Fall in Love (Be Mine)

Fall in Love (Be Mine)
Never Let You Go!!



"*Begini Mah, Pah, Om dan Tante.. Aku ingin memba....."


"Mempercepat pernikahan kami."ucap Seong Woo dengan lantangnya dan dengan sengaja memotong ucapan Eun Bi begitu saja


Eun Bi membulatkan matanya dengan sempurna, berbeda dengan kedua orangtua dan calon mertuanya yang menyambut suka cita penyataan tersebut. Mereka sangat bahagia mendengarnya~


Eun Bi menoleh menatap Seong Woo. Menatap tak percaya~


"Oppa..."panggil Eun Bi*


---


"Wae? Memang benarkan itu yang ingin kita katakan dari awal. Maaf aku lebih dulu mengatakannya."ucap Seong Woo tersenyum


Eun Bi sudah tak bisa berkata apa apa lagi. Kemenangan sudah jelas di peroleh Seong Woo~


"Kami sangat bahagia mendengarnya Nak, lalu kapan kalian ingin menikah?"tanya Eun Hyuk


"Secepatnya.."jawab Seong Woo dengan cepat l, ia takut Eun Bi akan mendahuluinya


"Baiklah, kita putuskan bulan depan saja bagaimana?"tanya Yoon Soo


Mata Eun Bi membola seakan ingin keluar dari tempatnya.. Bulan depan? Apa tidak salah? Secepat itu? Pikir Eun Bi


"Bulan depan terlalu lama. Bagaimana kalau minggu depan saja?"tanya Seong Woo dengan begitu entengnya


"APA?"tanya Yoo Ra dan Yoo Jin bersamaan kemudian saling memandang dan tersenyum


Seketika Eun Bi mendelik ke arah Seong Woo.. Menatapnya dengan tajam, sedangkan Seong Woo hanya menanggapinya dengan santai.


"Dia sudah benar benar gila!"batin Eun Bi dan menatap tajam Seong Woo


"Kenapa? Apa masih terlalu lama? Kalau begitu bagaimana kalau 3 hari? Atau besok saja bagaimana?"tanya Seong Woo semakin gila. Ia sengaja melakukan itu~


"Yoo Jin-ah, tampaknya putraku sudah benar benar tergila gila pada putrimu. Lihatlah betapa ia ingin segera menikahi anak gadismu.."ucap Yoo Ra pada Yoo Jin


"Ne eonnie, itu benar. Tampaknya Seong Woo sudah tidak bisa menahan perasaannya itu terhadap Eun Bi."jawab Yoo Jin


"Putraku, kami tidak bisa menyiapkan pernikahan kalian jika dalam waktu secepat itu. Jika memang kau sangat ingin menikah secepatnya, baiklah beri kami waktu 1 minggu. Kami akan menikahkan kalian dalam waktu 1 minggu.."ucap Yoon Soo


Eun Bi sudah benar benar kalah, ia tidak bisa berkata apa apa lagi. Ia sepenuhnya menyerah~


"Baiklah 1 minggu."ucap Seong Woo kemudian melingkarkan tangannya pada pinggang Eun Bi


Eun Bi menatapnya dengan tatapan membunuh tangannya berusaha melepaskan tangan Seong Woo yang melingkar di pinggangnya namun sulit, sedangkan Seong Woo tidak perduli dengan tatapan itu. Ia malah semakin merapatkan tubuhnya pada Eun Bi..


"Oppa, bisa kita bicara sebentar?"bisik Eun Bi


"Tentu saja, bicaralah.."jawab Seong Woo sekenanya


"Tidak disini, ikut aku.."ucap Eun Bi kemudian beranjak dari duduknya


"Aku permisi sebentar."pamit Eun Bi


"Aku juga.."pamit Seong Woo mengekor di belakang Eun Bi


"Lihatlah mereka eonnie.."ucap Yoo Jin


"Biarkanlah, mereka juga butuh menghabiskan waktu berdua."ucap Yoo Ra


Eun Bi mengajak Seong Woo berbicara ditaman, tempat mereka mengobrol saat dulu pertama kali mereka bertemu..


