Fall in Love (Be Mine)

Fall in Love (Be Mine)
Memahami



Ditidurkannya Eun Bi dikasur kepemilikannya, Seong Woo juga tidak lupa menyelimutinya. Seong Woo benar benar melakukannya sesuai saran yang di terima dari managernya, yaitu mengantarkan Eun Bi tepat sampai ke tempat tidurnya


"Mianhae Seong Woo-ya, Eun Bi telah banyak merepotkanmu hari ini."ucap Yoo Jin


"Annio gwenchanna. Eun Bi tidak merepotkanku sama sekali. Justru aku yang telah membuatnya kelelahan sampai sampai ia tertidur di mobil seperti ini.. mianhaeyo eomonim (ibu mertua)..."ucap Seong Woo


Yoo Jin tersenyum mendengar Seong Woo memanggilnya seperti itu..


"Aku melihat konferensi persmu dan Eun Bi tadi, kamu sangat jujur Seong Woo-ya. Aku harap kamu bisa membahagiakan dan menjaga Eun Bi dengan baik. Mama percayakan Eun Bi padamu."ucap Yoo Jin dengan tulus pada calon menantunya


"Terimakasih, mama sudah mempercayakan Eun Bi kepadaku. Aku akan berusaha sebaik mungkin agar tidak membuat mama dan Eun Bi kecewa."ucap Seong Woo


"Kamu juga pasti lelah, istirahatlah dulu. Kamu bisa memakai kamar tamu tepat di samping kamar Eun Bi untuk beristirahat."titah Yoo Jin


"Tidak perlu, aku akan pulang saja. Lagipula managerku sedang menungguku di mobil."ucap Seong Woo


"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusanmu, aku tidak bisa melarangmu."ucap Yoo Jin


"Seong Woo-ya sering seringlah kemari. Ne?"ucap Yoo Jin kemudian


"Aaa ne. Kalau begitu aku permisi, tolong sampaikan salamku pada Eun Bi begitu ia bangun.."ucap Seong Woo berpamitan kemudian pergi


Seong Woo kembali masuk mobil dan sudah ada Hae In beserta supirnya disana..


"Aku pikir kamu juga akan tidur disana, menginap disana."goda Hae In begitu Seong Woo terduduk


"Inginnya sihh seperti itu."jawab Seong Woo sekenanya


"Lalu kenapa tidak kamu lakukan?"tanya Hae In


"Tidak, belum saatnya aku sampai ditahap itu. Lagipula aku takut kamu akan merindukanku.."jawab Seong Woo kemudian tersenyum


"Aishh, kamu ini.."ucap Hae In


"Tapi Seong Woo-ya, jika dilihat dari sudut pandangku sepertinya kamu sudah jatuh hati padanya."ucap Hae In


"Annio, itu tidak mungkin hyung."sanggah Seong Woo kemudian tersenyum


"Ayo jalan pak.."titah Seong Woo pada supirnya


"Tidak ada yang tidak mungkin Seong Woo-ya, aku rasa kamunya saja yang belum menyadari perasaan itu."ucap Hae In kembali membicarakannya


"Untuk saat ini aku belum merasakan apa apa terhadap Eun Bi, dia hanya seperti adikku saat ini dan aku merasa harus menjaganya."ucap Seong Woo


"Tapi Seong Woo-ya semua bentuk perhatianmu, tatapan matamu, bahkan skinship.... semua itu jauh dari kata menganggapnya hanya sebagai seorang adik."ucap Hae In teguh pada pendapatnya


Seong Woo terdiam~


"Molla.. aku ingin tidur, jangan menggangguku.. berhentilah bicara hyung!"ucap Seong Woo sambil menurunkan kursinya menjadi setengah berbaring, ia enggan meladeni pembicaraan hyungnya


"Ya...... Seong Woo-ya, Ong Seong Woo aku belum selesai berbicara."ucap Hae In sedikit menaikkan volume suaranya


Namun Seong Woo mengacuhkannya~


***


Semakin hari Seong Woo dan Eun Bi semakin dekat. Bisa dibilang dimana ada Eun Bi pasti disana ada Seong Woo..


Berkat konferensi pers yang telah mereka adakan, hubungan mereka berjalan semakin lancar. Eun Bi kadang menemani Seong Woo menjalani syuting, itu juga jika Seong Woo meminta secara paksa padanya. Karena kalau Seong Woo tidak memaksanya, Eun Bi selalu menolak untuk ikut menemani Seong Woo..


Berbeda dengan Eun Bi, Seong Woo yang memang lebih suka terang terangan, ia lebih sering menemani Eun Bi kemana pun calon istrinya itu pergi. Seong Woo juga cukup sering mengunjungi kediaman Eun Bi dengan alasan Yoo Jin (mama Eun Bi) yang memintanya datang. Tanpa di pinta dan kadang Seong Woo memaksa ingin menemani meskipun Eun Bi telah menolaknya. Pemaksaan~


Seperti saat ini misalnya ..


