Fall in Love (Be Mine)

Fall in Love (Be Mine)
Mencari



Seong Woo tengah disibukan dengan handphonenya sejak tadi setelah ia gagal mengejar Eun Bi bahkan sampai mendatangi rumahnya, namun Eun Bi menolak untuk bertemu dengannya.


Sudah beberapa kali bahkan mungkin berpuluh puluh kali ia mencoba menghubungi Eun Bi, dan tetap gagal. Eun Bi mengabaikan semua panggilan telepon dan juga mengabaikan pesan pesan dari Seong Woo--


"Come on Eun Bi-ya, angkatlah panggilan teleponku."Seong Woo terus berusaha menelpon Eun Bi


Seong Woo juga mengirimi beberapa pesan pada Eun Bi..


'Eun Bi-ya mianhae. Tolong maafkanlah aku. Beri aku kesempatan untuk bicara'


'Kumohon jangan seperti ini, mari bicarakan secara baik baik. Aku mengkhawatirkan keadaanmu'


'Segeralah hubungi aku. Aku akan menunggu~'


'Neo gwenchanna Eun Bi-ya? Segera balas pesanku begitu kamu membacanya. Jebal 🙏'


'Apa yang harus aku lakukan agar kamu mau mendengarkan semua penjelasanku? Percayalah, semua yang dikatakan Seolhyun itu tidak benar. Hubungan kami berakhir bukan karena dirimu. Beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Kumohon'


Kurang lebih seperti itu isi dari pesan pesan yang di kirimkan Seong Woo kepada Eun Bi, calon istrinya..


Namun tidak satupun dari pesan pesan itu mendapat balasan dari Eun Bi..


"Argghh.... Nan eotteokhae (Aku harus bagaimana)?"teriak Seong Woo merasa frustasi


Keesokan harinya Seong Woo mencoba mendatangi rumah Eun Bi kembali. Ia sengaja datang lebih awal dari sebelumnya..


"Permisi.."ucap Seong Woo sambil mengetuk pintu utama setelah berhasil melewati pintu gerbang dan memarkirkan mobil miliknya di pekarangan rumah Eun Bi


Tak lama dibukalah pintu tersebut..


"Seong Woo-ya, yeogiseo mwowae?"tanya orang yang telah membuka pintu tersebut yang ternyata adalah Yoo Jin mamanya Eun Bi


"Annyeonghaseyo.."sapa Seong Woo dan membungkukan badannya


"Ne, annyeonghaseyo."jawab Yoo Jin


"Apa Eun Bi ada tante?"tanya Seong Woo langsung pada tujuan kedatangannya


"Eun Bi? Dia sudah berangkat kuliah lebih pagi dari biasanya Seong Woo-ya.. waeyo?"ucap Yoo Jin


GAGAL!! Lagi dan lagi Seong Woo gagal untuk berbicara dengan Eun Bi~


"SHIT!!"batin Seong Woo


"Ahh annio annio (ohh tidak apa apa)."jawab Seong Woo


"Baiklah kalau begitu aku langsung permisi saja.."ucap Seong Woo


"Kenapa tidak masuk? Masuklah dulu, ayo sarapan bersama om dan tante."ajak Yoo Jin


"Tidak usah, terimakasih. Aku ada sedikit keperluan yang mendesak dengan Eun Bi. Kalau begitu aku akan ke kampusnya saja. Annyeonghi gyeseo..."pamit Seong Woo


"Ahh ne, Hati hati dijalan Seong Woo-ya.."ucap Yoo Jin


"Ne...."jawab Seong Woo


Kemudian Seong Woo segera berlalu pergi dengan mobilnya menuju kampus Eun Bi tentu saja..


--------------


"Eun Bi-ya..."panggil Seong Woo pada akhirnya setelah melihat Eun Bi tepat dihadapannya


Seong Woo rela menunggu lama disana hanya demi bertemu dengan Eun Bi. Dan usahanya itu membuahkan hasil, akhirnya ia dapat bertemu dengan Eun Bi. Wanita yang dari kemarin dicari carinya, yang sedari kemarin membuatnya frustasi hanya dengan memikirkannya.


"Seong Woo oppa.."ucap Eun Bi dengan suara lirihnya begitu melihat Seong Woo kini berada dihadapannya


Dengan cepat Eun Bi memutar tubuhnya hendak pergi namun dengan segera Seong Woo memegang tangannya..


"Neo eoddiganeunde (kamu mau pergi kemana)?"tanya Seong Woo sambil terus memegangi tangan Eun Bi


Eun Bi membalikkan badannya..


