ESTHER!!!

ESTHER!!!
CAHPTER |5| BERBEDA---ANEH



**Maaf akan penyebaran typo dan EYD yang sangat kurang!!! Terimakasih telah mampir dan mau membaca ceritaku....


Happy Reading!!! I hope you like it**!!!


__________


Ini kamu bukan dia atau mereka"


_RainHalimah_


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Apa yang dilakukan Esther?


Braak...


Suara yang lebih keras memenuhi pendengaran gendang telinga. Semua orang refleks menutupi alat pendengarannya. Saat hening mereka terkejut tiba-tiba seseorang mencari masalah.


Namun saat mereka tahu siapa pelakunya mereka langsung diam. Keringat secara spontan membasahi pelipis mereka.


Mereka memandang Dosen yang sedangย  mengajar di kelas mereka. Dan apa yang dilakukannya? Sehingga semua orang yang berada di kelas itu ketakutan.


Dan dia?


Dia melemparkan buku paket yang cukup tebal ke kepala Esia/Esther.


Esther terkejut karena ada seseorang yang telah mengganggu kesenangannya. Bagaimana tidak, dia bermimpi sedang menghukum para tikus bedebah yang selalu mengganggunya.


(Yah, kejadian di chapater sebelumnya tentang Esther yang melawan Mauri dkk adalah mimpi)


Mana mungkin dia akan segera melepaskan penyamarannya. Begitu mudahkah?


Esther menatap polos pada sang pelaku tak ada jejak kekhawatiran yang terpancar dari mata hitam pekat dibalik kaca mata bulatnya itu.


Sedangkan, Dosen yang berdiri tak jauh dari tempat duduk Esther menatapnya dengan tajan. Esther mengacuhkan tatapan itu kemudian di melanjutkan cerita mimpinya agar dia menjadi pahlawan. Bagaimanapun dia adalah sang Esther. Semoga suatu hari nanti mimpinya menjadi kenyataan.


Daaaaan.....


Jerengjengjeeeeeng.....


Semua orang takut padanya. Takut karena Esia Theresa Azreneida berubah menjadi Esther. Si Kejam haus darah.


Namun ntahlah, kapan mimpi itu akan menjadi kenyataan.


Bek Story___


Melihat itu pak Dosen yang tak lain namanya adalah Pak Ansell segera menghampiri bangkunya dan segera memegang telinga Esther (bukan megang tapi mempelintirkan).


"Aaahk.....aghkhhhj.. Pak...pak... Ya ampun sakit pak" pekik Esther. Kemudian pak Ansel melepaskan nya dengan kasar. Semua orang yang melihat nya hanya diam seribu bahasa bahkan Mauri dkk pun terdiam. Mereka menatap Esther dengan tatapan kasihan. (Gue gk butuh belas kasian dari lo pada).ย  Ada juga orang yang menatapnya dengan tatapan mengejek (mau pa lo liat-liat mau gue colok tu mata?).


Rasain siapa suruh malah molor_


Cewek cupu belagu lo, udah tau pak Ansell kayak macan malah nangtangin_


Iya, ya!


Siap-siap dia pasti kena hukum_


Rasin tuh_


"Kamu...." belum pak Ansell melanjutkan perkataan nyaEsther dengan cepat memotong.


"Saya Esia pak" Ucapan Esther membuat pak Ansell berubah masam. Semua lagi-lagi terkejut ini asli tanpa ilusi seorang Esia berubah menjadi pemberani.


"Atau gue bongkar aja sekarang ya, penyamarannya"_" gak-gak Esther lo harus sabar"


"Eh, pak maksud saya, saya siap diberi hukuman" ralat Esther you know lah dia ndak mau kena masalah. Apalgi sama dosen didepannya ini. Meskipun masih muda dan beeeehhh cakep bener, namun sekarang dia saat menjadi Esia gadis penakut. Dan meskipun juga jiwa bar-barnya meronta-ronta.


Pak Ansell? Salah satu dari sekian banyaknya dosen hanya dialah yang paling muda umurnya yaitu 26 tahun. Idaman kaum hawa tapi tidak untuk Esther. Namun, kaum hawa harus menyerah untuk mendapatkannya karena sikap dan kpribadinnya menyimpang. Maksudnya dia gak suka perempuan, bahkan pernah bahwa Pak Ansell diberitakan dirinya penyuka sesama jenis. Tak patut tak patut...


"Kamu saya hukum keliling kampus ini 5 putaran" ucapan pak Ansell membuat Esther terdiam kaku. 5 putaran mengelilingi kampusnya?


OhMyGood! Hukuman macam apa ini?


Tak ada siapapun yang bisa membantah ucapan pak Ansell apalagi dirinya yang notabenya cewek cupu peringkat pertama. Beginilah pak Ansell dia tak pernah memandang bulu untuk menghukum siswanya. Ntah bulu sapi atau dombaย  dia tak menghiraukannya. Yang menurutnya salah ya salah. Kalo nggak ya nggak.


"Pak saya bukan anak SMA lagi. Ya terserah saya dong mau tidur mau nggak. Yang dapat ilmu kan sayaย  yang nggak juga kan saya. Bapak sebagai pengajar juga gak akn rugi kan?" ucap Esther dengan nada menolak.


Ntah datang hidayah dari mana Esia berani menjawab seperti ini.


Hei apakah aku harus menuruti perintahnya? BIG NO! 5 PUTARAN? yang ada kakainya sengklek karena nya. Mungkin Esther bisa terima kalo cuman 20 meter-an mah. Lah ini? Kampusnya yang luas juga guede buanged. Mungkin 3 hektar kali. Harus di kelilingi oleh Esther. No, no, no.


