
Sayang sudah ya tenang kan diri kamu,kasihan baby nya kalau mami seperti ini ? "ucap Joe"
tapi mas aku lelah entah apa yang akan terjadi setelah ini aku takut kamu dan yang lain dalam bahaya"ucap Viera memandang wajah jor"
shut, cukup ya lebih baik kamu istirahat jangan kamu pikir kan masalah ini, biar ini menjadi urusan mas dan kamu jangan pernah takut dan jangan pernah lelah untuk menghadapi masalah karena semakin kita takut semakin menjadi musuh untuk meneror kita.
cukup kamu berdoa dan berpikir positif
dan yang paling terpenting kamu bisa jaga diri dan kondisi kamu,ingat kamu tidak sendiri
tapi ada nyawa di dalam perut kamu yang mengharap kan kehidupan di luar sini,dan anak kita mau hidup untuk kita berdua orang tua nya terutama mami nya yang mau berjuang untuk melawan musuh."ucap Joe panjang lebar"
mas?"hanya satu kata yang terucap dari mulut Viera"
setelah perbincangan panjang lebar akhir nya Viera merebah kan tubuh nya dan di ikuti oleh Joe dan mereka pun terlelap dan masuk dalam mimpi mereka masing masing.
Fadli masih menunggu adik kesayangan nya yang terluka akibat terkena timpukan batu
akibat ulah yang meneror sang Kaka...farsha masih dalam kondisi yang sama dan Fadli duduk di sofa yang tak jauh dari brankar sang adik.
terdengar suara pintu terbuka dan Fadli menengok ke arah suara tersebut dan Fadli melihat beberapa suster dan dokter masuk ke dalam kamar farsha untuk memeriksa ke adaan sang adik.
betapa terkejut nya Fadli melihat ada yang berbeda dengan dokter yang kemarin menangani sang adik,dan Fadli menatap sang dokter minta penjelasan.
sang dokter yang di tatap intens oleh Fadli mengerti bahwa sang empu minta penjelasan kenapa hari ini ia yang menggantikan dokter sebelum nya.
hari ini dokter yang kemarin menangani adik anda hari ini ada urusan mendadak dan beliau meminta saya menggantikan tugas nya dan salah satu nya pasien yang bernama farsha."ucap dokter tersenyum manis kepada Fadli"
Fadli hanya diam dan mengangguk mengerti
dan ia masih memandang wajah sang dokter yang begitu cantik alami dan senyum nya yang memukau.
ya dokter tersebut adalah dokter yang beberapa waktu lalu menangani Viera dan dan mereka pun sempat bertemu dan hampir saja Fadli menabrak sang dokter yang menyebrang sembarang dan di bantu oleh Fadli untuk menyebrang dan dokter tersebut bernama Namira.
farsha membuka mata nya dan sang dokter mulai memeriksa nya setelah sang dokter menjelas kan kepada fadli,tak lama dokter Namira pun selesai memeriksa farsha.
keadaan kamu sudah membaik dan kamu tak perlu di rawat terlalu lama besok kamu boleh pulang."ucap Namira kepada farsha dengan tersenyum"
dokter Namira sudah selesai dengan tugas nya dan dokter Namira pun berjalan keluar kamar Viera,baru hendak berjalan mendekati pintu Fadli berjalan mendekat kearah Namira.
maaf,kalau kamu tidak sibuk boleh kita berbincang sebentar hari ini?" Fadli bertanya kepada Namira dengan degup jantung yang berdetak sangat kencang"
hmmm....ok saya tunggu nanti jam dua di cafe depan rumah sakit ini."jawab namira"
terima kasih dokter."ucap Joe"
sama sama mas fadli."balas Namira tersenyum berlalu keluar ruangan"
💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥
seperti sekarang ini Bryan memikir kan cara untuk menghancur kan rumah tangga Viera dan joe seperti orang hilang akal Bryan tak memakai perasaan lagi untuk menghancur kan perasaan Viera dan Joe.
hari ini aku kembali untuk meneror kalian aku akan buat kalian hancur,hahahaha."ucap Bryan dengan tawa jahat nya".
Bryan hendak melangkah keluar rumah nya
tapi ia melihat seseorang datang dan mengetuk pintu rumah nya tapi Bryan tak mau keluar.
Bryan hanya melihat dari balik jendela untuk melihat siapa yang datang ke rumah nya dan ternyata seorang yang ia pun tak mengenali nya hingga beberapa kali ketukan dan suara panggilan memanggil nama nya Bryan tak kunjung keluar dan sengaja ia menghindar.
Bryan semakin menjadi semenjak kedatangan
seseorang tadi yang ia pun tak mengenali nya tapi Bryan berpikir bahwa seseorang tersebut adalah seseorang yang sengaja untuk menangkap nya.
hari ini Bryan nekat untuk mendatangai rumah ayah Viera karena Bryan tau Viera pasti tak tinggal di rumah nya melain kan ia tinggal di tempat sang ayah dan suasana di rumah sang ayah tak seperti biasa nya karena semua orang sibuk dengan pekerjaan mereka
masing masing dan tak berpikir bahwa bahaya mengintai Viera.
Joe,sedang ada rapat penting hingga ia terpaksa meninggal kan viera,sedang kan farsah ada tugas kuliah yang tidak bisa ia tinggal kan.
Fadli dan Nayla pun tak bisa meninggal kan pekerjaan nya,hanya tersisa pak firman dan sang ayah yang ada di rumah tapi Joe berjanji setelah rapat selesai ia akan segera pulang.
semua pintu,jendela dan gerbang rumah di kunci rapat oleh pak firman untuk berjaga jaga supa tak ada bahaya,Viera sedang beristirahat di dalam kamar nya ia coba untuk memberani kan diri nya untuk tidak menyusah kan suami dan keluarga nya.
pagi telah berganti siang,Bryan mencari kesempatan untuk bisa masuk bertemu dengan Viera,tapi sial nya semua pintu dan jedela terkunci.
bukan Bryan nama nya kalau ia tak bisa masuk dan bertemu Viera,Bryan mencoba untuk membobol jendela kamar Viera perlahan tapi pasti dan akhir nya Bryan mampu untuk masuk ke dalam kamar Viera.
Bryan berjalan pelan menghampiri Viera yang tengah tertidur pulas tanpa ia sadari kehadiran Bryan,bryan tersenyum melihat Viera yang sedang tertidur ia duduk di samping Viera sambil mengusap pipi Viera dan mencium kening Viera.
Viera yang tersadar ada yang mengusap pipi nya dan mencium nya membuka mata nya dan betapa terkejut nya Viera melihat kehadiran seseorang yang membuat hidup nya seperti sekarang.
Viera mencoba berteriak tapi sayang nya mulut Viera di bekap oleh tangan Bryan Viera mencoba meronta tapi tak ada tenaga untuk mengerjakan tubuh nya hanya air mata yang mengalir.
Viera coba untuk tenang sambil mencari cara untuk bisa lepas dari Bryan,Viera mengalih kan perhatian nya dengan cara pura pura mendengar Bryan bicara.
Vira ingat ia menaru tongkat besbol di bawah selimut tepat nya di samping tubuh nya,Viera berjaga jaga kalau ada bahaya datang.
ia coba mengambil tongkat besbol nya,yang ia taru di bawah selimut dengan perlahan Brayan masih saja membekap mulut nya dan berbicara di hadapan Viera dan.....buaggggghhh.
maaf lama up dan cerita ini agak gaje ...
tapi jngn lupa like and komen nya biar aku semangat lagi...hehehehe
happy enjoy
tehtea..😍🤗