ESTHER!!!

ESTHER!!!
CHAPTER |1|



"Pada umumnya, manusia diciptakan sama namun kemauanlah yang membuat mereka berbeda"


--RainHalimah🍁


______///_____///_____///_____///______


_____///____///____///____


___///___///___///___


__///__///__///__


_///_///_///_


_///_


_


"ESIA!!! GUE UDAH BILANG 'KAN SAMA LO! GUE PESEN SIOMAY. BUKAN BAKSO, LO BUDEG ATAU GIMANA SIH?" Teriak Mauri menggelegar seisi kantin. Wajah merah padamnya menandakan bahwa dirinya tengah emosi level dewa. Bahkan sekarang dia tak tahu malu dengan menendang Esther, dan tentu saja Esther langsung ambruk.


Esther hanya diam tak membalas, dengan menggenggam ujung dres yang dia pakai Esther mulai menangis dalam diam. Tak ada yang menyadari dirinya mengeluarkan air mata. Semakin kuat Esther menggenggam ujung dres itu semakin erat pula kepalan tangnnya.


Mengapa semua ini terjadi padanya? Hanya karena berbeda dia diperlakukan seperti ini. Se-antero kampus mengenalnya. Esia Theresa Azreneida putri bungsu keluarga Azreneida.


Putri yang tak dianggap karena Sikapnya yang penakut, lemah, juga jarang berkomunikasi dengan orang lain. Sering dibully? Makanan sehari-hari.


Dianggap sampah tanpa terkecuali oleh keluarganya. Mereka menganggap Esia sebagai aib keluarga mereka.


Orang melihatnya dengan tatapan menjijikan seakan dirinya adalah sesuatu yang ingin mereka singkirkan lebih tepatnya memusnahkan.


Sedari kecil inilah Esther dengan kacamata bulatnya, rambut kepangan dua yang agak berantakan dan tak mengerti akan fashion. Padahal keluarga Azreneida salah satu keluarga yang sangat kaya. Namun apalah daya mereka tak menginginkan seorang bernama Esther.


Mereka sangat ingin menyingkirkan Esther Namun hal itu tak akan pernah terlaksana. Karena apa? Karena sang Kakek Johan Azreneida telah mewariskan seluruh hartanya pada sang cucu. Jika Esther meninggal maka warisan itu akan diberikan pada panti asuhan atau dijadikan amal yang lain.


Begitulah, kalian paham maksud ku kan?


Paham-pahamin ajalah😊


Bek stori!!!!


Namun dibalik sikap lugunya serta sikap polos nya mereka tidak tahu bahwa Esia bisa menjadi bringas. Wajah bringasnya tertutupi dengan wajah lembut serta polosnya. Mereka tertipu, namun Esia hanya tersenyum dalam hati.


Lalu tadi menangis? Oh ayolah kau Jangan tertipu, dia sedang drama. Hebatkan! Beri acungan jempol pada Esia...


"Selamat tahun ini kau mendapatkan piala oscar"


Tangan mengepalnya semakin kuat. Rasanya dia ingin menampol waja sok cantik perempuan yang berdiri di hadapannya ini. Namun dengan kesabaran level tinggi, Esther mencoba menahan. Meskipun hasutan sang setan yang senantiasa menyemangatinya untuk membalas pada Mauri.


Byuuuurrr...


Dengan sekali tumpahan jus Alpukat itu tepat berada di kepala Esther. Siapa lagi pelakunya kalo bukan Mauri.


Piye kabare penonton? Ya mereka hanya diam tanpa ada niatan menolong Esther. Inilah kesenangan yang disebut kesenangan HQQ. Penonton ricuh mulai menyemangati Mauri untuk memberikan palajaran lagi pada Esther


Apa yang dilakukan Esther? Ya tentu diam tak membalas demi menjaga image nya sebagai orang cupu tingkat atas alias rahasianya tidak terbongkar maka dia harus melakukan ini. Kalo gak mau jaga rahasia, Esther bisa kok untuk menampol wajah Mauri yang sok-sokan cantik.


Esther berdiri kemudian berlari menuju toilet tak mengindahkan ucapan Mauri yang menggelegar meneriaki namanya. Ntahlah ini disebut kantin atau apa. Yang pasti dan yang paling penting disini tempatnya Gede Buanged juga mewah.


Esther pun mengambil ponselnya yang berada didalam tas slempangnya. Dan mengotak-atik mencari nomor kontak yang akan dihubunginya.


"Hallo, Liona. Bawa baju saya untuk meeting hari ini ke universitas xxx" ucap Esther sambil memutuskan sambunganya sepihak.


