Falling in love at a Coffee Shop

Falling in love at a Coffee Shop
Selangkah Lagi..



[Kinandari Widjaja]


Program PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) kinan sudah selesai, Kinan hanya tinggal menunggu jadwal ujian dan acara angkat sumpahnya sebagai dokter spesialis. Setelah sehari kemarin Ia hanya istirahat dan leyeh - leyeh dirumah. Hari ini kinan berniat mengambil jatah quality time nya. Sebelum besok ia sudah berkutat lagi dengan buku dan jurnal belajar untuk persiapan ujian nya. Tidak ada hari yang lebih indah bagi kinan selain bisa menebus jatah tidurnya yang kurang selama ini. Kinan mandi dan memakai baju santai hari ini. Ia ingin menghabiskan hari di kantornya.


Kinan memakai baju peach kotak-kotak tanpa lengan, celana senada,dan sneakers putih. Rambutnya hanya diikat keatas. Memastikan dandanan nya kinan berkaca sekali lagi dan tersenyum .


" Selangkah lagi kinan.. bersabarlah! " gumamnya kepada bayangan didalam kaca.


***


Memarkirkan mobilnya didepan coffeeshop kinan turun dengan wajah ceria hari ini. Entah kenapa hari ini ia bahagia. Mungkin karena tidurnya yang nyenyak tanpa gangguan apapun. Tadi nya hari ini jika ayko tidak dinas keluar kota kinan ingin mengajak nya memanjakan diri ke salon. Ryu juga sedang keluar kota bertemu dengan calon klien baru nya yang ingin memakai ryu untuk membangun mall. Hidup kinan terasa sepi ketika kedua manusia itu tidak ada. Kinan bukan nya tidak punya teman yang lain. Hanya saja kinan tidak nyaman pergi dengan teman - teman dokternya disaat libur. Obrolan mereka tidak akan jauh-jauh dari urusan rumah sakit dan pasien. Karena itu kinan menjatuhkan pilihan menghabiskan hari nya di kantor kesayangan.


"Selamat siang mba kinan" sapa waiters yang membuka kan pintu kinan.


"Selamat siang indah. Apa kabar?" kinan bertanya kepada waiters yang bernama indah itu.


"Sehat dong mbaa.." jawab di waiters ceria


Kinan langsung menuju meja bar dan mengambil posisi disana.


"Hai mba kinan" sapa gibran si barista yang bertugas siang ini


"Hai gib.. apa kabar?"


"Selalu baik mba. Caramel Machiato hari ini mba?" Tanya si barista


"Gak ahh.. Cappucino Ice aja hari ini gib" Jawab kinan tersenyum


"Okaay mbaa" si barista langsung membuatkan pesanan kinan.


" Hari ini rame gib? " tanya kinan sambil melihat sekeliling yang hampir tidak ada meja kosong.


" Rame banget mba, aku baru aja bisa istirahat waktu mba kinan dateng. "


"Seru ya gib liat rame gini." Kinan tersenyum. Ada sesuatu yang menghangat di hati nya ketika melihat kedai kopinya selalu didatangi pengunjung entah hanya itu untuk melepas penat, atau bertemu teman.


"Semua yang kesini rata-rata selalu betah dan balik lagi mba. Mereka suka suasana nya" gibran meletak kan satu cup ice cappucino pesanan kinan didepan nya.


Kinan mengambil cup itu dan melihat tulisan yang sudah dicetak di cup.


"Peluk ku untuk Pelikmu.."


Ia tersenyum membaca tulisan itu. Itu pasti ryu! Dasar jomblo ucap kinan dalam hati.


"Ini quote pasti dari ryu kan gib?" Tanya kinan


"Di bawahnya ada tulisan pemilik quote mba. Quote ini dari kertas yang di tulis tamu waktu grand opening kemarin. Semua di cetak ke cup ini sama mas ryu. Jadi semua orang bakalan dapet beda- beda" jelas si barista bernama gibran itu.


"Oh ya? Aku baru tau.. berarti aku dapet tulisan siapa ya?" Dia melihat ke kanan bawah tempat nama si pemilik quote di cetak.


