
Guapun membuka mata dan melihat yang indah sekali, dan susah untuk diungkapkan
Guapun tersenyum dan sontak memeluk reno, mungkin terlalu senengnya melihat firework yang indah itu. Dan saat gua memeluknya pun, dia memeluk balik dan guapun tersentak melepas nya karena melting.
"Maaf-maaf ren, reflek soalnya tapi bagus banget" ujar gua.
"Gapapa lis, seneng juga kalau lu seneng" jawab dia.
"Apa sih ren, tapi bagus dan ini pertama kalinya gua liat ini dan memang ini yang selalu gua tunggu-tunggu" kata gua sambil kesenengan.
"Iya, ohh iya kita duduk lis" sambil memberitahu meja yang sudah disiapkan untuk berdua.
~Dan diapun langsung mempersilahkan gua untuk duduk duluan dan tiba-tiba ia bersiul ternyata seorang pemusik biola datang dan memainkan sebuah lagu~
"Liss gimana? Apa ada yang kurang?" tanya dia.
"Kurang? Engga kok ren, gua suka banget malah. Makasih ya harini gua seneng banget, karena baru ini juga melihat firework indah itu" jawab gua smbil makan.
"Hmm liss, ada yang mau gua omongin" ujar dia sambil memegang tangan kiri gua.
"Eitt, kenapa ren?" kaget gua, karena reno yang memegang tangan gua.
"Liss, karena gua suka sama lu jadi lu mau ga jadi teman hidup gua? Gua harap lu mau jadi teman hidup gua" kata dia dan memegang kedua tangan gua dan saling menatap mata.
"Tapi ren.. Gua gabisa jawab harini, kasih gua waktu".
"Ok gapapa lis, tapi gua harap lu mau karena orang tua kita juga seneng kalau kita berdua berhubungan" kata dia.
Guapun langsung menarik tangan gua dan terfokus kembali ke makan dan menghiraukan dia. Setelah makan pun, kami berdua kembali pulang dan saat memasukki mobil pun reno berulah kembali.
"Liss jangan masuk dulu, tunggu sebentar" kata dia sambil bergegas masuk mobil seperti gelisah atau apalah itu.
"Yaudah jangan lama-lama" sentak gua.
"What?" kaget karena diberikan sebuah buket bunga itu.
"Iya lis, gua memprediksi kalau lu terima tadi seharus nya gua mau langsung ngelamar lu lis tapi lu sendiri masih perlu waktu untuk menjawab pertanyaan hati gua" kata dia.
"Maaf ren, gua gabisa langsung terima gitu aja karena gua juga butuh waktu buat mikirin ini" ujar gua sambil memperjelaskan.
"Ya gapapa liss, gua tunggu sampai lu jawab itu liss" jawab dia sambil senyum dan mengelus kepala gua.
"Hmm" kata gua melting dan menundukkan kepala gua.
Pokoknya gua kek salting atau apa, perlakuan reno ke gua tuh ngebuat gua kek seperti pacarnya tapi kalau gua sama reno bagaimana dengan alvin? Gatau lagi sama perasaan ini.
Dan sampailah dirumah...
"Liss tunggu" ujar reno yang memanggil gua.
"Kenapa ren?" kata gua sambil menatap dia.
"Hmm, besok lu ada waktu ga? Gua mau ajak lu nonton" kata dia.
"Coba liat besok, dikabarin lagi kalau besok ada waktu kosong" dan guapun memasukki rumah dan dia pun pulang.
Dikamar pun tetap kepikiran apa yang reno diomongkannya itu,,
Maap ya author baru update lagi, tenang author bakal rajin lagi..
ditunggu next nya ok..
Jangn lupa di ❤, 👍, dan di 💬
See you next byeebyee:)