
Seketika Allan mengacak rambutnya Frustasi "salah lagi gue diem salah, gue ngomong salah" guman Allan lalu mengamit Hpnya menrlfon asistennya.
"Dar heandel kerjaan gue, gue duluan masalah pentingg" Ucap Allan lalu segera pergi menuju Mansionnya.
Dan benar saja "kamar mereka kosong" saat Akan turun matanya menatap pintu kamar dibawah yang di tutup dengan sangat kasar.
Blam.....
Dengan cepat Allan masuk dengan kunci cadangan dan.
Lagi lagi kejadian itu terulang, melihat wajah lemah itu lagi, wajah lemah gadis tersayangnya....
Tangis yang tak akan surut bahkan membunjuknyapun perlu usaha yang benar benar cerdik...
Hingga Vina Berbalik dan.....
Pyarr......
Vinapun menatap Allan dengan wajah berantakannya "1 setengah tahun aku pergi ngerasa sakit karna gadis yang namanya Valeri yang buat hubungan yang kita bangun selama 2tahun hancur, aku pergi menjauh bahkan ngasi kamu bahagian, tahan semua rasa sakitku...." lalu melelmpar Vas bunga di ruangan tersebut hingga hancur berkeping keping.
"Berharap kamu balik...., dan bener kamu balik dengan keadaan mabuk, dan karna aku liat kamu kayak orang putus asa dengan bodohnya aku percaya kamu bener cinta aku hingga aku tertembak" Ucap Vina lagi lagi sebari tertawa miris.
Pyar........
"Lalu aku koma kamu tunggu 6 bulan lebih sampe aku bangun jujur seneng, seneng banget malah kita kembali, kamu ternyata sayang aku cinta aku hingga aku mau tunangan, yakin ama kamu, lalu jujur aku tau salahku kamu jadi begini berubah jadi makin tertutup, akupun diem" Ucap Vina di sela marahnya sedihnya sakitnya.
Bug....
Iapun memukul dadanya "aku... Berulang kali di sakitin masih percaya cinta kamu Al.... dibentak gak masalah dan kali ini diam bahkan kamu gak nyapa senyum, manggil akupun dan mengenalkan aku sebagai pacarmu, tadinya ngomong apa..... Rugi rugi.... Rugi tau aku masuk kampus di kampusmu" ucap Vina.
"RUGI RUGI ALLAN AKU MUAK KAMU MAU APA SEBENERNYA, DULU KAMU BODO PLINPLAN, DAN SEKARANG KAMU SELALU MASANG TEMBOK KE ORANG LAIN, GAK BISA AKRAB KE SIAPAPUN TAPI AKUPUN KENAK, APA SETATUS TUNANGAN KALO KAMU SEDIKITPUN GAK TERBUKA APAAAAA..... BISANYA MAKSA AMA NGANCEMMMMM..... SEKALIAN MATI... AJA AKU WAKTU KOMAAAAA ALLLANNNNNNNN....... " teriak Vina nyaring hingga.
Plak.......
"Stop please, jangan bicara gitu jangan" ucap Allan menggeleng lalu menangis wajahnya terlihat mengeluarkan buliran bening air mata.
"Al kamu bisa kan hangat, gak nuntut kamu berubah aku pengen kamu hangat ngegombal aku gak pergi kamu sayang aku kan cinta aku kan diamana Allan manjaku, selalu manfaatin segalanya, perjuangin aku posesive dimanapun" Ucap Vina lirih menangis sebari bersimpuh dilantai dan menutup seluruh wajahnya.
Lalu tanpa aba aba Allan memeluknya dan seketika hening "Oky aku bakal kayak dulu, kamu milikku, gak akan ngelepas kamu, ngebiarin kamu bebas dan aku akan jujur entah khawatirku, posesivku, otoriterku dan aku gak akan segan ngasi hukuman ke kamu sayang" Ucap Allan datar.
Hingga Vina mendongak "bukan gitu konsepnya All" bentak Vina dengan wajah memerah sebari melepas pelukan Allan dan menghapus air matanya kasar.
"Kamu ini keras kepala. Aku minta yang dulu balik bukan berarti sifat obsesimu balik, bahkan aku yakin kali ini sisi psycopathmu makin menjadi jadi". Seru Vina sebari menatap Allan penuh kekesalan.
Vinpun menghela nafas sebari memijat keningnya 'bisa gila gue ngeladenin dia, masih aja takut gue pergi, padahal statusnya udah tunangan, setengah diri gue udah milikmya, masih aja perhituangan gak mau disalahin' batin Vina frustasi dan sesekali dirinyapun mengacak rambutnya gregetan.
'Kok gue bisa suka elo sihh sial' batin Vina berteriak lalu tanpa aba aba ia menerjang Allan dan memeluknya.
"Ok lebih baik kita nikah biar kamu percaya aku gak bakal pergi kamu puas" teriak Vina kesal dan jawabannya.
Seluruhnya seketika berubah Allanpun tersenyum sumringan, deret giginya nampak Allan yang dulu nampak walau dinginnya masih, tapi Allan sebenarnya sama entah dulu atau yang sekarang bedanya kadar dinginnya lebih tinggi dan makin parah jadi harus ekstra sabar.