" ini mba " gibran memberi tau


"Baga" Ucap kinan. Hmm? Baga? Kinan tertegun kaget. Dari sekian banyak tamu undangan kinan malah mendapatkan tulisan dari baga.


"Aku ke atas ya gib. Thankyouu semangat kerja ya" kinan membentuk kepalan ditangan nya memberi semangat.


"Siaap mba kinan" si barista kembali tersenyum. Ia bersyukur mempunyai bos seperti ryu dan kinan yang masih muda, asyik dan baik.


Kinan masih membaca tulisan di cup nya itu ketika ia menaiki tangga ke lantai 3 dan tersenyum kecut "peluk ku untuk pelikmu". Kenapa makna dari tulisan ini dalam sekali? Ternyata pria seperti baga juga bisa menuliskan hal romantis begini . Kinan kaget ketika suara baritone itu menyapa nya.


" Selamat siang kinandari.." sapa nya.


Kinan mengedarkan pandangnya lalu menemukan si pemilik sura di kursi kayu pojok rooftop. Tempat mereka mengobrol malam grand opening. Sudah 1 bulan mereka tidak bertemu pria itu tampak lebih segar dengan bulu - bulu halus diwajahnya yang sudah tercukur.


"Hai ga.." sejenak kinan ragu ingin menghampiri lalu akhirnya ia melangkahkan kaki juga ke arah baga.


" Hai.. apa kabar?" Jawab baga


" I'm okay. You?" Tanya kinan


"Me too.. you look great kin!" Jawab baga tulus. Setelah beberapa kali bertemu baru kali ini ia melihat kinan yang sedang benar - benar ceria.


"Thankyou.. Udah lama?" Tanya kinan


"Cukup lama untuk 2 cup Caramel Machiato" ucap baga mengangkat gelas nya yang masih berisi setengah. Mata kinan menangkap tulisan di cup itu. Ia tau itu kata-kata siapa. Karena kinan yang menuliskan kata-kata itu.


"***Untuk kamu terimakasih,


-KnWj***-


Kinan mendapatkan tulisan baga lalu kemudian baga mendapatkan tulisan kinan. Apa itu bisa disebut kebetulan?


"Kenapa sendiri aja?" Tanya kinan


"Ryu masih diluar kota tadi gue telepon" wajah baga tampak tidak bersemangat menjawab itu.


"Hmm.. lesu amat jawabnya." Goda kinan sementara yang digoda hanya memberikan tatapan tajam ke arahnya.


"Eh lo dapet tulisan gue ya.." tunjuk baga ke cup cappucino kinan


"Iya.. tapi harus ya kata-katanya sedih begitu?" Canda kinan


"Ada yang lebih sedih. Nih gue dapet tulisan begini di cup . Yang nulis pasti sedang patah hati" jawab baga. Padahal sebenarnya baga tau, KnWj itu adalah kinandari widjaja. Ia hanya berpura-pura tidak tau ingin menggoda kinan.


Kinan tersedak dari kopinya ketika mendengar itu.


"Lo gapapa kin? Wah hari ini cappucino berarti lagi good mood ya" lagi - lagi canda baga


Kinan menatap pria di depan nya ini. Pria ini selalu sukses membuat obrolan ringan ini menjadi menarik. Sesuatu yang sudah lama kinan tidak lakukan. Mengobrol santai dengan seseorang.


"Ya gitu deh, ppds gue udah selesai tinggal nunggu ujian. Seharian kemarin gue bisa tidur tanpa gangguan" jawab kinan.


"Wah selamat yaa kin. Sebentar lagi gelar lo bertambah"


" Makasih ga. Lo minum caramel machiato 2 gelas ga bosen? " tanya kinan.


"Gue jadi suka caramel machiato dari pertama kali nyobain yang ryu bikin" Jawab baga


"Quote sedihblo romantis juga untuk ukuran seorang pria dewasa" Canda kinan sambil tertawa lalu menyeruput lagi cappucino nya


"Yee gue mah emang romantis, sayang aja ga ada yang mau gue romantisin" jawab baga


"Ah masaa?"