Tapi si pak Ansell tak mau tahu atau tempe yang dia mau si Esia ini turutin perintahnya.


.


.


.


Lelah? Satu kata untuk mendeskripsikan keadaan Esther saat ini. Dan sekarang bila kalian melihatnya dia bukan seperti Esia tapi seprti orgil yang luntang-lantung kelaparan. Rambutnya yang di kepang dua yang selalu berantakan sekarang amuradul. Kaca mata bulet yang hampir merosot serta dressnya yang ahhhh pikir aja sendiri.


Sebernaranya dia bisa saja mencoba untuk kabur namun apa daya semua orang menontonnya dan tak ada kesempatan untuk kabur.


"Kok gue ngerasa jadi tahanan ya? Padahal gue baek hati dan tidak Shombhong. Mengapa seluruh mahasiswa kampus ini liatin gue? Apa gue udah berubah jadi snow white?" kagak mungkin. Akhhhhh, efek dihukum lima putaran ****. Dan sekarang satu putaran lagi. Semangat Esther"


Kata penyemangat, kata kenarsisan, kata kesombongan, jata umpatan menjadi satu akibat si 'dosen kutub' begitulah Esther menyebut nya.


"Pantesan kagak ada yang mau sama orang kayak lo" gumam Esther sambik melirik pak Ansell tajam. Sedangkan yang ditatap acuh tak acuh dan masih setia memperhatikan Esther. Takut-takut gadis itu akan kabur. Hebat_ pak Ansell memang cenayang dia tahu apa yang ada dipikirkan Esther saat ini.


S


K


I


P


.


.


.


.


.


Theresa'C___office


"Kak Liona, kakak aja yang gantiin ya rapat kali ini" ucap Esther. Ya dia berada di ruangannya. Bersama Liona sekretaris nya.


Tingkah Esther membuat Liona mati rasa_lebay_ baru kali inj dia melihat Esther dengan lembut berbicara. Dan apa? Kak? Sejak kapan dirinya menjadi lebih sopan?


Ya ampun, apakah atasanya ini sedang dalam mode otak gesrek? Liona harus memastikannya. "Nona, apakah anda sakit?"


Ya, iya lah *****, dia udah dihukum sama si 'dosen kutub' kakinya terasa patah. Aduh, memikirkan dia lari membuat nya ingin segra menapampol wajah dingin dosennya itu.


"Iya, kaki saya sakit. Jadi kakak yang gantiin ya" pintanya memelas. Namun bukan jawaban itu yang diharapakan Liona. Dia hanya ingin memastikan bahwa ini benar nonanya. Tapi sebelum dia melakukan nya. Tiba-tiba....


"Ku mohon ya" pinta Esther memelas. Pupy Eyes-nya tak ada siapapun orang yang bisa menolaknya.


"Nona apakah kepala anda terbentur sesuatu? Atau di rumah andaย  telah terjadi tornado?" fucek! Pertanyaan macam apa Liona? Kau sungguh bodoh?


Sekarang Esther mengerti mengapa sekretaris nya menanyakan keadaannya. Bukan karena khawatir tapi di merasa aneh dengan tingkahnya. Itu memang!


"Huaaaaa... Hiks....hiks....hiks..." Esther menangis dia tak terima ufah kakinya sakit dan sekarang hatinya. Dia kira Liona kahawatir padanya namun tak sesuai ekspetasi.


"Nona, nona, anda kenapa?" tanya Liona heran dan mulai panik. Meskipun dia tahu bahwa dia (Theresa) adalah Esia namjn Liona tak pernah melihat nonanya ini menangis apalagi dalam keadaan seperti ini. Liona selalu melihat ekspresi tegar dari Esther dan tak pernah menangis.


"Agar aku berhenti menangis secepatnya kau ganti rapat ini bilang sama klien aku sakit" ucap Esther masih dalam keadaan menangis.


"Tapi non..."


"Ku mohooon, maka akan ku jawab pertanyaan mu saat ini"


Liona! Bagaimana dia tahu aku akan memberikan pertanyaan?


"Ya, kak Liona baik hati dan tidak sombong"


"Baik nona"


"Mulai sekarang panggil aku nama saja aku akan memaggilmu kakak bagaimana?"ย  Esther tahu dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari sebuah ikatan yang di sebut keluarga. Jadi Esther akan menganggap Liona Sebagai kakaknya. Gak salah kan?


Liona menganggukan kepalanya tanda dia setuju. Dia tahu orang saat ini tiba-tiba memeluknya. Orang dengan banyak ketegaran, kesabaran. Dia berjanji akan menjaga Theresa seperti adik kandung nya sendiri.


Ini yang Liona tunggu-tunggu, ada saatnya dimana keadaan berubah. Juga sikap perilaku kita. Dia percaya Tuhan selalu menyayangi orang yang punya kesempatan untuk bahagia.


Esia Theresa! Bahkan orang tak menyadari. Nonanya ini siapa.


Dia adalah Esia si gadis penakut yang dikucilkan. Berubah menjadi Theresa si gadis pemberani yang dibanggakan.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


"*Aku berharap kamu selalu bahagia. Tuhan tidak pernah membedakan siapapun. Jadi kami harus berani untuk bahagia. Karena kamu punya Tuhan"


_Liona Allurouland*_


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Hai, hai aku kombek jan lupa vomentnya!


SALAM


______________


RAIN HALIMAH