
[Hullayko Salim]
Ayko merasa senang bisa bangun sedikit siang hari ini, karena selama dinas diluar kota ia tidak sempat untuk beristirahat. Ia akan berangkat pagi- pagi sekali kemudian akan kembali ke hotel menjelang tengah malam. Beruntungnya begitu pulang ke medan di sambut oleh weekend. Jadi tidak perlu bangun pagi. Hari ini ia ingin mengajak kinan berbelanja. Pertemuan dengan kinan setelah hampir sebulan tidak bertemu karena kesibukan masing-masing terasa belum cukup. Kinan sangat berbeda sekarang. Ia menjadi sosok kinan sahabatnya yang dulu sebelum patah hati. Kinan lebih santai dan banyak tertawa. Sudah tidak sendu lagi.
Ryu akan pulang nanti sore. Ayko janji akan menjemputnya dibandara. Jadi ia memutuskan untuk berbelanja dulu dengan kinan lalu sorenya berdua dengan kinan ia akan menjemput ryu dibandara. Untuk menghabiskan malam minggu mereka bertiga. Kesibukan mengharuskan mereka untuk jarang bertemu belakangan ini. Tadinya itu menimbulkan kecemasan untuk ayko jika terlalu lama membiarkan kinan sendirian dia akan kembali galau lagi. Tapi dugaan nya salah. Kinan sudah ceria lagi.
Ayko bersiap-siap dengan cepat, hari ini dia berdandan casual. Turtle neck berwarna hitam dipadukan dengan rok jeans selutut. Ia memilih memakai flatshoes berwarna hitam dan handbag warna merah. Mematut bayangan nya di cermin ayko tersenyum. Lalu melenggang turun ke bawah untuk sarapan bersama mami dan papi.
Setelah tadi sarapan dan mengobrol dengan mami papi nya, ayko segera melajukan BMW i8 nya ke apartement kinan. Tanpa memberi tau kinan terlebih dahulu. Karena memang biasanya seperti itu.
***
Sementara di apartement kinan..
Kinan bangun lebih dulu dari baga. Ia sudah mandi untuk meredakan sakit kepala akibat 3 botol wine tadi malam. Ia berencana untuk memasak sarapan pagi sandwich. Ketika kinan sedang fokus memasak ia dikagetkan oleh suara bariton sexy yang masih serak karena baru bangun. Baga keluar dari kamar sambil tersenyum.
"Pagi kin.." Ucap baga lembut
"Pagi ga, gimana tidurnya?" Jawab kinan melirik ke arah baga. Pria itu masih menggunakan baju kaos putih untuk tidur dan celana piyama pendek. Rambutnya masih sedikit kusut khas bangun tidur. Tapi ia terlihat ganteng dan sexy saat bangun tidur.
"Nyenyak kok. Lo gimana?"
"Sama. Lo suka sandwich ga?"
"Suka kok kin.." Jawab baga sambil duduk dimeja bar menopang tangannya di telinga.
"Okay ini udah mau jadi. Mau kopi apa teh?"
"Gue bikin sendiri aja deh" Jawab baga
"Dih ditanyain mau apa juga. Lo duduk aja disana" Titah kinan
Baga terkekeh. Hatinya menghangat. Ia seperti suami yang sedang dimarahi istri.
"Cappucinno aja" jawab baga menurut untuk duduk saja.
"Okaay." Jawab kinan sambil meletakkan dua piring sandwich di meja bar. Dan berlalu ke arah kulkas mengambil susu.
Beberapa menit kemudian mereka sudah menikmati sarapan dan kopi pagi nya.
Baga melirik kinan yang sudah cantik dengan dress oversized putih berpotongan dada V selutut yang tangan nya dilinting hingga siku. Ia menjepit rambutnya ke atas sehingga berbentuk sanggul dan juntaian rambut alami. Cantik sekali untuk sepagian ini. Dan oohh kinan masih bau vanilla yang lembut. Sepertinya sudah mandi.
"Kok di kamar tamu banyak baju cowok sih kin? Masih pada berlabel lagi" tanya baga penasaran. Pasalnya di kamar tamu kinan memang terdapat banyak perlengkapan cowok yang masih berlabel, bahkan sampai sabun,shampoo, parfum dan deodorant.