"Sedang apa oppa disini?"Eun Bi malah menjawab pertanyaan Seong Woo dengan pertanyaan pula dan melepaskan pegangan tangan Seong Woo terhadap tangannya


"Tentu saja untuk menemuimu. Aku telah mencarimu dari kemarin."jawab Seong Woo


"Kenapa? Untuk apa?"tanya Eun Bi


"Kenapa tidak mengangkat telepon dariku?"Seong Woo menjawabnya dengan sebuah pertanyaan (lagi)


"Aku tidak tahu oppa menelponku, handphonenya aku silent. Jadi aku tidak dengar."ucap Eun Bi tentu saja berbohong


"Bagaimana dengan pesan pesan yang aku kirimkan?"tanya Seong Woo kembali


"Apa kamu sudah membacanya?"sambungnya


Eun Bi terdiam~


"Eun Bi-ya, pagi ini aku mendatangi rumahmu, tapi kata mama kamu pergi pagi pagi sekali hari ini. Kenapa kamu menghindariku seperti ini?"ucap Seong Woo kembali menggencar Eun Bi dengan pertanyaan pertanyaannya


"Aku tidak menghindarimu oppa. Kenapa oppa bisa berpikiran seperti itu?"ucap Eun Bi


"Kalau tidak menghindariku lantas apa namanya..?"tanya Seong Woo lagi dan lagi


"Maaf oppa, aku harus segera pergi."ucap Eun Bi hendak pergi (lagi)


"Aku tidak mengizinkannya."ucap Seong Woo singkat


"Geundae oppa (tapi oppa)......."ucapan Eun Bi terpotong


"Tidak akan aku izinkan sebelum kamu menjawab semua pertanyaanku."ucap Seong Woo dan memegang tangan Eun Bi


"Oppa, lepaskan aku."ucap Eun Bi meronta ronta meminta tangannya agar segera dilepaskan


"Tidak akan pernah."ucap Seong bersikeras


"Jangan pernah menghindariku lagi Eun Bi-ya.. Aku mengkhawatirkan keadaanmu."ucap Seong Woo memegang kedua bahu Eun Bi dan sedikit membungkukan badannya untuk menyamai tinggi badan Eun Bi


"Semua bisa dibicarakan baik baik, jangan seperti ini."sambung Seong Woo


"Maafkan aku oppa, aku masih belum berani mengatakannya pada kedua orangtuaku."ucap Eun Bi tertunduk


"Apa maksudmu?"tanya Seong Woo heran dan menatap lekat Eun Bi yang sedang menundukkan kepalanya


"Katakan apa maksudmu berkata seperti itu?"tanya Seong Woo dan mengangkat dagu Eun Bi agar mau menatapnya


"Soal perjodohan kita."jawab Eun Bi


"Oppa tenang saja, akan aku jelaskan semuanya agar mereka dapat mengerti dan memakluminya."jelas Eun Bi


Seketika Seong Woo menurunkan tangannya.. Ia mengalihkan pandangannya sejenak, berpikir lebih tepatnya.. Kemudian ia kembali fokus pada gadis dihadapannya..


"Mari bicarakan ini di tempat lain, jangan disini. Tidak enak dilihat orang lain."ucap Seong Woo dan menarik tangan Eun Bi


Eun Bi melihat ke sekitar dan benar saja ada banyak pasang mata yang memperhatikannya dan Seong Woo saat ini.


Bahkan sebagian orang disana yang dapat mengenali siapa Seong Woo mengambil gambar mereka.


"Tidak mau.."ucap Eun Bi kemudian


"Baiklah, di dalam mobil saja kalau begitu."ucap Seong Woo kembali


"Sirheo (Tidak mau)."ucap Eun Bi dan menahan tubuhnya untuk tak mengikuti permintaan Seong Woo


"Mwo, sirheo? Wae?"tanya Seong Woo dengan posisi masih memegang tangan Eun Bi


"Aku rasa semuanya sudah cukup jelas, jadi tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi oppa."jawab Eun Bi dan mencoba melepaskan diri secara perlahan. Namun gagal tentu saja..


"Annio, kita perlu memperjelasnya kembali.. Ttarawa (Ikut aku).."ucap Seong Woo dan kembali menarik tangan Eun Bi dengan lembut


Entah kenapa kali ini Eun Bi menurutinya, ia mengikuti keinginan Seong Woo untuk membicarakannya di dalam mobil..


Seong Woo membukakan pintunya dan mempersilahkan Eun Bi untuk segera masuk mobil. Setelah itu Seong Woo pun menyusulnya..


