
Dimulai lagi....
Hari pertama Ospek l,Vina tak berangkat bersamaan dengan Allan.
Vina berangkat diantar supir, sedangkan Allan berangkat dengan mobilnya sendiri.
Pagi itu dengan wajah gusar, Vinapun masuk ke barisan gugusnya, Vina masuk di Gugus 1 dengan nama Gugus Rose.
Rasanya dirinya makin ingin mengumpat lagi dan lagi, saat ia lihat di barisannya kanan laki laki, kiri laki laki, dan belakangpun laki laki "ini gugus apaan si isinya laki doang" rutuk Vina dengan bibir komat kamit tanpa nada.
"Hm.... " tegur orang di sebelahnya dengan senyumnya menatap Vina dan.
"Azura!!" seru Vina dengan wajah semangat "seriusan lo ngampus di sini seangkatan sama gue?, kok bisa?" tanya Vina dengan mata terbinar.
Sedangkan Azura hanya mengagguk "gue udah bener bener sembuh, dan gue udah kejar paket, trus masuk dimari karna gue kangen lo, lo nyari barisan ditempat ginian amat sih" Ucap Azura dengan mata mengedip sebelah.
Vinapun seketika mendengus lalu tersenyum lalu menengok kanan kiri "Max?" tanya Vina kepo.
"Dia lebih tua dibanding gue 4tahun jadi dia sekarang kerja dan gue ngampus di kampus casu lo hehe... " Ucapnya lalu Vinapun menghela nafas gusar.
"Parah parah banget Ra, dia makin posesiv, bikin gue makim cinta" Ucap Vina sontak di tatap tajam Bem didepan dan.
Seketika mata Vina berade dengan Bem tersebut "Kamu" tunjuknya pada Vina dan Azura "dan temanmu yang tadi bicara maju" ucap Tegas BEM tersebutpun berseru.
Seringai Vinapun nampak, hingga Azurapun menatapnya "jangan aneh aneh deh lu ya" Ucap Azura melirik Vina malas "bakal jadi tranding topik dah lo nanti" gerutu Azura, yang hanya dijawab seringai Vina, sedangkan Azura sudah bensr benar pasrah dengan sikap bar bar sahabatnya.
"Let's Play hehe...... Pertunjukan" Ucap Vina, diikuti nada suara aneh, lalu dengan santainya Vina maju ke depan tepatnya sebelah kakak laki laki tersebut "kenapa kak kalo saya ngomong, toh di belakan banyak juga yang ngomong kok" ucap Vina lalu dengan santainya menunjuk beberapa orang, sedangkan Azura masih dengan posisi keep silent.
"Tuh... Tuh... Tuh...." dipanggil dong Kak kan mereka juga ribut, apalagi tuh yang paling depan udah ribut, rambut digerai kok gak ditegur sih kak, oh mungkin pacar kakak Ya? " Ucap Vina menatap BEM tersebut tanpa rasa taku, bahkan terlihat tersenyum devil.
slSeketika mata laki laki itupun menatap Vina tajam "kamu ngajarin saya!" geram BEM tersebut.
Sedangkan Vina hanya mengedikan bahu, lalu menatap para Maba "gak kok kak bela diri aja kok, ya gak terima lah aku yang udah baris paling belakang gak denger suara kakak didepan, ya otomatis ngombrol sekalian kenalan ama temen baru, eh dipanggil kedepan, sedangkan yang lain ngobrol didiemin, ya gak enak lah di hukumnya berdua aja pula" Ucap Vina yang mendapat sorak ejekan Para Maba.
Sedangkan Vina hanya diam dengan wajah santainya "masih disini nih kak, dihukumnya cuma berdua doang tuh yang digerai gak ditegur?" tanya Vina.
Hingga "lo ceriwis banget yak.... " Ucap cempreng seorang gadis dengan almamater BEM'nya. "Mana biar gue yang urus" Ucapnya.
Hingga "eits aku bukan barang di oper sana sini, ya kok kakak yang sewot!, aku kan mengutarakan pendapat, mau di hukum ya hukum aja kok susah, tapi yang kuliat ribut tadi harus ikut juga apalagi yang digerai tuh, curang banget" Jawab Vina dengan santainya.
"Lari 5 putaran di lapangan basket" ucap Laki laki tersebut.
Hingga Vina menatapnya 'awas aja lo, curang banget sih' batin Vina lalu menatap Kakak tersebut tajam.
"Kakak itu contoh terjelek yang pernah kuliat, Yok Ra lari sampe pingsan, yang duluan pingsan gue traktir" Ucap Vina yang dijawab toyoran Azura, sedangkan tak di sadarinya sedari ajuh ada pria yang menatapnya tersenyum 'mine' gumam laki laki tersebut.