Lama menunghu akhirnya sampai. Kini gaya ala Theresa tercetak di tubuh mungilnya. Ya dia adalah Theresa orang mengenal mereka sebagai pengusaha muda juga tersukses apalagi penghargaan itu telah didapatinya. Meskipun mereka tahu bahwa Theresa belum mempunyai pangkat sarjana tapi ntahlah pemikirang gadis itu terlalu jauh. Makanya banyak perusahaan yang ingin bekerja sama dengan nya. Theresa membangun perusahaan ini semenjak dirinya akan masuk ke perkuliahan awalanya mereka mencemooh Theresa karena gadis kecil juga belum pangkat sarjana mendirikan sebuah perasaan. Lelucon macam apa ini?


Lalu dari mana Theresa mendapatkan biaya itu? Nanti seiring berjalannya cerita maka saya akan menjelaskannya.


Theresa keluar dari toilet itu. Menimbulkan tatapan cengo dari para mahasiswa yang berada di dalam kamar mandi itu. Bagaiman seorang Theresa ada di universitas mereka? Siapa yang tak tahu akan Theresa? Gadis muda ini sungguh diminati para komunitas.


Wajahnya yang lembut juga berwibawa yang mengandung sisi tegas dari Theresa. Manik hitam yang pekat membuat orang terhipnotis akan dirinya. Serta bibir tipis mungil dengan warna merah alami namun menggoda membuat siapapun ingin mencoba bagaimana rasanya. Hidung mancung terlihat angat sempurna bagi Theresa. Tak hanya cantik saja yang bisa menggambarkan bagaimana Theresa.


Namun satu yang mereka tak ketahui bahwa gadis itu adalah Esia orang yang selalu dicaci serta dihina. Sungguh Esia sangat pandai bersembunyi. Bahkan Publik yang selalu menceritakan Theresa tidak tahu bagaimana latar belakang Theresa.


Ingat Esia, Theresa, Esther!


Lalu bagaima dia tahu tentang bisnis?ntar di episode mendatang.


Bek stori.


Mereka yang melihat Esther pun meminta untuk berselfie dengannya. Ya, tentu Esther tak menolak. Esther hanya tersenyum dalam hati mengingat bagaimana mereka memperlakukannya saat menjadi Esia.


Setelah puas Theresa pun pergi menuju parkiran kampus itu itu. Dan lagi-lagi mereka memberiakan tatapan cengonya. Bagaiman tidak kampus mereka telah kedatangan Theresa. Atau jangan-jangan Theresa akan kuliah disini. Amiiin.


Esther mengambil jurus seribu langkah untuk menghindari orang-orang yang ingin berselfie dengannya. Dan nasib baik dewi Fortuna ekarang berpihak padanya. Di depannya kini terdapat  empat bodyguard serta sekretaris nya Liona.


Dan mereka segera mengamankan makhluk-makhluk yang mengganggu Esther.


Esther pun merasa legah karena terhindar dari mereka. Setelah masuk ke mobilnya Esther menghembuskan nafas kasarnya pertanda bahwa dirinya lelah.  Liona melihat atasannya seperi itu akhirnya membuka percakapan. Ya posisi Liona berada di kursi kedua.


"Nona, apakah kau akan seperti ini?" Tanya Liona. Bagaimanapun dia tahu siapa atasannya ini dan usianya dua tahun lebih tua dari pada Esther. Tapi Liona masih belum tahu siapa Esther. Yang dia tahu bahawa Eaia adalah Theresa. Bahkan nama perusahaan Estherpun diambil dari kata 'Theresa' atau orang mengenalanya dengan 'Theresa'Corporation.


"Ya, seperti itu" jawabnya acuh. Ya, dia adalah Theresa orang yang super duper dingin bicara selalu to the point.


Kadang dia juga dipanggil 'ice princess' oleh masarakat. Namun apa reaksi Esther? Dia hanya menanggapainya acuh.


"Oh, ya nona Raitrama'Grup ingin mengadakan kontrak kerjasama dengan kita" ucap Liona kemudian dia menscroll tablet yang sedari tadi dipegangya.


"Oh, ya? Akhirnya perusahaan itu pun mengakui keberadaan ku" meski terkesan dingin namun ini hal baik karena Liona melihat Theresa mengucapkan kalimat panjang. "Aku terima" lanjutnya. Dan dibalas anggukan oleh Liona.


"Liona, aku lupa dengan siapa kita akan mengadakan meeting sekarang?"


"Dengan Aldric Company" jawabnya langsung.


Setelah percakapan singkat itu tak ada lagi kata-kata yang keluar dari mereka berdua. Baik sang supir yamg dari tadi hanya menyimak. Walupun yang dikatakan atasannya tidak di mengerti. Akhirnya sampai di depan gedung yang bertuliskan 'Theresa C'. Esther dan Liona segera keluar dari mobil sebelum keluar Esther berpesan pada pak Jaya--supir pribadinya untuk tidak menjemput dan tentu pak Jaya menurutinya.


🍁🍁🍁


Sampai jumpa di part selanjutnya.


SALAM


___________


RAIN HALIMAH