
Tanggal jadian bukan, tanggal lahir Vina bukan, tanggal lahirnya bukan.
" Lalu apa?" gumam Vina berusaha tenag, lalu kembali memutar otaknya, seketika setelah menguras isi kepala, tiba tiba Vina tersenyum seakan keluar lampu dari kepalanya.
ting.
Terbesit di fikiran Vina tanggal, bulan ulang tahun dirinya dan Allan -0707270- dan ternyata.
Ting pintu pun terbuka...
Vinapun bergegeas Masuk, lalu ia mulai mengedarkan pandangannya.
Yang benar saja, sungguh Vian tersentak kaget saat matanya menatap tetasan hitam dan baru ia sentuh ternyata itu tetesan darah yang berceceran hingga ranjang tidur, lalu keadaan kamarnya yang sungguh sangat berantakan bak kapal pecah.
Ranjang yang berpindah tempat, bantal mengeluarkan bulu, pecahan vas bunga dan kaca dimana mana, buku berserakan, laptop telah menjadi sampah, seprai dilantai, barang antik kamarnya sudah berhamburan, plus pencahayaana di kamar hang remang remang.
Hingga mata Vina tertuju pada Lelaki yang dudukjgt bersandar, sebari memejamkan matanya, dalam keadaan pencahayaan yang remang remang duduk di sofa, dengan tangan di pinggiran sofa, nampak meneteskan sesuatu dari buku jarinya.
"Hey" ucap Vina lembut, sontak seketika Allan membuka matanya, lalu menatap Vina dengan tatapan dingin tapi saat Vinaa menatapnya lebih dalam, Vina menemukannya dari matanya tersirat rasa kecewa dan cemburu yang membara.
"Al, kamu kenapa? marah karna aku gak nurut?, aku minta maaf deh jangan gini lagi kasihan Mom Dady kamu khawatir nanti" ucap Vina selembut kapas, jujur sangat sulit meredakan emosi malaikat kematian ini, dan Vina jamin apapun didunia ini tak ada yang gratis ingat itu!.
"Lo berubah lo gak pernah perhatian ke gue baru gue sibuk lo pasti ngerasa bebas lo ngelanggar Vin gue tau lo selama ini sering main ama cowok lain, ke kantin bareng mereka gue cemburu lo tau!!!" Seru Allan marah sebari melempari lagi barang disekitarnya kasar, walau melemparnya tak menuju kearah Vina tapi tetap saja, itu membuat Vina tersentak kaget.
Vinapun kembali mengatur nafasnya lalu mendekat "Sayang jangan marah aku salah gak perhatian ke kamu, mulai besok aku bakalan kembali jadi kayak dulu ok, sudah apa yang kamu mau dari aku biar kamu gak ngamuk kayak gini lagi" tanya Vina merayu Allan sebari memeluk leher Allan dari belakang.
Allanpun menyentuh tanga Vina dengan tangan kirinya, dengan sangat lembut lalu "Kamu nginap disini" ucap Allan cuek, dan ini permintaan aneh pertama Allan.
"Tap-" baru saja akan menolak Allanpun berbalik menatap Vina dengan tatapan menyedihkannya.
"Kamu milikku selangkah pergi dua langkah aku akan memgejar hubgga mendapatkanmu dan itupun bisa dengan cara kasar tergantung dirimu dan tau artinya, tak ada kata Tapi, tidak, ataupun sebuah penolakan halus" ucap tegas Allan to the point masih mengepal kuat tangannya yabg bamlak mengeluarkan darah, dengan badan nya kaku dipeluk Vina berarti kemarahan Allan masih membara.
Alvinapun seketika tersentak tadinya mimik wajah Allan menyedihkan, seketika berubah menjadk tajam fna tegas, saat ia mulai mengutarakan keinginannya, yang tak bisa dibantah.
Sungguh pria yang memiliki mood yang aneh.
Alvinapun terdiam, ditolak, malah makin menjadi jadi nantinya.
Vinapun menghela nafasnya pasrah "Oky aku nginep dan besok kita sekolah yaa, kamu kan sibuk" ucap Vina merayu Allan dengan suara selembut mungkin hingga Allan berbalik dan tanpa basa basi langsung memeluk Vina.
"I love You" ucap Allan memeluk tubuh Vina erat lalu kembakj memberikan jarak fiantara mereka.
Allanpunbemnatap Vina tajam "sebagai hukuman aku ada 8 syarat" ucap Allan
'astaga masih marah, mau minga apa lagi ni anak sumpah' teriak batin Vina.
"Apa?" tanya Vina dengan wajah ngeri kali ini persyaratannya pasti sangat di luar nalar.
"Pertama Gak ada keluar kekelas sebelum aku jemput, ke-2 gak ada perbincangan dengan cowok selain aku dimanapun, mau medsos, ataupun sekolah, kecuali keluargamu, ke-3 gak keluar kecuali ama aku, ke empat buat tugas kelompok atau apalah dirumahku. No school No cafe, ke-5 gak ada rok mini, sepatu warna, rambut dicat dan kutex, ke-6 sarapan gak boleh lewat se menit pun harus tepat waktu, ke-7 sekolah maupun pulang dianter aku, dan ke-8 terakhir aku bakal pasang gps di hpmu ngerti." Ucap Allan menatap mata biru indah Vina intens dan sangat tegas.
