Equincoupl

Equincoupl
Ep 07



Setelah satu minggu Vina tak sekolah akhinya pagi ini wajah cerah Vinapun menginjakan kaki jenjang nya ke halaman sekolah dengan senyum riang tanpa beban.


Tetapi sialnya, karna kejadian yang membuat Vina berujung dirumah sakit dengan tubuh lemah, Allan menjadi makin over pada Vina, bahkan makan telat sedikit saja Allan akan merajuk, dan tak seganpula sampai membentak Vina.


"Pagi Cherry" ucap Vina tersenyum menatap Cerry dijawab senyuman indah Cherry.


"Pagi Juga Vin kok lama gue gak liat lo lo kemana aja?" Tanya Cerry menyelidik menatap Vina "lo tambah kurusan ya tapi tetep cantik, tapi chubbynya ilang" ucap Cerry di tatap kikikan kecil Vina.


"Ia nih gue sakit, dan berakhir di ruang putih berbau obat, jadi gini deh pas pulang asupan infusnya kurang banyak mungkin, makanya tambah kurusan harusnya kan tambah gemukan" jawab Vina dijawab tawa oleh Cerry.


Lalu merekapun berpisah di koridor masih dengan Allan dibelakang mengikuti Vina, hingga saat Vina sudah masuk kekelas.


Allanpun kembali kekelasnya tiba tiba Vina merasa kebelet Vinapun menuju toilet untuk buang air kecil.


Dengan riang Vina berjalan sebari meyapa semua yang dikenalnya dengan senyum lucunya sampai di toilet, sialnya toilet penuh terpaksa Vinapun menuju toilet kelas 12 hingga saat lewat kelas Allan.


Lagi lagi tanpa sadar akan pengelihatan Vina air mata indahnyapun kembali menetes saat nampak Alan merangkul gadis cantik sebari tersenyum lebar.


Tawa sedih Vinapun hadir, sebari airmata terus berjatuhan ke pipi mulusnya lalu tanpa bicara Vina pergi  ke toilet hingga saat buang air kecil.


'Hey kak Allan cocok ya Ama kak Valeri katanya mereka sahabat dari kecil tuhhh.....'


'Ia kak Vale cantik lagi, cocok banget ama kak Allan dibanding cewek pengerusuh tu ctctct....'


'Ya lama lama gue kasian ma kak Allan direpotin ama si barbar itu'


Dlll.....


Sektika airmatapun makin deras keluar dari mata indah Vina, segitu gak cocoknya gue ya menurut kalian sama Allan.


'Kenapa disaat gue udah sepenuh hati  nerima dia malah jadi gini'  batin Vina


Lalu saat sadar para penggosip itu telah pergi Vinapun menuju wastafel menatap wajahnya di pantulan cermin lalu membasuh wajahnya dan menutupi wajah sembabnya dengan kacamata di sakunya.


'Aku akan liat kedepannya jika memang harus mundur aku akan mundur walau itu harus menyakiti ku lagi, dan sendiri lagi' batin Vina lalu berjalan dengan fake smilenya menuju kelasnya .


Hingga Bel keluar berbunyi Vinapun beranjak keluar kelas dan ternyata Allan sudah stay disana.


"Temenin aku di ruang Osis" ucap Allan hanya diangguki Vina dengan wajah Fake smilenya.


Di ruangan Allan, Vinapun menunggu Allan sebari berdiri menatap ke lapangan dengan pandangan kosongnya.


Sedangkan Allan jujur merasa aneh dengan sikap Vina yang berubah lesu hingga.


"Kamu sudah sarapan tadi" tanya Allan sebari masih menekuni komputernya.


"Sudah" Jawab Vina dengan suara sedikit malas.


Suasanapun kembali hening, hanya terdengar suara jari jari tangan panjang Allan yang mengetik indah di keyboard Komputer.


Hingga bel Masuk kembali berbunyi, datanglah Valeri dengan wajah senangnya menatap Allan.


Allanpun ikut sedikit tersenyum menatap Valeri.


Tanpa basa basi dengan wajah santai Vina menghampiri Allan.


"Sudah bell aku kekelas ya Al, permisi kak" ucap Vina dengan senyum paksanya, lalu keluar dari ruang osis dengan mata berkaca kaca.


Hingga tak sengaja Vian menabrak Lily "maaf" ucap Vina menunduk.


Seketika Lilypun mendekat "hey kamu kenapa Vin?" tanya Lily lalu menarik Vina ke balik tembok.


Menatap wajah Vina terkejut dipenuh air mata "hey kok nangis kenapa kenapa?, seminggu ini kamu kemana aku sama Cecil khawatir, kamu dihubungin gak bisa keluargamu juga bahkan Allan gak jawab" tanya Lily sebari memeluk Vina.


