
Pagi menyambut Vinapun bangun pukul 8 pagi, dengan mata sembab dan kepala yang pening.
Dengan wajah datar melihat jam lalu segera mandi tanpa sarapan otw kampus.
Matanya membulat saat ia menuju ke lapangan ternyata Allan, dengan wajah angkuhnya memberi pengumuman, dan dengan wajah pucat Vina mengalihkan pandanganya, berjalan menuju ke BEM yang membina Gugusnya.
"Maaf kak saya telat, kemaren kemaleman tidurnya, saya gak bawa apapun yang diharuskan dibawa. Jadi harus di hukum" ucap Vina santai sebari menunduk lesu.
"Yaudah, hukumanmu nanti Kakak serahin ke Panitia aja" Ucapnya lalu pergi.
Sedangkan Vina hanya diam berdiri dibawah teriknya matahari, karna jujur ia memang sangat telat bahkan sudah 1 setengah jam.
Hingga tiba tiba BEM itupun kembali dengan wajah pucat "maaf kamu ditugaskan oleh Pres BEM keruangannya, membersihkan seluruh ruangannya, dan membereskan lemari dokumen Pres BEM, itu orangnya, namanya Allan, maaf saya gak bisa bantu, dan sebaiknya kamu dengan cepat mengikutinya sebelum ia marah" Ucapnya lalu Vinapun mengaguk tanda mengerti.
Dengan wajah menunduk Vinapun menuju orang tersebut, jujur kepalanya pening, perut lapar dan ia masih marah.
Hingga Vinapun mendapati beberapa cibiran.
"Rasain di hukum Pres BEM, biar kapok"
"Main main ama gue lo"
"Ih kasian"
"Untungg gue telatnya gak kek dia"
"Idih enak banget di hukum Pres BEM" begitulah ucapan miring mereka dan dijawab diam Vina.
Hingga tak sadar ia sudah sampai di depan pintu bertuliskan Presiden BEM, lalu ikut masuk menyusul Laki Laki tersebut.
Saat ia mendongak Bersih. 'Apa yang gue bersihin' batin Vina.
Ruangannya sudah sangat bersih, hanya saja dokumen di meja Allan sangat menumpuk bahkan hingga berceceran di lantai.
"Vina" Ucap Allan mendekat berniat menyentuh Vina, sontak ia mundur dan.
"Menjauh!" Ucap Vina keras
"aku kecewa aku marah.....!!!! ya ya aku marah ama kamu, kamu posesive tapi aku gak boleh posesive juga, jika disaat pemikiranku terbukti aku yang gak salah dan kamu gek percaya aku, jangan berharap aku kasi kesempatan lagi!!, sudah cukup hancur kamu buat akun seperti setahun yang lalu, sakit banget Al" Ucap Vina lirih lalu berjalan menuju sofa,? dengan santainya duduk sebari melepas sneakernya dan menaikan kakinya duduk dengan nyaman tanpa malu.
"lanjutin aja kerjaan kamu yang numpuk, jangan anggap aku ada, dan untuk urusan gak kenal. Tenang aja aku akan berusaha sampe di ambang batasku" Jawab Vina lalu menyandarkan tubuhnya di sofa, mulai memejamkan matanya.
"Maaf maaf, besok akan aku umumin kita tunangan ke semuanya seantero sekolah bila perlu pernikahan kita akan ku majukan" Ucap Allan sebari menghampiri Vina, lalu menarik kursi duduk di depan Vina.
Tangan Allanpun menagkup kedua pipi Chubby Vina, dan sesekali ibu jari Allan mengelusnya lalu menatap teduh Vina "Gak ada Valeri yang lain hanya kamu aku percaya kamu sayang, maaf aku menyesal membentakmu, mulai detik ini, saat ini prioritas utamaku kamu hanya kamu." Ucap Allan dengan wajah teduh lalu mengecup bibir Vina singkat.
Dengan wajah memerah tomat Vinapun mendengus, membuang wajahnya ke kanan "Telat kenapa gk bilang kemarin aku udah terlanjur marah kecewa, nikah? gampang banget ngomong. Aku gak mau nikah sebelum kamu buktiin keseriusanmu, kepekaanmu ama aku, semengerti apa kamu tentang aku, dan satuhal dipihak mana kamu berdiri jika ada saat nyata nyata bukti bohong menusukku aku tak perlu kata kata cukup kepercayaan" tegas Vina, lalu menyingkir kan tangan Allan yang menagkup kedua pipiny dengan kasar.
Vinapun dengan kaki telanjangnya berdiri berjalan menjauhi Allan, lalu berbalik dengan mata berkaca kacanya "Aku mau pulang kepalaku sakit, aku belum sarapan dan satu lagi jangan ganggu aku Al, aku Capek ngadepin kamu yang sangat sulit ku tebak" Jawab Vina dengan setetes air mata lolos dari pipi chuby kanannya.
Cup...