"Kenapa oppa lakukan itu?"tanya Eun Bi


"Melakukan apa maksudmu?"tanya Seong Woo berpura pura tak mengerti


"Tentang mempercepat pernikahan kita, padahal yang ingin aku katakan bukan tentang hal itu."jawab Eun Bi namun ia tidak berani menatap Seong Woo~


"Lalu apa yang ingin kamu katakan sebenarnya?"tanya Seong Woo kembali


Eun Bi terdiam, ia menunduk~


"Kenapa diam? Jawab pertanyaanku. apa yang ingin kamu katakan? Membatalkan pertunangan kita?"tanya Seong Woo kemudian meraih dagu Eun Bi agar mau menatapnya


Mereka saling menatap satu sama lain, Seong Woo bisa melihat mata Eun Bi kini berkaca kaca.


"Benar begitu? Kamu ingin membatalkan pertunangan kita?"tanya Seong Woo kembali menatap intens wajah gadis di depannya


"Maafkan aku oppa."ucap Eun Bi menundukan kepalanya


Dengan satu tarikan Seong Woo membawa Eun Bi ke dalam pelukannya, erat..


"Dasar bodoh, kenapa melepaskanku begitu saja?"tanya Seong Woo kemudian mengecup puncak kepala Eun Bi dan mengusap lembut rambut panjang hitam milik pujaan hatinya


Eun Bi hanya diam mematung dalam pelukan Seong Woo. Tubuhnya yang mungil itu sempurna tenggelam dalam dekapan pria yang sebentar lagi berstatus suaminya..


"Untuk apa kita menikah, jika oppa tidak mencintaiku."ucap Eun Bi dan melepaskan pelukan Seong Woo


"Eun Bi-ya dengarkan ak......"ucapan Seong Woo terpotong


"Sudahlah oppa berhenti berpura pura, aku tahu oppa hanya mencintai Seolhyun eonnie. Aku......."


#CUPPSS


"Oppa, apa yang oppa lakukan?"tanya Eun Bi sambil memegangi bibirnya yang baru saja di kecup


"Menghentikan perkataanmu yang tidak masuk akal."jawab Seong Woo


"Apa?"tanya Eun Bi


Seong Woo hendak mencium Eun Bi kembali, namun dengan segera Eun Bi menutupi bibirnya.


Dan itu sukses membuat Seong Woo tersenyum, Seong Woo kembali mendekatkan wajahnya dan mencium tangan Eun Bi yang saat ini sedang menutupi bibirnya. Seakan kembali mengecup bibir Eun Bi untuk kedua kalinya~


Kemudian Seong Woo menatap dalam mata Eun Bi.


"Kenapa tidak bilang kalau kamu melihat semuanya malam itu? Jika hendak melihat maka lihatlah semuanya, dengarkan semua pembicaraanku sampai selesai. Agar tidak menjadi salahpaham seperti ini."ucap Seong Woo masih menatap Eun Bi


"Untuk apa aku terus melihatnya jika itu hanya membuatku sakit hati."jawab Eun Bi namun tanpa melihat Seong Woo


"Mendengar oppa berkata masih mencintai Seolhyun eonnie membuatku sakit hati sekaligus merasa bersalah."ucap Eun Bi menunduk, ia tak dapat menahan tangisnya lagi


"Oppa mianhae.."ucap Eun Bi masih tertunduk


"Kenapa meminta maaf? Ini bukan kesalahanmu."ucap Seong Woo menangkup wajah Eun Bi


"Karena aku, oppa dan Seolhyun eonnie jadi berpisah seperti ini."ucap Eun Bi menatap Seong Woo beriringan dengan mengalirnya airmata Eun Bi


"Dengar, Aku berpisah dengan Seolhyun karena kesalahannya. Jadi berhentilah menyalahkan dirimu sendiri."ucap Seong Woo kemudian menghapus airmata Eun Bi


"Kembalilah padanya oppa, aku rela melepasmu."ucap Eun Bi tiba tiba


Seketika Seong Woo membulatkan matanya sempurna, ia menggelengkan kepalanya..