"4tahun lagi" Ucap Vina lalu melepas pelukannya dan mundur "gak semudah itu minta maaf ama aku sorry, kamu seenaknya akupun bisa kamu dingin, datar, cuek, akupun bisa" Ucap Vina lalu berjalan keluar dengan wajah jujur masih sangat kecewa.
Dengan wajah malasnyapun, Vina berjalan ke dapur membuat Pancake, dan juice Alpukat.
"Habis marah laper juga yak" Gumamnya, lalu bersenandung ria sebari tanganya berkutat pada bahan membuat adonan pancakenya.
Hingga nampaklah batang hidung si Cold boy, Flat Boy bahkan Tembok boy menuju ke arahnya.
Dengan tampang datarnya Allanpun duduk di meja patry sebari menatap teduh Vina hingga saat Vina berbalik.
"Aztazim.... " ucapnya tersentak akibat kaget lalu dengan wajah malaspun menuju kulkas mengamit apel dan.
"Lala" panggil Vina hingga pembantupun datang.
Dengan wajah menunduk Lalapun menghadap "ya ada apa Non?"
"Lanjutin tuh buat Pancake, nanti setelah selesai taruh aja di meja patry plus jus alpukat yap, susu dikit gulapun dikit" Ucap Vina lalu pergi bahkan sedikitpun matanya tak melirik ke arah si Cold boy itu.
Menuju taman belakang duduk di ayunan dekat kolam sebari memainkan Hpnya.
Hingga lagi lagi sama, dengan wajah datarnya Allanpun membuka pakaiannya hingga menampakan tubuh shirtlessnya dan celananya yang hanya menyisakan boxernya.
Lalu dimalam itu ia masuk ke dalam air dan berenang layaknya perenang profesional.
Dan dengan santainya bersenandung ria.
Hingga "hacim..... "
"Hacim.... "
Lalu Vinapun melirik dan "sana masuk mandi pakai air hangat, makan, minum obat trus tidur, musim dingin gini renang aneh" Ucap Vina tak peduli lalu melanjutkan kagiatannya yang sempat tertunda.
Hingga Allanpun bosan dan dengan tubuh masih basah Allan mendekat dan menarik dagu Vina untuk menatapnya.
"Swetty... " panggilnya lembut sedangkan Vina hanya mendengus.
Lagi lagi Allan menarik dagunya dan "jangan buat kesabaranku habis" ucapnya dengab datar, tegas dan.
Vinapun menunjuk Allan dengan mata tajam "Apa.... Kesel, marah.... Ngaca kamu gimana, gitu dah selama ini kamu, aku ngomong paling jawabannya "hm" doang ya coba aku diemin bentar aja marah aku marah gak boleh kalo kamu marah boleh gitu, udah gak boleh disalahin.... Udalah males berantem buat suaraku abis aja... " sesal Vina lalu berjalan dengan wajah datarnya masuk sebari bibirnya sedikit menyinggingkan senyum.
"La pangil sana Allan, suru mandi trus makan udah sakit keknya tu orang" Ucap Vina lalu memakan Pancakenya dengan lahap.
Hingga saat makanannya sudah habis bahkan juice Alpukat Vinapun sudah habis masuk ke perut, datanglah si Cold ini dengan tampang sok Coolnya tapi emang bener sih Cool.
"Makan, aku mau bobok ngantuk, besok gak usah anter aku bisa sendiri, sekalian mau cari cogan di kampus gausah dah disapa bagus lagi, jangan marah salahmu mau di templokin BEM Genit" Ucap Vina lalu pergi tanpa rasa takut dan beban.
Dan kali ini Vina akan pancing Emosi Allan dengan cepat iapun menuju lemari di kamar dan duduk didalam lemari sebari memainkan Hpnya...
1 menit
20 menit
30 menit
1jam
Tiba tiba....
Pyarr......
Bugh......
"Cari Vina... Dimanapun dia seret bila perlu...... " geram Allan dengan suara mengelegarnya sedangkan Vina tetap diam.
"ALVINA jangan bikin emosiku naik bikin aku terpaksa keras.... " Ucap Allan dengan mata berkobar dan detik itu juga Vina keluar.
Iapun turun dan semua bodyguardpun menatap melotot ke belakang Allan.
"Ya apa?" tanya Vina sebari duduk di sofa.
Hingga.
Krek.....
Ponsel itupun hancur sekuat apa sih tenanga Allan.
"Kamua kemana!!" serua Allan dengan nada marah tangan mengepal, bahkan matanya yang sudah memerah menahan air mata, dan buku buku jari mengepal bahkan rahangnya mengeras.
Sedangkan Vina hanya diam.
Dan tanpa Aba aba tiba tiba Allanpun mencengkram rahang Vina keras hingga.
Rasa sakit itu menjalar dan.
"Al... " Ucap Vina lalu setes air matapun jatuh "kamu kasar" lirih Vina.
Hingga seketika cengraman Allan terlepas dan tangis Vinapun kembali bahkan Vinapun mencengkram kepalanya menahan sakit di kepalanya....
.........................
Woho sengngnya yang baca udah mulai banyak.....
Minta votenyadonkkk....
Sorry. Banyak typo yak..
Se yaa next chap..