Fall in Love (Be Mine)

Fall in Love (Be Mine)
Lebih Mendekati



Apa nanti oppa akan mengakuiku sebagai istrimu dihadapan publik?"tanya Eun Bi kemudian mengalihkan pandangannya pada Seong Woo, menatapnya intens sampai sampai ia memiringkan kepalanya ke sebelah kanan


"Wae kabjagi (kenapa tiba tiba kamu bertanya seperti itu)?"Seong Woo menjawabnya kembali dengan sebuah pertanyaan


"Annio, geunyang (tidak apa, hanya ingin)..."jawab Eun Bi kemudian menundukan kepalanya


"Iya tentu saja, aku akan melakukannya. Karena kamu memang istriku kelak."ucap Seong Woo sambil menatap Eun Bi


Eun Bi menoleh ke arahnya~


"Oppa serius akan melakukannya?"tanya Eun Bi memastikan


"Aku akan melakukannya. Pasti!! Memangnya kenapa? Apakah ada yang aneh jika aku sungguh melakukannya?"tanya Seong Woo lagi


"Tidak, bukan begitu maksudku. Tapi penggemarmu?"tanya Eun Bi kembali


"Mereka akan mengerti. Apa para penggemarku membuatmu takut Eun Bi-ya?"ucap Seong Woo


Eun Bi terdiam~


"Percayalah. Mereka akan mengerti bahwa nanti kamulah yang akan menjadi sumber kebahagiaanku."ucap Seong Woo tersenyum


"Noneun (kalau kamu)?"tanya Seong Woo


"Tidak akan."jawab Eun Bi sekenanya


"Kenapa? Kamu malu menikah denganku, sampai sampai tak mau mengakuinya?"ucap Seong Woo sedikit ketus


"Annio, bukan begitu oppa."ucap Eun Bi menggelengkan kepalanya panik


"Hahaha..."Seong Woo malah tertawa


Eun Bi terdiam karena bingung~


"Arraseo Eun Bi-ya (aku mengerti Eun Bi). Ini semua memang terlalu cepat untuk kita. Bukan hanya kamu tapi aku juga merasakan hal yang sama. Namun bagaimanapun kita akan menikah, kamu akan menjadi istriku dan aku akan tetap mengakuimu baik dihadapan Tuhan ataupun semua orang karena itu memang sudah seharusnya. Untuk apa aku menyembunyikannya, tidak ada yang salah dengan dirimu. Kamu cantik, baik, berbakat, dan banyak yang menyukaimu. Aku rasa itu sudah lebih dari cukup membuktikan bahwa kamu pantas menjadi istriku. Mungkin para penggemar lelakimu diluaran sana banyak yang merasa iri denganku, karena kamu nanti telah menjadi milikku."ucap Seong Woo panjang lebar


Eun Bi hanya mampu terdiam mendengar apa yang Seong Woo ucapkan.


"Jadi mari kita hidup berbahagia bersama serta membahagiakan kedua orangtua kita masing-masing. Jangan buat mereka kecewa. Arraseo?"sambung Seong Woo


Eun Bi menganggukan kepalanya pertanda mengerti~


"Aku memang belum merasakan apa apa terhadapmu Eun Bi, tapi tidak tau kenapa hanya dengan melihat wajahmu saja itu sudah membuatku merasa tenang. Aku merasa nyaman ketika bersamamu."batin Seong Woo sambil memandang wajah Eun Bi


Kemudian Seong Woo mengelus lembut kepala calon istrinya itu^


^DEGGGGGGG


Entah kenapa jantung Eun Bi kini berdetak lebih cepat, tidak seperti biasanya. Ia mengepalkan kedua tangannya yang mulai berkeringat, berusaha menyembunyikan rasa gugupnya..


"Nah, jadi kapan kamu ingin menikah dengan oppa?"tanya Seong Woo dengan jujurnya dan menatap lekat Eun Bi


"Aku? Kapan aku mengatakan akan menikah dengan oppa?"ucap Eun Bi dengan polosnya


"Memangnya kamu tidak ingin menikah denganku Eun Bi-ya?"tanya Seong Woo kembali


"Tidak!"jawab Eun Bi tegas, ia menggelengkan kepala dengan begitu polosnya


"Kenapa?"tanya Seong Woo lagi dan lagi


"Ya tidak mau saja."jawab Eun Bi kemudian mengalihkan pandangannya agar Seong Woo tidak melihatnya yang sudah hampir tersenyum. Ya Eun Bi sedang menggoda calon suaminya~


"Menikahlah denganku Eun Bi-ya? Ne?"ucap Seong Woo seolah memohon


"Sir-heo (tidak mau)!"jawab Eun Bi dengan mengejanya dan menatap Seong Woo dengan penuh keyakinan


"Mwo, sirheo (apa, tidak mau)? Kamu tidak dengar apa yang baru saja oppa katakan?"tanya Seong Woo dengan nada tidak terima dengan jawaban Eun Bi


Eun Bi mengangkat bahunya seolah 'terserah' dan kembali mengalihkan pandangannya..


"Baiklah jika kamu tidak ingin menikah denganku, jadi......."Seong Woo menggantungkan ucapannya


"Aku hanya akan membuatmu menjadi istriku. Se-ca-ra pak-sa!"sambung Seong Woo


Eun Bi langsung menoleh begitu mendengarnya..


Mereka berdua saling menatap satu sama lain..


Entah sadar atau tidak Seong Woo semakin mendekatkan wajahnya.


