
**Maaf akan penyebaran typo dan EYD yang sangat kurang!!! Terimakasih telah mampir dan mau membaca ceritaku....
Happy Reading!!! I hope you like it**!!!
_____________
Esther pergi menaiki mobil pribadinya. Dia mengambilnya dari rumah Theresa. Dengan kecepatan penuh Esther membelah jalanan yang cukup ramai.
Dia masih bertanya mengapa Liona menyuruhnya malam-malam ke kantor?
Tapi Esther tak bodoh untuk saat ini. Biarkan bodohnya bagian dari masa lalunya. Sesampainya di tempat tujuan Esther segera keluar dengan tergesa-gesa. Gedung perusahaanya sepi tapi ada penerangan disalah satu ruangan yang Esther tau itu ruangan kerjanya.
Shit! Esther mengumpat. Esther berjalan ke ruangan yang tak ada seorang pun didalamya. Tempat itu tak ada yang tahu selain dirinya. Ruang bawah tanah!
Di sana Esther mengganti pakainanya yang mula hanya menggunakan Celana Jeans dan t-shirt sekarang di ganti dengan jaket kulit serta celan jeans hitam dengan sobek-sobek di bagian lututnya. Jangan lupakan dia menggunakan Topeng peraknya untuk menutupi bagian kening sampai hidung sedangkan bagian bibirnya tetap terlihat.
Kemudian Esther menggunakan lipstick berwarna merah darah di bibir mungilnya. Rambut panjanganya dikuncir tinggi. Terlihat sangat menakjubkan. Leher jenjangnya memperlihatkan sisi tegasnya.
Dia adalah Esther, Esther yang sebenarnya!
Esther berjalan menuju lift yang langsung menuju tempat pribadinya. Setelah lift terbuka Esther berjalan santai menuju ruangan itu. Ruangan yang sangat tertutup tak ada celah bahkan jika kau melihatnya bagian di mana pemberhentian lift tidak seperti lift tapi dinding yang rata sama.
Jika kau tak melihatnya dengan teliti maka tak akan kau melihat bagian mana kau keluar dari lift itu. Disini terlihat hanya ada dinding-dinding biasa. Tapi di balik itu terdapat tombol yang bisa masuk langsung ke ruangan kerjanya.
Ini bukan tempat sederhana, bagaimana kau bisa menyebutnya sederhana sedangkan di ruangan tersebut terdapat almari besar yang berisikan semua senjata yang ada di dunia.
Esther?
Ya dia yang memiliki ini semua. Tapi dia masih pintar dan masih waras untuk tidak melakukan hal yang bodoh. Ini hanya senjata duplikat. Jadi bukan asli, karena yang asli Esther menyembunyikan nya dengan Sangat aman dan jauh.
Meskipun mirip tapi ini adalah rancangan yang gagal. Jadi Esther tak perlu hawatir jika kehilangan nya.
Bek Story!
Esther mengambil beberapa senjata yang menurutnya bagus alias rancangan yang tidak gagal. Seperti pisau lipat, benda itu adalah benda yang paling di sukai nya. Pistol kedap suara, dan semacam jenis belati. Esther menyimpan nya dibalik jaketnya sedangkan pistol itu disimpan di pinggang kirinya.
Esther berjalan menuju samping lemari yang di sana terdapat sebuah tombol. Kemudian dia menekannya. Tembok dibagian kirinya yang awalnya tertutup kini terbuka, tombol itu menyatukan dengan kamar mandi ruang kerjanya.
Setelah keluar tembok pun tertutup kembali dan rapat Seperi tidak pernah terjadi sesuatu. Esther membukakan celah diamana dia bisa melihat langsung bagaiman kejaddian di ruang kerjanya.
'*******' umpat Esther, kala melihat Liona tengah disandera oleh sekelompok oranh berbaju hitam kemungkinan sekitar 5 orang.
Siapa mereka? Itulah yang dipikirkan Esther. Pasalnya dia tidak pernah berbuat keributan atau membuat pihak lain sengsara atas tindakannya. Kecuali jika dia menjadi Esther sekarang dirinya adalah pembuat masalah.
Yang dipertanyakan kembali mengapa mereka inhin menculiknya? Atau mereka sudah tahu bahwa Theresa itu adalah Esther atau Esther itu adalah Theresa.
Jika mereka tahu ini tal boleh dibiarkan. Mereka harus musnah jika identitasnya diketahui.
Esther masih setia memerhatikan mereka yang mungkin menunggu kedatangannya. Dilihat dari situasi ini Liona dipaksa agar mebelpon Esther dan mempercepat perjalanan nya. Handphone Esther hampir berbunyi sebelum dia menonaktifkan suara yang keluar. Esther menghela nafas lega, kalo tidak di nonaktifkan kemungkinan besar saat ini mereka berlima mengetahui keberadaannya. Esther keembali memperhatikan mereka.
Sekarang dia ingat siapa mereka. Ya mereka, terlihat dari logo yang tercetak dibagian kori lengan mereka bergambar bunga Rose Hitam atau orang menyebutnya 'BlackRose'. Mafia ini adalah salah satu yang pernah berurusan dengan Esther serta gengsternya bernama 'Jackson' selalu berurusan dengan gengster yang dipimpin Esther.
Pistol yang sedari tadi dipegang salah satu dari mereka kini telah ditodongkan ke kepala Liona. Dari kejauhan Esther memegang pistol kedap suaranya dan membidik orang tersebut.
Cep, tepat sasaran. Orang itu langsunh ambruk dengan keluarnya darah dari bagian jantung nya. Membuat mereka berempat ketakutan termasuk Liona. Siapakah gerangan yang melakukan itu?
