Equincoupl

Equincoupl
Ep 05



Seketika telfon di saku Allan bergetar hingga wajah Allan makin napakemosi, tapi saat mata tajamnya menatap layar pesan yang masuk tiba tiba.


My Mine


'Aku benci kamu aneh Allvian itu Allan Vina huh bodoh Saranghaeyo, i love you


Allan Leonel'


Rasa marah Allan seketika menguap, hingga nampak lah Vina dengan senyum nakalnya.


Senyum manis Vinapun tampak menghiasi bibir pinknya sebari menatap Allan "Masih marah?,  karna aku banyak buat masalah ya??. Aku kasi kamu hadiah 1 permintaan berlaku 24 jam" ucap Vina riang.


"Bohong" jawab Allan.


"Ya terserah" ucap Vina.


"Contoh yang boleh aku minta apa" tanya Allan sebari menampakan smirk anehnya.


"Apapun, aku masakin, jalan ketempat kesukaanmu, seharian nemenin kamu di ruang osis,  atau nemenin kamu nge game dll" jawab Vina merona jujur agak malu habisnya dia minta contoh kesannya kayak aku yang ngegoda dia.


"Hm aku mau, kamu tidur sama aku" ucap Allan sontak Vina melotot.


"Hm tapi di ruang nonton ya,  kan disana ada kasur biar Papa and Mom kamu percaya kita gak ngelakuin yang gak boleh ok" jawab Vina ragu.


"Hm" jawab Allan tanpa aba aba menarik Vina ke ruang Nonton, dan dalam beberapa detik sudah stay dengan posisi tidur terlentang sebari menepuk dada kanannya cool.


"Apa?" tanya Vina bingung.


Lagi lagi Allan menepuk Dada kanannya menatap Vina sebari menaik turunkan kedua alisnya, dengan tampang gilanya.


"aku gak ngerti kode kode an Al" Jawab Vina bingung hingga.


Allan menarik tangan Vina hingga kepalanya membentur dada bidang Allan,lalu berbalik hingga menjadi menyandar di dada kanan Allan.


Seketika Vina mengerti, dan rona merah pun nampak di wajahnya tanpa malu Vina langsung membenamkan wajahnya di dada bidang Allan sedangkan Alla.


Pria itu hanya terkekeh sebari ngelus lembut rambut halus Vina, sebari sesekali mengecup puncuk kepala Vina penuh sayang.


"Love you to Allvian" ucap Allan membalik tubuh Vina dan langsung tanpa basa basi mengecup bibir Vina lembut.


"Jangan marah lagi aku takut... aku sayang kamu" ucap Vina lalu memeluk Allan dan mencari posisi nyaman nya lalu terlelap di dekapan hangat Allan.


Hingga tanpa di sadar sepasang suami istri menatap pasangan romantis tersebut sebari tersenyum senang.


"Papa sebaiknya kita tunangkan mereka,  karna Papa tau sangat sulit untuk bisa membuat Putra kita tersenyum seperti sekarang, Mom tak mau putra tersayang kita kembali murung dan mengingat kisahnya dulu" ucap Mom dijawab anggukan sang Papa.


"Ok tunggu saja waktu yang pas kita akan kerumah Vina" jawab sanag Papa lalu, menggiring istrinya yang nampak tengah bahagia ke kamar mereka untuk istirahat.


__________


Walau jam telah menunjukan pukul 06.00 dua insan yang hubungannya selalu menengagkan ini nampak amsih setia terlelap memgabaikan bahwa merrka harus sekolah.


Hingga


Ughhh....


Vinapun bangun dengan wajah malas hingga iapun merasa ada sesuatu yang berat berada di atas perutnya, serta nafas teratur yang menerpa leher mulusnya, yang menyebabkan sensasi geli yang membuat Vina makin menampakan senyum manisnya.


Saat menengok seketika senyum jahil tercetak di bibirnya.


Cup..


Cup..


Cup..


Kecupan Demi kecupan Vina daratkan di bibir Allan.


Hingga siempunya yang tidur pun bangun, tapi enggan membuka matanya, malah makin mengeratkan pelukannya pada Vina.


Hingga karna kesal Vinapun langsung memencet hidung Allan hingga memerah dan.


"Vina!" geram Allan marah, dna kembali diam sebari melanjutkan acara tidurnya, hingga seketika mood Vinapun langsung down, baru saja akan bangkit tiba tiba.


kring....kring.....


Ponsel Allan pun berdering saat Vina melirik allan pria itu nampak tak memepedukiakn bunyi telephonenya hinggq Vinalah yang menerima panggilan itu dan.


'Kak Alan ganteng inget ya nanti kita ke SMP permai ngadain sosialisasi habisnya aku seneng kita dibilang serasi padahal sebenarnua males tau hehe.....


