
**Maaf akan penyebaran typo dan EYD yang sangat kurang!!! Terimakasih telah mampir dan mau membaca ceritaku....
Happy Reading!!! I hope you like it**!!!
___________
Esther panggilan bagi Esia Theresa adalah panggilan pihak lain.
Axton adalah seorang penyendiri dalam artian dia sama seperti Esther. Dikucilkan,dihina, dan dibiarkan. Sakit? Pasti.
Namun ketekadan yang kuat sehingga dia bisa mendirikan Xayers Family. Rata-rata anggota XF adalah orang yang kurang beruntung akan hidup, seperti mereka tidak punya tujuan hidup. Dan Axton memberikan harapan pada mereka agar menjadi lebih baik.
Esther pun sama, sepuluh tahun kebelakang saat usianya berumur 10 tahun, dirinya bertemu Axton. Disaat dunia sedang bersedih Axton hadir memberinya semangat. Esther masih ingat saat hari ulang tahunnya dulu.
Orang yang paling menyayanginya meninggal disaat hari ulang tahunnya. Ya, dia ibu asuh Esther namanya bu Nami.
Bu Nami mengaggap Esther seperti anaknya sendiri meski tuannya selalu menyiksa Esther.
Sepuluh tahun lalu itu_
"Selamat ulang tahun, Esia kesayangan bi Nami" ucap bi nami dengan gembira. Dia datang kekamar Esther dengan kue berangka 10 itu. Esther berbinar saat melihatnya dari tadi pagi dia menantikan kejutan ini. Dan sekarang ada,
"Maaf bibi cuman bisa beliin kue kecil ini. Nanti Non Esia makan ya" Esther kecil mengagguk antusias. Bi Nami tidak mempunyai anak sedangkan suaminya telah meninggal.
Esther meniup lilin itu dan merapalkan doa nya "Esia memohon apa?" tanya bi Nami. "Esia mohon ibu sama ayah juga kakak bisa menyayangi Esia, dan bi Nami tak meninggalkan Esia" ucap Esther polos. Mendengar penuturan anak didepannya ini membuat bi Nami menitikan air matanya "kenapa bi Nami bersedih ini kan hari ulang tahun Esia jadi bi Nami juga harus seneng dong" sambil menghapus air mata bi Nami "atau jangan-jangan bi Nami mau ninggalin Esia ya? Bi Nami gak sayang sama Esia? Bi Nami mau kayak keluarga Esia?" ucap Esther kecil parau. Bi Nami langsung menjawab_
"Eh, nggak bi Nami gak sedih cuman kelilipan" Esther memeluk bi Nami sayang dia adalah orang yang menyayangi nya sepenuh hati meskipun bukan keluarga nya.
Namun kebahagiaan itu harus terenggut saat seseorang mendobrak pintu kamar Esther dengan paksa. Dia dapat melihat Melany yang tengah menatap permusuhan pada Esther dan bi Nami.
"Oh, jadi untuk ini kamu mencuri uang saya" ucap melany. Bi Nami mengerinyit tak mengerti_apa maksudnya mencuri?
Tanpa aba-aba Melany langsung merebut kue itu dan menghancurknnya kelantai.
"Nyonya" teriak bi Nami refleks.
"Ohhh, setelah kau berani mencuri kau juga berani dengan ku?" murka Melany.
"Apa yang nyonya maksud saya tidak mencuri" Elak bi Nami. Esther hanya diam membisu.
"Lalu apa ini? Kau membelikan anak itu kue, punya duit dari mana kamu?"
"Nyonya, saya memang hanya ibu asuh, tapi saya juga punya harga diri dan tidak akan melakukan hal cela seperti itu" ucap Bi Nami saat Melany ingin membuka mulut nya untuk berbicara bi Nami langsung melanjutkan perkataan nya "Seharusnya nyonya, kasiahan sama Non Esia hari ini ulang tahun nya dan nyonya lupa akn hal itu. Dan mengapa kalian selalu menyiksanya? Dia hanya gadis kecil yang membutuhkan kasih sayang" jelas Bi Nami.
"Kau hanya seorang pembantu, kau berani menasehatiku"
"Itu memang seharusnya"
Karena jengkel dengan sipat bi Nami, Melany langsung menariknya, paksa. Esther mengikuti dan mencoba melepaskan Bi Nami namun apalah daya kekuatannya tak mampu menandingi tarikan Melany.
Melany membawa Bi Nami ke gudang dan langsung melemparkannya ke dalam "kau juga masuk" seret Melany pada Esther. Kemudian dia mengunci dan meninggalkan tempat itu. Esther berteriak minta tolong namun teriaknnya bak angin lalu.