"Dulu setiap gue kangen mantan. Gue selalu pergi belanja barang cowok yang menurut gue bagus gue beli. Dengan begitu gue seolah-olah merasa baik - baik aja. Semua barang belanjaan gue simpen dikamar situ. Gak pernah gue sentuh lagi. Kadang ryu yang ngambil barang -barang yang dia suka disana atau ntar gue kadoin ke temen yang ulangtahun" Jelas kinan tertawa.
Baga terdiam mendengarkan penjelasan wanita dihadapannya ini. Sebegitu dalam sakit yang kinan rasakan sampai ia harus berbuat konyol untuk mengalihkan perhatiannya.
"Yah jadi gue pake baju buat mantan lo dong nih?" Canda baga
"Bukan buat dia kok. Ahaha itu dulu jadi pelampiasan gue aja belanja. Tapi ukuran nya pas ya ga di badan lo" Jawab kinan
"Iya pas kok. Lo mau kemana hari ini?" Tanya baga
"Gak tau nih mau kemana. Paling gue dirumah atau ke kopi"
"Jalan-jalan sama gue mau ga?" Ajak baga
"Boleh, mau kemana?"
"Kemana aja yang lo suka, makan, belanja, nonton?" Tawar baga
"Okeeey.." jawab kinan tersenyum antusias
"Sini gue yang cuci piringnya" ucap baga
"Oke, ga gue mau ke kamar mandi sebentar ya sakit perut ahahah" ucap ayko sambil berjalan ke kamarnya.
Baga hanya mengangguk dan tersenyum. Setelah baga menyelesaikan cuci piringnya. Ia memilih untuk ke balkon dan mematik sebatang rokok disana. Pemandangan pagi dari apartement kinan sama cantiknya dengan pemandangan ketika malam. Terlihat jelas pusat kota dan jalanan dari sini. Kinan memang pandai memilih.
Lalu sejurus kemudian ada bunyi bel yang memecah lamunan baga. Awalnya baga ragu untuk membuka kan pintu tapi begitu melihat di layar bahwa sahabat kinan ayko yang datang. Baga membuka kan pintunya.
Ayko tampak terkejut dengan pemandangan didepan nya. Apa ia salah masuk apartement? Tidak ini memang benar apartement kinan.
"Hai, kinan lagi dikamar mandi" Baga yang melihat keterkejutan sahabat kinan menyapa duluan.
"Hai, oh okay. Kayak nya kita pernah ketemu?" Ucap ayko sambil berjalan masuk.
"Kita pernah kenalan di acara grand opening coffeeshop kinan. Gue baga teman nya ryu" jelas ryu.
"Oh oke, gue susul kinan ke kamarnya aja deh kalau gitu. Makasih udah dibukain pintu" Jawab ayko. Sembari berlalu ke kamar kinan. Pemandangan yang tidak terduga bagi ayko pagi ini. Pasalnya lelaki bernama baga itu tampak seperti baru bangun tidur. Masih memakai baju kaos rumah dan celana piyama pendek dengan rambut acak-acakan. Apa kinan dan baga ada hubungan? Sahabatnya bukanlah tipe gadis yang akan membawa pria menginap sembarangan. Ahh nanti bakalan gue introgasi kinan. Batin ayko.
***
Disaat yang sama dikamar kinan ayko sedang meng introgasinya.
"Sekarang udah bisa bawa cowok nginep yaa.." Ucap ayko begitu kinan keluar dari kamar mandi
"Astagaa ko. Lo bikin gue kaget deh.."
"Jelasin ke gue! Kenapa ada cowok ganteng dan sexy dengan muka bantal yang bukain gue pintu pagi ini?" Cecar ayko.
"Dia baga temen ryu.."
"Iya gue tau. Yang gue tanya kenapa dia disini?"
"Ohh, dia sedang patah hati ko. Kemarin gue nge gep dia nangis diputusin pacarnya selama 3 tahun. Karna pacarnya hamil sama oranglain. Belakangan ini gue sering main bareng dia selama kalian tinggal. Jadi tadi malam kami disini minum sampai pagi." Ujar kinan panjang lebar. Topik ini agak sedikit membuat kinan malas. Karena ayko pasti akan menganggap ia dan baga sedang dekat.
"Itu belum jawab pertanyaan gue" ayko melipat tangan nya ke dada
"Yah yaudah kita minum banyak tadi malam sampai jam 3. Gak mungkin gue biarin dia pulang setengah sadar. Gue suruh nginep aja." Jawab kinan enteng
"Kok lo tumben sih mau bawa cowok ke apartement lo?" Tanya ayko masih belum puas.