Dengan segera Seong Woo mengunci seluruh pintu mobilnya.. Eun Bi yang melihatnya pun terheran.. kenapa harus dikunci(?) Pikirnya..


"Oppa, apa yang kamu lakukan?"tanya Eun Bi


"Mwoga? Memangnya apa yang aku lakukan?""tanya Seong Woo seolah tidak tau dan menatap Eun Bi


"Kenapa mengunci pintunya?"tanya Eun Bi lebih memperjelas maksud pertanyaannya tadi


"Kenapa? Kamu tidak suka?"tanya Seong Woo


"Tidak bukan begitu...."ucap Eun Bi


"Aku melakukannya karena tidak ingin jika nanti tiba tiba kamu kabur lagi dariku."jelas Seong Woo dan mengalihkan pandangannya menatap ke depan


"Apa, kabur?"tanya Eun Bi sedikit meninggikan volume suaranya


"Iya, seperti tadi. Kamu mencoba untuk kabur dariku bukan?"ucap Seong Woo tanpa menoleh


"Lagipula meskipun kamu menguncinya aku tetap bisa membukanya kembali oppa. Aku masih memiliki kedua tangan."ucap Eun Bi dan menunjukkan kedua tangannya


"Maka akupun akan mengikatmu dengan tubuhku. Jadi kamu tidak akan bisa kabur dariku."ceplos Seong Woo begitu saja


"Apa? Oppa, kamu berkata seolah aku ini seorang buronan saja."protes Eun Bi


"Kamulah yang membuat dirimu sendiri dianggap seperti itu."jawab Seong Woo enteng


"Ya (hei)!"ucap Eun Bi sedikit berteriak


Seong Woo seketika menoleh ke arah Eun Bi..


"Mwo, ya? Aku ini lebih tua darimu. Berani sekali kamu....."ucapan Seong Woo terpotong


"Mian..."ucap Eun Bi kemudian menundukan kepalanya


"Lagipula kenapa oppa bicara begitu. Sudah aku bilang aku tidak menghindarimu."sambung Eun Bi


Seong Woo menghembuskan napasnya kasar sambil menatap keluar jendela mobilnya..


"Baiklah baiklah, terserah kamu saja."jawab Seong Woo pada akhirnya


Hening~


"Oppa..."


"Eun Bi-ya..."


Ucap Eun Bi dan Seong Woo secara bersamaan.


"Ne..."


"Waeyo..."


Dan secara bersamaan lagi mereka saling menjawab.


"Oppa bicaralah lebih dulu."ucap Eun Bi mempersilahkan


"Aku tidak ingin kamu membatalkan perjodohan kita."ucap Seong Woo langsung pada point yang ditujunya begitu Eun Bi mempersilahkannya bicara lebih dulu dan menatap dalam mata Eun Bi


"Apa? Tapi bukannya oppa....."ucapan Eun Bi terpotong


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah kembali menjalin hubungan dengan Seolhyun. Meskipun perjodohan kita dibatalkan sekalipun, aku tidak akan pernah kembali padanya."jawab Seong Woo masih menatap Eun Bi


"Wae...waeyo? (ke.....kenapa?)"tanya Eun Bi


"Untuk apa aku kembali pada orang yang telah mengkhianatiku."jawab Seong Woo kembali menatap ke depan dan menyandarkan tubuhnya pada kursi mobil


"Apa maksudmu oppa?"tanya Eun Bi kembali karena tak mengerti


"Hubungan kami berakhir karena dia berselingkuh dariku Eun Bi-ya."jelas Seong Woo dengan jujurnya


"Mwo? Jinjja? (Apa? Sungguh?)"Eun Bi dengan spontan menutup mulutnya karena kaget


"Oleh karena itu aku ingin kamu tahu bahwa kamu bukanlah penyebab berakhirnya hubungan kami."ucap Seong Woo


"Jadi kumohon jangan batalkan perjodohan kita. Jangan pernah kamu bicarakan soal itu pada orangtuamu."sambung Seong Woo


Eun Bi terdiam, ia tidak tau harus menjawab apa.


"Dan.....menikahlah denganku Eun Bi-ya.."ucap Seong Woo di akhir kalimatnya


Lagi dan lagi Eun Bi terdiam seribu bahasa, mulutnya tertutup rapat lidahnya seakan beku sehingga ia tak bisa mengucapkan sepatah kata pun..


"Oppa aku........."


Apakah Eun Bi bersedia untuk menikah dengan Seong Woo? Tunggu terus kelanjutan ceritanya.. 😉


Jangan lupa tekan Likenya setelah membaca, terimakasih 🙏😘