
**Maaf akan penyebaran typo dan EYD yang sangat kurang!!! Terimakasih telah mampir dan mau membaca ceritaku....
Happy Reading!!! I hope you like it**!!!
__________
Meeting tidak berjalan lancar sesuai perkiraan Esther. Kliennya tidak ingin bekerja sama jika yang hadir di meeting bukan Theresa alias di ganti. Jika tidak mereka akan membatalkan kerjasama.
Bukan itu yang Esther maksud, dia sedang sakit kaki kenapa klien nya tidak bisa mengerti dirinya. Kalo bukan karena keuntungan yang besar atas kerja sama ini mungkin Esther bisa saja menerima jika sang klien meminta membatalkan kontrak.
Setelah Liona berhasil membujuknya dengan alasan ini adalah salah satu kerjasama yang memiliki keuntungan banyak bagi Theresa'C. Ya Esther tidak menolaknya ini demi perusahaannya. Perusahann yang di bangun olenya dengan kecerdasan juga kesabarannya. Mereka tidak tahu cara proses Theresa'C berdiri.
Hanya Tuhan, Esia Thersesa lah dan pihak lain yang tahu.
Setelah sampai di ruang meeting sialan itu Esther segera duduk di kursinya. Esther berdehem cukup keras untuk menetralkan suasana yang hening. Dia mengedarkan pandangannya jatuh pada seseorang yang sangat dikenalanya.
Tiba-tiba darah Esther membuncah jiwa bar-barnya meronta. Esther ingin keluar dan segera menghancurkan orang itu. Luapan Emosi nya tak bisa di bendung lagi rasanya dia ingin memakan orang saat ini juga. Dia butuh pelampiasan.
Meeting masih belum dibuka para pegawai yang ikut dalam meeting hanya menatap sang boss mereka heran. Biasanya bisnya selalu to the point dan tidak suka bertele-tele. Lah ini? Mengapa atasnnya hannya diam bak patung. Untung dia cantik.
"Ekkheemmm" suara deheman lebih keras terdengar membuat Esther kembali pada dunianya.
"Maaf saya terlambat, bisa kita mulai?" Semua orang mengangguk. Dengan cepat dan tepat Esther berdiri diantara semua orang. Dia berdiri serta menjelaskan apa saja yang akan mereka bahas untuk soal pekerjaan.
Waktu mengalir dengan sendirinya begitu juga dengan Esther yang mempresentasikan maksudnya. Esther menatap orang itu dengan tajam tapi orang lain juga tak memperhatikan nya.
"Terima kasih atas kerja sama nya, nona There" ucap orang itu kagum akan keahlian Esther. Apalagi anak muda ini tak memiliki pangkat sarjana namun kejeniusannya sungguh diatas rata-rata. Awalnya dia hanya ingin mengetes seberapa layaknya Theresa mempunyai alias memimpin perusahaan yang terbilang cukup besar meski tak sebesar perusahaannya. Dan benar yang dikatakan rumor tenang Theresa. Anggun, berwibawa, muda dan yang paling menonjol dari seorang Theresa adalah pemberani.
Pernah suatu kejadian saat Esther mmebangun perushannya dan saat itu adalah setengah tahun dari pembangunannya. Ada seseorang yang mengaku sebagi salah satu pegawai di Theresa'C saat itu Perusahaan nya tengah naik daun dan biasalah jika orang itu ingin menghancurkan perusahaanya itu. Namun dengan berani Esther menghadapi sang pelaku. Buat apa dia takut dengan orang itu jelas Esther tak melakukan apapun pada dia.
Orang itu adalah seorang perempuan yang berusia kepala tiga. Dia mengaku bahwa dirinya telah bekerja dengan Theresa'C selama setahun namun dia tidak diberikan gaji oleh sang pimpinan. Ungkapan ini langsung merebut perhatian publik. Perusahaan yang baru saja naik daun mempunyai masalah.
Namun perempuan itu salah memilih lawan. Tanpa ba-bi-bu lagi Esther melakukan laporan pada polisi atas tuduhan pencemaran nama baik. Esther juga mengungkapkan bahwa dia tidak memiliki pegawai berinisial A-A itu. Karena alesan pertama waktu itu Theresa'C belum mempunyai kantor cabang dan ini memudahkan Esther untuk mengenal para pegawai-pegawai nya.
