku merapikan semua nya di bantu farsha, selesai semua aku bergegas kekamar untuk mengganti baju ku dengan pakaian kantor, hari ini aku berangkat kerja dengan farsha, aku mengantar farsha ke kampus nya karna searah dengan kantor ku.
fadli sempat tidak setuju aku berangkat sendiri setelah mengantar farsha ia ingin mengantar ku bekerja, tapi aku menolak nya karena aku kasihan kantor fadli tidak searah dengan kantor ku.
akhir nya kami pun bersiap untuk berangkat sebelum berangkat kami pu pamit dengan ayah. aku menuju mobil ku dengan di ikuti farsha, sedang kan fadli membawa motor sport kesayangan nya berangkat kerja, tapi
fadli sempat mengikuti ku dari belakang karena fadli masih takut dengan brian masih penasaran dengan ku.
alhamdulilah aku aman tidak ada hal hal aneh, sesampai nya di ujung pertigaan jalan aku dan fadli terpisah karena kami tidak searah, sungguh adik yang baik. aku menekan klakson menandakan kami pamit dan fadli pun melakukan hal yang sama dan melambaikan sebelah tangan nya.
Happy enjoy gais
janga lupa like and komen nya ya
SM