
[Kinandari Widjaja]
Senyum cerah mengembang di bibir kinan, tidak ada yang lebih indah bagi seorang kinandari widjaja. Kinan sudah resmi hari ini menambahkan gelar spesialisnya di belakang nama. Perjuangan kinan selama 4 tahun ini akhirnya berbuah manis. Ia melihat senyum bangga sekaligus terharu dari mama dan papa tadi. Senyum bahagia ryu,ayko dan baga ketika memeluknya memberi ucapan selamat.
Malam ini kinan, ryu , ayko dan baga akan merayakannya dengan makan malam. Ayko sudah memilih tempat dari siang tadi di salah satu mall. Kinan sedang menunggu ryu dan ayko menjemputnya lalu setelah itu menjemput baga langsung menuju tempat yang sudah di reservasi. Begitu mobil ryu memasuki halaman rumah kinan bergegas masuk.
"Dari mana hayoo kalian berdua lama banget" celetuk kinan begitu masuk ke dalam mobil
"Kita beliin lo ini dulu nihhh" Ayko menjawab sambil memberikan paperbag besar warna orange berlogo H.
"Apaan nih?" Tanya kinan
"Hadiah dari gue dan ryu dongg.. buka nya ntar aja yak pas udah dirumah"
"Yeaaay gue dapet hadiah nihh.. aduuh makasih abang dan sahabat kesayangaaan" kinan girang
"Ntar yaaa buka nya" jawab ryu yang sedari tadi cuma diam.
"Gak bisa sekarang aja nih?"
"Engaaaak.. gue ambil lagi nih?" Ancam ayko
"Dihh.. ngancem tapi kok kalian hadiah nya gak satu-satu aja sih biar gue dapet banyak"
"Heii nonaa lo tau? 1 itu aja harga nya udah 2 bulan gaji gue tauuu!!" Gerutu ayko
"Dih, duit lo itu gak akan habis-habis 7 turunan jengg"
"Kata siapa? Itu duit bokap gue bukan duit gue" gerutu ayko
"Yaudah deh makasih yaaa kalian gue doain kalian beneran jodoh" goda kinan
Namun ryu dan ayko yang digoda malah heboh memarahi kinan. Padahal kinan tau dua orang ini saling sayang. Dasar gengsii!!! Batin kinan.
***
Keempat sahabat itu tampak sedang menikmati makan malam mereka sambil ngobrol dan bercanda. Terpancar jelas rona kebahagiaan dari wajah keempatnya malam ini. Ryu dan ayko bahagia karena kinan sudah kembali ceria lagi. Tidak ada lagi tatapan mata sendu dari wajahnya. Tidak ada lagi kinan yang diam-diam merenung di sudut ruangan sejak ada baga disisinya. Baga juga merasakan hal yang sama, ia bahagia karena kinan menjadi ceria, namun alasan yang sebenarnya entah kenapa hati nya terasa hangat ketika melihat wajah kinan tersenyum. Baga sendiri jadi melupakan kesedihan karena iliana belakangan ini. Sementara kinan, ia bahagia karena 1 hal lagi cita-cita menjadi nyata. Seperti setengah beban dihatinya sudah ter angkat.
Kinan duduk bersebelahan dengan baga. Dan di depan nya ada ayko yang bersebelahan dengan ryu. Kinan tampak cantik dengan dress selutut berpotongan bahu sabrina warna maroon, rambutnya di jepit setengah kebelakang, memakai flatshoes senada dengan baju. Sementara ayko dengan mini dress hitamnya dan heels berwarna gold. Ryu masih dengan kemeja putih dan celana jeans nya. Sementara baga tampak serasi dengan kinan memakai kemeja maroon tangan panjang yang sedikit longgar , tangannya dilinting hingga kesiku menambah kegantengan baga.
"Eh foto yuk.. moment bersejarah nih" ajak ayko sambil mengarahkan kamera handphone untuk berselfie ria. Diikuti oleh yang lain nya dan tersenyum.
