Family and love

Family and love
part 11



 


semua tugas yang menumpuk di tambah dua berkas dari GM baru itu akhir nya selesai hingga aku tak perlu harus lembur, karena sebenar nya aku sangat malas untuk lembur hari ini.


 


ku lihat jam yang ada di ruangan ku ternyata sudah waktu nya pulang kerja aku merapih kan semua barang barang yang ada di meja ku, dan aku pun tak lupa memasukan charger ku dan handphone ku ke dalam tas ku.


semua sudah selesai, aku berjalan menuju meja nadia bermaksud mengajak pulang bareng, tapi sayang nadia sudah di jemput oleh calon suami nya, hmmm enak ya nadia dia sebentar lagi akan menikah, sedang kan aku harus pupus di tengah jalan.


tapi aku bersyukur aku masih suci, aku masih bisa jaga kehormatan ku, terima kasih tuhan atas perlindungan mu, dalam hati ku berkata. aku berjalan dan menuruni tangga sambil memikir kan sesuatu, tetang perkataan si GM baru tadi siang.


akhhhh.... ga mungkin aku sudah memaaf kan di selama ini walau dulu dia habis habisan membuat ku kesal dan jengkel kepada nya dan teman nya itu, sudah cukup saat ini aku menutup sementara hati ku, sampai aku siap untuk menjalin kembali.


aku terus berjalan sampai basment tempat ku parkir mobil dan aku melihat si GM baru itu ada di samping mobil ku, biarkan saja la, aku terus berjalan sampai akhir nya aku sudah ada di mobil ku, aku tak menghirau kan nya aku langsung membuka mobil ku.


tiba tiba si GM itu menarik tangan ku,dan sontak aku kaget dan menepis kasar tangan nya. aku terdiam saat dia meminta maaf pada ku dan ingin bicara berdua dengan ku.


Viera : jangan sentuh saya pak, dan maaf ini saya mau pulang, saya cukup lelah hari ini. dan tolong pak jangan bersikap seperti ini lagi asal megang tangan orang aja pak, saya cukup tidak nyaman.


aku menatap joe tajam, karena aku cukup trauma dengan kejadian dua minggu lalu. aku tau joe tidak bermaksud dan tidak tau kejadian itu.


Joe : maaf kan aku vie aku ga bermaksud, aku cuma mau meminta waktu mu sebentar vie aku mau bicara pada mu, dan tolong jangan panggil aku pak kalau di luar kantor vie aku mohon.


viera : maaf joe aku lelah, dan tolong untuk saat ini aku tidak mau berdekatan dulu dengan pria mana pun, dan sekali lagi aku sudah memaaf kan kamu.


Joe : sebentar vie, dan aku sudah tau kejadian yang kamu alami yang di lakukan brian brengsek itu vie, aku mendengar percakapan mu dengan nadia pada saat di kantin.itu kan alesan kamu untuk menghindari dari pria. aku tahu kamu trauma, tapi tolong kasih aku kesempatan untuk menjadi teman mu.


aku bingung harus menjawab apa dan ternyata percakapan ku dengan nadia tadi di kantin joe mendengar nya, air mata ku tak terasa mengalir begitu saja, entah lah aku harus apa, aku masuk ke dalam mobil ku dan menyalah kan mesin mobil ku dan ku laju kan mobil ku keluar besment dan aku meninggal kan joe yang masih memanggil manggil nama ku.


kejadian itu pun berlalu aku sudah mulai masuk kerja lagi, dan aku menjalani hari hari ku seperti biasa. seperti hari ini aku libur kerja karena memang hari ini hari sabtu dan minggu aku libur, setelah sarapana aku, ayah dan fadli duduk sambil mengobrol santai menikmati hari libur kami di ruang keluarga, aku mendengar suara yang tidak asing, berlari ke arah kami, aku pun menoleh ke belakang dan melihat ternyata itu dia si princes yang datang, ya anak dari kakak pertama ku, kmi memanggil nya si princes, ternyata kak fadlan dengan keluarga kecil nya datang berkunjung kemari.


Princes : kakek, aunty vie, ancle dli, inces kangen. ...aunty dia, sama aunty ca ana aunty? smbil berteriak dan berlari ke arah ku dan memeluk ku, dan tidak lupa menanyakan kedua adik ku.


Ayah : lho kok aunty aja yang di peluk, kakek ga di peluk sama inces sini peluk kakek dulu


ayah yang rindu akan cucu nya merajuk minta di peluk.


fadlan mengucap salam dan menghampiri kami dan mencium tangan ayah, aku dan fadlan pun mencium tangan kakak kami dan tangan kakak ipar, tak lama nadia dan farsha pun datang menghampiri kami, dan berteriak heboh melihat kedatangan keponakan mereka.


kami pun berkumpul di ruangan keluarga, bercanda, tertawa, meledek satu sama lain, dan tak lupa kak fadlan selalu membawa cemilan dan minuman dan kue ke sukaan sang ayah, sungguh suasana yang sangat aku rindukan.


ketika kami sedang heboh heboh nya.. suara ketukan pintu di rumah ku terdengar, aku melirik orang orang yang ada di ruangan tersebut dan bertanya siapa kah gerangan yang datang kerumah kami, aku menyuruh farsha membuka pintu, dan farsha pun menuruti nya.


farsha pun berjalan untuk membuka pintu dan melihat siapa orang tersebut, farsha pun menghampiri kami dan aku pun bertanya.


viera : siapa dek?


farsha : ga tau kak, kata nya mau ketemu ka vie?


aku pun bangun dari duduk ku dan menghampiri ke ruang tamu, aku melihat seseorang yang tidak asing dan familiar bagi ku, aku pun bertanya kepada nya dan sontak aku kaget ternyata seseorang itu adalah.


happy enjoy gais


SM