Falling in love at a Coffee Shop

Falling in love at a Coffee Shop
Lima tahun yang lalu..



Kinan baru saja menyelesaikan shift jaga malam nya ketika notifikasi dari whatsapp berbunyi.


Faiqh Risjad


08:20 : Kamu udah selesai jaga? Jangan lupa ya nanti siang jam 12 aku jemput


Kinandari Wijadja


08:20 : Udah, baru aja mau jalan ke parkiran. Okay jam 12 ya. Aku mau tidur dulu. Tadi malam hectic banget.


Faiqh Risjad


08:30 : Kamu istirahat dulu aja. Aku pagi ini mau gym dulu sama ryu.


Kinandari Widjaja


08:35 : Okay. See you


Kinan membalas pesan itu setelah memarkir mobilnya dihalaman rumah. Ia berjalan lunglai ke arah rumah, jaga malam dengan 2 operasi Cito membuat badan nya letih, seolah tidak ada tenaga lagi untuk berjalan. Bahkan ia berencana sesampainya dikamar akan langsung tidur dan melewatkan sarapan nya.


"Kok kayak nya lo capek banget kin?" Suara ryu mengagetkan nya.


"Astaga yu, kok lo ngagetin sih? Iya capek banget semaleman gue belum tidur habis ada Cito 2 kali tadi malam" jawabnya lirih dengan sisa tenaga yang ada


"Istirahat gih, sarapan dulu. Mau gue bawain ke kamar?"


"Engga ah gue langsung tidur aja. Capek banget. Mama papa mana?"


"Sarapan ih kin. Susu mau? Gue bawain ke kamar. Udah berangkat ke bandung tadi subuh."


"Yaudah susu deh. Oh udah berangkat ya. Yaudah gue ke kamar yaa.." kinan pamit untuk segera ke kamar dia benar - benar butuh tidur.


"Bentar gue antar ya susu nya, ganti baju dulu kin!" Teriak ryu karna adiknya itu sudah sampai di lantai 2, ryu langsung memanaskan susu dan membuat roti untuk kinan, ia sudah hafal kebiasaan adiknya itu setelah jaga malam pasti akan melewatkan sarapan nya dan langsung tertidur begitu sampai di kamarnya. Setelah roti dan susu siap ryu langsung ke kamar kinan.


Ia mengetuk pintu kamar kinan sampai menunggu adiknya menjawab ryu baru melangkah masuk.


"Kin ganti baju sama cuci muka dulu ih"


"Iya 5 menit lagi" ia menjawab tapi dengan mata tertutup


"Makan dulu kin nanti sakit perut lagi ga sarapan!" Ryu menarik tangan kinan agar duduk, kinan menurutinya karna ia tau jika tidak ryu akan mengomel panjang lebar, lalu memakan roti yang dibawa ryu untuknya.


"Lo kok masih dirumah? Bukannya mau gym sama faiqh?" Tanya kinan


"Lha faiqh bilang dia yang ga bisa gym pagi ini. Makanya gue ga gym pagi ini" jawab ryu bingung


"Dia ga bisa jemput gue pagi ini karna mau gym sama lo katanya"


"Ntar deh gue tanya lagi. Lo istirahat gih" ucap ryu menenangkan. Pasalnya memang dia dan faiqh tidak jadi gym pagi ini. Ia hanya menenangkan kinan agar kinan cepat istirahat.


"Yaudah. Makasih yah bang" kinan mengembalikan gelas dan piring tadi ke ryu. Ia benar - benar sudah tidak punya tenaga dan hanya ingin tidur.


***


Siang ini kinan memakai atasan tanpa lengan berwarna putih dan rok jeans se lutut, flatshoes putih dan handbag mini. Ia hanya tinggal memakai parfum ketika ponselnya berbunyi, telpon dari faiqh.