.......


......


'Eh kakak kok gak jawab'


.......


'Ganggu yaa'


.............


'Jangan marah donk ........'


Sapa sih lo, lo kira gue gak tau arti kata korealo, sinting, Pelakor lo pikunya, pak ketos dah punya pacar dssar ular.


Serah gue, semua orang bahkan sangat sadar kalo lo itu pengaggu untuk al, dan gue jamin lo bakal dilupain dan kak Al akan jadi milik gue.


Bulshit....


Ah lo takut ya, dasar calon wanita buangan


Seketika pagi indah tersebut pun hancur saat emosi Vinapun sudah sampai puncak hingga.


Plak...


Plak...(suara hp Allan yang dilempar Vina)


Kryekk .. (suara saat Vina menginjak hp


Dengan wajah sudah nampak merah padam emosi Vina langsung menelfon Sean.


"Hy manis napa lo udah bangunin gue, ini masih jam enam jogs, my love lo mana?"


"Dah ilang!! jemput gue disini gue tunggu di gerbang depan cepat lo lama gue kill lo tar 15 menit harus dah sampe." teriak Vina geram.


"Puas in tidur! lo play boy sih.....sepercaya gue ke lo,  di otak gue pasti ada fikiran negatifnya dan negatif itu udah mendominasi saat ini bodoh" teriak Vina geram seakan ia berbicara pada patung.


Lalu dengan santai keluar dari kamar Allan, dan benar saja entah kenapa seketika airmata yang ditahan pun merembas memaksa keluar...


"Gue ssudah sabar, selalu aja ada yang ganggu dan lo selalu bikin gue makin benci, gue cinta tapi gue sakit lo giniin mulu dicemburuin gak jelas di kekang dan gue tau itu bentuk rasa sayang lo tapi kalo gitu mulu sama aja lo gak percaya gue Al gue muak" ucap Vina duduk si depan gerbang rumah Allan.


Hingga pak Jem pu menghampirinya "Kok dah disini non tuan Allan dimana?" tanya Pak Jem  satpam rumah.


"Pak Jem bilang nanti ke Allan, jangan cari aku!! enek liat mukanya yang ternyata selalu santai seseorang nyatain cinta bahkan ditelfonnya dia ngangep aku apa mainan?! astaga, bilang juga aku benci dia PHP!!" seru Vinapun sebari menangis deras.


"Non jangan nagis pulang sama siapa Non ini masih pagi"


"Sama abangku, dan inget bilang ke Allan dasar cowok brengsek" tegas Vina saat mengucapkan kalimat terakhirnya.


Sedangkan di sisi satunya.


Jam sudah menunjukan 06.40


Allan pun bangun, saat tanganya meraba kasurnya seketika matanya melotot dengan wajah marah Allan berteriak.


"Vinaaa...!!" teriak Allan hingga pelayanan datang.


"Dimana Vina?" tanya Allan membentak pelayan yang hanya dijawab tidak tau.


Hingga. Seketika mata Allan tertuju pada Hpnya yang sudah hancur, Allanpun langsung berlari ke ruang CCTV rumahnya yang dijaga pak Jem.


"Tuan udah bangun, tadi Non Vina pulang sambil nangis sambil marah-marah Tuan, Non titip pesen bilang jangan cari dia katanya, juga Non bilang Tuan brengsek,  PHP pokoknya banyak Tuan bahkan Non Vina nangis keras banget sampe, abangnya jemput pake mobil lamorgini merah kalo gak salah." Ucap Pak Jem yang  membuat mata Allan semakin berkabut antara emosi dan merasa bersalah.


Disaat melihat CCTV, dan telah mendengar ucapan Vina pada si penelfon, bahkan hingga ucapan kasarnya, lalu melempar hp Alan, bahkan menginjaknya dan mengumpatinya lalu berlari keluar dengan air mata membasahi pipinya.


Seketika, rasa bersalah Allan pun makin menjadi jadi, tanpa basa basi Allan langsung menelfon asistennya. Mengecek si penelfon yang membuat pagi indah Vinanya hancur.


Dengan wajah kalutpun Allan tetap berangkat sekolah, sedangkan Vina tak sekolah hingga sekolah nampak tenang, karna terhindar dari kelakuan nakal Vina.


"Eh si bar bar gak sekolah ternyata" ucap Lisa sinis.


"Hmm, ya juga jadi gue bisa deh kangen dan sayang sayangan ke elo bebs." ucap Valeri memeluk lengan Allan  posesif.


........... $$$$.......


Jahat kalo itu aku langsung tak bunuh si diaaaa......


Yeay sorry terlambat up hehehe....