"Tidak, sampai kapanpun aku tidak akan pernah kembali padanya."jawab Seong Woo kini mengalihkan pandangannya


"Tapi oppa Seolhyun eonnie sangat mencintaimu, dan......."ucapan Eun Bi terpotong


"Bagaimana denganmu?"tanya Seong Woo


"Apa?"tanya Eun Bi


"Bagaimana denganmu? Apa kamu tidak mencintaiku?"tanya Seong Woo menatap tajam Eun Bi


Eun Bi terdiam seketika~


"Kenapa? Jawab pertanyaanku. Tidak bisa menjawab pertanyaanku?"tanya Seong Woo


Eun Bi tidak tahu apa yang harus ia katakan. Ia hendak pergi meninggalkan Seong Woo.


Dengan segera Seong Woo memegang tangan kiri Eun Bi, menghentikannya~


"Kamu mau kemana? Aku belum selesai bicara."ucap Seong Woo menatap tajam Eun Bi


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi."jawab Eun Bi berusaha melepaskan genggaman tangan Seong Woo


"Tidak, banyak hal yang harus kita bicarakan. Kita harus meluruskannya malam ini juga."ucap Seong Woo


Eun Bi memilih terdiam dengan tangannya yang masih di genggam oleh Seong Woo


"Apa yang kamu dengar malam itu memang benar adanya, tapi....."ucapan Seong Woo terpotong


"Tapi kenapa oppa tidak mau membatalkan pertunangan kita?"tanya Eun Bi memberanikan diri menatap Seong Woo


Seong Woo menghembuskan napasnya kasar..


"Jangan memotong perkataanku, dengarkan aku terlebih dahulu."ucap Seong Woo penuh ketegasan


Eun Bi terdiam dan mengalihkan pandangannya..


"Ya, aku memang mencintai Seolhyun. Aku akui aku masih mencintainya. Tapi bukan berarti itu tidak bisa berubah, perasaan seseorang bisa saja berubah Eun Bi-ya apalagi jika dia telah di sakiti dan di kecewakan oleh pasangannya."ucap Seong Woo panjang lebar


"Dan kurasa perasaanku telah sepenuhnya berubah sekarang Eun Bi-ya, semua telah beralih padamu. Kurasa aku mulai mencintaimu, meski belum sepenuhnya tapi perasaan itu telah tumbuh di hati ini."sambung Seong Woo dan membawa tangan kiri Eun Bi menyentuh dadanya


Perkataan serta perlakuan Seong Woo itu sukses membuat Eun Bi kini menatapnya.


"Jangan bohongi perasaanmu oppa. Aku tahu kamu sangat mencintai Seolhyun eonnie, jadi kembalilah padanya. Aku tak apa, aku rela melepasmu."ucap Eun Bi dan menarik tangannya


"Tapi aku yang tidak akan pernah rela melepaskanmu. Tangan ini, sampai kapanpun tangan ini takkan pernah aku lepaskan."ucap Seong Woo meraih kembali tangan kiri Eun Bi dan mengangkatnya


"Meskipun kamu menangis darah sekalipun memohon agar aku melepaskanmu, aku tidak akan pernah mengabulkan permohonanmu yang satu itu. Ingat itu!"ucap Seong Woo dengan tatapan tajamnya


"Oppa....."ucapan Eun Bi terpotong


"Jadi mau tidak mau, suka tidak suka kita akan tetap menikah minggu depan. Kamu harus terima itu!"ucap Seong Woo dengan tegas


"Tapi oppa aku....."Seong Woo kembali memotong perkataan Eun Bi


"Kamu akan menjadi istriku, dan aku tidak akan pernah melepaskanmu. Sampai kapanpun!"ucap Seong Woo kemudian pergi begitu saja meninggalkan Eun Bi


"Aku harus bagaimana? Maafkan aku Seolhyun eonnie. Ini semua diluar kendaliku."ucap Eun Bi pada dirinya sendiri


Eun Bi kemudian melangkahkan kakinya dengan gontai masuk ke dalam rumah, menyusul Seong Woo yang telah lebih dulu masuk.


Seong Woo sudah membuat Eun Bi sepenuhnya  menyerah, ia telah berhasil menggagalkan semuanya. Ia juga telah berhasil mengambil hati Eun Bi tentu saja~