Equincoupl

Equincoupl
Ep 14



Ini sudah di batas ambang sakit Vina, masa lalu yang suduah payah ia lupakan kembali, kebohongan mengelilingi, hanya satu orang yang bisa membantunya Azuraya Ardilla yang tak lain adalah sahabat Vina yang memiliki masa lalu lebih rumit bahkan hidupnya sudah hancur.


Azuraya Ardilla Ardistriana adalah nama aslinya putri semata wayang pengusaha terkenal dunia, yang dibuang keluarganya akibat menjadi pecandu narkoba, tapi kali ini ia sudah sembuh dan tinggal di New Zeland seorang diri dan satuhal hanya Vina yang tau keberadaannya.


Bahkan hampir sudah 7 tahun keluarganya mencari putrinya, hingga kali ini Vina ingin di kuatkan lagi, hidupnya sudah diambang kehancuran dan point plus nya tak ada seorangpun tau bahwa seorang Azuraya Ardilla adalah seorang Psycopath.


Jam terus berdenting 2tahun kisah bahagia remaja berubah menjadi hancur hanya karna 1 orang saja kepercayaan digoyahkan,  kebohongan terjadi,  entahlah se percaya apapun Vina pada Allan sisi negatif di dirinya akan selalu datang apa salah mempercayai feeling bahwa Allan juga tertarik pada Vale.


Malam tiba, telephone Vina terus saja berdering nama Allan selalu tertera di layar ponsel iphone biru Vina.


Seketika hati sudah tenang makin bergemuruh, saat nama Allan terus nampak.


Tak di hiraukan nya hingga Mis Call ke 70


Telephone kembali berdering dengan nomor private.


"Sudah kubilang jangan telfon aku penghianat.... ' teriak Vina.


"Hey you stupid im not my boyfriend you" Teriaknya makin keras.


"Azura is true you?"


"Yes,  what's wrong?"


"Big problem again and I want you to help me friends, you want?"


"very clear my answer yes. " ucap Azura penuh senyum disebrang sana.


"Are you sirious,  ahhh I Love You Soumach Azura, im waiting for you oky'


"Yes, besok jam 12.00 ok bhay"


"Yes bhay bhay"


Seketika senyum terbit di wajah manis Alvina, rasa senang mendatanginya seakan mendapat lotre takterduga, walau latar belakang Azura yang tak bisa di bilang baik tapi Alvina senang memiliki sahabat seperti Azura, setia kawan,dan apapun yang terjadi mereka saling mempercayai satu sama lainnya.


Walau pusing masih mendera kepala Alvina, sesuai katanya Badai tak akan menghalangi hidup ataupun keinginannya jadi demi menunggu sang soulmate,  sahabat tercintanya Azura Alvina dengan memaksakan dirinya tetap makan, minum Obat.


Hingga malam larut kedua mata Vinapun terpejam ditelan mimpi indahnya, seakan hatinya mulai tenang saat Azura mengangkat telfonnya dan berjanji akan membantunya seketika rasa senang menyambut Alvina.


.....


Hingga pagi ini benar saja, dengan wajah lebih Fresh Vina menuju kerumah nya disambut  sepasang mata orang tuanya dan kakak kembarnya.


"Kenapa kemarin saat kami pulang kamu tak dirumah!!!?" introgasi Papa dengan wajah tegas, dan suara bariton khas beratnya menggema di meja makan.


Seketika suara baritone nyaring menusuk yang membuat seketika Vina menggengam kenop pintu kamarnya dengan keras dan menutupnya pelan pun bersuara.


"Kamu akan tunangan dengan Allan 5 hari lagi Vina!!!!!" teriak Papa marah dengan wajah tegasnya, menggema di ruangan sedangkan seketika dikamarnya tangis Vina pecah.


'Tak ada yang mengerti dirinya, semuanya selalu memaksanya mengerti mereka, ini sakit, sangat menusuk, selalu hanya bisa sabar menerima semua masalah yang datang dan berlalu, apa boleh melawan ataupun membela diri?, tapi itu salah marah tak bisa dilawan marah, tapi apa terlalu sakit di buat seperti ini, tak apa apa ya,, ya gak papa kali, tapi hati berkata sebaliknya' batin Vina berteriak seakan hidupnya sudah hancur.


