ESTHER!!!

ESTHER!!!
CHAPTER |4|



**Maaf akan penyebaran typo dan EYD yang sangat kurang!!! Terimakasih telah mampir dan mau membaca ceritaku....


Happy Reading!!! I hope you like it**!!!


_______


Semuanya berjalan lancar setelah aksi penge-boman. Esther berjalan kebawah. Efek yang ditimbulkan bom itu sangat ampuh. 1000 pasukan penyerang musnah seketika. Bom itu? Sangat bagus, tentu saja karena Esther yang membuatnya.


Para anggota hanya bisa bernafas lega. Kalo tidak ada sang ketua mungkin markas mereka serta seluruh anggota akan hancur.


Esther mendekati sang tangan kanan serta berkata"Bereskan semua ini dan jangan sampai besok pagi menjadi berita menyebar" Ucap Esther tegas.


Sang tangan kanan mengangguk patuh, tak ada alasan untuk dirinya tidak menuruti perintah dang ketua. Meski para anggota tahu ketua mereka adalah perempuan tapi mereka tak tahu lebih tentang itu. Seperti umurnya, juga siapa dirinya.


Mereka tak peduli itu, yang mereka pedulikan untuk menjadi ketua mereka harus menjadi kuat dan mampu melindungi anggotanya.


Esther! Nama ketuanya. Ya mereka tahu bama itu. Nama yang diberikan oleh ketua terdahulu padanya. Topeng perak adalsh jati diri seorang Esther.


_


_


_


Esther di usia sekarang yang ke dua puluh tahun. Yap, hari ini adalah hari yang tahun Esia Theresa Azreneida atau para readers mengenalanya dengan sebutan Esther.


02022000


Biasanya ditanggal itu Esther selalu mendapatkan hadiah ulangtahun nya. Namun setelah kejadian sepuluh tahun menjadi boomerang baginya. Dia tak suka ulang tahun dia benci tanggal dimana dirinya dilahirkan. Orang yang menyayanginya meninggal dia satu-satunya orang yang menyayanginya dan harus direnggut karenanya.


Dendam,


Kebencian,


Dan ingin memusnahkan,


Esther hari ini adalah hari terburuk yang pernah ada.


Azreneida musuh terbesarnya. Dia ingin menangis tapi dia tak mau dianggap lemah.


Esther memandangi foto 10 tahun lalu. Sekarang dia berada di taman belakang kampus nya. Sendiri? Tentu.


Dia duduk dibawah pohon bringin yang gede nyaย  luar biasa. Foto itu di genggam demgan erat. Dilihat dari gambarnya itu adalh dirinya saat usia sepuluh tahun dan perempuan yang menggandengnya adalah ibu asuhnya.


Orang yang memberi dia pelukan hangat!


Tak.kuat lagi menahan Esther menitikan air matanya. Dia sedih, dan yang membuatnya menderita adalah orang yang merangkak menjadi keluarganya. Sekalipun Esther telah memiliki kekayaan sendiri karen bantuan pihak lain. Namun dia tak bida menyangkal bahwa Esther butuh kasih sayang, sangat membutuhkan seorang teman.


Esther mensolonjorkan kakinya lalu dia mengambil laptop dari dalam tasnya lalu disimpan diatas pangkuannya. Esther perlahan membukanya. Lalu tanpa permisi dia segera mengotak-atik laptopnya bagimanapun perusahaannya harus selalu di pantau. Sejenak lupakan masa lalu itu, Esther!


Tak terasa jadwal kelas pun masuk, meski masih banyak yang harus dia pantau taoi dia tak melupakan bahwa dia adalah sorang mahasiswa.


Esther masuk kelas seperti biasa dirinya selalu menjadi bahan olokan, hinaan dan yang lainnya. Namun seperti biasa juga Esther tak mengindahkan cacian itu.


Moodnya kurang baik. Jadi jangan sekali-kali kalian mengganggunya sperti saat ini.


Mauri dkk beraksi dan Esther siap membuat mereka menanggung akibatnya karena mengganggunya dia bisa cukup bersabar untuk waktu yang lama. Tapi tidak.untuk saat inj. Jika dia mengganggu nya maka Esther menghancurkannya.


Esther duduk dibangku belakang paling pojok. Karena menurutnya disini adlah tempat bagi dirinya untuk tidur. Dia bukan tipe cewek cupu dari kebanyakan malahan dia seperti harimau yang lepas dari kandanganya.


Mauri menghadap Esther dan dia diam. Mari kita lihat seberapa beraninya Mauri untuk mengganggunya.


Esther saat ini tertidur dengan tangan sebagai penyangganya. Dia tahu Mauri menghampirinya namun dia terlalu malas untuk meladeni orang ini.


Byuuuurrr.....