"Bagus ga?" Tanya kinan setelah mereka selesai foto.
"Hmm sekali lagi deh ya, minta fotoin mas nya" pinta ayko.
Setelah selesai dengan kegiatan berfoto itu ayko tiba-tiba pamit hendak menyapa nasabah prioritasnya yang barusan saja masuk ke restoran ini. Ketika sedang asyik mengobrol bertiga. Ryu malah sibuk menerima telepon dari klien nya.
"Kin, mau nemenin gue ke toko kamera sebentar ga?" Tanya baga
"Lo mau beli kamera?"
"Gue mau ngasih seseorang hadiah, tapi gue ga terlalu paham kamera yang bagus" jawab baga
"Hmm lo mau cari kamera yang gimana?"
"Kasih rekomendasi gue.. gue mau kamera yang keluaran terbaru"
"Wuidiiih mau ngasih siapa?" Goda kinan
"Rahasia laaah" jawab baga
"Sekarang?"
"Iya, mau ga?"
"Ya udah ayuk. Bentar tanya ryu" jawabnya
"Bang, gue mau ke toko kamera sama baga lo ikut?" Tanya kinan. Namun yang ditanya hanya menjawab dengan isyarat nanti gue susul. Karena ia masih menerima telepon.
"Yaudah. Kasih tau ayko." Jawab kinan
"Yuk ga" ajak kinan
***
" Lo rekomen sama kamera Leica M-10P ini kin? " tanya baga ketika mereka sedang sibuk memilih kamera
"Rekomen banget, itu sih keluaran terbaru. Gue tadinya pengen tuker kamera sama yang ini tapi ntar deh gue mau jualin kamera yang leica sekarang ini dulu" terang kinan
"Okay, gue ambil ini aja deh. Bagusan yang item ini atau yang silver kin?" Tanya baga
"Kalau gue sih suka yang item. Lo yang mana?"
"Okay, gue ambil item aja deh."
"Emang buat siapa sih kado nya? Lumayan loh ini 90 jutaan harga nya dikasih buat kado" kinan menggoda sekali lagi
"Rahasiaa, buat yang spesial aja pokok nya" Baga menjawab sambil tertawa.
"Ecieee iya dehh spesial pake telor"
"Gue gak ngerti kamera nih, lo mau gak coba test kamera nya?"
"Boleh sinii" jawab kinan sembari mengambil kamera dari tangan ryu dan kini ia sibuk mencoba-coba kamera yang ditangan nya itu sambil menjelaskan nya kepada baga.
Setelah hampir 30 menit..
"Oke kok ini.. liat deh nih hasilnya.." ucap kinan
"Oh iya bener. Kin, fotoin gue dong pakai kamera itu. Gue mau ntar foto pertama dikamera itu foto gue" pinta baga
"Cailaaahh gaya bener yang mau kasih sureprise" kinan tertawa terbahak - bahak sambil memoto baga yang sudah tersenyum ke arah kamera.
"Nihh.. keren" ucap kinan
"Oiya, emang gue yang ganteng kali ya?" Baga tertawa
"Hmmm au aaahh" jawab kinan pura-pura tidak peduli sambil berjalan ke arah pintu masuk melihat beberapa lensa di etalase. Sementara baga terkekeh melihatnya.
"Gue ke kasir dulu ya kin" ucap baga yang hanya dijawab oleh senyuman kinan.
Kinan sedang fokus mengobrol dengan karyawan toko tentang lensa kamera ketika seseorang menyapa nya.
"Kinan.." Ucap suara itu. Suara yang sangat familiar untuknya. Suara seseorang yang dia rindukan. Refleks kinan langsung berbalik ke arah suara. Ingin memastikan apa dia berhalusinasi? Tapi tidak, Pria itu memang berdiri 1 meter di depan nya. Sambil tersenyum. Hati kinan berdenyut. Nafas nya seketika sesak. Namun ia tahan. Sesegera mungkin kinan memasang wajah datar.
