
[Kinandari Widjaja]
Kinan bangun dengan senyum diwajah nya pagi ini, ia membayangkan obrolan - obrolan dengan baga tadi malam. Bahkan sesampainya kinan di lobby apartement pun mereka masih merasa kekurangan waktu. Obrolan mereka masih belum selesai tapi malam sudah larut, mereka sudah harus rela menyudahinya. Siang ini baga berjanji akan menjemput kinan di apartement untuk makan siang. Dan baga mengembalikan mobil kinan. Nada dering handphone nya berbunyi. Ada nama ayko di layar.
"Haloo" jawab kinan cepat
"Haloo beeb" ucap ayko girang
"Dimana lo wanita sibuk" cecar kinan
"Gue masih di manado, tapi gue balik hari ini kin. Flight jam 2. Lo mau gak jemput gue dibandara?"
"Dihhh ogahh. Yakali abis ninggalin gue sendirian seminggu sekarang lo minta jemput" canda kinan
"Sorry beeb, abis dari bandara kita nge mall deh. Gue traktir ke salon sama makan enak" rayu ayko
"Yaudah. Ntar gue jemput awas aja lo gak bawain gue oleh - oleh"
"Thankyou beeeb muaaachh" jawab ayko sambil memutus sambungan telepon.
Kinan kembali tersenyum, entah ini udah senyum yang keberapa kali sepagian ini. Mood nya sedang baik. Kinan melirik jam dinding sudah menunjukan pukul 9. Ia memutuskan untuk bersiap - siap sekarang. Karena baga akan menjemputnya pukul 11. Kinan merasa selalu bersemangat ketika mengobrol dengan baga, mungkin karena mereka memiliki banyak persamaan. Perasaan yang jarang sekali kinan temukan belakangan ini. Pada dasarnya kinan memang suka mengobrol, dulu ketika masih bersama faiqh mereka akan mengobrol sepanjang waktu luang. Namun sejak masalah ia dan faiqh kinan menjadi pribadi yang menutup diri dan muram. Menjadi sosok yang jarang mengobrol, lebih memilih membenamkan dirinya diantara pekerjaan di rumah sakit dan hobi photography. Kejadoa tadi malam menimbulkan perasaan nyaman untuk kinan. Dan membuat mereka menjadi akrab.
***
Tepat pukul 11 baga sudah sampai di lobby apartement kinan. Kinan tampak cantik dengan dress berwarna hijau se lutut, berpotongan dada berbentuk V. Kali ini ia mengikat rambutnya kebelakang tampak lebih muda dan cantik. Memoles make up tipis menambah sempurna penampilannya.
"Haii.." Sapa baga sesampainya di lobby dan membuka kan kinan pintu. Kinan merasa tersanjung baga membuka kan pintu untuknya.
"Hai ga.."
"Kita jalan sekarang?"
"Let's goo.." jawab kinan semangat
Baga tersenyum menatap kinan sekilas.
"Lo mau makan apa?" Tanya baga
"Pasta yuk. Mau gak?"
"Yang enak dimana?"
"Di Gateu, kita ke arah s.parman. lo tau jalan nya ga?" Tanya kinan menatap baga yang terlihat ganteng dengan kaos hitam polos dan kacamata hitamnya hari ini
"Wokeey.. tau dong, gue udah hafal jalanan medan sekarang" jawab baga semangat
"Siaaap, iya deh yang mau pindah KTP ya ke medan." Canda kinan
"Ide bagus tuh. Abis gimana dong nyaman. Gimana tuh?" Canda baga kembali
"Kan gue udah bilang nyaman itu jebakan"
"Ahahah iya gawat nih, gue mulai nyaman sama medan yang ga terlalu chaos kayak jakarta"
"Lo gak bosen disini?" Tanya kinan sambil memiringkan badannya menghadap baga
"Engga, aneh ya?" Baga jawab tersenyum
"Cepet banget nyaman nya" goda kinan
"Iya nih aneh" jawab baga namun kinan hanya membalas dengan tawa
"Tapi ya kin, gue agak takjub loh sama selera mobil lo. cewek suka mobil gede kayak range rover gini" Baga memulai obrolan kembali
"Iya sih banyak yang komentar begitu, euforia nyetir mobil tinggi dan gede begini buat gue seru aja gitu. Orang-orang pada gak tau kalau yang nyetir cewek" jelas kinan
"Iyaa, biasanya yang suka mobil begini itu cowok"
"Seruu aja gitu ga, berasa keren aja"
"Lo emang unik banget sih kin. Susah ditebak"
Dan keduanya tertawa.