Satu kelas tertawa, yang jelas, mereka menertawai Esther. Bau yang di timbulkan air comberan itu membuat satu kelas menutup hidungnya.ย  Esther terbangun siapapun yang menganggu nya akan berakhir dengan tragis. Dan untuk saat ini dirinya bisa menetralkan kesabarannya.


Kemudian dia berdiri lalu tanpa aba-aba Mauri menamparnya. Pipi kirinya teras panas namun ini tak seberapa dari oada latihan di markasnya.


Alasan Mauri menyerang Esther sederhana karena kejadian di kantin saat- saat lalu dia ingin membalas Esther. Juga karena sebelumnya Esther tak mematuhi apa yang dikatakan Mauri.


Esther masih memegang pipi kirinya. Dia pun berkata "jika Kau minta maaf aku akan mengampuni mu" ucap Ester dingin, amat dingin. Sesaat bahwa perkataan Esther mengdung unsur kelucuan.


Semua orang tertwa ada juga yang mengejek Esther karena dia cukup berani memprovokasinya.


"Minta maaf? Sama lo? Mustahil!" ucap Mauri sarkas.


Bagaimana pun dirinya tidak ingin merendahkan dirinya. Dihadapan cewek cupu ini. Dia terlalu gengsi padahal dirinya sangat ketakutan mendengar ucapan dingin Esther juga penuh penekanan.


"Saya ulangi lagi anda harus minta maaf" ucap Esther mengulangi.


Mauri? Tentu dia tak mau harga dirinya diinjak-injak oleh seseorang yang notabenya cewek cupu alias culun.


Plak,


Mauri menampar Esther" lo berani nyuruh gue minta maaf? Lo siapa, ****? Lo cuman cewek cupu semua otang juga tau lo cuman gadis penakut yang lemah. Gue gak peduli sekalipun lo keluarga'Azreneida' tapi lo cuman sampah yang gak guna" ucap Mauri.


Habislah kau! Mauri!


10


9


8


7


6


5


4


3


2


1


Sreert....


Plak...


Bugh ...


"Akhhhh" Mauri meringis kesakitan. Semua orang dalam tatapan cengonya. Persekian detik mereka melihat aksi yang dilakukan Esia si gadis cupu. Namun mereka melihat bahwa sekarang dia bukan Esia tapi monster.


Kemana Esia si penakut hilang?


Tatapanya, mata elangnya, raut wajahnya. Menunjukan Esmosi yang menggebu-gebu.


Esther tak peduli jika identitas nya terbongkar saat ini. Yang penting dia telah membasmi otang yang telah menggangu ketenangannya.


Para antek-antek Mauri beraksi. Dia segera mengerang Esther. Namun naas ketiga makhluk itu sudah terkapar.


Suasana mencekam apalagi semua orang melihat bagiamana Esther melumpuhkan Mauri and the genk.


Braaakkk....


Meja milik kampus terbelah. Siapa pelakunya kalo bukan Esther. Orang-orang mulai beribisik mereka ketakutan akan sikap Esia ini.


"BUAT LO SEMUA, JANGAN PERNAH GANGGU GUE KALO GAK MAU BERAKHIR DILIANG LAHAP!" ucapan Esther bermakanaย  'kalo ada yang mengaganggunya maka akn berakhir mati'


Semua orang terkejut bahkan tapi hanya sebagian. Bagian yang lainnya ada yang memotret juga mem-vidio aksi Esther.


Lalu mengunggahnya di Grup Online kampus mereka. Hanya butuh waktu 5 menit berita itu menyebar dengan judul 'Mauri beraksi, Esia jadi monster'


Dor...


Lagi dan lagi semua orang kaget apa.yang dilakukan Esther. Semua orang menjadi ketakutan bahkan Mauri dkk meringkuk masih diam tak berdiri.


Esia membawa pistol? Semua ketakutan.


Sedangkan orang yang sedang memegang ponsel yang di tembak Esther hanya mematung dia terlalu takut.


"Gue gak suka orang yang ganggu orivasi gue. Kalian harus inget gue bukan Esia yang dulu siapapun yang berani memprovokasi gu berakhir dengan pluru bersarang di otaknya" ucap Esther penuh penekanan.


Tiba-tiba terdengar suara gaduh langsung memasuki ruangan kelas IT itu. Polisi bergerak? Tentu karena mereka telah mendapatkan laporan dari salah satu mahasiswa.


"Angkat tangan" titah polisi itu pada Esther. Esther hanya diam tapi menuruti instruksi dari salah satu polisi dari lima polisi yang ada dihadapannya.


Esther meletakan Pistolnya. Kemudian polisi berjalan kearahnya. Sebelum itu hanya dia dan polisi yang tahu.


Polisi itu mulai ketakutan.... Semua orang heran.....


Esther tersenyum penuh arti....


Dan lagi-lagi semua orang merinding......


Apa yang dilakukan Esther?


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


"Jangan lihat buku dari sampulnya!"


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Tbc....


Jangan lupa Vote nya!


SALAM


___________


RAIN HALIMAH