Eun Bi hanya mampu terdiam~


Tidak menyetujui namun tidak pula berusaha menolak..


Dan..........


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Seong Woo dan Eun Bi seketika saling menjauh satu sama lain.. Rasa canggung menyelimuti keduanya~


"Ne yeobosaeyeo (Ya hallo).."ucap Seong Woo


"..........................."


"Kami ditaman. Waeyo (kenapa)?"jawab Seong Woo


"........................................."


"Ahh baiklah, kami akan masuk sekarang."jawab Seong Woo


Panggilan terputus~


"Ada apa...?"tanya Eun Bi


"Mama menyuruh kita masuk, perbincangan mereka sudah selesai. Dan aku akan pulang."jelas Seong Woo


"Ohh baiklah, kalau begitu ayo kita masuk."Eun Bi langsung berdiri


Eun Bi langsung berjalan mendahului Seong Woo..


Seong Woo tersenyum melihat tingkah laku Eun Bi, ia tau bahwa Eun Bi sedang berusaha menutupi kegugupannya sedari tadi.


"Heii tunggu.."ucap Seong Woo


Dengan cepat Seong Woo menyusulnya. Setelah sejajar, ia berusaha menyamai langkah kecil Eun Bi. Sesekali tangannya dan Eun Bi saling bersentuhan, itu sontak membuat Seong Woo melihat ke arah tangannya..


Dengan ragu Seong Woo berusaha meraih tangan Eun Bi. Dan itu berhasil ia dapatkan.


Eun Bi menghentikan langkahnya begitu pula Seong Woo. Entah kenapa Eun Bi melepaskan genggaman tersebut..


"Wae?"tanya Seong Woo menatap Eun Bi dengan tatapan heran


"Tanganku berkeringat oppa.."jawab Eun Bi seadanya kedua tangannya saling memegang satu sama lain


"Gwenchanna."ucap Seong Woo kemudian meraih kembali tangan Eun Bi dan menggenggamnya kemudian kembali berjalan


"Tanganmu pas di genggaman tanganku, lihat."ucap Seong Woo serta memperlihatkan tangan kanannya yang menggenggam tangan kiri Eun Bi


"Ahh ne.."ucap Eun Bi tersenyum dan turut melihatnya


"Aku menyukainya, ini sangat nyaman."ucap Seong Woo menatap lurus ke depan


Eun Bi terdiam, tidak menjawab lagi perkataan Seong Woo. Bukan tidak mau menjawab, ia hanya bingung mau jawab apa..


Akhirnya mereka berjalan menuju rumah dengan saling menggenggam tangan~


Keesokan harinya --


"Yeoboseyo..."ucap Eun Bi pada seseorang yang diteleponnya


"Cepatlah keluar, aku sudah menunggumu tepat di depan pintu kamarmu."Ucap orang tersebut yang ternyata adalah Seong Woo. Mereka telah saling bertukar nomor telepon sebelumnya..


"Mwo? Waeyo?"tanya Eun Bi refleks


"Apanya yang kenapa? Memangnya aku tidak boleh menemui calon istriku?"tanya Seong Woo


"Bukan begitu, maksudku untuk apa oppa datang kerumahku sepagi ini?"tanya Eun Bi


"Mengantarmu pergi kuliah tentu saja."jawab Seong Woo seperlunya


"Mwo (apa)? Naega (aku)? Waeyo (kenapa)?"tanya Eun Bi


"Apa maksudmu?"tanya Seong Woo tak mengerti


"Aaaa...annio (tidak apa apa) oppa."jawab Eun Bi


"Tidak perlu, aku bisa berangkat sendiri. Lagipula sepulang kuliah aku ada pemotretan. Dan itu akan memakan waktu cukup lama, apa tidak apa apa oppa menungguku selama itu?"sambung Eun Bi


"Aku sudah tahu, aku sudah mendengarnya dari mama. Aku seperti ini karena mama yang menyuruhku mengantarkanmu."jawab Seong Woo


"Ahh.."ucap Eun Bi sambil mengangguk angguk


"Aku kira Seong Woo oppa yang dengan sendirinya ingin mengantarku."ucap Eun Bi dalam hatinya


"Tidak, ini tidak benar. Sadarkanlah dirimu Kwon Eun Bi."batin Eun Bi


"Mmm, tidak perlu oppa. Aku tidak ingin merepotkanmu."ucap Eun Bi


"Annio, gwenchanna. Lagipula aku juga sudah mengosongkan jadwalku hari ini, aku malas jika akhirnya hanya berdiam diri di rumah. Sesekali aku ingin melihatmu jika sedang bekerja seperti apa."ucap Seong Woo tersenyum


"Tapi oppa......."ucapan Eun Bi terpotong


"Hei, apa yang sedang kamu lakukan? Kenapa lama sekali? Aku mulai lelah berdiri.."ucap Seong Woo mulai mengeluh


Eun Bi terdiam sejenak~


"Yeoboseyo... Eun Bi-ya. Kamu masih disana?"tanya Seong Woo


"Ah ne. Oppa...... kamu tidak benar benar menungguku tepat di depan pintu kamarku bukan?"ucap Eun Bi sedikit memelankan suaranya, canggung~


Bersambung.......


Ayo tungguin terus Eun Bi nya oppa, kalo gak keluar keluar dobrak aja pintunya 😂😂


Pada suka gak sihh sama ceritanya? Apa terlalu membosankan alurnya? Boleh komen yaa 😉


Terimakasih yang sudah baca, jangan lupa tekan Likenya 🙏😊