Dream Is Real

Dream Is Real
"Wanita itu" ~ eps 7



"Kemana?" ujar gua.


"Ke hotel?" kata dia.


"HOTEELLL? EITT GUA BUKAN CEWEKK MURAHAN YANG DIAJAK KEMANA AJA MAU" sentak gua.


"Yaa maaf lis, kalau makan mau?".


"Ga lah, kaga laper gua. Yang lu omong tadi, bikin gua unmood".


"Maaf lis, gua kira..".


Gua langsung nyamber "kira apa? Cewek murahan yang diajak kemana aja mau gitu? Sorry lu salah orang ren" sinis gua.


"Ya maaf, lu cewek baek baek tapi jutek nya minta ampun" Kata dia.


"Maka nya kalau ngomong dijaga lah, gua bukan cewe gampangan" ujar sinis gua.


"Yaudah sebagai tanda maaf gua ini, gua ajak nonton deh sekalian makan. Gimana?".


"Gua kaga laper, tapi.. Yaudahlah, tapi nonton ya" guapun mengiyakan.


"Iyaa lis, seterah lu mau belanja juga gua bayarin gapapa" ujar dia.


"Begini, kan niatnya nonton aja. Jadi nonton aja" kata gua sambil keluar rumah.


Guapun pergi ke mall bareng reno untuk nonton film, dan sampai di mall. Bagus nya ada film yang gua suka terus genre nya horor. Gua suka banget film horor, kalau kalian gimana? Comment bawah ya :v


Ok sireno langsung beli tiket C7 dan C8. Sambil menunggu film dimulai, guapun kekamar mandi tapi entah dia kemana. Guapun keluar dari kamar mandi.


"Liss, nih lu pegang tiketnya. Gua pegang makan sama minumnya" kasih lah tiketnya ke gua.


"Yaudah, yaudh masuk udah mau mulai juga"


GUAPUN MASUK KEDALAM BIOSKOP DAN MENCARI TEMPAT DUDUK. DUDUK, DAN MENIKMATI FILMNYA. SATU JAM PUN TERLEWAT, FILM PUN SELESAI. KITAPUN KELUAR BIOSKOP MENUJU MOBIL.


"gila tuh film serem banget liss" ujar dia.


"Kaga lah, kaga serem tapi dibelakang lu noh serem mungkin" menunjuk dibelakang nya reno.


"Jangan bercanda lah lis, galucu sumpah kalau begitu" sambil ketakutan dia.


"Bener serius duarius malah, dia suka tuh sama lu. Cewe tinggi tapi sebelah muka nya agak rusak, tapi.." guapun langsung lemes.


"Kenapa liss, lisss" langsung memegang gua yang lemes dan memasuki ke dalam mobil.


Gua gatahu langsung lemes dan pingsan, karena melihat wanita itu, dan begitu ga sinkron. Seuasai pingsan guapun terbangun dan mendengar suara reno.


"Liss, lu gapapa kan? Gua khawatir banget sama lu" tanya dia dengan gelisah.


"Gapapa, gua lemes banget. Gua gabisa apa², benar karena wanita itu. Ya wanita itu, wanita itu makin jelas terlihat. Dia mengikuti gua dari rumah sampe kemana gua pergi".


"Wanita siapa? Lu indigo lis? Jangan nakutin gua lah lis, ga serulah lu ma".


"Serius, gua kira wanita itu memang penunggu disitu tapi ternyata wanita yang gua temuin di rumah gua tepatnya dikamar mama gua. Wanita itu paras nya cantik tapi asli muka nya sebagian rusak".


"Udah lah, ga usah diomongin lagi".


 


"RENO" dimana dia? kemana dia? kenapa ngilang gitu aja? apa begini caranya dia usai minta bantu gua?


Malam tiba, guapun tidur. Jam tiap jam pun berlalu, cahaya matahari pun memunculkan sinaran nya. Pukul menunjukkan jam 8 pagi, gua kangen sekolah. Kenapa saat udah lulus, gua merasa nyesel karena pengen balik sekolah lagi. Ingin mengulang kembali kenangan belajar disekolah, tapi gua harus tatap kedepan. Ok dan guapun bangun dan mandi.


Harini gua bersiap² mendaftar ulang karena dari dia nya harus didata ulang, guapun hanya memakai kaos biru dan celana jeans.


Sambil memakai bedak, lipstik, dan merapikan rambut, guapun bersiap.


"Mama.. Aku mau ke tempat kuliah, karena ada daftar ulang".


"Yaudah makan dlu gih atau kamu bawa liss".


"Yaa maa, tapi aku makan dimobil aja biar ga telat".


"Tapi dimakan ya, good luck my girl".


"Thank you momm" ketawa.


Berangkat dan diperjalanan pun gua makan roti dari mama gua. Dan felix datang dari belakang untuk minta rotinya.


"Lisaa, pagii".


"Pagii felixx" ucap gua.


"Lisaa, aku minta rotinya ya" minta felix.


"Iyaa nih" sambil menodorkan rotinya.


Diapun makan roti gua, tapi dengan mata kita roti itu masih utuh walaupun udah dimakan sama si felix. Tapi hanya saja rasanya yang dimakan felix akan terasa hambar tak ada rasa. Gapapa, guapun tetap makan untuk mengisi perut gua.


Sesampai ditempat kuliah, guapun kaget ternyata yang seperkirakan gua mungkin ratusan ya, tapi yang gua liat ini banyak banget. Yasudhlah namanya juga tempat nya terkenal dan elite, juga diminati banyak orang. Guapun mencari tempat pendaftaran ulangnya.


"Lah dimana ini tempatnya, rame amat. Pak udin entar tunggu nya disana ya". Sambil menunjuk.


"Ya neng, telpon bapak aja ya neng".


"Ya pak" guapun langsung pergi dan mencari.


Guapun mencari mencari dan guapun pergi ketempat yang rame and that's right itu tempatnya. Rame dan harus mengantri, guapun mengantri juga. Setiap anak yang usai mendaftar ulang, kembali pulang. Dan seketika giliran gua, gua kaget ngeliat dia.


"Luu?" kata gua sambil kaget.


"Lisaa?" ujar dia.


**Siapa ya yang diliat lisa? Kok kaget begitu? Wahh penasaran nihh, jan lupa di👍


di💬 juga ya dan dishare agar author lebih semangat.. Okk:v 💜


Have fun **:\)