
"Ah ne. Oppa...... kamu tidak benar benar menungguku tepat di depan pintu kamarku kan?"ucap Eun Bi sedikit memelankan suaranya, canggung~
Seong Woo menutup mulutnya berusaha menahan tawa~
"Tentu saja aku melakukannya, aku sedang berdiri di depan kamarmu sekarang. Kenapa tidak? Lagipula sebentar lagi kamu akan menjadi istriku, kita juga akan berada dalam satu kamar nantinya."ucap Seong Woo terus saja menggoda Eun Bi
"Aaaaa oppa, berhentilah membahas soal itu. Aku tak ingin mendengarnya."ucap Eun Bi sedikit merengek
"Wae? Memang benar adanya. Kamarmu memiliki dream catcher dipintunya bukan?"tanya Seong Woo semakin gencar menggoda calon istrinya
"Oppa, eotteokhae arraseo (oppa, bagaimana kamu tau)?"tanya Eun Bi terkejut dan membolakan matanya seketika
"Tentu saja aku tau. Sudah ku bilang aku ada di depan kamarmu."ucap Seong Woo
"Geojitmal hajimara (jangan berbohong)."ucap Eun Bi
"Mwo? Geojitmal? Annio, wae geotjimal (tidak, kenapa aku harus berbohong)?"ucap Seong Woo
"Kalau begitu aku tidak akan keluar dari kamarku, oppa tunggulah saja disana seharian."ucap Eun Bi
"Aigoo (yaa ampun).. Tega sekali kamu."ucap Seong Woo mengeluh
"Baiklah baiklah, aku hanya bercanda. Aku berada di ruang tamu sekarang, tadi aku memang kesana di antarkan oleh pembantumu atas perintah mama kamu namun tidak lama lalu kuputuskan untuk menunggu di ruang tamu saja. Dan aku sempat melihat ada dream catcher disana. Oleh karena itu aku mengetahuinya."jelas Seong Woo
"Jeongmal (sungguh)?"tanya Eun Bi memastikan
"Ne..."jawab Seong Wo
"Jinjja (benarkah/sungguh)?"tanya Eun Bi kembali
"Ne chagiya (sayang)."ucap Seong Woo
"Mwo?"tanya Eun Bi sedikit berteriak
Tawa Seong Woo seketika meledak mendengar respon Eun Bi
"Annio. Ya, ppalli nawa (tidak. hei, cepatlah keluar)."ucap Seong Woo pada akhirnya
"Arraseo oppa, gidaryeo (baiklah oppa, tunggu dulu)."jawab Eun Bi kemudian menutup teleponnya
Eun Bi membuka pintu kamarnya sedikit demi sedikit, ia masih belum percaya dengan apa yang dikatakan Seong Woo.
Ia takut jikalau ternyata Seong Woo berbohong dan masih berada di depan kamarnya..
Tidak ada Seong Woo disana~
Eun Bi menghela napasnya dengan lega..
Dilihatnya Seong Woo memang tengah berada di ruang tamu, terduduk disana memandang kearah datangnya Eun Bi kemudian beranjak dari duduknya seakan menyambut kedatangan Eun Bi.
"Oppa sungguh akan mengantarku?"tanya Eun Bi yang kini sudah berada dihadapan Seong Woo
Seong Woo hanya mengangguk polos..
Ia memperhatian penampilan calon istrinya itu dari atas sampai bawah..
Eun Bi mengetahuinya..