"Iya" jawab kinan datar
"Selamat ya kin, brevet nya (brevet\=angkat sumpah dokter spesialis)." ucap pria itu tersenyum.
"Makasih" Jawab kinan pendek
"Akhirnya kamu bener-bener 4 tahun selesai spesialisnya." Ucap si pria itu lagi.
"Ya gitu deh" jawab kinan malas
"Kamu sama siapa?" Pria itu bertanya lagi.
Namun belum sempat kinan menjawab. Pinggang kinan sudah di peluk seseorang.
"Sayang, maaf ya aku lama" ucap suara bariton itu. Yaah benar suara baga. Yang sedang memeluk pinggangnya saat ini dengan mesra.
Kinan kaget tapi dengan cepat memperbaiki ekspresinya. Memilih pasrah baga melingkarkan tangannya di pinggang kinan. Pria didepan nya ini pun saat ini tidak kalah kaget. Ekspresinya berubah tegang dan menatap tajam ke tangan pria yang sedang memeluk pinggang kinan mesra itu. Pelukan yang seolah menegaskan kepemilikan nya.
"Kamu udah selesai?" Tanya kinan kepada baga dengan nada yang dibuat se mesra mungkin.
"Udah. Temen kamu sayang?" Jawab baga juga tak kalah mesra sambil menatap kinan dan faiqh bergantian.
"Kenalin sayang, ini faiqh senior aku di kampus dulu." Jawab kinan enteng sambil tersenyum ke arah baga. Tapi pria didepan nya ini sekali lagi kaget dengan jawaban kinan yang menyebutnya senior.
"Halo, gue bagaskara. Tunangan kinan." Baga merentangkan tangan kanan nya sambil tersenyum memperkenalkan diri.
"Gue faiqh." Jawab nya pendek menerima uluran tangan baga. Sejurus kemudian nama faiqh dipanggil oleh seorang wanita tampak anggi yang menyusul faiqh dari belakang.
Kinan tidak siap dengan keadaan seperti ini. Tapi saat ini tangan nya sudah digenggam erat oleh baga. Kinan menatap baga. Dan baga tersenyum menenangkan.
"Apa baga tau. Pria didepan nya ini adalah yang selama ini membuatnya sedih?" Batin kinan.
"Aku pikir kamu kemana tau," omel anggi. "Eh ada kinan. Hai kin apa kabar?" Kini anggi yang menyalaminya.
"Hai, baik" jawab kinan sekena nya.
"Selamat brevetnya, dan sorry lo sama siapa?" Tanya anggi melihat kinan dan baga secara bergantian.
"Thanks. Ini tunangan gue. Sayang kenalin ini istrinya senior aku" Kinan menjawab enteng
"Hai, gue bagaskara tunangan kinan." Ucap baga tanpa bersalaman seperti dengan faiqh tadi.
"Gue anggi, temen kampus kinan. Lo kayaknya familiar" Tanya anggi.
"Mungkin lo sering baca majalah forbes atau nonton berita bisnis" Jawab baga
"Oh iya bener gue pernah liat lo di majalah forbes. 5 pengusaha muda terkaya di indonesia ya?" Tanya anggi berusaha akrab dengan baga. Ia kali ini merasa iri sekali lagi dengan kinan. Pasalnya gadis itu semakin cantik dan mendapatkan pasangan yang jauh lebih baik dari faiqh. Kaya pula. Ganteng dan cool.
Karena suasana berubah jadi kikuk baga berinisiatif memecahkan keheningan.
"Masih ada yang mau kamu beli sayang?" Tanya baga ke kinan
"Engga sih. Kayaknya ryu sama ayko udah nungguin" jawab kinan
"Okay . Kita kesana sekarang." Ucap baga.
"Hmm gue duluan faiqh, anggi" ucap kinan pamit
"Kita duluan ya, senang bisa berkenalan sama senior kinan. Semoga suatu saat kita ketemu dalam keadaan lebih santai bisa banyak ngobrol" ucap baga enteng sambil berjalan menggandeng tangan kinan meninggalkan sepasang suami istri itu.
