
"sudah tiga hari viera dan joe menikah,mereka pun masih tinggal di rumah sang ayah, joe berencana mengajak viera pindah dari rumah sang ayah, bukan joe tidak betah atau tidak nyaman, melain kan mengajak viera dan joe bisa mandiri, dan joe pun tidak tinggal di rumah orang tua nya.
"sebelum menikah dengan viera joe sudah menyiap kan sebuah rumah, ia sengaja membeli rumah di pertengahan antara kantor dan rumah sang ayah, supaya viera bisa leluasa datang ke rumah sang ayah dan tidak terlalu jauh berangkat ke kantor.
"joe hari ini akan ber bicara dengan viera tentang niat nya mau mengajak pindah rumah,bila viera setuju joe akan berbicara dengan keluarga viera. kini joe dan viera sudah berada di kamar mereka, dan joe mengajak viera duduk disofa yanga ada di kamar viera.
"sayang, sini deh mas mau bicara?"joe coba berbicara pelan dengan viera.
"iya mas, ada apa?"menghampiri joe dan duduk di samping joe.
"emmm, dek kalau kita pindah dari sini adek mau ga?kebetulan sebelum kita menikah mas dah beli rumah,tepat nya di pertengahan antara rumah ayah dan tempat kerja adek? kalau adek setuju, mas akan ngomong dengan yang lain dan ayah?gimana dek?
joe berharap viera mau pindah rumah.
"aku sih seterah mas aja, dan ikut kemana mas bawa aku? tapi kalau boleh jujur aku ga tega ninggalin ayah mas?"viera di ambang kebingungan antara ayah dan joe, tapi ia sekarang sudah punya tanggung jawab terhadap suami nya, dan ia pun harus menuruti kemana pun sang suami membawa nya"
"tapi kan kita masih bisa main kesini, bila libur, dan kan masih ada fadli, naila, dan farsha,cukup dengan adek mendoa kan ayah supa ayah selalu di kasih kesehatan dan panjang umur dek. tapi kalau adek ga mau mas ga maksa sih?
"joe pun coba untuk meyakin kan viera, dan memberi penjelasan bahwa setiap hari libur ia bisa untuk menjenguk sang ayah.
"mas, baik lah aku mau pindah mas dan aku mau ikut dengan. tapi kamu janji ngasih aku ijin untuk bertemu dengan keluarga ku ya?
"dengan manja viera pun pada akhir nya mau ikut dengan sang suami, dan meminta sang suami untuk tidak melarang nya bertemu dengan keluarga nya.
"baik lah kalau kamu sudah setuju tinggal kita akan bicara dengan ayah dan ketiga adik kamu, dan hari sabtu besok kita sudah bisa menempati rumah kita sayang? mas seneng akhir nya kita bisa berdua punya rumah sendiri".
"mereka pun menuju ke ruang keluarga, kebetulan semua nya lagi pada ngumpul di
ruang keluarga, joe dan farsha pun duduk di di sofa yang menghadap layar televisi, sedang kan fadli, naila dan farsha duduk di lantai bawah di alasi sebuah karpet tebal, mereka tampak asik melihat sebuah film horor, kadang mereka berteriak, dan menutup mata mereka.
"viera dan joe pun ikut menonton film tersebut, viera pun terkadang berteriak karena takut dan memeluk tubuh sang suami, joe yang merasa diri nya di peluk, pun memeluk balik viera, dan tersenyum"takut kok nonton nya film ginian?"joe menggoda sang istri yang sedang ketakutan.
"viera memukul lengan sang suami dengan sangat pelan,dengan kesal ia menatap suami dengat tajam, joe yang di tatap seperti itu pun cuma bisa tertawa pelan dan mengacak acak rambut sang istri.
"film pun selesai, mereka pun mematikan televisi nya. joe tanpa babibu langsung berbicara ke inti nya."ayah, fadli, naila, farsha, ada yang saya mau bicara kan dengan kalian semua, sebelum nya saya minta maaf, saya dan viera mau minta izin untuk mau pindah rumah?
"ayah yang mendengar ucapan nya joe, tersenyum ia takakan melarang viera untuk pindah rumah, toh di sini masih ada tiga anak nya lagi.
