
Seketika Eun Bi pun menoleh pada Seong Woo yang memang saat itu sedang melihat ke arahnya juga..
Mereka saling menatap satu sama lain..
Entah sadar atau tidak Seong Woo sedikit demi sedikit mulai mendekatkan wajahnya menepiskan jarak diantara mereka..
Eun Bi hanya mampu terdiam..
Dekat dan semakin dekat.. Eun Bi tidak tau apa yang harus ia perbuat, dia bingung untuk memberikan respon apa pada Seong Woo.
Namun tak lama kemudian.........
"Oppa.."ucap Eun Bi menolehkan kepalanya ke arah depan dan tangannya diletakkan di dada Seong Woo, lebih tepatnya menahan Seong Woo yang semakin mendekatkan wajahnya
Seong Woo pun tersadar dan dengan segera menjauhkan diri dari Eun Bi..
"Maafkan aku.."ucap Seong Woo kemudian menggaruk tengkuknya dan mengusap wajahnya begitu saja. Ia juga mengusap telinganya yang memerah karena malu
"Tidak apa oppa."jawab Eun Bi yang saat ini menolehkan kepalanya ke arah luar jendela menyembunyikan wajahnya yang kini sedang memerah, malu..
"Dasar bodoh, apa yang kamu lakukan Ong Seong Woo? Ini terlalu cepat untuk melakukannya.."batin Seong Woo
"Sadarkan dirimu Seong Woo.."sambungnya dalam hati dan tanpa sadar menggeleng gelengkan kepalanya
Eun Bi pun dapat melihat itu~
"Oppa, kamu kenapa?"tanya Eun Bi dan memegang lengan Seong Woo
Seong Woo berhenti menggeleng dan melirik tangan Eun Bi yang memegang lengannya..
"Ahh maaf.."ucap Eun Bi yang mengerti tatapan Seong Woo dan melepaskannya
"Aku baik baik saja. Jangan khawatir~"ucap Seong Woo mengangguk dan tersenyum
"Ahh ne."ucap Eun Bi
"Ada apa denganku? Jantung ini, kenapa berdetak cepat sekali."batin Seong Woo dengan tangan yang ia letakkan di dadanya
Seong Woo mencoba menenangkan dirinya~
"Aku rasa semuanya sudah jelas sekarang. Maafkan aku telah membuatmu cemas sampai sampai banyak menghubungiku kemarin."ucap Eun Bi
"Maaf juga telah mengabaikan panggilan teleponmu dan juga pesan pesan yang telah kamu kirimkan padaku."sambung Eun Bi
"Naega mianhae. Naega jalmothaesso (aku minta maaf. Aku bersalah/menyesal)..."ucap Eun Bi kembali dan menyatukan kedua tangannya sebagai simbol permintaan maafnya
"Tidak apa. Tapi untuk selanjutnya jangan pernah mengabaikanku, baik itu berbentuk telepon ataupun pesan dariku. Apalagi sampai mengabaikanku dengan cara menolak bertemu denganku seperti kemarin."ucap Seong Woo sedikit mengungkit perbuatan Eun Bi kemarin
"Berhentilah mengungkit soal itu oppa. Aku malu..."ucap Eun Bi kemudian menutup wajah malunya dengan kedua telapak tangannya
Seong Woo tersenyum melihat tingkah laku calon istrinya itu.. Gemas~
"Aigoo... kiyowo (ya ampun, lucunya / manisnya).."ucap Seong Woo dan mengusap perlahan kepala Eun Bi
Eun Bi hanya tertunduk malu diperlakukan seperti itu oleh Seong Woo..
"Mmm, haruskah kita pulang sekarang? Atau kamu ingin terus disini bersamaku sampai besok?"tanya Seong Woo menggoda Eun Bi
"Aku pikir lebih baik kita pulang saja oppa.."jawab Eun Bi dengan senyum canggung yang terpaksa ia pasang di bibirnya
"Baiklah, ayo kita pergi."ucap Seong Woo kemudian mulai menjalankan mobilnya
-------------
"Terimakasih sudah mengantarku pulang oppa.."ucap Eun Bi kemudian melepaskan seatbeltnya dan hendak membuka pintu mobil
"Changkkaman.."ucap Seong Woo menahan tangan Eun Bi yang hendak membuka pintu
Seong Woo dengan segera keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Eun Bi.
