Fall in Love (Be Mine)

Fall in Love (Be Mine)
Menghindar



"Jadi kita bisa memulai semuanya dari awal lagikan?"tanya Seolhyun memastikan


---


Seong Woo melepaskan pelukannya~


"Maafkan aku Seolhyun-ah. Aku tidak bisa kembali padamu.. Aku akan segera menikahi Eun Bi.."ucap Seong Woo


"Tapi kamu bilang kamu mencintaiku kan?"ucap Seolhyun tidak terima dengan jawaban yang diberikan Seong Woo


"Iya, untuk saat ini aku memang masih mencintaimu, tapi tidak untuk ke depannya. Aku akan belajar untuk mencintai Eun Bi di masa depan, dan melupakanmu untuk selamanya."ucap Seong Woo


"Kamu bilang hanya menganggapnya seperti adikmu?"ucap Seolhyun masih belum menyerah


"Perasaan seseorang bisa saja berubah Seolhyun-ah. Aku yakin bisa merubah perasaan itu pada Eun Bi, aku akan mencintainya sebagai seorang wanita dimasa depan. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri."ucap Seong Woo


"Karena dia gadis yang baik, maka akan mudah untukku mencintainya. Aku akan lebih mencintainya dibanding saat aku mencintaimu. Akan aku pastikan itu.. Maka carilah kebahagiaanmu sendiri, dan lupakan aku lupakan semua kisah kita, karena semuanya telah berakhir. Aku permisi.."sambung Seong Woo panjang lebar dan kemudian pergi meninggalkan Seolhyun yang mematung seorang diri


"Aku tidak akan pernah biarkan hal itu terjadi, lihat saja. Jika aku tidak bisa memilikimu, maka gadis lain pun tidak boleh memilikimu!!"ucap Seolhyun


"Arrrggghhhh, Eun Bi sialan!!"teriak Seolhyun frustasi dan sedikit menggebrak meja, membuat semua orang menoleh ke arahnya


"Apa yang kalian lihat, hahh??"bentak Seolhyun sadar dirinya kini sedang menjadi pusat perhatian


Sedangkan di lain tempat~


"Ya ampun, Eun Bi meneleponku. Kenapa aku sampai tidak tau?"tanya Seong Woo pada dirinya sendiri


Ia pun membuka pesan yang dikirimkan oleh Eun Bi 1 jam yang lalu..


'Oppa, apa tasku tertinggal di mobilmu? Balaslah, jika kamu sudah membaca pesanku'- Eun Bi


'Ya, ada di mobilku. Maaf aku tidak mengangkat teleponmu, aku tidak tau kamu menelepon. Besok akan aku antarkan tasmu. Tidak apakan?'- Seong Woo


Beberapa menit berlalu, beberapa jam.. Seong masih menunggu Eun Bi membalas pesannya. Namun balasan pesan itu tak kunjung datang..


"Dia bahkan masih belum membuka pesan dariku.. Apa dia sudah tidur?"ucap Seong Woo sambil memandang kembali ponselnya


"Ya, mungkin dia memang sudah tidur. Lebih baik aku juga tidur, biar besok langsung aku antar saja ke rumahnya."ucap Seong Woo


"Selamat malam Eun Bi.."sambung Seong Woo menarik selimutnya kemudian mematikan lampu


Berbeda dengan Seong Woo yang mulai terlelap dalam tidurnya, Eun Bi masih menyembunyikan wajah diantara kedua lututnya. Menangis~


Eun Bi sulit memejamkan matanya, pikirannya masih tertuju pada kejadian yang beberapa jam lalu ia alami.. Ia bahkan sengaja mematikan lampu kamarnya. Ponselnya juga sengaja ia nonaktifkan, ia ingin merasa lebih tenang malam ini.. Namun pada kenyataannya itu tak ia dapatkan..


"Apa yang harus aku lakukan Tuhan? Melihatnya bersama dengan wanita lain membuat hatiku sangatlah sakit. Namun aku juga tidak bisa memaksanya agar tetap berada disisiku, sedangkan dia sama sekali tidak mencintaiku. Pada akhirnya aku juga yang kembali merasakan sakit, karena harus melihat dia tidak bahagia bersamaku."ucap Eun Bi mengusap airmatanya


"Tapi bagaimana jika Seong Woo oppa benar benar membatalkan pertunangan ini? Bagaimana dengan aku? Bagaimana dengan hatiku yang kini sudah mulai mencintainya?"ucap Eun Bi


"Tidak Eun Bi. Ini salah, sadarkanlah dirimu! Kamu tidak boleh egois seperti ini. Seong Woo oppa bahkan tidak mencintaimu, kamu pun tau itu.. Sadarlah Kwon Eun Bi, sadar!!"ucap Eun Bi kemudian menjambak perlahan rambutnya sendiri


Ia kemudian beringsut naik ke tempat tidurnya, berusaha untuk tidur..


"Besok apapun yang akan terjadi, maka terjadilah. Aku sudah menyerah memikirkannya, aku terlalu lelah melewati hari ini yang terasa begitu panjang dan menyakitkan." Ucap Eun Bi kemudian menarik selimutnya


-----------------------


Pagi pagi sekali Eun Bi sudah bersiap diri, ia merias wajahnya dengan polesan makeup natural. Padahal ia sangat malas merias diri hari ini, namun bengkak di kedua matanya akibat menangis semalam membuatnya mau tidak mau harus menggunakan makeup. Ia juga merasa wajahnya ikut membengkak~


"Ya ampun, kenapa wajahku seperti ini. Semuanya terlihat membengkak. Bagaimana ini?"ucap Eun Bi melihat dirinya dari pantulan cermin


Sebisa mungkin ia memakaikan makeup agar sedikit menutupi bengkak di wajahnya. Ia juga sengaja menggerai rambutnya, setidaknya sewaktu waktu ia bisa bersembunyi di balik rambut panjangnya itu. Pikirnya~


Eun Bi menghidupkan ponselnya, dan membaca pesan dari Seong Woo..