"Oke kin" jawab anggi menatap punggung dua orang yang sedang bergandengan mesra. Sementara faiqh membalasnya hanya dengan senyum tipis.
Faiqh merasakan ada sakit dihatinya ketika mendengar pria yang bersama kinan itu adalah tunangan nya. Aah ya. Dia ingat tadi pagi di acara kinan pria itu juga tampak hadir. Sementara anggi bersungut kesal karena pria yang dia sebut suami ini masih saja memikirkan kinan disaat bersama nya.
***
Kinan dan baga sekarang sudah berjalan menuju restaurant tempat mereka makan tadi meninggalkan faiqh dan anggi disana.
"Sorry, gue manggil lo begitu tadi" ucap baga meminta maaf.
"Gue yang makasih. Udah menyelamatkan gue dari posisi awkward kayak tadi." Kinan melirik ke arah baga. Baga tersenyum.
"It's okay kin. Gue udah pernah bilang gue bakalan selalu ada buat lo. Gue,ryu,ayko bakalan selalu di garis terdepan menjaga lo" ucap baga mengelus rambut kinan.
"Thanks gaa.. tapi kenapa lo bisa tau?" Tanya kinan
"Tau dia mantan lo?"
"Iya.."
"Tadi waktu acara lo di kampus, dia nyamperin gue, ryu dan ayko. Lo tau lah gimana reaksi ryu sama ayko."
"Loh mereka kok gak kasih tau gue ya. Tadi emang gue lagi ngapain dia nyamperin?" Karena seingat kinan di acara tadi mereka selalu menemani kinan.
"Pas lo lagi foto angkatan" jawab baga
"Tadi gue gak sempat kenalan sama dia karena lagi ngobrol sama bokap nyokap lo" jelas baga
"Sekali lagi makasih yaa ga" ucap kinan tulus.
"Apapun buat lo kin" jawab baga tersenyum
"Gue gak tau perasaan apa yang gue rasakan saat ini kin, gue hanya mengikuti kata hati ketika dorongan itu terlalu besar untuk selalu melindungi dan membuat lo tersenyum lagi" batin baga.
#Flashback On#
Baga sedang terlibat obrolan seru dengan kedua orangtua kinan tentang bisnis dan pembangunan resortnya. Sementara ryu dan ayko sibuk berfoto berdua. Tiba-tiba seorang pria menghampiri untuk menyapa dan menjabat tangan kedua orang tua kinan. Namun terlihat jelas perbedaan dari raut wajah keduanya yang semula tersenyum dan tertawa tiada henti ketika mengobrol dengan baga berubah menjadi tegang. Namun mereka berusaha menyembunyikan dengan bersikap ramah
"Apakabar om, tante? Selamat atas brevet kinan" tanya pria itu.
"Oh tante dan om baik. Terimakasih" Jawab mama nya kinan sementara papa nya kinan hanya tersenyum cuek dan mengajak baga mengobrol kembali.
"Saya tadinya mau kasih selamat sama kinan tapi dia lagi sibuk di depan kayaknya" Ucap faiqh
"Oh iya. Nanti tante sampaikan. Kenalin faiqh ini calon menantu tante" Jawab mamanya kinan mengenalkan baga ke pada pria itu. Baga tidak mungkin menolak. Kemudian hanya tersenyum sekilas dan mengganguk. Yang hanya dibalas oleh anggukan oleh pria itu.
Kemudian ryu dan ayko yang sudah selesai berfoto menyadari kedatangan pria itu. Dalam sekejap langsung menjauhkannya dari kedua orangtua kinan.
Setelah menyingkirkan pria yang bernama faiqh, ryu dan ayko menceritakan semua kisah pengkhianatan nya terhadap kinan kepada baga. Mereka tidak ingin kinan melihat keberadaan pria itu di sekitar kinan. Takut kinan akan sedih.
#Flashback Off#