"Ya, sayang?" Jawab kinan cepat


"10 menit lagi aku sampai ya sayang." Jawab seseorang di sebrang telpon


"Ya, aku udah siap kok"


"Oke see you"


"See you"


Kinan berkaca sekali lagi memastikan pakaian nya hari ini, ia tidak memakai make up hanya lipgloss dan menjepit setengah rambutnya. Karena faiqh tidak pernah suka jika kinan memakai make up. Kinan turun kebawah untuk menunggu faiqh. Ia menemukan ryu disana yang siap-siap untuk pergi.


"Lo baru mau pergi yu?" Tanya kinan


"Iya, baru mau ngecek cafe tadi ngerjain desain dulu. Lo mau kemana?"


"Mau nemenin faiqh fitting jas. Dari tadi lo ga keluar? Ga jadi gym?"


"Engga jadi.. lo nanti ke cafe?" Tanya ryu


"Iya nanti gue mampir ya"


"Hari ini mesin kopi dateng, mana tau lo mau ikutan unboxing sekalian cek ruang kerja lo udah sesuai belum dek" cecar ryu, pasalnya ia tidak mau kinan mengeluh lagi desain nya tidak sesuai keinginan nya.


"Oke bang.. oke nanti gue mampir ya" jawab kinan menenangkan, jika ryu sudah memanggilnya 'adek' maka ryu akan sampai di batas kesabaran nya sebentar lagi.


"Oke awas ya lo ga dateng gue ga terima lo ngomel soal desain lagi" ucap ryu sambil masuk ke mobilnya dan berlalu.


Kinan yang sedang sibuk bermain handphone di teras rumah langsung masuk kemobil faiqh begitu mobil itu berhenti di depan nya.


" Hai sayang. " faiqh memeluk kinan dan mencium pipinya


" Hai. Kamu dari mana? " balas kinan


" Dari rumah mama, mandi dulu abis dari gym sama ryu" jawab faiqh santai.


Sementara kinan mengerutkan keningnya. Menggumam dalam hati. Sepanjang perjalanan faiqh sibuk dengan handphone nya dan kinan lebih banyak diam. Entah kenapa perasaan nya menjadi tidak enak karena faiqh sudah berbohong. Padahal ia tau ryu tidak kemana-mana sedari tadi pagi. Tapi ia enggan merusak pertemuan sekali sebulan ini. Ia yakin pasti ada alasan kenapa faiqh berbohong. Ya, kinan dan faiqh menjalani hubungan jarak jauh. Kinan di kota medan dan faiqh di kota surabaya. Kinan dan faiqh terpaut usia 5 tahun jadi, faiqh lebih dulu menyelesaikan pendidikan dokternya dan mendapatkan penempatan tugas di surabaya.


"Kamu kok diam aja?" Tanya faiqh melihat kinan yang tidak terlalu bersemangat.


"Ga papa kamu kan lagi sibuk nyetir sambil main handphone." Jawabnya


"Hahaha kamu bete ya? Maaf sayang masalah pasien" jawabnya sambil menggenggam tangan kinan.


Kinan kembali diam, entah kenapa enggan untuk menjawab. Ia terlalu sibuk berkecamuk dengan pikirannya sendiri.


***


Kini mereka sudah sampai di tempat faiqh harus melakukan fitting jas nya. Kinan hanya duduk di sofa tamunya karna terlalu malas untuk masuk ke dalam ruangan fitting. Ia sibuk memainkan handphone membuka aplikasi media sosial ketika faiqh sudah keluar dari ruangan fitting dan berdiri di depan nya.


"Bagus.." jawab kinan malas


"Pas ga di badan aku?" Tanya nya lagi


"Iya, emang ini jas buat apa?" Ini pertanyaan terpanjang kinan sedari tadi


"Nanti aku kasih tau. Tapi ini bagus kan kin?"


"Iya bagus." Jawab kinan singkat


"Warna nya cocok ga kin sama aku?"


"Tumben kamu pakai jas warna biru?"