"Aku harus segera pergi, sebelum Seong Woo oppa kemari. Ya benar, aku harus bergegas."ucap Eun Bi


"Menghindar adalah jalan satu satunya untuk saat ini, sampai aku menemukan jalan keluarnya."sambungnya kemudian mengambil tasnya dan beranjak pergi


Eun Bi melangkah menuruni anak tangga satu persatu, dan ia terkejut melihat seseorang disana~


"Eun Bi-ya..."panggil seseorang itu


"Eonnie, ada apa kemari sepagi ini?"tanya Eun Bi dan menghampirinya


Ya, yang ada di hadapan Eun Bi saat ini bukanlah orang yang berusaha ia hindari pagi ini.


Seolhyun memegang tangan Eun Bi, dengan tatapan memelasnya. Memohon disana.~


"Eonnie, tidak perlu melakukan ini. Duduklah dulu.."ucap Eun Bi menuntun Seolhyun untuk duduk


"Lepaskan Seong Woo. Akan aku berikan apapun yang kamu inginkan, dengan satu syarat kamu harus melepaskan Seong Woo. Kumohon, Ne?"ucap Seolhyun kembali memohon


"Aku akan melepaskannya, jadi eonnie tidak perlu seperti ini kepadaku. Lagipula aku sudah tau semuanya, dia tidak mencintaiku. Dia hanya mencintai eonnie."ucap Eun Bi


"Maafkan aku Eun Bi-ya, karena membuatmu mengetahui kenyataan ini."ucap Seolhyun


"Aku tidak bermaksud untuk menyakitimu. Aku....."ucapan Seolhyun terpotong


"Annio, gwenchanna. Lebih baik aku mengetahuinya lebih cepat."jawab Eun Bi


"Tenanglah, aku akan membatalkan pertunangan kami."sambung Eun Bi


"Sungguh? Kamu serius?"tanya Seolhyun dengan wajah gembiranya


Eun Bi mengangguk mantap~


"Terimakasih Eun Bi-ya, terimakasih.. Semoga kamu menemukan pria yang lebih baik lagi kelak. Dan maafkan aku, untuk sikapku padamu dulu dan untuk semuanya."ucap Seolhyun kemudian memeluk Eun Bi


Eun Bi hanya mampu membalas pelukan Seolhyun dan menganggukan kepalanya. Matanya telah berkaca kaca, ia berusaha menyembunyikan airmatanya. Menahan tangisnya~


"Baiklah, kalau begitu aku permisi. Aku akan bertemu Seong Woo hari ini, ia pasti akan sangat senang mendengar kabar gembira ini. Sekali lagi terimakasih Eun Bi-ya."ucap Seolhyun kemudian beranjak pergi


"Ne eonnie, hati hati di perjalanan."ucap Eun Bi memaksakan senyumnya


"Ne.."jawab Seolhyun


Begitu Seolhyun menghilang dari pandangannya airmata Eun Bi pun menetes..


"Tidak, jangan menangis. Ini keputusan yang tepat, keputusan yang kamu ambil sudah tepat Eun Bi-ya." Ucap Eun Bi mengusap kasar airmatanya


"Ayo kita berangkat. Kajja Eun Bi-ya.."ucap Eun Bi dan kembali melangkahkan kakinya


Namun langkahnya kembali terhenti melihat seseorang di hadapannya..


"Oppa?"ucap Eun Bi melihat Seong Woo kini sudah berada di hadapannya


"Selamat pagi.."ucap Seong Woo menyapa


"Ada apa kemari sepagi ini?"tanya Eun Bi dingin tanpa membalas sapaan Seong Woo


Seong Woo merasa aneh dengan sikap Eun Bi pagi ini.. Ia pun melangkah mendekati Eun Bi..


"Kenapa dengan wajahmu?"tanya Seong Woo kemudian mengusap pipi kiri Eun Bi


Mata Eun Bi berkaca kaca~


"Kamu habis menangis?"tanya Seong Woo yang bisa melihat mata Eun Bi yang membengkak, seperti sudah menangis. Pikirnya~


"Tidak."sanggah Eun Bi


"Tapi matamu......."ucapan Seong Woo terpotong


"Aku tidak apa apa. Terimakasih sudah mengembalikan tasku. Aku harus pergi, maaf tidak bisa menemani oppa."ucap Eun Bi mengambil tasnya dari tangan Seong Woo


"Mama, ada Seong Woo oppa.. Aku pergi dulu.."teriaknya kemudian berlalu pergi


"Tunggu, biar aku antar saja."ucap Seong Woo menahan tangan Eun Bi


"Tidak perlu, terimakasih.. aku bisa pergi sendiri."ucap Eun Bi dan menepis tangan Seong Woo


Eun Bi melangkah dengan cepat, setengah berlari~


Seong Woo hanya terdiam menatap kepergian calon istrinya itu..


"Ada yang salah. Tidak biasanya dia seperti ini."ucap Seong Woo pada dirinya sendiri


Bersambung.....


Akhirnya bisa next chapter juga, setelah menghadapi banyak kesibukan yang tak bisa ditinggalkan. Mohon maaf yang sebesar besarnya untuk keterlambatannya 🙏


Jangan lupa tetap tekan LIKEnya yaa teman teman. Terimakasih 😘😘