Dan satu lagi yang membuat Perempuan itu kalah telak adalah pernyataan bahwa Theresa'C perusahaan yang baru didirikan dengan usia saat itu enam bulan. Dengan menyerahkan surat bukti juga tanggal pembangunan dan cap sah dari sang pemilik.
Dengan ini kasus saat itu selesai. Theresa atau Esther dianggap pemberani dengan langsung berhadapan dengan sang pelaku apalagi dalam usia yang bisa dibilang cukup muda, terjebak dengan masalah perkantoran.
Bekstory!
15:47 (Theresa'C Office)
Satu kata untuk hari ini, ****!
Gak di kampus dan tadi meeting, membuat Esther ingin memakan orang saja. Apalagi tadi Esther mengamuk bak cacing kepanasan. Alsannya, salah satu OB (Office Boy) sedang membersikan alias lagi mengepel lantai dan Esther berjalan diatasnya otomatis dirinya jatuh tanpa ada peringatan.
Gak di kampus dihukum di kantornya sendiri jatuh. Alhasil lantai yang tidak bersalah menjadi sasarnnya. Esther uring-uringan, Liona terheran. Bagaimana tidak dia(Esther) Pulang dari kampus 'baik' banget nah selesai meeting amuk-amukan. Perasaan di meeting gak terjadi apa-apa, kerja samanya juga bagus. Lantas apa yang membuat atasannya ini badmood? Pikir Liona.
Kini Esther sudah berubah menjadi Esia pegawainya pun sudah pada pulang kecuali Liona serta security, mungkin.
Esther keluar dari ruangan pribadinya dan segera menuju lantai bawah. Di sana sudah terdapat Liona yang berdiri bak patung. Ntah apa yang dilakukannya Esther pun ak tahu.
Esther pun menghampiri nya "Kak Liona kenapa dan lagi apa?" tanya Esther. Liona yang hampir terkejut segera menjawab "Ini lagi nunggu taksi gak ada yang lewat" curhat Liona.
"Pesen taksi online saja kak" usul Esther
Liona cengengesan" Gak ada kuota" ucapnya sambil memperlihatkan handphone nya. Esther hanya menggelengkan kepalanya kenapa sekeretasinya yang terkenal pintar gini jadi alot? Padahal dikantornya terdapat Wi-Fi
"Ya, udah kak bareng aku aja" pinta Esther. Dan Liona tak menolak. Memang arah jalan pulang kedua gadis itu berbeda namun Esther sengaja mengajak sang sekretaris nya karena dia mempunyai urusan tertentu ke arah jalan itu.
Setengah jam kemudian_ Liona keluar dari mobil Esther. Liona menawarkan agar Esther mampir terlebih dahulu. Nmun Esther menolak dengan halus dengan alsan urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Liona mengerti karena menjadi CEO bukanlah hal yang mudah. Itu Esther contoh nya gadis kecil yang dalam satu tahun telah mempunyai 4 perusahaaan dengan satu, pusat perusahaan.
Esther melajukan mobilnya, sesekali dia melihat pergelangan tangannya untuk sekedar melihat waktu.
14:40
Waktu yang dilihatnya sebentar lagi pukul lima sore. Kalo dia tidak pulang ke rumah utama 'Azreneida' pasti kena marah, pulang pun sama halnya. Serba salah_ fine Esther sekarang pulang ke rumah miliknya.
Tak butuh waktu lama untuk sampai ke gerbang rumahanya dengan kecepatan do atas rata-rata Esther telah sampai. Tapi sebelum itu dia merubah penampilannya menjadi Theresa. Lama-lama Esther lelah harus berubah-ubah emanganya dia power rangers.
Tapi harus dilakukannya dengan segenap jiwa dan raga. Ikhlas nya harus dinaikan lagi. 'Ada saatnya mereka membutuhkan mu bukan menjatuhkan mu'. Itulah prinsip Esther yang selalu dia terapkan.
S
K
P
Esther kini keluar dari mansionya. Dan lagi-lagi berubah menjadi Esia. Dia keluar rumah dengan cara mengendap takut katahuan para maid atau security. Biarlah untuk saat ini dirinya berasa kek maling.
Tak mungkin 'kan dia harus menjadi Theresa. Nanti ada orang yang kenal dengannya repot dong Esther,jadinya. Tujuannya adalah hanya mencairkan suasana buruknya.
Juga hari ini adalah hari ulang tahunnya tiada orang yang tahu sekalipun Liona.
Esther berencana untuk membeli kue ultahnya. Dan dia akan merasakan dengan para penghuni rumah Theresa.
