Fall in Love (Be Mine)

Fall in Love (Be Mine)
Dia...



Seusai pertemuannya dengan Seolhyun, Seong Woo memutuskan pergi ke sebuah mall untuk sekedar berjalan jalan melepas rasa sesaknya. Meskipun ia sendiri tidak tau akan berbuat apa disana.


Seong Woo sibuk menyusuri mall tersebut dengan wajah yang tertutup masker hitam ditambah topi yang berwarna senada dengan masker yang dikenakannya.


Tanpa sengaja Seong Woo menabrak seseorang disana..


#BRUKKKK


"Aww...."suara seorang gadis terjatuh


"Ya ampun. Maafkan aku, aku tidak sengaja. Aku tidak melihatmu."ucap Seong Woo sambil mengulurkan tangannya berniat membantu gadis tersebut berdiri


"Tidak apa. Aku juga minta maaf, aku kurang berhati hati."jawab gadis tersebut sambil menerima uluran tangan Seong Woo


"No gwenchanna (apa kamu baik baik saja)?"tanya Seong Woo kembali memperhatikannya


"Ne, na gwenchanna (ya, aku baik baik saja)."jawab gadis tersebut kemudian mendongakan wajahnya melihat kearah Seong Woo karena sedari tadi ia masih menunduk dan belum melihat siapa yang telah menabraknya


"Syukurlah."ucap Seong Woo


Gadis tersebut terdiam~


"Se....seong Woo oppa."ucap gadis tersebut ragu


"Iya, kamu kenal aku?"tanya Seong Woo


"Ahh iya tentu saja."ucap si gadis


"Apa kamu salah satu penggemarku? Mau berfoto atau tanda tangan? Tapi diamlah, jangan beritahu oranglain. Aku hanya ingin memberi kesempatan ini untukmu, sebagai permintaan maafku."ucap Seong Woo menjelaskan dan sedikit berbisik pada gadis itu


"Tidak, terimakasih."tolak gadis tersebut sambil tersenyum manis


"Are you sure? Semua penggemarku ingin berfoto atau tanda tanganku, tapi kenapa kamu malah menolak? Aneh sekali."ucap Seong Woo heran


"Ya, aku yakin. Karena aku bukan penggemarmu. Kalo begitu aku permisi."pamit gadis tersebut pergi dari hadapan Seong Woo


"Lalu kamu siapa? Kenapa kamu bisa tahu namaku? Hei tunggu....."panggil Seong Woo sedikit berteriak


Namun gadis tersebut tidak menghentikan langkahnya..


"Kamu tidak mengingatku oppa, bahkan mengenali wajahku saja tidak."batinnya


-------------


Sekitar pukul 7 malam keluarga Seong Woo telah berada dikediaman keluarga Eun Bi.. Seong Woo terlihat tampan seperti biasanya.


Seong Woo-ya beri salam."Ucap Ong Yoon Soo


"Ahh ne, annyeonghaseyo.."Seong Woo menggangguk dan memberi salam sambil membungkuk


"Anyyeonghaseyo.."jawab mama dan papa Eun Bi


"Eun Bi nya mana?"tanya Yoo Ra karena tidak melihat keberadaan calon menantunya itu


"Ohh iya, Eun Bi masih berada dikamarnya. Sebentar ya aku panggil dia. Kalian duduklah dulu."ucap Yoo Jin kemudian berlalu menghampiri kamar Eun Bi


"Ayo silahkan duduk."ucap Eun Hyuk mempersilahkan Seong Woo dan kedua orangtuanya


Yoo Jin mengetuk pintu kamar Eun Bi..


"Eun Bi-ya, mwoe (sedang apa)? Boleh mama masuk?"tanya Yoo Jin


"Annio, andwae. Changkkaman, aku keluar sekarang."jawab Eun Bi dari dalam kamarnya


"Cepatlah, mereka sudah menunggumu."ucap Yoo Jin


"Ne ( iya)."jawab Eun Bi


Eun Bi pun keluar dari kamarnya


"Omoooo chagiya, neomu yepposeo (kamu sangat cantik)."ucap Yoo Jin memuji kecantikan anak gadisnya


Eun Bi hanya tersenyum malu mendengar pujian sang mama..


Seperti biasa Eun Bi memang selalu terlihat cantik bagaimanapun penampilannya. Apapun yang ia kenakan selalu terlihat pas pada dirinya, seperti malam ini saja ia hanya menggunakan dress putih selulut dengan bahan renda dibagian atas dan putih polos dibagian bawahnya. Rambut hitam panjangnya ia biarkan tergerai begitu saja. Tidak lupa wedges dengan warna senada menghiasi kakinya..


Yang sedikit berbeda adalah malam ini ia sengaja memoles tipis wajah cantiknya itu dengan riasan makeup natural. Tidak seperti hari hari biasa, ia selalu membiarkan wajahnya terlihat alami tanpa menggunakan makeup apapun..


