Family and love

Family and love
part 26



"sudah dua hari ayah di rawat secara intensif di rumah sakit, dan tinggal menghitung hari pernikahan ku dengan joe, tapi ayah tak kunjung ada perubahan, air mata mengalir begitu saja tanpa bisa di tahan.


"aku selalu berdoa kepada allah meminta kesembuhan untuk ayah ku,rasa nya aku tak tega melihat ayah terbaring lemah di brankar,


kini ayah sedang istirahat, mungkin karena obat yang di kasih oleh dokter tadi.


"sudah satu jam ayah memejam kan mata nya, isak tangis ku begitu pecah hingga terbangun dari tidur nya, ayah mengusap air mata ku yang mengalir di pipi ku, aku pun memegang tangan ayah dan berkata pada ayah untuk sembuh segera.


"ayah... ayah cepat sembuh ,vie mau melihat ayah sehat kembali,supaya ayah bisa mendampingi vie di hari pernikahan vie dan joe, kalau ayah ga mau berjuang untuk sehat, vie ga akan mau menikah untuk selama nya.


"adek ga boleh bicara seperti itu, ayah bakal sehat kok? ayah akan selalu ada buat adek, walau nanti ayah sudah tiada ayah selalu ada di sini bersama adek(menunjuk ke hati viera).


"ayah harus sembuh, titik, vie akan berdoa meminta sama allah untuk kesembuhan ayah vie ga mau ayah sakit kaya gini? vie ga mau ayah pergi? vie mau ayah selalu ada? vie sayang ayah. ayah ga boleh ngomong kaya gitu lagi.


"hahahaa, adek itu lucu, ayah juga sayang adek, terima kasih untuk doa nya, insyaallah ayah akan sehat kalau ngeliat anak ayah selalu akur,selalu bisa menjaga satu sama lain dan selalu saling menyayangi dan kumpul semua.


"baik vie bakal panggil anak anak ayah berkumpul di sini, selalu akur, selalu menyayangi dan selalu ingat apa yang ayah katakan, dengan satu syarat ayah harus sembuh."vie pun mulai menghubungi semua nya untuk datang kerumah sakit.


"kini ayah mulai tersenyum, dan tertawa kembali, dokter pun datang untuk memeriksa keadaan sang ayah, ketika sang ayah ayah di periksa,suara pintu terbuka, ku kira kaka, dan adik adik ku datang, setelah ku lihat ternyata yang datang bukan mereka, melain kan joe calon suami ku datang untuk membesuk ayah.


"aku pun menyapa dan tersenyum ketika melihat joe datang menghampiri ku, ia pun ter senyum dan mengusap kepala ku, dan bertanya keadaan ayah kepada ku.


"keadaan ayah gimana dek, dah membaik kan?


" alhamdulilah mas, tadi dokter sudah periksa kata nya mungkin lusa akan di perboleh kan pulang. aku seneng ayah dah mulai membaik mas. aku mengutara kan apa yang aku rasa kan bahwa aku senang ayah sudah membaik.


"alhamdulilah kalau ayah dah membaik, mas juga ikut senang"ketika aku dan joe saling berbicara, pintu kamar ayah pun terbuka kembali dan kini memang benar mereka yang datang kaka,beserta anak dan istri nya dan ketiga adik adik ku.


"ayah pun membuka mata nya yang tadi sedang tertidur, karena mendengar suara kami yang sudah terkumpul, ayah pun tersenyum bahagia melihat kami sudah berkumpul di ruangan ayah, untung saja ayah ada di ruangan vvip, jadi cukup luas untuk kami bisa berkumpul melihat ayah.


"kini ayah sudah di perboleh kan pulang dari rumah sakit, sungguh sangat amat senang kami mendengar ayah sudah boleh pulang, aku, mas joe,naila menjemput ayah di rumah sakit,sedang kan ka fadlan, fadli, farsha, mereka menyiapkan kejutan untuk sang ayah.


