Fall in Love (Be Mine)

Fall in Love (Be Mine)
Conferensi Pers



"Hei, apa yang sedang kalian lakukan? Cepat keluarlah, acara akan kita mulai."ucap orang itu yang tak lain adalah managernya Seong Woo yang bernama Jung Hae In


"Aaa hyung... kenapa kamu mengganggu kami? Padahal hanya tinggal sedikit lagi."ucap Seong Woo dengan sedikit candaannya dan itu sukses membuat Eun Bi membolakan matanya. Seong Woo yang melihat reaksinya tersenyum puas..


"Mwo? Apa maksudmu sedikit lagi? Jangan bilang bahwa kalian........... yeogi (disini)?"ucap Hae In setengah berteriak


"Aa....annio..."ucap Eun Bi menyanggah dan melambai lambaikan kedua tangannya sebagai bentuk penolakan dari semua yang dikatakan Seong Woo


"Oppa wae........."ucapan Eun Bi terpotong


"Sudahlah, nanti kita bisa lanjutkan yang tertunda ini dirumah. Kita selesaikan konferensi persnya dulu."ucap Seong Woo seenaknya kemudian menarik Eun Bi perlahan pergi dari sana


"Oppa......."ucap Eun Bi dan memukul pelan bahu Seong Woo


Hae In tersenyum melihatnya, ia tau bahwa Seong Woo hanya berusaha untuk menggoda calon istrinya. Karena begitu Seong Woo berjalan melewatinya, ia mengedipkan kedua matanya pada Hae In. Dan Hae In mengerti apa maksud dari kedipan Seong Woo itu..


Semua penggemar Seong Woo dan Eun Bi berteriak histeris begitu mereka memasuki tempat konferensi pers..


Dengan sopan Seong Woo dan Eun Bi membungkukan tubuh mereka menyapa semua penggemar dan para awak media disana..


Eun Bi melepaskan genggaman tangan Seong Woo, namun tidak lama kemudian Seong Woo kembali meraihnya. Dan terus saja seperti itu~


Satu persatu pertanyaan yang di lontarkan berhasil dijawab oleh Seong Woo maupun Eun Bi. Mereka benar benar menjawabnya dengan penuh kejujuran tanpa ada satupun yang mereka tutup tutupi.


"Seong Woo-ssi, kapan pernikahanmu dengan Eun Bi-ssi akan berlangsung?"dan pada akhirnya pertanyaan penting ini pun mencuat


"Secepatnya.. aku pastikan dalam waktu dekat ini aku akan menikahinya, tunggu saja undangan pernikahan dari kami. Dan pastikan kalian menghadirinya.."ucap Seong Woo menoleh ke arah Eun Bi dan tersenyum. Eun Bi membalasnya dengan senyuman pula..


Semua orang disanapun bersorak dan ada sebagian yang malah bertepuk tangan..


"Seong Woo-ssi, tadi kamu bilang bahwa hubungan ini terjadi karena kalian dijodohkan, benar? Lalu katamu pernikahan kalian akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Apa itu berarti kamu sudah mencintainya?"


Semua mendadak menjadi hening~


"Eun Bi-ssi, bagaimana denganmu? Apa kamu juga sudah memiliki perasaan padanya?"


"Apa mungkin perasaan itu dapat tumbuh dalam waktu secepat ini?"


"Ya itu benar. Jawablah pertanyaan kami.."


"Apa mungkin bagi kalian untuk saling mencintai secepat ini dan kemudian memutuskan untuk segera menikah?"


"Atau jangan jangan pernikahan ini hanya sebuah settingan belaka untuk meningkatkan popularitas kalian berdua?"


Mendengar pertanyaan terakhir sontak membuat penggemar Seong Woo dan Eun Bi merasa tidak nyaman..