Seketika saat Vina akan membuka suara "t-"
"Gak ada tapi, tidak, ataupun penolakan secara halus sayang, atau kamu aku masukin jadi anggota osis boleh juga" ucap Allan hanya dijawab malas Vina.
"Ya serah" Jawab Vina menjawab dengan wajah menunduk dengan buliran bening dimatanya.
"Sayang don't cry, walaupun kamu nangis gak akan merubah keputusanku, kamu nurut aku akan jadi malaikatmu tapi kalo kamu nge bangkang aku bisa lebih kejam lebih dari fikiran mu. " Ucap Allan yang hanya dijawab anggukan pasrah Vina.
Seketika Allanpun duduk kembali disofanya menatap intens Alvina yang masih duduk lalu beranjak hingga.
"Kemana"
"Ambil kotak P3K" ucapnya berjalan keluar kamar Allan menuju toilet dan menangis.
'Astaga kenapa harus gini, belum lama gue di tahan bak didalam sel dirumah, disinipun gue di tahan dengan sifat over nya, saat gue pengen lepas dia hati gue nolak saat gue nerima gue gak tahan sikapnya terlalu sakit' batin Vina menangis hingga.
"V. I. N. A" teriak baritone tersebut terdengar dengan nada marahnya.
Dengan gesit Vinapun langsung menghampiri Allan dengan wajah marah nya yang malah marah pada seluruh pelayan karna Vinanya lama.
"Kenapa, tadik aku ke toilet dulu Al" dusta Vina lembut lalu menarik Allan menuju sofa dan duduk di sebelahnya hingga.
"Al aku berat" ucap Vina saat Alan mengangkatnya dan mendudukan Vina dipangkuan nya.
"Gak, obatin dengan kamu duduk di pangkuanku ok dan-"
"Ya gak ada penolakan" potong Vina lalu membalut luka Allan dengan rapi sedangkan Allanpun sebari tersenyum simpul menaruh kepalanya di cerukan leher Vina sebari mengecup leher Vina berulang kali manja.
Sedangkan Vina hanya pasrah ia tak mau ambil resiko akibat tak menuruti keinginan pacar over nya.
"Allan"
_
"Allan"
_
"Hm"
"Berhentilah menciumiku itu geli" ucap Vina telah selesai membalut luka Allan sejam yang lalu.
"Aku suka" jawabnya hingga..
Det... Det.... Hp Vinapun berbunyi...
Tertera nama.
Farell caling......
"Hallo"
"Ya ada apa Rel, aku lg sama Allan"
"Ya"
"Maaf, kau tau dia seperti apa kan, ok besok di rumah Allan"
Lalu
Tanpa sadar Vina menengok dan mata Allan lagi lagi Allan menahan emosinya dengan rahangnya sudah mengeras, tangannya sudah mengepal sempurna dan tatapannya setajam pisau.
"S. I. A. P. A!!!!!!!" teriak Allan bangkit menatap Vina membara.
Seketika tubuh Vina pun berpindah duduk di sofa, sontak Vinapun membeku, rasanya pengen langsung Gone aja, tapi apa daya kalo dah begini cuma ada satu cara dan ini pertama kalinya astaga.
Seketika tanpa basa basi.
Vina mendekat menatap teduh mata tajam Allan "Sayang Al sayang Vina kan?" ucap Vina manja.
"Dia Farrell sepupumu sekelas denganku, aku sekelompok dengannya dan kerja kelompoknya besok disini" ucap Vina makin mendekat mengusap rahang kokoh Allan lembut.
"Jangan marah oky, please nanti tangan kamu berdarah lagi yaa, demi aku" ucap Vina lalu menarik Allan duduk disebelahnya.
"Sudalah terserah" ucap Allan ketus lalu menuju balkon kamarnya.
'Ngambek astaga ngambek lagi kan, di didiemin salah, dirayu ujungnya aku yang ngenes habisnya hukumannya itu loh aneh aneh.' batin Vina lalu menyusul Allan kekamarnya.
"Sayang" ucap Vina lembut menuju balkon kamar Allan.
"Allvian" ucap Vina merayu.
Hingga saat tiba di balkon wajah Allan menatap kedepa dengan pandangan koskng, dan matanya agak merah, pertanda laki laki itu menangis seketika hati Vina mecelos.
'sebegitu sayangnya ya kamu sama aku' tp kenapa kamu nyakitin aku terus sih!" batin Vina lalu tercetak senyum kecil di bibirnya.
Dan
Cup. "I Love You Alvian"
Cup. "I Miss You"
Cup. "Not hungry My Baby boy"
Seketika Mata Allan pun menatap kesal dan makin marah.
"Alvina!!!" geram Allan.
"I Love You Alvian sarnghaeyooo....!!!!! " teriak Vina lalu berlari menuju ke taman belakang sebaru terkikik geli.
Merogoh sakunya menulis pesan.
Hingga suara menggelagarpun terdengar.
"ALVINA" teriak Allan geram dan.
Send.. Klik Alvina di hpnya lalu duduk di gazebo depan kolam renang.
'""'""6666677777"""'"
Hehe kalk suka... Ceritaku...
Inget yang minat like ya bintangnya...
cerita ke-2 jni cerita sumpah lebih gaje dr sebelumnya wkwkwk