
Seong Woo berhasil membawa Eun Bi bersamanya dengan jarak yang cukup jauh dari tempat kediaman mereka..
"Ini kunci kamarmu, kamarku tepat berada di sebelahnya.. jika ada apa apa kamu bisa segera memanggilku atau kamu boleh ke kamarku langsung, tapi aku akan lebih senang jika kamu memanggilku karena kamu memang menginginkannya bukan karena kamu membutuhkan bantuanku."ucap Seong Woo menyerahkan kunci kamar hotel pada Eun Bi dan mulai menggodanya
Eun Bi menerima kunci tersebut namun ia menatap tajam Seong Woo. Sedangkan yang di tatap hanya tersenyum..
"Oppa aku rasa kita tidak harus menginap. Kita bisa langsung pulang setelah acaranya selesai."usul Eun Bi
"Itu akan sangat melelahkan Eun Bi-ya. Tak apa kita menginap saja, jangan khawatir aku pasti akan selalu menjagamu."ucap Seong Woo
"Tapi mama dan papaku tidak tau kalau....."ucapan Eun Bi terpotong
"Jangan khawatirkan itu, aku sudah meminta izin pada mereka. Dan mereka memberiku izin untuk membawamu kemari..."jelas Seong Woo
"Sekarang masuklah dan beristirahat. Nanti malam temani aku.."ucap Seong Woo
"Mwo (apa)?"tanya Eun Bi membolakan matanya dan menyilangkan kedua tangannya agar menutupi bagian dadanya
"Wae wae (kenapa)?"tanya Seong Woo
Kemudian ia melihat kedua tangan Eun Bi yang saat ini sedang disilangkan..
"Yakk, apa yang kamu pikirkan? Aku memintamu menemaniku ke acara pertunangan seseorang terdekatku."ucap Seong Woo kemudian mengusap puncak kepala Eun Bi
"Ahh geuraeyeo (begitu).."jawab Eun Bi mengangguk polos menurunkan kedua tangannya dan tersipu malu
"Dan.... Pakailah ini nanti.."Seong Woo menyerahkan sebuah kotak
"Ige mwondae (apa ini)?"tanya Eun Bi sambil menerimanya
"Gaun untukmu, aku ingin melihatmu mengenakan ini nanti malam."jelas Seong Woo
"Ahh ne, gommawo oppa.."ucap Eun Bi
Seong Woo mengangguk..
"Kalau begitu aku masuk dulu.."ucap Eun Bi
"Ahh iya, masuklah.."ucap Seong Woo
Eun Bi masuk ke kamarnya, namun.....
"Changkkaman Eun Bi-ya..."Seong Woo menahan pintu ketika Eun Bi hendak menutupnya
"Ne?"tanya Eun Bi dan membuka sedikit pintunya
"Katakan padaku dengan jujur..... apa yang tadi ada di pikiranmu? Kenapa kamu......?"tanya Seong Woo dan meniru Eun Bi ketika menyilangkan kedua tangannya. Ia berusaha menahan senyumnya
"Mwoga? Waeyo? Naega onje? (apa? kenapa? kapan aku (melakukannya)?"Eun Bi berpura pura tidak mengerti maksud pertanyaan Seong Woo
"Aku tau kamu mengerti maksud pertanyaanku. Berhentilah berpura pura tak mengerti."ucap Seong Woo kemudian menutupi mulutnya dan sedikit mengalihkan pandangannya berusaha menahan senyumannya
"Anni.. na jinjja mollaseo (tidak, aku sungguh tidak mengerti..)"jawab Eun Bi dan memandang ke arah lain
"Neo arra (kamu tau). Katakan apa yang kamu pikirkan tadi."ucap Seong Woo
"Ahh molla molla (ahh tidak tau tidak tau).. oppa cepat masuklah ke kamarmu, aku akan menutup pintunya. Annyeong.."ucap Eun Bi kemudian menutup pintunya dan tersenyum malu. Seong Woo dapat melihatnya walau hanya sekilas, ia pun ikut tersenyum
"Eun Bi-ya, kenapa wajahmu memerah seperti itu? Yakk, aku belum selesai berbicara. Keluarlah.."ucap Seong Woo semakin gencar menggoda Eun Bi
"Shireo (tidak mau).."jawab Eun Bi dari dalam kamar
"Wae? Ppalli nawa (kenapa? Cepat keluarlah..)"ucap Seong Woo
"Shineundae.. oppa ppalli kha (tidak mau.. oppa cepatlah pergi)"jawab Eun Bi dari dalam kamarnya
Seong Woo tertawa~
"Arraseo arraseo, oppa galkke (baiklah, oppa pergi).."ucap Seong Woo
"Ne...."jawab Eun Bi
Seong Woo pun menuju kamarnya yang tepat berada di sebelah kamar milik Eun Bi..
Tiba saatnya Seong Woo membawa Eun Bi yang entah kemana. Saat ini Seong Woo tengah menunggu Eun Bi yang sedang bersiap..