"Karena dia bukan oranglain lagi buat gue. Gue sama dia banyak kesamaan. Dan dia yang nemenin gue sebulan ini selama kalian tinggal tau" Ucap kinan
"Ahahaha oke alasan diterima. Lo siap - siap gih kita belanja" ajak ayko
"Gue udah janji sama baga mau jalan - jalan"
"Kemana?"
"Nge mall mungkin"
"Yaudah ajak aja dia. Sore kita jemput ryu. Jadi kita bisa malam mingguan berempat"
"Yaudah gue tanya bentar"
Kinan keluar dari kamar meninggalkan ayko yang sedang menonton dikamar nya. Ia mengetuk kamar tamu tapi tidak ada jawaban. Akhirnya kinan membuka pintu tapi tidak ada baga disana. Kinan masuk untuk melihat ke kamar mandi apa baga di dalam? Karena jika iya tidak ada suara air sama sekali. Bersamaan dengan kinan mendekati pintu kamar mandi. Baga keluar bertelanjang dada hanya menggunakan handuk di pinggang.
"Sorry ga. Gue pikir lo kemana tadi gue ketok pintunya tapi gak ada jawaban" Ucap kinan menjelaskan dia tidak ingin baga salah paham
"Iya gak apa apa kin. Sorry juga ya"
"Ayko ngajakin kita nge mall sekalian sore nya jemput ryu dibandara. Mau gak ga?" Tanya kinan
"Boleh, tapi gue harus ke apartemen dulu ganti baju" Jawab baga
"Pake yang disini aja ga, sini gue pilihin"
"Tapi kan kin ini punya mantan lo"
"Dih kata siapa, ini gak ada yang punya tau. Gue cuma suka beli aja"
Baga terkekeh mendengar jawaban kinan.
"Kalau yang ini suka ga?" Ucap kinan mengeluarkan kemeja dongker dan celana jeans dongker.
"Heem boleh" jawab baga ia melongo kita kinan meletakkan kemeja itu di dadanya mencoba mematut - matut cocok atau tidak dengan nya.
"Suka ga?" Tanya kinan
"Suka kok" jawab baga
"Yaudah gue siap-siap dulu ya" Ucap kinan sambil keluar kamar.
Baga masih tersenyum mendapatkan perlakuan seperti itu. Sudah lama dia tidak diperlakukan seperti itu oleh seorang wanita.
"Jangan salahin gue kalau gue naksir lo kin" Ucap baga dalam hati sambil tersenyum memakai baju yang dipilihkan kinan. Baju- baju itu terasa pas di badan baga. Karena ukuran nya adalah ukuran baju dan celana baga. Ia memilih untuk menyemprotkan salah satu parfum vanilla yang terpajang dilemari itu.
Setelah merasa siap baga keluar. Namun diluar sepi mungkin kinan dan teman nya masih dikamar. Baga memutuskan untuk menunggu dibalkon sembari menikmati rokoknya.
***
Ketiga orang itu sudah menuju bandara saat ini menjeput ryu, setelah mereka menikmati makan siang di restaurant favorit ayko. Lalu baga dan kinan mengekori ayko berbelanja seharian. Tapi baga dan kinan tampak menikmatinya sesekali mereka menertawai tingkah ayko. Lalu di balas dengan ayko pura-pura marah. Ayko sudah cepat akrab dengan baga. Sekarang ia tau penyebab kinan yang menjadi ceria kembali. Karena baga adalah sosok pria dewasa yang menyenangkan. Ayko bahagia jika memang seandainya baga lah orang yang akan membuka pintu hati kinan yang tertutup rapat itu.
Seperti saat ini ketiga nya sedang menertawakan hal-hal konyol yang diceritakan oleh baga. Suasana menjadi hangat dan akrab. Baga bukan lah tipe pria yang jaim atau sok cool. Dia terlihat pandai membangun suasana. Tipe pria yang akan kinan suka.
Begitu pula ketika ryu sudah bergabung. Keempat manusia itu tidak henti-henti nya tertawa. Seperti yang mereka rencana kan. Malam ini mereka akan bermalam minggu. Mereka memilih untuk bermain billiard. Menghabiskan malam.