
Langkah kaki pun mendekat,
Dan ternyata..
"Ngapain kamu disana" ujar dia.
Rasa lega dan ternyata satpam sekolah yang sedang patroli pagi untuk keamanan sekolah.
"Ini pak, barang saya kemaren jatoh disini pak" ujar boong.
"Oh yasudah, jangan berlama² disini. Bapak kembali berkeliling lagi ya".
"Ya pak" sambil senyum.
***Dan cukup lama gua disana dengan alvin dan jam menunjukkan pukul 6.54, sebentar lagi bel masuk dan guapun meninggalkan alvin disana dan gua pun pergi kembali ke kelas**.
Tiba dikelas..
"Liss, lu udah ngerjain tugad mtk belom?" ujar mutiara yang sedaritadi duduk dan menghampiri gua.
"Mtk? Serius luu? Gua kaga tahu, ****** gua ini, terus sindy mana?".
"Noh ke kantin beli es".
"Dia udah belom mtk?" ucap gua.
"Gatau, tanya sama anaknya langsung".
Sindy pun datang kekelas, usai ke kantin beli es.
"Sindyyyyy, lu mtk udah belom??" teriak gua.
"Berisik lu liss, udah ambil aja sono ditas".
Guapun mengambilnya dan langsung menyalin dibuku gua. Entah itu bener atau salah juga gua bodoamat yang penting selesai dan ga kena hukum.
Bel masuk pun berbunyi dan kelas dimulai pelajaraan mtk. Dan sejalan waktu tak terasa, pukul 3 sore dan bel pulang pun berbunyi lalu guapun langsung keluar kelas menuju gerbang sekolah.
"Liss, gua mau maen kerumah lu dong" ucap sindy.
"Wehh, gua pulang duluan ya" kata mutiara sambil berlari pulang dengan motornya.
"Yaa hatii²" ujar gua dan sindy.
"Gua paling ke toko buku dulu nih, ada novel inceran gua keluar. Lu mau ikut kali?" ucap gua.
"Nahh cakep, gua juga mau lah. Katanya novel yang dream is real udah keluar ya?".
"Ya itu gua mau beli itu kalau ada disana sindy cantikk" ucap gua sambil melotot.
"Hakuy lah atuhh".
Guapun pergi bareng sindy ke toko buku untuk membeli novel yang sudah keluar 2/3 hari yang lalu. Dan tumben si alvin ga muncul, mungkin dia lagi mengingat kenangan nya.
Sesampai ditempat buku, gua pun meriksa novel yang gua cari
"Kok ga ada ya" ujar gua sambil tergesa.
Sambil ia bertanya, guapun mencari juga.
Dan ia pun dateng kembali.
"Lis, kata mbaknya novelnya ada. Coba cari aja".
"Iyaa ini juga gua lagi nyari. Coba lu sin cari disana".
"Yaa gua disana".
Sambil mencari cari, gua pun belum menemunya.
"Lis, nih gua udah ketemu" sambil memperlihatkan bukunya.
"Manaa, wih cakep. Dimana itu?" tanya gua.
"Noh disana" nunjuk dimana letaknya.
"Yaudah bagus deh".
Guapun menghampiri dan mengambil bukunya, untung masih ada. Ditempat lain sudah sold out abis abisan. Gua pun langsung membayarnya bersama sindy, setelah itu guapun bergegas pulang.
"Sin, udah jam 5. Lu mau maen atau pulang?".
"Yaudah gua pulang aja".
"Ok, gua yang anterin dah. Seklian lwat".
"Yaa liss".
Setelah mengantar sindy balik, guapun kembali pulang.
"Pak udinnn".
"Kenapa neng?".
"Depan kita drive thru aja ya, laper bat nih pak".
"Ya neng".
Guapun langsung memesan dan tak perlu waktu lama karena sepi. Dan langsung membayar, juga langsung makan dimobil karena lapar.
Setelah makan, guapun memasang hands free gua dengan menyetel lagu.
Sesampai dirumah pun gua langsung memasuki rumah dan langsung ke kamar, suasana rumah sepi. Yaa begini lah, gua hidup bersama mama gua tanpa sosok ayah. Sosok ayah itu sudah lama gua rindukan tapi entah takdir berkata lain, sosok ayah tak kubutuhkan lagi. Sosok itu lah yang membuat kesengsaraan kehidupan mama gua termasuk gua. Ia lebih memilih wanita lain, dan saat itu juga sosok itulah yang gua benci hingga saat ini.
Keep strong momm :)
Maaf ya, untuk harini sampai disini. Karena ada kesibukan dan butuh fresh dlm make a story guys jadi sabar aja ya.
Next nya akan dilanjutkan, jangan lupa like comment and share ya supaya lebih semangat dalam membuat cerita nya..
Have funn:v