Namun hanya dijawab dengan senyuman oleh faiqh dan berjalan masuk kembali ke ruang fitting. Bagi kinan ini terasa aneh, karna faiqh tidak biasanya menyembunyikan sesuatu dari nya. Setelah selesai fitting, faiqh membayar ke kasir dan dia masih saja sibuk dengan handphone nya. Kinan yang merasa kesal merasa perasaan nya semakin tidak enak. Sehingga ia memilih untuk menunggu di mobil.


"Kita makan sekarang sayang?" Tanya faiqh memecah lamunan kinan begitu ia masuk kedalam mobil.


"Boleh" jawab kinan datar


"Kamu mau makan apa?"


"Terserah"


"Kamu kenapa sih?"


"Gak apa apa"


"Kita makan di tempat biasa?" Tanya faiqh


"Ya, boleh" lagi-lagi dengan nada datar dan malas.


Setelah itu sepanjang perjalanan sampai ke tempat makan hanya diisi oleh keheningan masing2. Kinan sibuk memerhatikan jalan dan faiqh menyetir masih sambil memainkan handphone. Jika biasanya kinan akan menegurnya tapi kali ini kinan terlalu malas untuk membuka mulutnya. Pertemuan sebulan sekali ia dan faiqh biasanya akan selalu jadi momen-momen dimana kedua nya akan berbagi cerita, tawa dan kerinduan. tapi kali ini berbeda kinan lebih banyak diam dan tidak bersemangat sementara faiqh lebih banyak memainkan handphone nya.


***


"Kin, aku mau ngomong serius deh sekarang" faiqh memecah keheningan.


"Iya, apa?" Jawab kinan sambil memakan sisa cordon bleu nya.


"Aku kan udah mau 29 tahun kin, mama pengen aku punya hubungan yang serius sebelum papa pensiun" ucapnya hati - hati.


Kinan menatap faiqh lama sebelum akhirnya menjawab


"Memangnya kita sekarang ga serius?"


"Bukan itu maksud aku kin" nada faiqh melembut "Jadi gimana? coba deh jelasin ke aku" kali ini kinan masih menatap faiqh meminta penjelasan


"Kamu kan baru mau jalan 24 tahun, kamu juga lagi residen. Aku di surabaya, kamu disini di medan. Aku mau nikah kin" ucapnya masih dengan nada hati-hati.


"Terus? Ini maksud kamu gimana sih? Kamu ngajak aku nikah? Kenapa ngomongnya ga jelas gitu?" Kinan masih menatap lekat pria nya ini yang entah kenapa terlihat sangat gugup saat ini.


"Aku ga mau membebankan kamu dengan keinginan aku menikah kin, kamu masih muda dan aku tau kamu masih banyak impian yang harus kamu capai." Kali ini ia diam menggantung kalimatnya.


"Terus?" Jawab kinan berusaha setenang mungkin.


"Aku udah siap menikah duluan kin, dulu kamu bilang kamu bakalan nikah umur 26 ketika spesialisasi kamu selesai. Aku ga bisa nunggu kamu lagi kin. Mama dan papa sudah minta aku menikah" ucapnya enteng.


Kali ini kina mengambil nafas dalam lalu menghembuskan nya keras, "Jadi, sekarang maksud kamu gimana?" Ucap kinan setenang mungkin.


"Awal bulan depan aku mau nikah kin.. maafin aku, tapi aku ga bisa nunggu pendidikan kamu sampai selesai"


Ini mimpi buruk di siang hari? Batin kinan bergumam demikian, ia berusaha berpikir jernih mencari kata - kata untuk menjawab ucapan faiqh tadi. Tapi ia tetap tidak menemukan nya. Ia tidak siap akan keadaan seperti ini. ia tidak tau harus bereaksi seperti apa. Sementara faiqh masih menunggu jawaban kinan. Namun kinan hanya diam disana menunduk. Tidak bergeming sama sekali. Ia memberanikan diri menyentuh tangan kinan kali ini. Namun ditepis.


"Kin.. jawab aku please" ia memohon


"Sama siapa?" Hanya itu kata - kata yang berhasil ia temukan saat ini disaat banyak nya hal yang berkecamuk di otak dan hatinya.


