Fall in Love (Be Mine)

Fall in Love (Be Mine)
Ongi - Hyuna



Seong Woo dan Seolhyun terlihat memasuki sebuah kafe, diam diam Eun Bi pun mengikuti mereka dan memilih tempat duduk yang tak jauh dari tempat Seong Woo dan Seolhyun berada


"Kamu masih mengingat tempat favourite kita Ongi."ucap Seolhyun memegang tangan Seong Woo


Seong Woo melepaskannya..


Dari tempat persembunyiannya bermodalkan daftar menu yang menutupi wajahnya Eun Bi terus memasang mata dan telinganya agar lebih fokus pada Seong Woo dan Seolhyun..


"Cepat bicaralah, jangan membuang waktuku."ucap Seong Woo


"Kamu ingat, ini tempat kencan pertama kita.."ucap Seolhyun kembali


"Seolhyun-ah..."ucap Seong Woo


"Hyuna, panggil aku dengan sebutan itu lagi. Aku sangat merindukan panggilan itu terucap dari mulutmu."ucap Seolhyun


"Jika kamu masih seperti ini, lebih baik aku pergi."ucap Seong Woo hendak beranjak dari duduknya


"Baiklah, baiklah. Jangan pergi, aku akan bicara dengarkan aku terlebih dahulu."ucap Seolhyun, Seong Woo pun mengurungkan niatnya


"Aku tau aku bersalah, aku sangat menyesal. Jadi kumohon maafkan aku. Bisakah kita mulai kembali hubungan kita dari awal?"ucap Seolhyun


"Beri aku kesempatan kedua. Kumohon?"sambungnya sambil menyatukan kedua tangannya


"Tidak akan ada kesempatan kedua. Karena sekarang hatiku sudah sepenuhnya berpaling darimu Seolhyun-ah."ucap Seong Woo


"Andwae Seong Woo-ya, geojitmal hajimara..! (Tidak Seong Woo, jangan berbohong..!) ini tidak mungkin.. Kamu pasti berbohong padaku, iya kan?"Ucap Seolhyun dengan suara agak meninggi, sehingga menarik perhatian orang disekitarnya


Eun Bi sedikit kaget mendengar suara Seolhyun yang kini meninggi..


"Tidak mungkin kamu dapat melupakan aku secepat ini, apalagi semuanya hanya karena Eun Bi. Aku tidak dapat percaya ini!!"sambung Seolhyun


"Memang itu kenyataannya, aku sudah benar benar melupakanmu."ucap Seong Woo


"Kamu berbohong. Jelas jelas aku masih bisa melihat pancaran cinta itu dari sorot matamu Ongi."ucap Seolhyun


"Berhenti memanggilku dengan sebutan itu!"ucap Seong Woo yang kini juga meninggikan suaranya dan beranjak dari duduknya


Seolhyun ikut beranjak dari duduknya..


"Kumohon kembalilah padaku Seong Woo-ya.."ucap Seolhyun yang tiba tiba memeluk erat Seong Woo


Eun Bi terkesiap melihatnya..


"Seolhyun-ah, apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku!"Ucap Seong Woo dan berusaha melepaskan pelukan Seolhyun


"Sirheo.."ucap Seolhyun menolak


"Kumohon hentikan, jangan seperti ini. Eun Bi akan salahpaham padaku jika melihatnya."ucap Seong Woo


"Biarkan saja, aku tidak perduli!"Seolhyun masih enggan untuk melepaskannya


"Karena saat ini Eun Bi sedang melihatnya Seong Woo, oleh karena itu aku sengaja melakukan ini."batin Seolhyun. Ia memang sudah melihat keberadaan Eun Bi disana dan sengaja membuat kesalahpahaman antara Eun Bi dan Seong Woo


"Aku sangat mencintaimu Seong Woo. Katakan kamu juga masih mencintaiku bukan? Ayo katakan.. kamu tidak mencintai Eun Bi kan?"ucap Seolhyun semakin gencar


Seong Woo terdiam~


Perlahan kedua tangannya terangkat mengusap punggung dan belakang kepala Seolhyun


Ia mencoba menenangkan hatinya, menahan airmata yang mungkin akan segera membanjiri kedua pipinya..


"Aku terlalu jahat. Aku membuat dua orang yang saling mencintai terpisah seperti ini.."batin Eun Bi


"Berhentilah menjadi penghalang cinta mereka Kwon Eun Bi. Sadar dirilah, sudah sangat jelas Seong Woo tidak mencintaimu. Apa lagi yang bisa kamu harapkan?"sambungnya dalam hati


Eun Bi berusaha sebisa mungkin agar airmatanya tidak menetes, namun sia dia.. karena pada akhirnya airmata itu mengalir deras di pipinya..


"Aku memang masih mencintaimu Hyuna.."ucap Seong Woo pada akhirnya. Ia membalas memeluk Seolhyun, lihatlah Seolhyun tersenyum puas disana..