"Seong Woo oppa tidak akan pernah melakukan hal itu. Jaga bicaramu!"ucap salah satu penggemar Seong Woo


"Tolonglah jaga ucapanmu. Eun Bi eonnie kami tidak mungkin berbuat hal seperti itu hanya demi menaikkan popularitasnya saja."ucap salah satu penggemar Eun Bi juga turut membela idolanya


Eun Bi berusaha melepaskan tangan Seong Woo yang sedari tadi menggenggam tangan kirinya namun Seong Woo juga berusaha mempertahankan genggaman tangan itu. Seong Woo tau Eun Bi berniat menjawab pertanyaan para awak media, namun Eun Bi merasa tidak nyaman jika ia menjawab pertanyaan awak media dengan tangannya masih berada di genggaman Seong Woo oleh karena itu ia berusaha untuk melepaskannya..


"Aku tahu perasaan cinta memang tidak mudah hadir apalagi dalam waktu yang cepat. Dan aku juga mengakui bahwa aku belum mencintainya, ya benar aku memang belum memiliki perasaan apapun terhadap Eun Bi.."jawab Seong Woo pada akhirnya menjawab


Seketika Eun Bi menoleh pada Seong Woo..


"Semuanya butuh proses, dan aku akan melalui setiap proses itu. Kuharap kalian selalu mendukung dan menemaniku. Aku yakin suatu hari nanti aku akan dapat mencintainya. Dan aku pun berjanji akan membuat gadis cantik di hadapanku ini berbalik mencintaiku."sambung Seong Woo yang tengah menatap Eun Bi kemudian mencium punggung tangan Eun Bi diakhir kalimat yang di ucapkannya


Sontak semuanya bertepuk tangan. Tidak sedikit dari penggemar Seong Woo maupun penggemar Eun Bi yang terbawa perasaan oleh ucapan Seong Woo..


Eun Bi hanya mampu menatap Seong Woo. Ia tidak percaya apa yang baru saja ia dengar. Ia tidak percaya Seong Woo dapat mengatakan hal itu. Hal itu sungguh di luar pemikirannya~


Seong Woo dan Eun Bi saling menatap dan saling melemparkan senyum satu sama lain..


Para penggemar mereka dan awak media dibuat gemas oleh pasangan baru ini..


"Kami mendukung kalian.."


"Berbahagialah..."


"Hiduplah bersama dengan penuh cinta..."


"Berjanjilah untuk tetap bersama sampai kapanpun.."


"Kebahagiaan kalian adalah kebahagiaan kami."


"Ne, haengbokhaeyo.."


Kurang lebih seperti itu ucapan ucapan yang dilontarkan oleh sebagian awak media dan para penggemar Seong Woo dan Eun Bi..


Baik Seong Woo dan Eun Bi merasa senang dengan respon positif yang diberikan oleh penggemar mereka. Sungguh tidak terduga penggemarnya turut mendukung hubungan mereka..


Konferensi pers hari ini berjalan dengan baik. Seong Woo maupun Eun Bi merasa puas dengan respon dari para penggemarnya..


Seong Woo dan Eun Bi kini berada dalam satu mobil, mobil agensi Seong Woo..


"Sudah lebih tenang?"tanya Seong Woo pada Eun Bi yang berada disampingnya


"Ne.."jawab Eun Bi menganggukkan kepalanya


Hening~


"Ingin makan sesuatu?"tanya Seong Woo kembali


"Annio oppa, aku ingin segera pulang saja."jawab Eun Bi


"Mmm, baiklah.."jawab Seong Woo


"Hyung (kakak laki laki), kita antarkan Eun Bi terlebih dahulu. Sepertinya ia sangat lelah."pinta Seong Woo pada managernya Hae In yang terduduk di kursi depan disamping supir..


"Baiklah.."jawab Hae In


"Kita ke kediaman Kwon Eun Bi terlebih dahulu."ucap Hae In pada sang supir


Di sepanjang perjalanan Eun Bi hanya terdiam begitu juga dengan Seong Woo. Mereka sibuk dengan dunia khayalan mereka masing masing. Entahlah apa yang sedang mereka pikirkan~


Hae In yang merasa bosan dengan diamnya Seong Woo dan Eun Bi pun memulai pembicaraan..