Esther menangis dan Bi Nami menenangkannya. Ini salahnya kenapa dia dilahirkan ke dunia ini? Menjadi orang yang sangat di benci keluarga nya, dimusuhi teman-temannya. Dan orang yang menyayangi nya pun harus kena imbasnya.
Tiga hari mereka di gudang tanpa di beri makanan maupun setetes air sekalipun.
Bi Nami demam tubuhnya panas dan kejang-kejang. Esther kemudian menggedor pintu untuk meminta pertolongan namun lagi-lagi mereka bisu. Apalagi dia belum makan apapun.
Namun terlambat semua nya terlambat Esther menangis dengan kesedihannya, kado ulang tahunnya adalah kepergian orang yang di sayangnya juga yang menyayangi nya. Semua karenanya_ karenanya.
Dan hal itu membuat dirinya bersedih. Seharusnya dia tak mengharapkan kasih sayang dari keluarga ini.
Beberapa saat kemudian, mereka ( Azreneida) mengurus pemakaman bi Nami. Seakan tak terjadi apapun mereka bungkam hal kematian nya. Dan itu tak dipertanyakan karena bi Nami hidup sebatang kara.
Sedangkan Esther orang yang paling bersedih akan hal ini. Hanya diam lagi dan lagi yang dia bisa hanya diam.
Semua orang telah pergi dari pemakan kini hanya ada dirinya, dia menangis kencang tak memperdulikan yang sekarang bahkan hujan turun membasahi baju hitamnya. Namun tak lama karena sebuah payung melindunginya. Esther mendongkan melihat siapa gerangan yang melakukan seperti ini. Dan dia sekarang bisa melihat, seorang dengan jas hitam melekat di tubuhnya. Dia melihat lelaki itu dan lelaki itu jongkok kemudian berkata "Menangislah! Jika menangis bisa membuat mu lebih baik"
Esther menangis tanpa dia sadari dirinya telah memeluk pria itu. Dia butuh sandaran, dia kesepian.
.
.
.
Semenjak hal itu Axton mengajarinya tenang kekuatan, tentang bela diri yang bisa mengubah penampilannya tapi tentu tanpa sepengetahuan Azreneida Family sekalipun sang Kakek, Jhonatan. Dia tak pernah tahu bagaimana Melany dan Anton memerlukannya.
Axton juga menagajarinya tentang bisnis dan seperti kalian tahu Esther telah mendirikan Theresa' C dan masih dalam naungan Xayer Family.
Sekarang_
Mendengar namanya dipanggil setelah menundukkan kepalanya dia (Esther) dengam cepat memeluk pria itu. Erat sangat erat seakan Esther tak ingin di tinggalkannya. Esther menangis dalam pelukan Axton.
Sedangkan para anggota yang melihat itu hanya diam membisu terkejut, pasalnya mereka belum pernah melihat sang ketua menangis. Yang mereka lihat hanya ketua yang dingin juga haus darah.
Esther tak memperdulikan para anggota, dia hanya ingin menumpahkan kesedihannya dan Axton adalah sandarannya.
Pria tua itu mengerti apa yang terjadi dengan Esther. Dia hanya membiarkan Esther menangis seperti ini dan dirinya menenangkan.
"Menangislah Esther sayang " ucapnya lembut.
Azreneida Mansion_
Anton mencari Esther mereka uring-uringan tidak jelas.
Kemana anak itu pergi? Pertanyaan itulah yang mereka simpan dalam benak.
Pasalnya mereka tahu hari ini adalah hari ulang tahun Esther ke-20 dan di usia sekarang Jhonatan Azreneida mengesahkan warisannya. Mereka menerima kenyataan bahwa... Esther bukan anak kandung mereka dia anak dari kakak perempuan Anton yang meninggal karena kecelakaan dan menyiksakan Esther.
Alasan jatuhnya warisan hanya pada Esther adalah harta itu milik Sonia Thereyolind Azreneida dan Stefen (ayah dan ibu kandung Esther) yang di titipkan pada Jhonatan.
Lalu apa Esther tahu akan hal ini? Dia tahu sangat tahu.
Axton adalah orang yang pernah ditolong oleh Stefen dan dia ingin membalas budi. Tapi kenyataannya, Stefen telah pergi dan saat tahu bahwa anak Stefen di perlakukan dengan tidak baik dia berjanji akan melindungi Esia Theresa Azreneida.
Tak ada yang tahu akan hal bahwa Esther bukan anak kandung Melany dan Anton. Sekalipun para pembantu.
Dia berfikir bahwa Esia adalah anak AntonMelany.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
"Semuanya nampak seperti asli yang padahal hanya ilusi. Itulah mereka tidak tahu yang sebenarnya. Kerena mereka belum melihat sisi buruknya"
_RainHa_
Vomentnya (aku doble up hari ini)
SALAM
___________
RAIN HALIMAH