"ayah setuju jika kalian mau pindah rumah, biar kalian bisa hidup mandiri dan bisa leluasa melakukan apa pun di rumah kalian,tapi ayah berpesan dengan kalian,luang kan waktu kalian untuk keluarga,sering sering kunjungi ayah dan tiga adik kalian mereka sudah besar tapi mereka masih kecil buat ayah..
"aku pun setuju ka,biar kaka bisa leluasa di rumah sendiri,dan kakak ga usah khawtir,aku akam menjaga ayah,"fadli berkata demikan.
"akhir nya joe dan viera pun merasa senang,
"joe dan viera pun masuk kamar, joe langsung memeluk viera dan mencium pucuk kepala viera dengan sayang, ia berucap"mas bahagia bisa memiliki kamu?"
"viera yang mendengar ucapan sang suami pun tersenyum dan membalas pelukan sang suami dengan erat, dan membalas ucapan sang suami"aku juga sama mas, sangat bahagia bisa memiliki kamu juga, dan rasa tidak percaya rasa nya kaya mimpi bisa menikah dengan kamu!
"mereka pun saling mengutara kan persaan mereka masing masing, dan joe kembali mencium pucuk kepala dan kening viera, setelah saling mengutarakan joe mengajak viera menuju tempat tidur mereka, dan akhir nya mereka pun tertidur dengan pulas.
"pagi nya, mereka berkemas, memberes kan pakaian mereka, mereka cuma membawa pakaian saja, karena di rumah mereka yang baru semua peralatan rumah tangga sudah lengkap.
"mereka pun keluar kamar, viera membawa tas dan berjalan ke meja makan dan di susul joe yang mendorong koper berisi pakaian mereka.
"ini terakhir bagi viera untuk sarapan bareng bersama keluarga nya,viera sudah mulai ber kaca kaca, ia menahan air mata nya supaya tidak keluar.
"joe melihat sang istri yang sudah berubah raut wajah nya, memegang tangan sang istri supaya viera tenang.
"mereka pun sarapan dengan tenang, selesai sarapan viera menghampiri sang ayah dan langsung memeluk sang ayah, dan air mata yang tadi di tahan pun sudah tidak bisa di tahan lagi dan akhir nya berhasil keluar.
"ayah, aku pamit ayah baik baik ya jaga kesehatan ayah, jangan sampe ayah sakit, aku sayang ayah?"sambil menangis viera berbicara dengan sang ayah dan memeluk sang ayah.
"sang ayah pun cuma bisa tersenyum tapi dalam hati nya ia pun menangis karena anak gadis satu pergi meninggal kan nya, tapi sang
ayah tak mau menunjukan kesedihan nya di depan anak anak nya.
"sang ayah pun memeluk viera, dan berucapa kepada viera"ayah pun sayang dengan adek, jadi lah istri yang baik, harus nurut dengan ucapan suami, jangan melawan nya, bila ada masalah selesai kan dengan baik baik, bila kamu merasa ada yang tidak kamu sukai dari suami mu lebih baik nya kamu Utara kan kepada nya jangan sekali nya kamu diam tanpa alasan!
"sang ayah memberi wejangan panjang kali lebar, viera yang mendengar mengangguk mengerti, ia pun melepas pelukan dari sang ayah, dan memeluk sang adik satu persatu.
"viera pun berpesan kepada sang adik, untuk jaga sang ayah, setelah berpesan kepada sang adik, kini giliran joe berpamitan kepada sang ayah mertua dan adik ipar nya.
"sayang nya mereka tak bisa mengantar viera dan joe pindah, tapi walau begitu bagi joe dan viera tak masalah, lebih baik begini dari pada di antar tapi membuat hati sedih, dan mereka pun memasukan barang barang mereka ke dalam mobil.
"viera dan joe pun masuk ke dalam mobil,
dan meninggal kan rumah sang ayah menuju
rumah baru mereka dan memulai hidup baru
sebagai pasangan suami istri.
.........
"pengumunan sekarang aku sudah punya grup ya, yuk kalian gabung di grup ini, biar kita bisa saling kenal. dan kalian bisa klik di bacaan grup teh tea ya.