Family and love

Family and love
part 12



Tak menyangka dia datang kerumah ku, entah apa maksud kedatangan nya yang pasti


aku terkejut ada dia di rumah ku.


dia bangun dari duduk nya dan tersenyum setelah aku menyebut nama nya, ya benar dia orang nya si GM tempat ku bekerja.


aku bingung harus berbicara apa pada nya


aku dan dia pun saling diam suasana di ruangan pun semakin dingin


ketika aku dan dia saling diam, tiba tiba kakak sulung ku datang, seketika suasa menjadi mencengkam, aku melihat raut wajah kakak ku menatap tajam ke arah joe, dan menanyakan orang tersebut kepada ku.


Fadlan : ekhmmm, siapa dek, kok diam diam aja? sambil menatap ke arah ku dengan tatapan yang dingin.


Viera : oh ini ka, di GM baru di kantor ku, dan teman ku dulu di waktu sma dan kuliah joenatan.


aku memperkenalkan kan joe kepada kaka ku yang sudah duduk di samping ku, joe pun menghampiri kaka ku dan mengulur kan tangan nya bersalaman dan kaka ku pun menerima jabatan tangan dengan joe.


setelah tau siapa orang yang datang dan menemui ku, kakak ku bangun dari duduk nya dan hendak pergi,, tapi sebelum benar pergi kakak ku menepuk pipi ku sambil berkata.


hati hati, jangan sampai terulang kembali, dan kenali orang itu dulu, sampai benar benar kamu mengenal nya, kakak ga mau kamu tersakiti lagi, kakak sayang kamu dek.


setelah berkata seperti itu, dan aku cuma mengedip kan mata ku bertanda aku mengerti akan maksud kaka ku, baru lah kakak ku pergi masuk kedalam rumah meninggal kan kami, dan tak lama farsha datang dengan membawa secangkir kopi untuk joe.


kami pun masih diam beberapa saat, kemudian joe membuka suara dan memulai obrolan dengan ku.


vie, apa kamu punya waktu hari ini aku mau mengajak mu keluar sekalian ada yang ingin aku bicarakan pada mu? joe mengajak ku keluar rumah.


maaf pak, saya ga bisa soal nya ini waktu nya untuk keluarga saya pak, dab saya ga bisa pergi begitu saja dengan orang lain apalagi dengan laki laki lain, selain ayah, kakak dan adik laki saya pak, kalau memang ada yang ingin di bicara kan di sini aja pak, maaf sekali lagi saya ga bisa keluar rumah.


ok aku mengerti dan tolong vie untuk di luar kantor aku pinta jangan panggil aku sebutan bapak, aku juga belum bapak bapak juga vie, aku mohon ya vie.


aku menolak untuk pergi keluar rumah dengan nya, karena aku masih takut dan trauma dengan kejadian waktu lalu. dan dia pun mengerti dengan keadaan ku.


aku pun menuruti permintaan nya supaya tidak memanggil dia bapak kalau di luar kantor, dan aku memanggil dengan sebutan mas, karena bagaimana pun usia kami berbeda jauh.


aku kaget dengan ucapan terakhir nya dengan apa yang dia perbuat selama ini pada


ku, dan kenapa dia bisa melakukan hal seperti itu, karena dia suka pada ku dan tak ada keberanian untuk mengungkap kan perasaan nya pada ku dan kalah cepat dengan brian dan akhir nya dia pergi keluar negri menerus kan kuliah nya di sana


entah apa yang harus ku jawab aku pun bingung dengan keadaan seperti ini, tapi di balik sikap dia yang seperti itu aku bisa melihat ada kebaikan di dalam diri nya.


setelah beberapa jam joe di rumah ku dan


menceritakan apa yang terjadi dulu akhir nya joe pamit untuk pulang,aku mengantar kan nya sampai depan pintu rumah ku.


dia pun berjalan sampai ke mobil nya, dan menjalankan mobil nya dan meninggal kan halaman rumah ku, setelah peninggalan nya joe dari halaman rumah ku, aku pun masuk ke dalam rumah ku dengan perasaan tak menentu.


aku pun bergabung kembali dengan keluarga ku yang ada di ruang keluarga, aku duduk di samping ayah ku,aku melihat kelakuan princes yang sangat menggemaskan kan yang sedang berjoget mendengar kan lagu yang di putar oleh fadli, kami pun semua tertawa.


kaya nya ada yang mau mengisi hati yang sedang kosong nih? farsha yang datang langsung mengatakan hal tersebut membuat semua menoleh ke arah nya, dan fadli pun menghentikan suara musik itu.


siap dek orang nya, yang mau mendekati kakak ku ini, awas aja kalau berani menyakiti kakak ku yang cantik ini, dia akan berusan dengan ku, fadli yang melirik ke arah ku sambil menanggapi omongan farsha.


kalau ayah si, tak masalah siapa orang nya, tapi yang pasti dia harus lembut, sayang, dan mencintai anak ayah ini dengan tulus dan tidak boleh kasar dan bisa menjaga kamu,


ayah pun sama mulai terpengaruh dengan omongan nya si nyablak satu itu.


ihh kalian apaan si, dan ayah juga apaan sih,


dia itu atasan ku, dan aku tak mau dan belum siap untuk menerima seseorang untuk sementara waktu aku masih trauma dengan kejadian dulu. kalau memang dia demikian kepada ku, dia pasti bisa menunggu sampai aku siap


aku memberi penjelasan kepada keluarga ku, dan mereka pun cuma tersenyum menanggapi penjelasan ku. dan mengerti dengan keadaan ku.


jangan lupa dong like and komen nya ya..


happy enjoy gais


SM