"Maafin aku kin, tapi aku harus jujur sama kamu, aku ga mau bohongin kamu terlalu jauh. Aku mau nikah sama anggi" jawabnya selembut mungkin.


" Anggi? " ooh tuhan ini petir kesekian kali di siang hari. Pasalnya anggi adalah sahabatnya sendiri.


" Dari kapan ? " kali ini kinan bertanya dengan emosi


" Apanya dari kapan? "


" Ga mungkin kan, kalian ketemu kemarin dan langsung mau nikah bulan depan? Dua minggu lagi? Aku ga bodoh " cecar kinan meminta jawaban.


" Aku sama anggi udah intens setahun belakangan kin. Sejak kita liburan bareng ke bali tahun lalu. Maafin aku, aku sayang banget kin sama kamu. Aku ga ada maksud mau selingkuh dibelakang kamu, tapi ini terjadi gitu aja. " jawab nya


" Ga usah ngomong sayang. Apa beda nya anggi sama aku? Dia juga disini di medan dan kamu di surabaya. Kalau jauh jadi alasan kamu. Dan tau apa yang paling menyakitkan? Dia sahabat aku faiqh. Kalian kok tega ya sama aku ? " kinan masih berusaha tenang mengucapkan kata - kata itu.


" Maafin aku kin, aku udah berusaha mengakhiri hubungan sama anggi, tapi kami sudah terlalu jauh kin. Aku ga bisa bohongin kamu terlalu lama. Mama papa sudah menuntut aku untuk serius dan kamu masih menyelesaikan residensi kamu kin. Aku ga mau merusak impian kamu. " ia berusaha memeluk kinan namun di tepis oleh kinan.


" Jas tadi? " tanya kinan meminta kepastian


" Itu untuk lamaran aku minggu ini "


" Segitu ga ada hatinya ya kamu faiqh. Kamu anggap aku siapa? Setelah 3 tahun kita pacaran "


" Aku pengen kamu nemenin aku disaat - saat terakhir hubungan kita kin.. aku masih sayang banget sama kamu, tapi aku harus memilih kin. Aku ga mau menyakiti kamu terlalu dalam."


"Kamu pikir aku sekarang belum sakit? kalian tega ya nikung aku dari belakang. dan apa kamu bilang? udah setahun? kamu bahkan ga pernah nanya aku mau ga nikah? sebelum kamu menuduh aku belum siap!" Ucap nya tegas


" Maafin aku kin, semuanya udah kejadian kin, maafin aku. "


" Ooh ya kamu juga bohong kan tentang gym sama ryu? Asal kamu tau. Ryu seharian dirumah tadi pagi. "


" Maafin aku kin, aku nemenin anggi fitting baju. "


Kinan menghela nafas frustasi, dada nya sesak.


" Kamu, jangan pernah muncul lagi didepan aku, apapun yang berhubungan sama kamu jangan pernah muncul didepan aku seumur hidup kamu.Ooh yaa dan salam sama calon istri kamu. Semoga kalian bahagia. " ucapnya sambil berdiri menuju meja kasir. Mengeluarkan dompet dan membayar tagihan. Ia berbalik ke arah faiqh " Aku yang bayar, anggap itu ucapan terimakasih aku untuk 3 tahun yang ga ada arti apa-apanya buat kamu. Asal kamu tau buat aku sekarang 3 tahun ini hanya seharga makanan yang kamu makan itu." Lalu ia berjalan keluar gontai, dadanya sesak, hatinya remuk redam. Tapi kenapa ia tidak bisa menangis? setidaknya jika ia menangis hatinya tidak akan sesakit ini. Faiqh bahkan tidak pernah bertanya kesiapan nya tentang pernikahan. tetapi bisa dengan gampangnya menyimpulkan ia tidak siap untuk menikah. 3 tahun nya telah usai. benar - benar selesai. Pria kesayangan nya itu telah melukai hatinya terlalu dalam. dan ia benci merasa dibohongi seperti ini.