Esther telah sampai di toko kue dan dia segera memesan kuenya. Kuenya bergaya sederhana namun menarik perhatian Esther. 15 menit menunggu akhirnya selesai juga. Kue dengan lilin berangka 20 iti dia tutup rapat-rapat.
Setelah mengucapkan terima kasih Esther pun keluar dengan riang. Tak perduli dengan kelakuan 'Azreneida' kepadanya, yanh penting bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya
20022000 adalah saksi dilahirkannya ke dunia. Angka dua adalah kesukaanya plus Esther pernah membenci nya. Terutama tanggal dilahirkan nya.
Dengan jalan terburu-buru Esther bergegas, dia ingin segera sampai di rumahnya. Ya, dia tidak membawa mobil sendiri. Kalian tahukan alasannya?
Mungkin sekarang Dewi Fortuna tidak berpihak pada nya. Dan dengan tanpa elitnya dia jatuh menabrak sesuatu.
Braaagkh....
"Akh, pantat cantik gue" rintihnya. Nmun ada lebih dari itu yang harus Esther perhatikan, kuenya?
"Oh My God, my cake" jeritnya lagi. Apalagi melihat keadaan kue nya yang sudah tak terbentuk. Dia mengutuk sesuatu yang membuat dirinya jatuh.
Rasanya ingin Esther menangis namun apalah daya kenapa matanya tak turun-turun. Dia mengutuk lagi keadaannya yang sekarang. Ulang tahun menyebalkan. PucekDuaPuluh!
Esther berharap air matanya turun bukan karena apa-apa. Dia hanya berharap bahwa dengan dirinya menangis akan terjadi keajaiban. Siapa tahu tiba-tiba kuenya utuh kembali?
Namun hanyalah hayalan belaka, yang tidak akn pernah kenyataan.
Esther mendongkakan kepalanya bermaksud melihat sesuatu yang telah ditabrak nya. Kemudian setelah melihat, Esther kembali menunduk. Sial, ternyata bukan tiang! Esther menggerutu.
Setelah berdiri kemudian menetralkan dirinya "Kau, kau harus menggantikan kue ku!" tuntut Esther tak terima. Orang yang ditabrak itu hanya menampilkan wajah datarnya juga tatapan cengonya.
Orang itu pun menjawab" kenapa harus saya? Anda yang salah" Herannya. Perasaan dirinya tak melakuan apapun kenapa dirinya yang disalahkan. Dia yang tiba-tiba datang berlarian lalu tak sengaja menabrak seseorang. Siapa yang salah? Dia sekarang ingat bahwa gadis didepannya ini adalah salah satu mahasiswa di universitas dia menjadi dosen. "Gadis ini?" orang itu meenggunmam.
"Disini, bukan kampus sekarang saya tak perlu pura-pura sopan pada anda. Gantiin kuenya"ucapnya ngegas. 'Pria ini dasar Ansell sialan. Gak dikampus di meeting kenapa.harus orang ini sih? Apa sallah gue tuhan? Kau mengutuk gue? Tapi karena apa? Saya itu baik hati dan tidak shombong' Esther menggerutu dalam hati.
Ya, pria dihadapannya ini adalah Ansell. Dosen sekaligus rekan kerja samanya. Iya kalian benar tadi meeting itu adalah Ansell. Dan sekarang Esther menabrak nya? Tapi karena gengsi tingakat akut, Esther tak mau mengakui kesalahannya. Apalagi pada orang yang telah merubah mood nya.
**** dua puluh! **** Ansell!
'Ada apa dengan nya? Dia seperti harimau yang baru keluar kandang' pikir Ansel
"Jangan banyak mikir, gitu aja kok repot. Cepat ganti" tak ada nada dingin yang keluar. Hanya nada ngegas yang Esther ucapkan. Ntahalah jika berhadapan dengan makhluk didepannya ini bawaannya selalu ingin esmosi.
"Kamu gadis gila"
Tiga kata satu kalimat membuat Esther naik pitam. Gila? Wat de hil? Apa-apaan ini. Dia cantik tapi apa? Kau katarak Ansell.
(Esther tak menyadari saat ini dirinya sebagai Esia)
"Ansellll" teriaknya saat Ansell sudah pergi dan berjalan dengan santai tanpa terjadi apa-apa.
"Terlalu lama larut dalam kesedihan bisa membuatmu lupa apa arti kebahagiaan yang sebenarnya!"
_RainHalimah_
_____________
SALAM
_________
RAIN HALIMAH