-----------


"Maaf telah membuat kalian menunggu."Ucap Yoo Jin sambil menggandeng tangan Eun Bi


"Annyeonghaseyo.."Eun Bi menyapa dengan membungkukan badannya


"Annyeonghaseyo."jawab keluarga Seong Woo beranjak dari duduknya membalas sapaan Eun Bi


"Uri Eun Bi neomu yeppo (Eun Bi kita sangatlah cantik)."ucap Yoo Ra memuji Eun Bi


"Khamsahamnida (terimakasih).."ucap Eun Bi tersenyum dan mengangguk


Seong Woo terus saja memperhatikan Eun Bi dari atas hingga bawah.


"Eun Bi? Kwon Eun Bi? Dia Kwon Eun Bi?"batin Seong Woo bertanya


"Tunggu, wajah ini ? sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana?"batin Seong Woo sambil berpikir


"Ahh iya..."akhirnya Seong Woo pun dapat mengingat Eun Bi


"Kamu bukannya......"ucapan Seong Woo terpotong


"Ne oppa, kita bertemu di mall tadi siang."jawab Eun Bi mengangguk mengiyakan


Ya, seorang gadis yang Seong Woo tabrak siang itu di mall adalah Eun Bi. Calon istrinya..


"Maafkan aku. Aku tidak mengenalimu."ucap Seong Woo


"Kalian sempat bertemu?"tanya Yoo Jin


"Ne (iya).."jawan Eun Bi dan Seong bersamaan


"Eoddi (dimana)? Onje (kapan)?"tanya Yoo Ra


"Apa kalian pergi bersama?"tanya Yoon Soo antusias


"Hei kalian ini. Biarkanlah mereka, jangan memaksa mereka untuk bercerita."ucap Eun Hyuk


"A....annio.."ucap Seong Woo


"Bukan begitu maksudnya.."sambung Seong Woo


"Aku tidak sengaja menabrak Seong Woo oppa di mall tadi siang. Itulah kejadian sebenarnya."jelas Eun Bi


"Tidak, tidak.. Aku yang menabrakmu."sanggah Seong Woo


"Aku yang menabraknya."jelas Seong Woo kembali


"Dan aku mengira Eun Bi adalah salah satu penggemarku. Aku menawarinya untuk berfoto bersama dan memberinya tanda tanganku sebagai permintaan maafku karena telah menabraknya sampai membuatnya terjatuh. Namun....."ucapan Seong Woo terhenti


"Namun...?"tanya Yoo Ra penasaran


Seong Woo tersenyum sejenak dan melirik Eun Bi..


"Namun apa?"tanya Yoon Soo


"Namun dia menolaknya."ucap Seong Woo sambil menggaruk tengkuk lehernya yang sama sekali tidak gatal dan menundukan kepalanya. Malu~


Semua tertawa mendengar penjelasan Seong Woo, termasuk Eun Bi.


"Eun Bi-ya, sekali lagi maafkan aku."ucap Seong Woo meminta maaf


"Annio, gwenchannayeo oppa."jawab Eun Bi sambil tersenyum


"Baiklah, kalau begitu ayo kita makan terlebih dulu. Setelahnya, baru kita bicarakan mengenai Seong Woo dan Eun Bi bagaimana baiknya."ucap Eun Hyuk


Semua berjalan menuju meja makan~


Selesai makan malam....


"Aku senang keluarga kita bisa kembali berkumpul seperti ini Eun Hyuk-ah. Apalagi putra dan putri kita akan menikah pada akhirnya."ucap Yoon Soo


"Benar sekali Yoon Soo-ya, itu akan semakin mempererat tali persahabatan kita."ucap Eun Hyuk


"Eonnie, mari kita mengurus cucu cucu kita nanti bersama sama."ucap Yoo Jin pada Yoo Ra antusias


"Ne Yoo Jin-ah"jawab Yoo Ra dengan penuh kegembiraan


Seketika itu pula Eun Bi tersedak~


"Ohh, Eun Bi-ya gwenchanna?"tanya Yoo Ra khawatir


Dengan sigap Seong Woo yang duduk disebelah Eun Bi pun memberikan gelas yang berisi air miliknya kepada Eun Bi. Tanpa sadar Eun Bi pun menerima dan meminumnya.


"Na gwenchanna.."jawab Eun Bi


Seong Woo juga mengelus pelan punggung Eun Bi.


Sedangkan Yoo Jin hanya tersenyum, ia tau betul bagaimana situasi dan kondisi Eun Bi saat ini. Tegang, canggung dan malu, itulah perasaan Eun Bi saat ini. Sampai sampai ia tersedak dengan hanya mendengar kata 'cucu' saja..