"Gak akan terulang percayalah" Ucap Allan mendekat mengecup puncak kepala Vina
Cup....
"Apapun keinginanmu akan aku turuti, kecuali jangan menjauh seperti ini apa lagi pergi, bila kau resah marah keluarkan saja seperti ini" Ucap Alan lagi lalu mengecup kedua mata Vina.
Cupp.....
"Sehelai rambutmu terlepas karna orang lain, atau se senti kulitmu memerah, jika karna kesalahan orang lain aku akan membunuhnya, jadi jangan marah im sorry Babe" Ucap Allan lalu kambali mencium hidung mancung Vina dan,
Cup.....
"Love You, jangan takutkan hal itu lagi aku selalu di pihakmu. Walau dimata siapapun kau salah" Ucap Allan lalu memeluk Vina dan terakhur Dikecupnya Bibir Vina lama lalu dijawab Pelukan Vina.
"Promise" Ucap Vina dipelukan Allan disela ciuman mereka.
Cecapanpun beralih menuju Leher jenjang Vina hingga sedikit lenguhanpunn terdengar.
Lalu setelah kejadian pertengkaran mereka selesai, tanpa basa basi Allan menelfon body guardnya membawakan bubur keruangannya.
Dengan wajah tegasnya Allan menatap Vina sebari mengeluarkan suara berat baritone khasnga "makan." sedangkan Vinapun mendengus kasar,vtak bis amembantah, mulai memakannya.
'Baru aja ngambek ngambekan di. Rayu eh balik lagi sifat iblisnya' batin Vina lalu menyuap makanannya.
"Al, berapa hari sih Ospeknya,!a eh ia aku loh punya dua temen baru namanya siapayaa-" Ucap Vina kembali mengingat sebari sese kali menyuap buburnya.
"Hmm oh yaya Ti-"
"Tiara Aurora Putri, Letta Merlina Lugiz, boleh selama kau tetap bersama Azura, Letta itu anak jalanan dan anak liar kamu boleh mengenalnya tapi aku tak mau sifat lamamu kembalia balapan liar, ke club dan berkelahi mengerti" Ucap Allan sebari duduk dengan tatapan datarnya meneliti berkas berkas di hadapannya.
Hingga Vinapun beranjak dari duduknya, mendekat ke kursi kerja Allan "satu permohonanku akan kuberi satu permintaan ok" Ucap Vina dengan wajah manja sebari memeluk leher Allan hingga seketika Allan mengerinyit.
"Apa?"
"Aku ingin sekelas dengan mereka" Ucap Vina dijawab tatapan tajam Allan.
"Hm" jawabnya.
"Al aku minta, masa kamu gak mau turutin sih?" Ucap Vina hendak melepas pelukannyadi leher Allan dan.
Dengan cepat Allan menariknya hingga "Eh" tubuh Vinapun menjadi terduduk di pangkuan Allan.
"Tak bisa sekelas ku usahakan mata kuliah kalian akan sering memiliki jam yang sama" Jawab Allan lalu.
Menatap Vina dan mengelus bibir Ranumnya "permintaanku setiap pagi kau berikan morning Kiss deal" Ucapnya sontak Vinapun melotot, wajahnyapun seketika merona menahan malu, diikuti dengan hatinya yang berbunga bunga.
"Malu" Ucapnya lalu membenamkan wajahnya di cerukan leher Allan.
"Perjanjian Babe" Ucap Allan lalu Vinapun hanya mengagguk pasrah dan.
Cup....
Cium Vina di Bibir Allan, sontak mata Allanpun membola menatap Vina, lalu detik berikutnya senyum tampannyapun nampak.
"Evening kiss, Love You Malaikat Maut" Ucap Vina lalu kembali memeluk Allan "kau Malaikat yang terbaik pemberian tuhan Love You Al" Ucap Vina lagi lalu turun dari pangkuan Allan.
"Udah ah lajut sibuk sana" Ucap Vina hendak pergi hingga Allan mencekalnya.
"Masih sakit" Ucap Alan mengecup kening Vina sebari memberikan pil dan mengamit air di meja kerjanya "minum, pulang denganku" Ucapnya.
"Aku tunggu di gerbang depan sepulang kampus ok, yaudah ketemu temen baru dulu" Ucap Vina lalu berjalan menjauh hingga menghilang dibalik pintu.
Dan Allanpun hanya bisa menghela nafasnya sebari sedikit menyungging kan senyumnya "Apapun untukmu" gumamnya lalu kembali menekuni berkasnya.
..........
Guysss.... Sku loh
Minta liknya dung kl kaluan berkenan thx udah ada yang mau baca cerita gajeku ini...
Tunggu next chap yang gak nentu ini ya.
Habis gaka da yabg minta chapnya di next...
Minta kritik saran dunk kalo...
Dan please no copy karyaku ok... Mau copy bayar dunk...
Seyaaa.....
Maybe masih ada bsnyak typo dimaklumi yakk hehe...