"Wae? Ada yang salah dengan penampilanku?"tanya Eun Bi ikut melihat dirinya sendiri
"Annio, opseoyo (tidak, tidak ada). Semuanya terlihat cocok padamu. Kita berangkat sekarang?"ucap Seong Woo
Eun Bi terdiam sejenak~
"Oppa changkkaman (tunggu sebentar)."ucap Eun Bi kemudian memegang tangan Seong Woo
"Mwo?"tanya Seong Woo
"Kalau oppa mengantarku kuliah dan ke tempat pemotretan maka semua orang bisa saja langsung mengetahui hubungan kita."jelas Eun Bi
"Lalu?"tanya Seong Woo singkat
"Apa tidak apa - apa?"tanya Eun Bi
"Gwenchanna gwenchanna. Lagipula tidak ada yang perlu aku sembunyikan dari siapapun. Aku akan mengakuimu, pernikahan kita, and everything."ucap Seong Woo
Eun Bi hanya mengangguk (terserah)~
"Yasudah ayo."dengan refleks Seong Woo menarik tangan kiri Eun Bi dan menggenggamnya.
Sepertinya Seong Woo sudah mulai terbiasa dengan itu. Kebiasaan baru yang membuatnya merasa nyaman..
Tanpa protes Eun Bi hanya mengikuti langkah Seong Woo..
Seong Woo benar benar memperlakukan Eun Bi dengan sangat baik. Ia membukakan pintu untuk Eun Bi, meletakkan tangannya diatas kepala Eun Bi takut kepala calon istrinya itu akan membentur bagian atas pintu mobil, serta memastikan Eun Bi memakai seatbeltnya dengan baik.
Sesampainya di kampus Eun Bi~
"Aku akan pergi ke suatu tempat terlebih dahulu, setelah selesai kuliah segera hubungi aku. Nanti aku akan menjemputmu, jadi tunggu aku. Arraseo?"ucap Seong sebelum Eun Bi turun dari mobil
"Ne arraseo."jawab Eun Bi singkat kemudian turun dari mobil
Seong Woo membuka kaca jendelanya..
"Pokonya pastikan kamu menghubungiku, harus! Jangan coba untuk pergi kesana tanpa aku. Ingatlah itu!"ucap Seong Woo
"Ne oppa. Annyeong.."ucap Eun Bi kemudian melambaikan tangannya
Seong Woo membalas lambaian tangan Eun Bi dan melajukan mobilnya..
"Masih sepi, apa aku terlalu cepat datang?"tanya Eun Bi pada dirinya sendiri sambil melihat jam yang melingkar di tangan kirinya
"Tapi baguslah, setidaknya tak ada orang yang melihatku diantar Seong Woo oppa. Jika mereka melihat, semua akan berteriak histeris."ucap Eun Bi kembali
Eun Bi mengikuti mata kuliahnya hingga akhir..
Ia mulai melangkahkan kakinya keluar dari universitasnya. Tak lupa dengan handphone di tangannya hendak memberi kabar kepada 'oppa-nya' itu.
Di tempelkannya handphone tersebut di telinganya..
"Oppa aku sudah selesai. Bisakah kamu menjemputku sekarang?"ucap Eun Bi
"Aku sudah menjemputmu."ucap Seong Woo
"Ohh eoddi (ha, dimana)?"tanya Eun Bi sambil menengok ke arah kiri dan kanan mencari keberadaan calon suaminya
"Yeogi (di sebelah sini)..."ucap Seong Woo sambil melambaikan tangannya ke arah Eun Bi
"Oppa, neo eoddiseo (oppa, kamu dimana)?"tanya Eun Bi kembali
"Menengoklah ke arah pukul 3."ucap Seong Woo masih dengan lambaian tangannya..
Eun Bi menurutinya dan menemukan keberadaan Seong Woo..
"Ohh oppa, aku melihatmu."jawab Eun Bi kemudian melambaikan tangannya dan tersenyum
Seong Woo turut tersenyum..
Eun Bi mematikan teleponnya dan menghampiri Seong Woo..
"Aku bahkan belum memberimu kabar, kenapa oppa sudah ada disini?"tanya Eun Bi
Seong Woo hanya tersenyum~
"Apa oppa sudah lama menungguku?"tanya Eun Bi
"Annio, aku baru sampai sekitar 10 menit yang lalu."ucap Seong Woo sambil melihat jam tangannya
"Ahh ne, maaf telah membuat oppa menunggu."ucap Eun Bi
"Tak apa. Kita pergi sekarang?"tanya Seong Woo
Eun Bi mengangguk..