Rasanya Esther ingin menguliti mereka terlebih dahulu naamun dalam.keadaan seprti ini tidak memungkinkan. Melihat situasi dan kondisi yang tidak mendukung. Ini tempat kerjanya dia tak ingin mengkotori tempat ini. Juga, keberadaan Liona. Nanti dia bisa shock jika melihat yang Esther lakukan.
Dengan keyakinan penuh serta kecepatan juga keterampilan Esther dia membidik semia orang itu kecuali Liona pastinya.
Dan yap, semuanya ambruk seketika. Lioan berteriak histeris ketakutan. Tapi sesaat kemudian Esther keluar dibalik kamar mandi. Liona tentu terkejut melihat ada seseorang selain mereka. Dan apa pistol? Apakah dia ingin membunuhnya juga? Oh, tidak!
Melihat Liona yang ketakutan akhirnya Esther berbicara padanya" tenanglah aku tidak akan menyakitimu" ucapnya. Liona mengekerutkan keningnya suara ini? Dia pernah mendengarnya. Tapi dimana?
Meliahat ekspresi Liona yang seajan bingung Eather berbicara kembali " Aku Esther dan tak akan menyakitimu dan tenanglah biar aku yang urus ini"
Liona percaya bahwa seseorang didepannya ini adalh orang baik "Tapi nona ku bagaimana jika dia datang kesini?" ucapnya mulai takut. Apalagi sebentar lagi nonanya akan sampai kekantor nya.
"Kau hubungi saja" saran Esther. Liona menuruti saran gadis ini. Lalu Liona menggelengkan kepalnya dan melihat Eather dengan tatapan seprti dia berbicara 'dia tidak mengangkatnya'
"Kau tinggalkan pesan aja beres kan?" sarannya lagi. Dan tentu Liona menurutinya. Stelah mengirimkan pesannya Esther kembali berucap" saat nonamu datang tempat ini akn segera bersih kembali tenanglah"
Esther merogoh saku jaketnya. Dan membawa HP-nya dalam genggamannya. Tidak hanya itu, dia mulai mencari kontak yang akan dihubungi nya. Tersambung!
"Jean, datanglah ke _Theresa'C, bawa sepuluh anggota. Ada makanan untuk si Empus-ku" ucap Esther.
Stelah memutuskan telepon nya Esther berjalan menuju sopa diman Liona berada. Mungkin dia masih shock atas kejadian ini. Kemudian dia mnyuruh Liona pulang karena dia telah memberika balsan jika Theresa tidak akn datang. Liona pun pergi. Pikirannya masih berkecamuk dengan apa yang terjadi sebelumnya. Meliaht Liona yang hampir membukakan pintu kerjanya Eather mencegahnya."Tunggu" ucap Esther "Temanku akan mengantarmu tak baik seorang perepuan bermalamn di luar sendirian" Liona seakan tidak.setuju dengan ucapan Esther bagaimana jika dia menyakitinya. Melihay ekspresi Lioan yang terlihat tidak setuju Esther berbicara kembali.
"Tenang aku tidak akan menyakitimu. Mereka juga tidak menyakitimu. Jika mereka berani menyakitimu maka aku akan langsung menghukum mereka" ujarnya meyakinkan.
Liona mengangguk kemudian dia keluar karena Esther menyuruhnya. Tapi dia tak pernah berpikir jika Esther akan melakukan sesuatu di ruangan kerja nonanya. Ntah lah dia baru pertama kali melihat gadis bertopeng perak itu tapi dia percaya padanya.
Ntah apa yang terjadi selanjutnya karena sang penelepon mengganggu aktifitasanya. Bisakah mereka membiarkannya istirahat?
Namun tidak saat sang penelpon berbicara "Ketua markas diserang sekitar seribu pasukan musuh menyerang" ucap sang penelpon...
Tanpa menunggu aba-aba. Esther berjalan dengan langkah seribunya. Dia menuju ruang bawah tanah yang disana terdapat Puluhan mobil juga rastusan Motor...
Esther membawa kunci motor yang akan dia tunggangi. Kemudian dia berjalan menuju motor yang super duper gede apalah namanya Sport mungkin.
Motor dengan warna hitam senada dengan kostum yang dipakainya. 23:00. Dia mempercepat kendaraanya dengan kecepatan penuh.
10 menit sampai di lokasi dia melwati jalan belakang yang hanya diketahui oleh anggota BG atau BlackGhost.
Sekitar seribu pasukan menyerang Markasnya. Eather menghela napas diatap gedung ini. Kemudian dia menatap anggotanya menyiratkan untuk mundur. Sang penginrupsi pun berteriak "MUNDUUUUR!"
Dengan otomatis mereka.mundur. Namun sang penyerang yamh melihat itu berpikiran bahwa pihak lain mengaku kalah. Namun....
BBOOOOMMM...
BOOOOOMMM...
BOOOOM...
AAAAAkhhhhhhhhhhh
.
.
.
.
.
Dari atap Eather melihatnya dan segera tidak dia menyia-nyiakan kesempatan ini. Kemudian dia menyalakan Bom. Dan melempar nya hingga...
BBOOOOMMM...
BOOOOOMMM...
BOOOOM...
AAAAAkhhhhhhhhhhh......
🍁🍁🍁
"Ingat! Jangaan biarkan mereka mengetahuinya. Ingat Esther!"
_Esther_
_______________
________
___
_
Sampai jumpa di part selanjutnya_
SALAM
___________
RAIN HALIMAH