Seong Woo terlihat sempurna dengan setelan jas yang dikenakannya.. ia mengetuk pintu kamar Eun Bi..
"Ne oppa changkkaman.."terdengar Eun Bi menjawab dari dalam padahal Seong Woo tak mengatakan apapun, hanya mengetuk pintu saja..
"Eotteokhae arraseo?"tanya Seong Woo pada dirinya sendiri
"Bagaimana dia tau aku yang mengetuk pintu kamarnya?"heran Seong Woo
Tak lama setelah itu Eun Bi pun keluar dari kamarnya dan melihat Seong Woo dengan posisi membelakanginya..
"Ne?"Seong Woo menyautnya
Seong Woo membalikkan badannya, seketika tubuh dan tatapan matanya seakan terkunci pada sosok yang saat ini berada dihadapannya itu..
"Eottae, gwenchanna? Yeppo? (bagaimana, terlihat baik untukku? apa terlihat cantik)?"tanya Eun Bi terus terang
"Oh yeppo, neo jinjja yeppota (iya cantik, kamu terlihat sangat cantik)"jawab Seong Woo tanpa sadar
"Gommawo oppa.."ucap Eun Bi tersipu malu
"Ne.. oh iya, bagaimana kamu bisa tau tadi aku yang mengetuk?"tanya Seong Woo
"Memangnya kalau bukan oppa siapa lagi?"ucap Eun Bi
"Bisa saja itu oranglain, layanan kamar atau siapa.. bagaimana kalau kamu salah orang?"ucap Seong Woo
"Aku hanya....... hanya akan......... menahan rasa maluku."ucap Eun Bi dan tertawa. Seong Woo ikut tersenyum melihatnya..
"Dia sangat cantik.."batin Seong Woo
"Kita berangkat sekarang?"tanya Seong Woo
Eun Bi pun mengangguk mengiyakan..
Seong Woo menyodorkan lengannya agar Eun Bi mau menggandengnya.. Eun Bi pun menuruti keinginan Seong Woo, meski dengan ragu akhirnya Eun Bi memeluk lengan Seong Woo..
Seong Woo tersenyum senang~
-----------------
Seong Woo dan Eun Bi kini telah tiba di tempat tujuan.. disana sudah ada banyak orang yang hadir..
"Oppa, jangan pergi kemanapun. Tetap temani aku. Ne?"ucap Eun Bi
"Wae? Waeyo?"tanya Seong Woo
"Aku tidak mengenal siapapun disini, aku merasa sedikit tidak nyaman."ucap Eun Bi dan tanpa sadar sedikit mengeratkan genggaman tangannya pada lengan Seong Woo
Seong Woo dapat merasakan jika saat ini Eun Bi memang merasa asing~
"Arrase arraseo.. sekarang duduklah, buatlah dirimu nyaman.."ucap Seong Woo menarikan kursi untuk duduk Eun Bi
"Gommawo oppa.."ucap Eun Bi kemudian terduduk
Eun Bi meminum air yang tersedia disana, mencoba menghilangkan rasa gugupnya.. entah kenapa ia merasa ada yang mengganjal dihatinya, oleh karena itu sedari tadi ia berusaha untuk menenangkan diri..
Seong Woo memperhatikan gerak gerik Eun Bi yang sedari tadi tidak mau diam..
"Eun Bi-ya, aku ke toilet sebentar.."ucap Seong Woo
"Ne? Eoddi?"tanya Eun Bi
"Toilet.. tunggulah sebentar, aku akan segera kembali."ucap Seong Woo dan beranjak dari duduknya
"Ahh ne.."ucap Eun Bi
Seong Woo pun pergi meninggalkan Eun Bi, untuk sejenak~
Eun Bi memperhatikan sekitarnya..
"Ahh jinjja, tidak ada yang aku kenal satupun dari banyaknya tamu tamu disini."keluh Eun Bi
"Eun Bi-ya perluaslah pergaulanmu, agar kamu tidak merepotkan Seong Woo oppa di masa depan."ucapnya pada diri sendiri
30 menit berlalu~
"Seong Woo oppa, neo eoddiga?"ucap Eun Bi dengan sangat pelan. Ia resah menunggu Seong Woo yang lama tak kembali
"Kenapa dia lama sekali?"lagi dan lagi ia berkata pada dirinya sendiri
"Haruskah aku pergi menyusulnya saja?"
"Tapi aku tidak tau dimana letak toiletnya."
"Aaaa, eotteokhaji (aku harus bagaimana)?"
"Aku harus bagaimana? Ahh, aku bingung harus melakukan apa."
Tampak jelas keresahan diwajah Eun Bi saat ini~
Lalu kemanakah sebenarnya Seong Woo pergi? Eun Bi sudah benar benar resah gelisah galau merana di tinggal Seong Woo nihh.. 😅
Terus tunggu kelanjutan ceritanya, dan jangan lupa tekan like dan berikan komentarnya yaa teman teman. Terimakasih 🙏💋😊