"Ahh eomma.."Eun Bi sedikit merajuk melihat kelakuan sang mama


"Mwo? Wae?"tanya enteng Yoo Jin sedikit meledek Eun Bi


"Gwenchanna?"tanya Seong Woo pada akhirnya


Eun Bi mengangguk~


"Merasa lebih baik?"tanya Seong Woo kembali dengan posisi tangan yang masih mengelus punggung Eun Bi


"Iya, terimakasih."ucap Eun Bi


"Oh syukurlah."ucap Seong Woo masih dengan posisi yang sama


"Permisi, tapi oppa..... tanganmu......"ucap Eun Bi


"Ahh ne. Mian(ahh iya. Maaf)"ucap Seong Woo kemudian menjauhkan tangannya dari punggung Eun Bi


"Tidak apa."jawab Eun Bi


"Hmm, sebaiknya kita biarkan mereka mengobrol berdua saja."ucap Yoon Soo


"Iya oppa benar, kita beri mereka waktu untuk berdua."jawab Yoo Jin pada Yoon Soo


"Baiklah, mari kita berpindah tempat kalau begitu."ucap Eun Hyuk menyetujui dan hendak beranjak dari duduknya


"Tidak, biar kami berdua saja."cegah Seong Woo mendadak berdiri


"Biar aku dan Eun Bi yang pergi dan mencari tempat yang nyaman agar kami bisa mengobrol."sambungnya


Eun Bi kaget mendengar ucapan Seong Woo, ia hanya mendongakan kepalanya melihat ke arah Seong Woo tanpa berbicara sepatah katapun.


"Kajja Eun Bi-ya (ayo pergi Eun Bi)"ucap Seong Woo sambil mengulurkan tangannya


Eun Bi hanya mengangguk. Ia menerima uluran tangan Seong Woo dengan ragu dan kemudian beranjak dari duduknya..


Berbeda dengan Seong Woo, begitu Eun Bi memegang tangannya ia langsung menggenggam tangan Eun Bi erat dan membantu beranjak dari duduknya.. kemudian mereka pun pergi keluar rumah.


"Kurasa Seong Woo tahu apa yang harus dia lakukan."ucap Eun Hyuk tersenyum


"Tentu saja sudah pasti mengerti, dia sudah dewasa."ucap Yoon Soo


Sedangkan Yoo Jin dan Yoo Ra hanya tersenyum menanggapinya..


----------


"Kita duduk disana saja."tunjuk Seong Woo pada sebuah kursi yang berada ditaman yang berada tak jauh dari rumah Eun Bi


Eun Bi mengangguk lalu terduduk disana..


"Aku minta maaf..."ucap Seong Woo mencoba memulai pembicaraan


"Oppa, ada apa denganmu? Kenapa dari tadi terus saja meminta maaf."ucap Eun Bi tersenyum ke arah Seong Woo


"Hmm, geunyang (hanya ingin saja)."ucap Seong Woo menggaruk tengkuknya dan mengalihkan pandangannya


Eun Bi tersenyum dan menggelengkan kepalanya.. aneh~


"Ya benar, kamu memang seharusnya terus meminta maaf padaku oppa."ucap Eun Bi


Seketika Seong Woo menoleh ke arah Eun Bi, menatapnya dengan tatapan tak mengerti..


"Kamu jahat oppa!"sambung Eun Bi tiba tiba


"Naega (aku)? Jahat? Wae.......?"ucap Seong Woo bingung


"Karena kamu telah menyakitiku dengan cara melupakanku."jawab Eun Bi kemudian menatap Seong Woo


Seong Woo hanya terdiam, menatap Eun Bi dengan wajah penuh kebingungan ~


Eun Bi berusaha menahan tawanya, sebisa mungkin agar tidak tertawa. Namun gagal!


"Hahaha, aku hanya bercanda oppa."ucap Eun Bi tertawa


"Kamu...."ucap Seong Woo menunjuk nunjuk pada Eun Bi sambil tersenyum kemudian ia menundukan kepalanya, merasa malu~


Sedangkan Eun Bi hanya tertawa melihat reaksi Seong Woo oppa-nya...


Hening~


"Oppa?"panggil Eun Bi namun menatap lurus ke depan, ia tak melihat ke arah Seong Woo yangΒ  disamping kirinya


"Ne.."jawab Seong Woo menatap lekat Eun Bi


"Bolehkah aku bertanya?"tanya Eun Bi


"Tentu saja. Apa yang ingin kamu tanyakan?"ucap Seong Woo


"Apa nanti oppa akan mengakuiku sebagai istrimu dihadapan publik?"tanya Eun Bi kemudian mengalihkan pandangannya pada Seong Woo, menatapnya intens sampai sampai ia memiringkan kepalanya ke sebelah kanan


Kira kira Seong Woo bakal jawab apa? Akankah Seong Woo mengakui Eun Bi sebagai istrinya di depan publik? Tunggu terus kelanjutan ceritanya yaa teman teman πŸ˜‰


Jangan lupa tekan LIKEnya juga yaa, terimakasih πŸ™πŸ˜Š