"kami pun sudah ada dalam perjalanan, selama perjalanan, kami banyak bercerita dan tertawa penuh dengan canda, ini baru aku dan naila, belum dengan ketiga orang yang sekarang berada di rumah.


aku dan naila turun dari mobil dan ayah pun keluar dari mobil, aku dan naila memapah ayah sampai di ke dalam rumah.


"tepat di depan pintu, aku membuka pintu yang ternyata tidak di kunci, aku dan naila pun masuk ke dalam rumah sambil memapah ayah, alangkah terkejut nya melihat kejutan yang dibuat ketiga saudara ku.rumah kami di hias dengan begitu cantik, dan ucapan yang di tulis di kertas karton berwarna hijau dengan tinta mas, yang di buka lebar oleh princes kami, dengan tulisan.


"***welcom kakek, sudah kembali lagi di rumah, dan jangan sakit lagi ya kakek, nazwa sayang kakek***.".


"begitu terharu nya ayah membaca tulisan yang berucap seperti itu, apa lagi yang memegang kertas karton itu adalah cucu,pertama nya.


"ayah pun duduk di sofa di ruang keluarga, kami semua berkumpul dan sling melempar canda dan tawa, untuk menghibur ayah, karena ayah baru sembuh ayah tak di perboleh kan untuk duduk terlalu lama.


"ka fadlan pun mengantar ayah ke kamar nya untuk istirahat, ka fadlan pun begitu perhatian dengan ayah, ia tak mau bila ayah terlalu lama dengn sakit nya, ia akan melakukan apapun untuk kesembuhan sang ayah.


"hari demi hari telah di lalui, tak terasa ayah sudah pulih benar dari sakit nya, dan kini aku dan ke empat saudara ku mempersiapkan kan pernikahan kami yang akan di laksanakan dua lagi,joe pun sudah tidak di perboleh untuk bekerja dan bertemu dengan ku, bahkan untuk berkomunikasi saja di larang.


"sebelum ayah masuk rumah sakit aku dan joe sudah mempersiapkan kan gaun pernikahan kami, jadi kami tak perlu lagi untuk mempfiting baju, aku dan joe sepakat untuk tidak mengadakan pesta mewah, cukup pernikahan sederhana, yang penting ijab kabul ny dan sah.


"ka fadlan pun melarang ayah untuk ikut andil dalam mengurus pernikahan ku,dan melarang ku untuk keluar rumah dan mengerjakan apapun,cukup aku menemani ayah saja, karena ka fadlan dan yang lain yang akan menghendel semua nya.


"aku pun menuruti apa yang di perintah kan mereka, sungguh hari ini aku sangat bosan, tapi aku pun tak bisa melakukan apa pun, akhir nya aku cuma bisa bermain dengan nazwa, dan sebenar nya aku pun rindu dengan joe, tapi apalah daya cuma bisa bersabar.


"ketika aku sedang bermain dengan nazwa suara hp ku berbunyi ternyata pesan dari no yang tak di kenal, aku pun segera membuka nya,dan membaca isi pesan itu, aku diam membisu setelah membaca isi pesan itu, air mata ku kembali berhasil keluar dengn sendiri nya, aku sangat takut akan ancaman itu, entah dari siapa yang mengirim pesan itu.


" aku cuma bisa menangis dan menangis, nazwa yang melihat ku menagis, ia pun ikut menangis karena ia tak mengerti kenapa aku menangis. suara nazwa begitu kencang, hingga semua orang bisa mendengar, mbak nesa menghampiri kami, dan memeluk nazwa yang sedang menangis.


"mbak nesa pun melihat ke arah ku yang sedang menangis tanpa suara, mbak nesa pun ikut cemas melihat ku seperti ini, akhir nya ia pun memeluk ku, dan tangis ku pecah di pelukan nya mbak nesa.


"jangan lupa like and komen nya ya "


"happy enjoy gais"


"SM"