Eun Bi merasakan sesak di dadanya seiring dengan airmata yang semakin deras membasahi pipinya.. Sakit, teramat sakit mendengar pengakuan yang Seong Woo lontarkan dari mulutnya.. Dan 'Hyuna', sebutan itu.. Seong Woo bahkan memanggil Seolhyun dengan panggilan sayangnya dahulu..


Mulut yang baru beberapa hari lalu melamarnya, mengatakan bahwa dia mencintai Eun Bi di depan banyak orang.. Namun pada kenyataannya semua yang keluar dari mulut itu untuk Eun Bi adalah 'kebohongan belaka'


"PEMBOHONG!"dumel Eun Bi dan menghapus kasar airmatanya, ia menatap tajam Seong Woo namun dengan airmata yang kembali mengalir di pipinya


"Apa kamu mencintai Eun Bi Seong Woo-ya?"tanya Seolhyun


Eun Bi dibuat menganga dengan pertanyaan Seolhyun. Ia menggelengkan kepalanya dan menutup mulutnya~


"Tolong jangan dijawab oppa, kumohon. Sudah cukup aku sakit hati karena mengetahui kebenaran bahwa kamu masih mencintai Seolhyun eonnie. Aku tak ingin mendengar hal lain lagi yang pada akhirnya membuat hatiku lebih tersakiti.."batin Eun Bi


"Dia sudah seperti adikku, aku mencintai dan menyayangi dia sebatas rasa sayang kakak pada adiknya.."jawab Seong Woo


Lengkap sudah sakit hati yang Eun Bi rasakan malam ini. Semua sudah sangat jelas terdengar oleh telinganya, terlihat oleh matanya. Sangat jelas bahwa Seong Woo tidak mencintainya, jangankan mencintainya melihat Eun Bi sebagai seorang wanita pun tidak. 'Hanya sebatas adik' tiga kata itu terus terusan terngiang di telinganya..


Malam ini adalah malam yang sangat disesalkan oleh seorang Kwon Eun Bi. Rasa penasaran yang berujung membuatnya sakit hati sangat dalam.


"Kenapa aku harus mengikuti mereka kemari? Kenapa aku lakukan ini? Andai saja aku tidak mengikuti mereka, aku tidak akan mengetahui kenyataan pahit ini. Dan hatiku tidak akan merasakan rasa sakit sedalam ini."batin Eun Bi


"Akan jauh lebih baik jika aku tidak mengetahuinya.. Aku sangat menyesal, seharusnya aku biarkan saja tasku tertinggal di mobil Seong Woo oppa."sambung Eun Bi dalam hatinya


Ya, Eun Bi menghubungi Seong Woo memang hanya berniat untuk mengambil tasnya yang tertinggal di mobil Seong Woo. Namun tak di sangka dari perihal tas inilah Eun Bi jadi mengetahui semuanya, semua kenyataan pahit~


Eun Bi berusaha sekuat mungkin menahan rasa sakit dan sesak yang sedang dirasakannya. Ia meminum minuman yang sebelumnya telah dipesannya kemudian memukul mukul perlahan dadanya berharap dapat menghilangkan rasa sesak di dadanya. Namun percuma, usahanya berakhir sia sia. Rasa sakit, perih dihatinya serta sesak di dadanya tak juga kunjung hilang~


Dengan segera Eun Bi beranjak dari duduknya meninggalkan tempat yang sedari tadi membuatnya menderita. Ia tidak siap jika harus mengetahui lebih banyak hal lagi yang bisa lebih melukai hatinya..


Eun Bi hanya meninggalkan uang dibawah gelas minuman yang tadi dipesannya, kemudian melesat pergi dengan langkah kaki yang ia percepat secepat yang ia bisa.


"Berhasil. Good job Seolhyun-ah, kamu memang terbaik. Hebat, sangat hebat!!"batin Seolhyun tersenyum licik melihat Eun Bi yang pergi dengan airmata di pipinya


"Selamat menangisi kepedihan hatimu Kwon Eun Bi. Aku turut bahagia, sangat bahagia melihat kamu menderita seperti itu."sambungnya dalam hati


Sedangkan Seong Woo? Ia tidak tau apa apa, posisinya yang memang membelakangi Eun Bi membuatnya tidak mengetahui apa yang terjadi pada 'calon istrinya' itu..


Seong Woo tidak tau, jika kata kata yang di ucapkannya di dengar dengan sangat jelas oleh telinga Eun Bi.


"Jadi kita bisa memulai semuanya dari awal lagikan?"tanya Seolhyun memastikan


Bersambung.....


Apakah Seong Woo bersedia untuk kembali bersama Seolhyun dan meninggalkan Eun Bi pada akhirnya? Akankah Seong Woo tega menyakiti hati wanita yang saat ini mulai mengisi hati dan juga hari harinya? Terus tunggu kelanjutan ceritanya yaa teman teman 😘😘


Jangan lupa tekan Likenya juga setelah membaca, aku akan sangat sangat berterimakasih jika kalian mau melakukannya ❤🙏