"Gue gak kuat Ly gue sendiri lagi, kesepian lagi" ucap Vina masih menangis dalam diamnya.


Dengan tangis Vina yang sudah reda, dan diamnya Vina malah menatap kosong ke arah pepohonan yang bergoyang di hembuskan oleh angin dan dedaunan yang berguguran, lalu Vinapun berbalik.


"Gue gak bisa liat Allan seakrab itu sama Valeri bahkan gosip mereka pacaran sudah tersebar dan itu sakit." ucap Vina menatap cecil dan Lisa dengan wajah datar.


"Bahkan guepun selalu ngeliat senyum Allan nampak saat dia sama Valeri, dan senyum kahawatir ke gue karna gue minggu lalu gak sekolah karna sakit kalian taukan tubuh gue gak sekuat tubuh kalian tubuh gue sensitive" ucap Vina menghela nafasnya, sebari menahan air mata yamg ingin menerobos keluar dari mata indahnya.


Saat begini seketika sifat Vina bisa berubah menjadi dingin.


"Gue gak mau,  gue seakan ngambil pasir karna gue suka maka genggaman gue makin erat dan pasir itu makin jatuh dan habis ditangan gue karna gue terlalu kuat megangnya" ucap Vina tanpa menatap kedua sahabatnya.


"Gue tau kalo ini sakit kayak perasaan lo dulu buat Zero, tapi Allan sudah 2tahun sama Lo Vin jangan sampe, lo buat fake smile lagi dihadapan Allan, jujur aja sebelum terlambat bilang kalo lo gak suka dia deket Valeri" ucap Lily dengan nada suara setenang mungkin.


"Tapi gue takut dia marah, dan minta alasan karna Valeri itu sahabat kecilnya" jawab Vina lagi.


"Ah sudalah, gue perlu waktu gue gak bisa gini, kalo gini terus bisa makin besar urusannya nanti" ucap Vina lalu menatap Lily dan cecil seakan mengintrupsi 'biar gue sendiri lo pergi'


"Ok fikirin dengan kepala digin, gue ama Cecil mau balik kekelas dan inget jangan ulangi seperti dulu ok" ucap Lily lalu pergi bersama Cecil.


"Gue takut lo pergi, tapi gue tau kalo Valeri itu ada rasa ke Allan, apa Allan sadar dan tau, bahkan dia bisa se bahagia itu dengan menatap Vale apa perlu gue lepas lagi" ucap Vina lalu kembali menuruni Roftoop.


Hingga telinganya mendengar suara tawa yang dikenalnya, lalu ia mengikuti suara tersebut hingga matanya tertuju Roftoop gedung sebelah Allan dan Valeri tertawa keras, dengan senyum Alan yang nampak makin tampan.


"Lo sekarang yang berubah dan gue sakit Al, tawa lo gak karna gue lagi" ucap Vina tersenyum hingga, matanya bertemu mata Allan senyum indahpun terukir di wajah Vina lalu Vinapun pergi dan kembali menutup pintu Roftoop.


'Gak papa Al aku gak masalah itu hak mu dan bahagiamu'


Ucap Vina penulis pesan lalu mengirimnay ke Allan, pergi dengan wajah fake smilenya tertawa lirih.


Hingga menit berikutnya bel pulangpun berbunyi, dengan wajah santai Vina pergi kekelas mengambil tas, lalu pergi keluar sekoalah menuju danau dekat komplex rumahnya.


"Apa gue aja yang gerasain sakit ini" ucapnya sebari mendengarkan lagu dari headshet yang ia colok ke hp barunya yang ia beli sepulang dari rumah sakit.


Malampun tiba dna pesan Allan masuk.


Al♡


-dimana?


Vina


- di danau dekat kompleks, Jalan pulang...


Al♡


-cepet pulang aku sudah dirumahmu!!!


Sektika dering yelfonpun yerdengar


Al♡ is calling.......


Vinapu tanpa basa basi merejetnya, lalu berjalan menuju Rumahnya hingga nampak mobil Allan terparkir di depan rumah, diikuti denagn mobil Sean dan Ben kecuali mobil Papa dan Mama yang tifka ada karna perjalanan bisnis.


"Kemana aja si lo bar-bar udah petang baru inget rumah Allan udah lama nunggu loe!!" ucap Sean membentak.


"Gak usah teriak di mukak gue gue gak suka!!!" Teriak Vina marah.


Seketika mata Seanpun menbulat sempurna.


......................


Bagi yang lama nunggu maaf ya upnya lama.....