20 menit kemudian mereka sudah duduk di salah satu cafe favorite kinan. Waiters yang membuka kan pintu tersenyum lalu menunjukan meja kosong. Setelah memesan makanan. Mereka kembali terlibat pembicaraan seru. Melanjutkan obrolan tadi malam. Sampai akhirnya makanan di hidangkan entah sudah berapa kali kinan tertawa lepas.
"Gini dong kin, senyum, ketawa kan enak di liatnya" goda baga
"Enakan mana dari pastanya?"
"Dua-dua nya enak dong."
"Ini favorite gue. Nanti, gue ajak lagi kulineran ke tempat yang enak lainnya" janji kinan
"Nanti gue tagih! Lo jangan sedih - sedih lagi ya?" Baga menatap dalam ke arah kinan dan tersenyum hangat.
"Nanti kalau gue udah banyak kegiatan lagi juga lupa kok sama sedihnya" kinan tertawa
"Kin coba ketawa lagi" Lalu dengan sigap baga mengambil foto kinan dari handphone nya.
"Curang ih ga, gue jelek pasti"
"Nih liat deh, mata lo udah ga sendu lagi" baga menunjukan hasil foto dari handphone nya ke kinan
"Iyaa deh gue gak akan sedih-sedih lagi"
"Eh kita liburan yuk, weekend ini sama ryu dan ajak temen lo itu" ajak baga
"Weekend ini gue gak bisa deh kayaknya, minggu depan gue brevet (angkat sumpah dokter spesialis)"
"Akhirnya yaah kin selesai juga spesialis lo. Capek gak sih kuliah spesialis?"
"Lo jadi jarang tidur gitu ya?"
"Iyaa, apalagi kalau banyak cito. Gue bisa gak tidur seharian."
"Seneng gak udah sampe ditahap gini kin?"
"Seneng banget gaaa.. akhirnya 1 pencapaian lagi di hidup gue"
"Pasti bangga yah kin di umur lo yang masih muda begini udah sampai ditahap gini"
"Sejujurnya gue mulai merasa ada yang kurang ga" jawab kinan. Tatapan matanya kini berubah jadi sendu
"Kenapa?"
"Mungkin karena orang yang gue pengen mendampingi semua proses ini sampai selesai udah gak ada"
"Mantan lo itu ya?" Tanya baga
Kinan mengangguk. "Dulu gue membayangkan ketika semua proses ini berakhir di acara brevet ada dia yang mendampingi. Dia pasti dateng ke acara itu. Tapi bukan buat gue. Kan istrinya brevet juga bareng gue"
"Lo se cinta itu sama dia?"
"Mungkin gue belum bisa menerima keadaan aja ga"
"Gue temenin acara brevet, mau gak?" Entah kenapa kata-kata itu keluar dari mulut baga.
Kinan terdiam sejenak, kemudian tersenyum.
"Lo mau?" Tanya kinan
"Boleh?" Baga balik bertanya
"Ya boleh ga .. emang lo mau?"
"Nanti gue dateng. Lo gak boleh sedih lagi. Lo harus bahagia karena ini kan cita-cita lo"
Sejurus kemudian nada dering handphone baga memutus obrolan mereka. Baga meminta izin untuk mengangkat telepon dan dia menjauh dari kinan. Kinan tersenyum memandang tubuh tinggi itu. Ia merasakan hati nya menghangat. Ada seseorang yang memperhatikan nya seperti itu selain ryu dan ayko. Jauh dilubuk hatinya merasakan nyaman setiap berdekatan dengan baga.
"Kin, maaf. Gue harus ketemu seseorang. Kalau kita jalan sekarang lo gak apa - apa?" Tanya baga membuyarkan lamunan kinan
"Iyaa, gak apa - apa ga. Kita jalan sekarang?" Tanya kinan
"Lo udah selesai?" Tanya baga
"Udah nih"
Setelah baga membayar bills. Kini keduanya berjalan beriringan ke parkiran.
