
Dan tanpa sadar ditatap senyum senang oleh Valeri.
Seketika haripun berlalu tak terasa Allan pun sudah berubah jadi dingin, kasar dan pemarah, bahkan terkadang, dengan tubuh lelahnya Allan kerumah Vina, memeluk Vina bahka Mencium Vina, saat Vina sudha masuk ke alam mipinya, sejujurnya Allan masih sangat mennyayangi apa lagi mencintai Vina tapi apadaya dirinua dna Vina sama sama keras kepala dan gengsi minta maaf hingga.
Hari ini Hut sekolah dan pembawa acaranya adalah Valeri dan Allan, sekeketika hati Vinapun hanya bisa pasrah sudha tak bis aberkata kata lagi, sedangkan Zero sejak kedatangan hingga saat ini, telah menjadi salah satu dari jajaran most wanted kampuspun tak selalu ada untuk Vina, hingga di detik terakhir Vinapun berkata pada Lily intuk mengisi namanya untuk bernyayi.
"udah ada nama gue di sana dan lo harus siap tar nyayi ok" ucap Lily yang dijawab anggukan ragu Vina.
Acara berjalan lancar dengan hati Vina yang seakan teremas tampak suara bisik bisik orang tentang kabar Valeri dan Allan yang cocok maupun disebut pasangan serasi, Vinapun berniat mengakhirinya sekarang.
"Ok acara terakhir ini susulan persembahan 2lagu dari Lily Ferisa 11 mipa 1 tepuk tangan yang meriah" ucap Valeri.
"Ok dimulai dipersilahkan Lily naik keatas panggung" ucap Allan.
Sontak semuanya menatap aneh saat yang naik ke bukanlah Lily, melainkan Alvinalah yang naik ke panggung dengan style masih dengan seragam sekolah.
Lalu lagupun diputar dengan cepat. Sektika hening hingga.
Suara lembut Vinapun terdengar hingga sontak Allanpun menatap Vina.
Dirimu kini berubah dimataku
Ku tak mengerti dengan semua alasanmu
Dahulu kamu yang selalu menjaga
Kau selalu ada tanpa aku harus meminta
Dan sampai kini aku tak bisa berada jauh darimu
Dan ku selalu mengerti akan dirimu
Ku kini berusaha untuk menjaga hatimu
tapi kau tak mengerti aku
Tak ada lagi kenangan indah sewaktu dulu
Dan semuanya kini telah berubah
Kau selalu ada tanpa aku harus meminta
Dan sampai kini aku tak bisa berada jauh darimu
Dan ku selalu mengerti akan dirimu
Ku kini berusaha untuk menjaga hatimu
tapi kau tak mengerti aku
Tak ada lagi kenangan indah sewaktu dulu
Dan semuanya kini telah berubah
Ku kini berusaha untuk menjaga hatimu tapi kau tak mengerti aku
Tak ada lagi kenangan indah sewaktu dulu
Dan semuanya kini telah berubah
Hingga lagu berakhir mata Vinapun seketika menatap berharap mata hitam legam intens yang ia rindukan, sontak Allan pun makin sedih saat menatap buliran bening jatuh dimata Biru indah Vina.
Hingga sontak seluruh siswa bertepuk tangan saat lagu yang dibawakan Vina berakhir.
Hingga senyumpun terukir walau sakit masih mendominasi di hati Vina, tatapan intens Vina masih mengarah pada Allaan hingga.
Sketika melodypun dimulai lagi dan
Seketika mata Allan makin mematap teduh dengan senyumnya saat Vina mulai menyayilan Lagu kesukaan Allan.
Berjudul Perahu kertas
Perahu kertasku kan melaju
Membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila
Tapi ini adanya
Perahu kertas mengingatkanku
Betapa ajaib hidup ini
Mencari-cari tambatan hati
Kau sahabatku sendiri
Hidupkan lagi mimpi-mimpi
Yang lama ku pendam sendiri
Berdua ku bisa percaya
Reff:
Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
Tiada lagi yang mampu berdiri halangi rasaku
Cintaku padamu?
Ucap Vinapun nerhenti di lirik terakhir lalu menatap Allan berucap tanpa suara.
"I Miss You" seketika Vinapun langsung turun dari panggu dihadapan Lily dan Cecilpun, Vina langsung menangis sesenggukan tak tahan, sakitnya makin menjalar saat Allan mengahampirinya menatapnya lalu memeluknya.