"Kamsahamnida (terimakasih)..."ucap Eun Bi kemudian keluar dari mobil
"Apa oppa mau masuk dulu?"tanya Eun Bi sekedar menawari
"Tidak, terimakasih. Aku akan langsung pulang saja dan beristirahat. Aku lelah mencarimu seharian ini."keluh Seong Woo kembali mengungkit rasa lelah ketika mencari Eun Bi kemarin dan juga hari ini
"Oppa......."ucap Eun Bi disertai dengan matanya yang mendelik menatap tajam Seong Woo
"Arraseo arraseo, mian."ucap Seong Woo sambil tersenyum seakan mengerti arti dari tatapan tajam Eun Bi
"Aku pulang yahh.."pamit Seong Woo
"Ne.."jawab Eun Bi lalu membalikkan badannya hendak masuk
"Eun Bi-ya?"panggil Seong Woo saat ia hendak kembali masuk ke dalam mobil
"Ne?"jawab Eun Bi kemudian kembali membalikkan badannya ke arah Seong Woo
Seong Woo berjalan semakin mendekat ke arah Eun Bi.
Dan.......
Direngkuhnya tubuh Eun Bi...
CUPP!!
Sesaat kemudian Seong Woo melepaskan kecupannya..
"Aku pulang. Beristirahatlah..."ucap Seong Woo kemudian mengusap lembut pipi kiri Eun Bi meskipun hanya sekilas
"Iya, oppa juga beristirahatlah.."jawab Eun Bi
"Jangan merindukanku ya?"canda Seong Woo
Eun Bi tidak menjawabnya, ia hanya mampu memberikan senyuman manisnya~
Seong Woo pun benar benar pergi dari rumah calon istrinya itu..
"Tenanglah Eun Bi tenang.."dengan segera Eun Bi menenangkan dirinya
Ia menarik napas dalam dalam dan menghembuskannya perlahan..
"Aku kenapa? Detak jantungku.... kenapa detak jantungku berdetak seperti ini? Tidak seperti biasanya, ada yang aneh dalam diriku..."Eun Bi memegangi dadanya
"Dan pipiku, kenapa rasanya pipiku panas sekali.."kini diletakkannya telapak tangannya di wajahnya yang saat ini sudah sangat memerah
"Ohh tidak tidak. Tidak mungkin ini terjadi. Jangan bilang ini karena Seong Woo oppa. Andwae andwae, andwae Eun Bi-ya. Sadarkanlah dirimu Eun Bi.."ucap Eun Bi pada dirinya sendiri sambil menggelengkan kepalanya kemudian melangkah memasuki rumahnya
Tiba saatnya hari dimana Seong Woo melakukan konferensi pers, dimana ia akan mengakui semua hubungan yang terjadi antara dirinya dengan Eun Bi. Seong Woo juga akan mengumumkan kabar pernikahan mereka sesuai dengan yang telah di sepakati oleh semua pihak keluarganya dan juga keluarga Eun Bi. Karena ia berniat untuk berbagi kabar gembira ini kepada semua orang, termasuk penggemar yang selalu mendukungnya..
Seong Woo juga membawa Eun Bi bersamanya, tangan Seong Woo tak pernah lepas menggenggam tangan Eun Bi. Ia juga sesekali menatap Eun Bi yang terlihat gugup, dan itu membuat Seong Woo tersenyum sekilas. Entah kenapa kegugupan Eun Bi terlihat lucu bagi Seong Woo..