Sedangkan Vina hanya terkekeh dan dengan langkah cepatnya menuju lap basket.
Dengan tawa, candanyapun Vina dan Azura melaksanakan hukumannya dengan wajah riang, bahkan tanpa wajah cemeberut, sesekali merekapun tertawa riang.
Hingga tak disangka karna sikap Vina tersebutpun beberapa Kantingpun tertarik padanya, dan jika Vina tau dijamin akan dijadikan mainan olehnya.
5putaran selesai dan Vinapun dengan wajah penuh keringat, senyumnyapun tidur terlentang bersama Azura dipinggir lapangan.
"Gak berasa kan larinya, kalo lo ngegibah ama gue" Ucap Vina sedangkan Azura hanya menatap Vina sebari mengagguk.
"Lo kuat banget ya.... " Gumam Azura dengan wajah menatap aneh Vina dalam diam.
Sedangkan Vinapun menatap langit lalu menghela nafas "Kondisikan tampang lo, gue biasa aja jangan bikin gue mewek ok" Ucap Vina tanpa menatap Azura, lalu menarik Azura menuju ke kantin hingga.
Sedangkan Vinapun duduk di undakan tangga "Kak kalo kakak lari, habis lari gak dikasi minum suka gak?, Trus kalo mabanya pingsan mau tanggung jawab gak? Pasti jawabannya salah Mabanya lah habisnya ribut itu hukumannya" Gitu kan.
"Nah kalo aku pingsna terus sesak nafas mati kakak mau bilang apa?, makanya aku mau ngantin dulu bli minum gak papa kan kakak Cantik 5 menit diang ok" Ucap Vina lalu pergi, tak lupa menarik tangan Azura menuju koridor.
"Lo berani banget sih mulut lo pedes banget" Ucap Azura dengan wajah serius berjalan beriringan dengan Vina.
"Lo juga kan kalo marah mengalahkan gorila ngamuk hahahah...... " Ucap Vina dengan wajah tanpa dosanya dan
bukk.....
Azurapun menghela nafasnya lalu berjalan mendahului Vina "yailah ngambek mbak? gak boleh minum susu setelah olahraga" Ucap Vina lalu
buk.....
"Sialan jail banget sih.... " gerutu Azura lalu menayamakan langkahnya dengan Vina menuju kantin.
Setelah kembali, ternyata bell istirahatpun berbunyi ,dengan tampang santainya tetap stay di kantin.
Hingga para maba lainnyapun berbondong bondong ke kantin diikuti para BEM yang menuju lantai atas.
Sedangkan dengan santainya Vina menyeret Azura lalu duduk di sebelah gadis berkacamata dan rambut dijalin satunya "hy cantik, boleh duduk gak, siapa nama lo, boleh tau gak?"tanya Vina SKSD.
Gadis itupun mengangguk "Tiara" Ucapnya kecil lalu kembali diam.
"Oh gugus berapa, kok diem aja sih gak usah takut gak bakalan gue makan kok hehe sans aja woles woles bro" Ucap Vina sebari makin merapatkan diri ke gadis itu dan dibalas gelengan Azura "sarap lo kumat" Ucap Azura yang dijawab kibasan tangan Vina.
lalu gadis itupun menatapnya ragu lalu kembali mengaguk ragu.
Hingga....
Bug....
"Ra kenalan kek lo tu muka datar mulu, eh ya kenalin ini temenku Azara bin Zarap, maklum orangnya memang gini tapi ati ati ya kalo dia mode marah bisa porak poranda ini se isi kan-"
"Gdebugh..... " Ucap Vina seketika terpotong saat.
Tiba tiba seorang gadis menarik rambutnya hingga terjungkal.
Seketika tawa seluruh maba dikantinpun pecah hingga Vina bangun dan berbalik "eh maba rambut omre yang tadi gue minta dihukum tuh ya, maaf" Ucap Vina lalu saat ingin duduk iapun tersenyum dan berbalik menarik tangan gadis tersebut yang ingin menuang jus ke bajunya dan.
Kepala Vinapun menggeleng "kalah cepat, untung dilantai bukan kena baju lo, mau nyari musuh ya.... Mau musuhan ama gue?" tanya Vina dengan wajah santainya melipat tangan didada dan berdiri menjulang tinggi.
Hingga "brak.... " terdengar bunyi keras berasal dari atas dan seketika Vina melotot.
"Rara.... Mampus gue..... " gumam Vina lalu memasang wajah pucat.
............
aku next deh walau dikit yang baca 😥😥
Bagi yang baca atau yang suka kasi tau temen temen yang lain yak tentang ceritaku help....
Yaudah ditunggu next chapternya ya 1komen berarti loh bagi yang pengen aku lanjut komen aja dijamin aku langsung Publish ok...
Se yaaa
Kl ada typo sorry dory... 🙂😀