"Hari ini kamu mau kemana?"tanya Seong Woo yang kini tengah berada di kediaman Eun Bi, mereka mengobrol di ruang keluarga hanya BERDUA 😁


"Aku mau ke........."belum selesai Eun Bi bicara Seong Woo langsung memotongnya


"Aku temani yahh.."ucap Seong Woo


Eun Bi mengernyitkan dahinya~


"Memangnya oppa tidak ada pekerjaan hari ini?"tanya Eun Bi


"Ada, hanya saja aku sedikit kurang enak badan jadi aku tidak akan bekerja hari ini. Aku sudah minta Hae In hyung untuk menunda semua pekerjaanku dan menjadwalkannya kembali."ucap Seong Woo


Seong Woo menatap tajam Eun Bi dan mengangkat alis kanannya seolah bertanya 'kenapa kamu memperlakukan dia sampai seperti itu?'


"Lantas kenapa kalau aku merepotkannya? Itukan memang sudah pekerjaannya."ucap Seong Woo dengan tatapan dinginnya


Eun Bi pun mengerti arti dari tatapan calon suaminya~


"Keugeon aninde (bukan begitu)....."ucap Eun Bi


"Aaaa apha apha (aaa sakit sakit..)"ucap Seong Woo memegangi kepalanya. Berpura pura~


"Apha? Eoddiseo aphayeo? (Sakit? Dimana yang sakit?)"tanya Eun Bi dengan wajah cemasnya


Seong Woo tersenyum, dan Eun Bi melihatnya.. wajah khawatir Eun Bi kini berubah menjadi cuek..


"Geojitmal (bohong).."ucap Eun Bi


"Geojitmal annia, na jinjja apha Eun Bi-ya (aku tidak berbohong, aku sungguh sakit Eun Bi)"ucap Seong Woo memasang wajah melasnya


"Kalau begitu beristirahatlah, kenapa malah ingin menemaniku?"ucap Eun Bi


"Aku akan bosan jika terus berdiam diri di rumah, sakit ini karena aku terlalu banyak bekerja. Aku butuh refreshing Eun Bi-ya. Jadi biarkan aku menemanimu. Ne?"ucap Seong Woo


"Tapi oppa menemaniku tidak bisa disebut refreshing, itu akan membuatmu lelah. Jadi beristirahatlah saja.. arraseo?"ucap Eun Bi


"Kamu selalu saja seperti ini. Eun Bi-ya, kenapa kamu selalu saja menolak untuk aku temani?"tanya Seong Woo dan menatap Eun Bi dengan serius


Eun Bi merasa tak nyaman ditatap seperti itu oleh Seong Woo..


"Bukannya aku menolak oppa..."jawab Eun Bi namun tanpa menatap wajah Seong Woo


Seong Woo terdiam dan masih menatap ke arah calon istrinya.. Eun Bi sesekali melirik ke arah Seong Woo..


"Oppa, berhentilah menatapku dengan tatapan seperti itu."ucap Eun Bi lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Malu~


Seong Woo pun tersenyum dan mengalihkan pandangannya. Ia tau maksud dari ucapan Eun Bi, jika saat ini calon istrinya itu merasa gugup karena ditatap olehnya


"Oppa mianhae.. aku tidak bermaksud bersikap seperti itu.."batin Eun Bi


"Aku hanya takut. Aku takut salah mengartikan sikapmu terhadapku. Maafkan aku.."sambung batin Eun Bi


"Baiklah baiklah, aku tidak akan memaksamu kali ini."ucap Seong Woo


"Tapi besok lusa pastikan kamu ikut denganku.."sambung Seong Woo


"Mwo? Eoddi?"tanya Eun Bi


"Menemaniku tentu saja.."jawab Seong Woo tanpa memberitahukan kemana mereka akan pergi


"Geundae oppa (tapi oppa)...."ucap Eun Bi


"Wae? Shireo?"tanya Seong Woo


"Annia, bukannya aku tidak mau..."ucap Eun Bi


Eun Bi terdiam sejenak..


"Arraseo arraseo, aku akan menemanimu."sambung Eun Bi pada akhirnya


"Jinjja? Kali ini tanpa menolak lebih dahulu? Dirimu? Heol daebak.."ucap Seong Woo terheran heran


"Ne, dwaeseo (kamu senang)?"tanya Eun Bi


"Geuromyo (tentu saja). Aku sangat senang."jawab Seong Woo dan tersenyum


"Lagipula tidak ada gunanya juga aku menolak, karena aku tau pasti pada akhirnya oppa hanya akan memaksaku agar aku mau ikut denganmu."jawab Eun Bi panjang lebar dan mengalihkan pandangan pada layar handphonenya.


"Kalau aku tak memaksamu, maka kamu tidak akan mau menemaniku. Bukankah begitu?"ucap Seong Woo


"Maafkan aku oppa."ucap Eun Bi


Bersambung.......