"Oppa changkkaman.."Eun Bi melepaskan genggaman tangan Seong Woo
"Mmm, wae wae?"tanya Seong Woo heran
"Tanganku berkeringat.."ucap Eun Bi kemudian mengambil tissue dan mengusap tangannya yang basah
"Mana?"Seong Woo menengadahkan telapak tangannya meminta sesuatu
"Apa?"tanya Eun Bi tak mengerti
"Tanganmu tentu saja."Seong Woo kembali meraih tangan Eun Bi
"Tapi oppa......"ucapan Eun Bi terpotong
"Apa tanganmu selalu basah seperti?"tanya Seong Woo meraih tissue dan mengusap tangan Eun Bi
"Annio, hanya saat aku merasa gugup saja."jawab Eun Bi jujur kemudian mengalihkan pandangannya sambil menggigit gigit kecil bibir bawahnya
Jawaban Eun Bi baru saja membuat Seong Woo terdiam dan berpikir sejenak..
"Changkkaman.. Tadi kamu bilang tanganmu akan berkeringat hanya saat kamu merasa gugup, bukan begitu?"tanya Seong Woo memastikan
Eun Bi pun mengangguk dengan polos sebagai jawabannya~
"Itu berarti saat malam dimana kita ditaman, kamu juga merasa gugup. Apa karena berada di dekatku?"tanya Seong Woo dengan tatapan menyidik
"Mmm, annio.. itu situasi yang berbeda oppa, aku tidak merasa gugup karenamu.."jawab Eun Bi mengelak dan memutar bola matanya pertanda ia sedang berbohong
"Eyyy, geojitmal.."ucap Seong Woo tersenyum melihat reaksi Eun Bi
"Annieyeo..."jawab Eun Bi
"Lalu bagaimana jika seperti ini? Neo jinjja gwenchanna, irreokhae (kamu sungguh baik baik saja, dengan posisi seperti ini)?"Seong Woo kembali menggenggam tangan Eun Bi dan sedikit menariknya agar lebih mendekat dan menatap dalam matanya
"Oppa, mwohaneun geoya jigeum (apa yang kamu lakukan sekarang)?"dengan spontan Eun Bi berjalan mundur
"Wae?"tak tinggal diam Seong Woo pun melangkah maju dan itu sukses membuat Eun Bi semakin gugup
"Ini ruangan tunggu oppa, siapapun bisa masuk kemari, bagaimana jika ada yang masuk?"ucap Eun Bi namun tidak berani menatap mata Seong Woo, ia menundukkan kepalanya
"Biarkan saja, aku tidak perduli. Tapi Eun Bi-ya, kenapa kamu tidak berani menatapku?"tanya Seong Woo semakin gencar menggoda Eun Bi
"Untuk apa aku menatapmu?"tanya Eun Bi namun masih dengan menundukkan kepalanya
"Eun Bi-ya, lihat aku.."titah Seong Woo
"Shineundae, naega wae, olma julkonde (tidak mau, kenapa aku harus melakukannya, berapa yang akan kamu bayar)?"jawab Eun Bi dengan sedikit candaan berniat menyembunyikan rasa gugupnya
"Ya, neo.. darimana kamu mendapatkan kalimat itu, uri chagiya (sayangku)?"tanya Seong Woo dengan senyumannya lalu membelai lembut rambut Eun Bi
"Aaa oppa, berhentilah menggodaku. Kamu membuatku semakin gugup."ucap Eun Bi, entahlah ucapan itu keluar begitu saja dari mulutnya
Kemudian Eun Bi langsung menutup mulutnya..
"Tunggu, apa kamu baru saja mengakuinya?"ledek Seong Woo
Eun Bi menutupi mulutnya dan menggeleng gelengkan kepalanya~
"Gwenchanna gwenchanna, aku suka kejujuranmu Eun Bi-ya."ucap Seong Woo dengan tawanya yang ia tahan kemudian menangkup wajah cantik Eun Bi
Seseorang pun masuk dan secara tidak sengaja memergoki Seong Woo dan Eun Bi..
"Hei, apa yang sedang kalian lakukan? Cepat keluarlah, acara akan kita mulai."ucap orang itu yang tak lain adalah managernya Seong Woo yang bernama Jung Hae In
Bersambung.........
Jangan lupa tekan LIKEnya teman teman, terimakasih 🙏😊