"Lo mau gue antar kemana?" Tanya kinan
"Gue dijemput supir aja. Lo gak apa- apa pulang sendiri?" Tanya baga
"Ya gak apa- apa lah gaaaa.." kinan memanjangkan kata, pria ini selalu bertanya apa kinan apa kinan tidak apa- apa sendirian. padahal selama ini kinan juga kemana-mana sendirian.
Baga terkekeh. Ia mengantar kinan sampai kemobil dan membuka kan pintu pengemudi untuk kinan.
"Thanks ya kin. udah mau nemenin gue makan siang" Ucap baga
"Thanks juga ya ga udah di traktir, lain kali giliran gue" kinan masuk kemobil dan menutup pintu
"Gue jalan duluan ya" kinan menyalakan mobil dan membuka jendela
"Hati-hati yah kin."
"Lo juga" kinan tersenyum sambil menjalankan mobilnya.
Kinan memutuskan untuk langsung menjemput ayko karena ternyata sudah jam 1. Kinan selalu lupa waktu jika mengobrol dengan baga. Mereka selalu terlibat pembicaraan yang seru.
Sementara baga yang sudah duduk di mobil yang dikendarai oleh supirnya juga sedang menuju bandara. Menjemput iliana. Tiba-tiba iliana menelpon mengatakan bahwa ia sudah sampai di bandara.
***
Kinan menunggu ayko di kedai kopi badara karena ternyata pesawat ayko delay 1 jam. Ia duduk menghadap jendela. matanya langsung tertuju kepada seorang pria yang ia kenal sedang berjalan berdampingan dengan seorang wanita cantik. Tapi kinan merasa familiar. Aaah itu iliana model terkenal. Aslinya cantik juga. Batin kinan.
Tapi kenapa dia sama baga ya? Merasa bukan urusannya kinan memilih sibuk membuka sosial media. Baga sudah berlalu dengan mobilnya.
Di tempat lain Baga tampak bersemangat dengan kedatangan iliana, yang akhirnya menepati janjinya untuk menyusul kemedan. Setelah berbulan-bulan tidak bertemu baga merasakan dada nya berdebar kencang ketika bertemu si pujaan hati yang tampak sedikit gemuk. Namun tetap cantik.
"Kinaaan" teriak ayko dari pintu kedai kopi
"Dihh lama aaah lo untung gak gue tinggal." Protes kinan
"Jangan marah-marah sayang, nih gue bawa beard papa's kesukaan lo"
"Waaaah thanks koo. Lo emang transit jakarta dulu?"
"Iyaa makanya delay, jakarta hujan"
"*Yaudah yuk. Ini kita mau kemana?"
"Nyalon dulu lah yuk. Pegel gue*"
Kemudian kedua sahabat itu berjalan ke parkiran mobil. Tampak keduanya sudah terlibat pembicaraan yang seru. Sambil tertawa.
***
Kinan sudah mengantar ayko kerumah. Setelah perawatan di salon dan makan malam mereka. Tapi kinan masih belum ingin pulang ke apartementnya, ia sudah merasa kesepian lagi. Memutuskan untuk ke kedai kopinya saja. Sesampainya disana kinan memesan kopi dan langsung menuju kantornya. Begitu sampai di lantai 3 matanya langsung tertuju kepada baga dan wanita yang duduk disebelahnya. Sepertinya mereka sedang terlibat pembicaraan yang tidak menyenangkan. Karena wanita itu menangis. Tapi sebentar baga juga menangis. Kinan berusaha sekuat tenaga untuk tidak melihat ke arah sana ia berjalan cepat ke kantor. Baga menangkap bayangan kinan yang berjalan cepat ke kantornya lalu memberikan senyuman sekilas. Kinan membalasnya melanjutkan langkahnya kembali. Ia tidak bisa untuk tidak penasaran. Kenapa baga menangis? Siapa wanita itu? Ooh yaa itu iliana si model yang kinan lihat dibandara tadi. Tapi kenapa? Apa iliana pacar baga yang disebutnya tidak romantis itu? Apa mereka bertengkar?