"Apa kalian selalu seperti ini jika saling bertemu?"tanya Hae In pada Seong Woo sekaligus Eun Bi


*KRIKKKKK HENING~


Tidak ada yang menjawabnya..


"Ya (hei)!!"teriak Hae In


"Kkamjagiya (kaget aku)"


"Kkamjagiya (kaget aku)"


Ucap Seong Woo dan Eun Bi yang kaget secara bersamaan karena teriakan managernya


"Aaa hyung, nolletchana (kamu membuatku kaget)..."protes Seong Woo


"Lagipula kenapa kalian mengabaikan pertanyaanku?"tanya Hae In


"Pertanyaan? Pertanyaan apa? Naega onje (kapan aku 'mengabaikan pertanyaan')?"tanya Seong Woo


"Oh my god. Kamu sungguh tidak mendengarnya?"tanya Hae In


Seong Woo menggeleng~


"Bagaimana denganmu Eun Bi? Apa kamu juga tidak mendengarnya?"tanya Hae In pada Eun Bi


Eun Bi juga menggelengkan kepalanya~


"Jeoseonghamnida (maafkan aku)..."ucap Eun Bi meminta maaf


Hae In menggelengkan kepalanya tak percaya..


"Ada apa dengan kalian? Apa yang sebenarnya sedang kalian pikirkan?"tanya Hae In


"Opseoyeo (tidak ada)"


"Opseoyeo (tidak ada)"


Jawab Seong Woo dan Eun Bi bersamaan


"Lihatlah, kalian menjawab pertanyaanku secara bersamaan lagi. Melamun pun kalian bersamaan."ucap Hae In


"Sudah lupakan saja.. Lebih baik kalian beristirahat. Teruslah berdiam diri seperti ini sampai kalian puas.."ucap Hae In pada akhirnya karena merasa sedikit kesal


Kini mereka sudah sampai di kediaman Eun Bi. Namun Eun Bi masih tertidur pulas di dalam mobil.


Dengan setia Seong Woo menunggu Eun Bi terbangun dari tidurnya, ia tidak berniat untuk membangunkan Eun Bi. Seong Woo dapat melihat wajah lelah Eun Bi saat ini. Ditatapnya lekat lekat wajah calon istrinya itu~


"Tidak seharusnya kamu tidur dengan mudah seperti ini Eun Bi-ya, apalagi kamu tidak sedang berada di rumahmu sendiri. Sangat berbahaya!"ucap Seong Woo kemudian menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Eun Bi


"Bagaimana? Apa dia sudah bangun?"tanya Hae In setelah kembali dari dalam rumah Eun Bi. Entah apa yang telah dilakukannya~


"Tidak, belum. Karena aku belum membangunkannya, aku tidak tega."jawab Seong Woo


"Lantas bagaimana? Apa kamu akan menggendongnya dan mengantarkan dia ke kamarnya? Begitu?"ucap Hae In


"Kenapa tidak? Menurutku itu ide yang bagus."jawab Seong Woo menyetujuinya kemudian ia turun dari dalam mobil menuju kearah pintu keluar Eun Bi


"Mwo? Kamu sungguh akan......."ucapan Hae In terpotong melihat Seong Woo sudah membukakan pintu mobil dan sudah menggendong Eun Bi


"Sudah ku lakukan..sekarang bantu aku mengetukan pintu rumah Eun Bi."ucap Seong Woo dan mulai melangkahkan kakinya menuju pintu utama rumah Eun Bi


"Ya....ya... Seong Woo-ya...."panggil Hae In kemudian menyusul Seong Woo dengan langkah yang tergesa gesa


Bersambung.........


Jangan lupa tekan Likenya setelah membaca teman teman, terimakasih ❤🙏😊