"Pacar gue bukan orang yang romantis. Jadi, yaah gue gak bisa romantis - romantisan" Jelas baga. Ingatan nya kembali ke Iliana yang sudah 2 bulan ini tidak pernah membalas pesan atau mengangkat telpon nya. Ia mencoba menyusul iliana ke singapore tapi baga tidak bisa bertemu karena iliana sedang ada pemoteretan di paris. Baga kembali lagi kemedan dengan membawa kekecewaannya.


"Dih malah curhat" Jawab kinan sekena nya


"Gue nulis quote itu untuk seseorang yang selalu gue temukan sedang bersedih. Semoga dia baca tulisan gue itu. Supaya dia tau dia gak sendiri. Se sedih apapun itu akan selalu ada tempat untuk berbagi dan selalu ada jalan untuk bahagia kembali" Kali ini baga menatap lurus ke mata gadis di hadapan nya yang sedang berkaca-kaca itu. Ingin rasanya baga memeluk gadis yang sedang berusaha menahan tangis didepan nya itu. tapi baga menahan diri.


Kinan tidak tau harus menjawab apa. Bibirnya kelu. Kenapa tatapan pria di hadapan nya ini saat ini menjadi sangat teduh dan tulus?


"Gue harus balik ke proyek nih. Can i have your number kin? Gue terlalu bosen ga punya temen disini. Ryu pulang masih 2 minggu lagi" Tanya baga tulus.


Kinan berpikir sejenak. Haruskah ia memberikan nomor telepon nya kepada pria ini? Namun pria ini adalah sahabat abangnya. Ia pria baik - baik dan seru untuk diajak ngobrol. Lagian kasian, baga tidak punya teman disini selain ryu.


"Give me your phone!" Kinan mengetik nomornya di handphone baga "Here's my number" ucap kinan mengembalikan handphone baga..


"Okey thankyou. Gue balik ke proyek dulu. See you kinan! " ucapnya


"Okey hati - hati ga. " kinan menatap kepergian baga sekilas lalu berdiri dan berjalan ke kantornya. Namun baga berbalik dan bersuara lagi sebelum ia benar-benar turun.


" I was wondering if you'd like to go out for a lunch with me sometimes? " tanya nya


Kinan berbalik dan tersenyum. "Thats sounds good ga. See you soon ya!"


Baga tersenyum dan melambaikan tangan "see you kin. take care ya! jangan terlalu banyak ngopi dan ngerokok" tunjuk baga ke tangan kanan kinan yang sedang memegang rokok.


Baga sudah lebih dulu menghilang ke bawah tangga ketika kinan mau menjawabnya.


Baga masih tersenyum ketika ia sampai dimobil. Dia bingung dengan perasaan nya. Kenapa dengan hanya mengobrol bersama kinan ia menjadi deg-deg an seperti ini. Apakah dia suka kinan? Gak mungkin, baga adalah tipe pria setia. ia sudah punya iliana. gumamnya dalam hati.


Sementara kinan yang sudah berada dikantornya. Malah tidak bereaksi apa - apa. Ia menganggap itu semua hanya ajakan biasa seorang teman. Kinan masih tidak ingin dekat dengan pria manapun. Hatinya belum sembuh!


Atau sebenarnya ia takut. Takut untuk membuka lagi hatinya untuk orang baru. "Ahh tapi tadi baga menyebutkan dirinya sudah memiliki pasangan" ucap kinan dalam hati. "Mungkin baga hanya benar-benar ingin berteman" batin nya. dan mulai sibuk membuka foto-foto malam grand opening waktu itu.


Kinan menemukan foto candid Baga yang diambil oleh photographer pada saat acara itu. ia tampak sedang serius melihat sesuatu. Kinan berniat mencetak foto itu dan memberikan nya pada baga nanti jika mereka bertemu kembali. Tapi kenapa foto acara malam itu kebanyakan adalah foto kinan dan baga yang masing-masing di ambil candid oleh photographernya.


#NB : author mau kasih visualnya bagaskara hermawan di bab sebelum ini. tapi ternyata reviewnya jadi lama banget. author akan coba lagi untuk mengupload visual baga secepatnya.


happy readingđź‘€