Dipelukan Allan isak Vinapun makin keras bahkan Vina memukul dada bidang Allan hingga seketika Vinapun pingsan.
Dan sontak Allanpun panik langsung bak kesetanan membawa Vina ke UKS.
"Sayang maaf maaf" ucap Allan menatap penuh penyesalan, mata Vina yang sembab dan tubuhnya yang lemah, badannya panas, bahkan tangan Vinapun masih menggenggam erat tangan Allan hingga.
Zero datang dengan wajah paniknya, dan nafas putus putusnya menatap khawatir Vina hingga matanya mengarak ke Allan.
Sedangkan Allan matanyapun menatap tajam Zero, hingga kepalan tangannyapu membuat kulitnya merah.
"Gue gak akan ngambil Vina tapi satuhal Gue bilang Vina itu orangnya jujur bahkan dia gak pernah bohongg gue rasa lo harus cari tau dulu" ucap Zero ditatap aneh Allan, lalu Zeropun pergi dan tiba tiba.
Egh...
Egh.....
Vina menggeilatkan tubuhnya bak bayi lalu membuka matanya perlahan hingga tampak mata hitam legam indah kesukaannya.
"Allan" ucap Vina parau lalu langsung beringsut bangun memeluk Allan.
"Aku mencintaimu aku menyukaimu" ucap Vina meneluk erat leher Allan, lalu kembali terisak.
"Aku jahat babe" ucap Allan.
Hanya dijawab gelengan Vina "aku tak peduli kumohon percaya aku tak bohong percayalah aku, tak apa kau berbicara bercanda denganVale tapi jangan diam cuekin aku aku cemburu, ya sangat cemburu" ucap Vina makin terisak.
"Aku sakit hanya kamu hanya kamu yang aku punya, aku mau cuma kamu aku gak akan mau ngelarang lagi, masib sama seperti dulu kamu masih sayang aku kan Al?" tanya Vian menatap manik mata hitan pekat tersebut penuh kerinduan.
"Kau suka Vale" seketika Allan menggeleng.
"Al kau tak mencintaiku?" Tanya Vina sedu mulai melepas pelukannya pada Allan dengan wajah pucat menggengam tanga Allan.
"Al kumohon jawab, jika itu benar aku menyerah, jika itu memang benar aku akan pergi, aku akan berusaha mengerti" ucap Vina mengguncang tangan Allan, Allanpun hanya bisa terdiam saat Vina melepas genggangamannya lalu menunduk meremas roknya sebari terisak.
"Kau mencintaiku sungguh?" Tanya Allan sedangkan Vina hanya menunduk makin meremas roknya.
"Aku juga mencintaimu, aku suka padamu, sayang padamu, sebagai pacar, sahabat, semuanya aku suka semua tentangmu I Love You Swetty" ucap Allan dengan senyum penuhnya, menarik tubuh Vina kedalam pelukannya, memeluk erat Vina seakan miliknya yang tak boleh disentuh sipapun.
"Lalu Vale apa kau akan tetap berasamanya" tanya Vina takut.
"Tidak tapi aku ingin kamu mengabulkan satu permintaanku sayang" ucap Allan seketika kening Vinapun berkerut lucu.
"Apa?" tanya Vina ragu
"Kau akan masuk keanggotaan osis tanpa penolakan ok" ucap Allan Vinapun sontak melotot sempurna.
"Aku tak bisa apa kata orang nanti" ucap Vina hingga.
"Baik kata orang yaa..."ucap Allan.
"Hmmm....... Tak usah dipedulikan aku pemiliknya dan itu urusanku" jawab Allan, dan diajwab anggukan ragu Vina.
"Dan kumon Jujurlah jangan suka menyembunyikan perasaanmu jika kau cemburu, kesal, atau marah ok kau terbuka aku juga promise" ucap Allan yang dijawab anggukan antusias dan senyum cantik Vina.
"Aku sayang cinnta Alvian" ucap Vina penuh sayang mengeratkan pelukannya sebari menghirup wangi maskulin Allan senang.
"Me too love you moree Alvian" ucap Allan lalu mencium lembut bibir pink Vina......
Penuh kasih sayangggg.....
........ _______............
Uh Up kalian tau gue begadang bikin mintak Liknya donk help...
Gaje yaaa hadehhh.....