Seong Woo melajukan mobilnya menuju tempat pemotretan Eun Bi..
Setelah sampai disana~
"Bersiaplah, aku akan menunggumu disini."ucap Seong Woo
Eun Bi hanya mengangguk..
"Seong Woo-ya, yeogiseo mwowae (sedang apa kamu disini)?"tanya salah seorang crew yang ternyata dapat mengenali dan memang cukup dekat dengan Seong Woo
"Ahh, geunyang (ahh, begitulah)."jawab Seong Woo tanpa canggung
"Mwoga geunyang (apanya yang begitulah)?"tanyanya
"Aku sedang menunggu Eun Bi."jawab Seong Woo pada akhirnya
"Mwo? Eun Bi? Apa kalian berkencan?"tanyanya kembali
Seong Woo tak menjawab. Ia hanya tersenyum kaku dan menggaruk tengkuk lehernya..
"Heol, daebak. Chukhae Seong Woo-ya (wah, luar biasa. Selamat Seong Woo).."ucapnya
"Ahh ne gommawo (oh iya, terimakasih)."ucap Seong Woo
"Haengbokhaeyeo (berbahagialah). Semoga lancar hubunganmu dengannya. Aku pergi dulu."ucapnya kemudian pergi meninggalkan Seong Woo
"Ahh ne."jawab Seong Woo
Pemotretan Eun Bi kurang lebih memakan waktu 3 jam, dan Seong Woo dengan sabar menunggunya sampai akhir..
"Terimakasih atas kerja kerasnya hari ini."ucap Eun Bi sambil sesekali membungkukan badannya
"Neodo Eun Bi-ssi (kamu juga Eun Bi)."jawab salah seorang crew
"Aku permisi. Annyeonghi gaseyo (selamat tinggal / selamat jalan untuk kamu yang diam)."pamit Eun Bi
"Ne, anyyeonghi gyeseyo (selamat jalan / selamat tinggal untuk kamu yang akan pergi)."jawabnya
"Oppa kajja (oppa ayo pergi)."ucap Eun Bi mengajak Seong Woo segera pergi
"Annyeonghi gaseyo.."pamit Seong Woo
"Ne...."ucap para crew
Seong Woo dan Eun Bi meninggalkan tempat tersebut dan menuju mobil. Sesampainya di dalam mobil~
"Aku bertemu seseorang yang ku kenal cukup dekat. Dan dia menanyakan apa yang sedang aku lakukan disana?"Seong Woo mulai bercerita tentang pertemuannya itu
"Lalu apa yang oppa katakan?"tanya Eun Bi
"Aku memberitahunya bahwa aku sedang menunggumu. Dan dia menyimpulkan sendiri tentang hubungan kita. Dia menganggap kita sedang berkencan."jelas Seong Woo sesekali menoleh ke arah Eun Bi dan kemudian kembali menatap ke depan
"Aku tidak menyanggahnya dan juga tidak mengiyakan. Karena ku pikir nanti juga mereka semua akan mengetahuinya lewat konferensi persku."sambung Seong Woo
Eun Bi hanya mengangguk mengiyakan..
"Oppa?"ucap Eun Bi
"Hmm?"jawab Seong Woo dan tetap fokus pada kemudinya
"Gommawo (terimakasih).."ucap Eun Bi
"Mwoga gommawo (terimakasih untuk apa)?"tanya Seong Woo dan menoleh sekilas ke arah Eun Bi
"Untuk hari ini, dan untuk semuanya."jawab Eun Bi kemudian tersenyum
"Ne cheonmaneyo (iya terimakasih kembali)."jawab Seong Woo
Bersambung.......
Jangan lupa tekan likenya ya teman teman, terimakasih 🙏😊