Dream Is Real

Dream Is Real
Prolog



Ehehmmm..


*perkenalan*


Nama aku Elisa Handika Pratiwi panggil aja lisa, aku kelas 12 atau bisa dibilang kelas akhir. Aku disini memiliki sahabat hanya dua karena orang yang benar benar menerima hal yang aku punya tapi orang lain belum tentu punya. Yapz, penglihatan. Aku bukan paranormal ya, ataupun dukun tapi memang turunan dari nenek.


Aku nya agak risih karena kemampuan ini yang selalu menggnggu , akhirnya karena gatahan so aku minta ke yang bisa dibilang "orang pintar" buat nutupin penglihatan karena capek selalu ada yang menggnggu tapi entah pas hari itu aku ketemu "dia", ya "dia" orang yang merubah semua keinginan aku buat nutup penglihatan ini jadi akupun menolak karena dia. Every day hidup aku bahagia bersama dia walaupun dunia aku sama dia berbeda, tapi dia baik banget care sama aku.


Dia beda dari sama yang laen, kecuali 2 temen aku ini.


Oh ya temen aku ini ada 2, yang satu Sindy dan Mutiara. Pokoknya 2 orang ini yang selalu ada buat aku, sampai² aku bersama mereka dari kelas 2 smp.


Dan aku juga punya temen kecil yang namanya Felix, dia lucu dia itu yang selalu bareng sama aku dari kecil tapi suka heran kenapa dia ga besar besar padahal aku saat ini sudah beranjak dewasa dan bisa dibilang mungkin sudah mempunyai cinta sejati tapi sampai detik ini aku belum dapet orang yang bener² jadi kekasihku dan ku juga gapercaya apa itu CINTA.


Lanjut yang tadi, "dia" itu sayang sama aku, dan dia bilang akan selalu ada buat aku. Dan suatu ketika...


*start*


SUARA DERING ALARM PUN BERBUNYI, DAN WAKTU MENUNJUKKAN PUKUL 6.15.


"Lis.. Bangun kamu nakk, jam berapa kamu sekolahh" kata mamanya Lisa.


(Merentangkan tangan dan menguapkan dari mulut lalu mengusap dan membuka mata)


Lisa melihat jam sudah pukul 6.15


"Astaga maaaaaa" teriak lisa.


"Telat lagiii ini mah". (Sentak bangun lalu mandi dan segera berpakaian serta merapikan buku lalu ke ke meja makan untuk sarapan)


"Liss makan dulu sini nakk" Ucap mamanya.


(Liat jam tangan) "tapi maa ini entar aku telat, belum jalan nya macet jadi aku makan dimobil aja ya".


"Yaudh nih ambil, udah mama siapin"


"Iya ma, makasih" (cium pipi mamanya)


Lisa pun mengambil makanan nya dan keluar untuk mencari bang udin.


"Bang udinn, lisa mau sekolah nihh telatt"


"Iya neng lis, ini lagi dipanasin mobilnya"


"Lah pak, ngapain dipanasin kan mobilnya entar gerah pak"


"Lah si eneng, emang begitu kalau mobil mau dipakai neng"


"Udah neng, naek aja. Bapak mau ambil hp bapak dulu di kamar belakang"


"Jangan lama ya pak"


"Ya neng" ucap pak udin.


(**Selama diperjalanan ke sekolah, aku pun hanya bermain dengan hp)


Eitts, tadi aku kok galiat felix ya, felix kemana sih biasanya tuh anak suka godain pagi² ( ucap dalam hati ).


"Lisa, kau mencari ku?" ujar felix tiba tiba muncul dari belakang bangku mobil.


"Felix.. Kau kemana saja? Biasanya juga pagi² sudah becicilan kemana mana"


"Aku bermain lisa, tapi karena kau sudah dibngunin mama jadi aku langsung ke mobil aja"


"Neng lisa lagi ngomong sama siapa?" ujar heran pak udin.


"Ga pak, cuman lagi telpon aja ini"


"Ohh ya neng"


Tiba disekolah


Suara dering telpon berbunyi dan itu dari mama.


Akupun mengangkat..


"Hallo maa, kenapa?"


"Liss, kalau udah pulang langsung pulang ya. Orang pintar yang mau menutup penglihatan kamu akan dateng jam 3 sore".


"Iya mah, tapi yakin kan ga akan kenapa napa maaa".


"Ga kok, mama yakin. Yaudh belajar yang baik ya lis".


"Ya maa".


(Akupun mematikan telpon itu, dan saat nya hari hari ini dinantikan untuk menutupi penglihatan aku)


Saat lari keruang kelas karena pukul sudah 06.58, dan tiba tiba aku menabrak seseorang dan ituu...


*Penasaran ya?? Ditunggu kelanjutan nya ya. Author masih baru, maklum ya manteman..


Pasti cerita menarik dan ga bakal buat bosan.. Maka nya stay tune ok *:))