Hingga dengan wajah lesu Vina kembali ke meja makan "terserah sekalian nikahkan saja toh kalian tak perlu mengurusku lagi kan,  dan Allan pria brengsek itu yang memaksa kan astaga kata cinta sangat **** itu merusak hidupku seketika" ucap Vina sontak semua mata menatapnya tajam.


Hinggga nampak Allan dengan wajah tegasnya memasuki rumah.


"Vina ayo berangkat" ucap Allan tegas seketika tanpa basa basi, komat kamit lagi Vina langsung saja pergi  memasuki mobil Allan dengan wajah malasnya.


Seketika di dalam mobil bukannya ke sekolah Allan mengajak Vina ke danau pertama kali saat SMP mereka bertemu.


"Kamu kenapa menghindariku?" tanya Allan tegas.


"Aku hanya berteman dengan Vale teman!!" Ucap Allan geram sebari menekankan kata teman lalu menjambak rambutnya bingung.


Sedangkan Vina hanya diam seribu bahasa, walau sebenarnya hatinya senang atas pengakuan Allan, tapi tetap saja gadis ular tersebut akan selalu mengejar Allan dengan tameng Aunt Lisa.


Allanpun lagi lagi menatap Vina gusar "Sungguh teman kumohon mengerti Vin, aku tak menyukainya dia hanya sekedar teman kecil, dan Aunt Lisa menyayanginya sebagai anaknya karna Mama Vale juga sudah meninggal dan menintipkan Vale padaku" ucap Allan bingung tanpa basa basi meneluk Vina erat hingga.


"Lepas, kumohon lepas!" seru Vina tegas dengan nada seakan didominasi rasa marah.


"Tak pernahkah kamu mau berhenti membohongiku, terlalu banyak kebohonganmu, memesan makanan dan berbaincang denganya sedangkan aku menahan  kelaparan menunggumu,  saat aku pergi bukannya membujuk malah keruang osis dan kembali berbincang dengannya, kamu terlalu tak peka, sedangkan aku hanya memendam kekesalan ku, kecemburuanku jika saja aku itu akuu kujamin kamu sudah memukul laki laki yang menedekatiku" ucap Vina datar.


"Kamu dijauhi olehku saja seperti ini, bagaimana aku, yang gak kamu anggap ini. Aku juga muak seribu janji dari kamu, tapi sama saja kamu tanya kepercayaan ya aku percaya samh kamu Al, tapi kalo kamu juga selalu meladeninya kamu fikir,  Fikiran negatif yang mendominasi fikiranku bisa hilang seketika, itu sakit Al jika kamu ingin seperti ini terus maka akhiri saja dari pada aku selalu merasa sakit dan kamu egois" Ucap Vina tajam seektika menatap Allan teduh, tanpa sadar airmata indahnyapun mengalir.


"Kita akan tunangan 5 hari lagi!! tidak!! aku gak mau putus kamu milikku Vin punya Allan Leonel!!!" bentak Allan memeluk erat Vina enggan melepas pelukanya.


"Kamu tau aku perempuan penyakitan, kamu tau sedikit masalah aku bisa saja mati dengan mudah tapi kamu selalu menambah sakitku Al itu sulit dan kamu selalu memaksa" Ucap Vina parau dengan wajah sembab menatap manik mata kelam Allan.


"Kita tunangan dan kamu bebas kita akan LDRan karna aku akan sekolah di Inggris jadi kamu bebas" ucap Allan dengan wajah teduh tersirat rasa sayang tulusnya.


"Baik aku terima dengan 2 syarat,  tidak ada yang boleh tau kita balikan dan jauhi Valeri untukku jika kamu tak mau tak ada tunanangan" ucap Vian seketiaka Allan menatap Vina tajam.


"Aku tak terima yang pertama itu hanya boleh berlaku saat aku kuliah" ucap Allan dengan wajah marahnya yang hanya bisa dingguki Vina pasrah.


...........


Wah makin gak nyambung minta saran donkkk makasi ya yang udah mau baca walau gg banyak🌝🙂🤗