
---&&
Semenjak Reno masuk keruang UGD , gua hanya menunggu duduk termenung menunggu orang keluar dari ruangan itu.
Bagaimana keadaan nya? semoga ia dalam keadaan baik. Gua mondar-mandir gelisah keadaan Reno.
Setelah berjam-jam menunggu , akhirnya seseorang keluar dari ruangan itu.
"Dokter , bagaimana keadaan reno didalam sana? baik-baik saja kan dok?" tanya gua memastikan Reno dalam keadaan baik , dan dokter itu terbata-bata dalam berbicara.
"Hmm anda siapa nya dari saudara Reno?" tanya balik si dokter.
"Iya kan dia kekasih saya dok, bagaimana keadaan nya?" ujar gua.
"Reno dalam keadaan baik tetapi ada pendarahan banyak dibagian kepala nya pastinya dibagian otaknya" ucap nya dan gua merasa lega tetapi khawatir karena ada pendarahan hebat dibagian kepalanya. "Saya boleh kedalam dok?" pinta gua dan dokter nya pun memperbolehkan untuk gua masuk kedalam.
"Renoo.." kata gua terlihat khawatir melihat keadaan nya.
"Liss .. lisaaa, aku dimana?" ujar nya bangun dan gua pun menyuruh nya untuk istirahat.
"Kamu istirahat dulu ren.. keadaan kamu yang tidak memungkinkan kamu bangun" ucap gua.
"Tapi liss berapa hari lagi kita tunangan dan aku juga gapapa kok liss" katanya sambil senyum dan memegangi tangan gua.
"Udah aku engga mau ya kamu entar kenapa - Napa jadi kamu istirahat dan masalah pertunangan bisa diundur sampai kamu sehat kembali ok" gua pun langsung menarik selimut nya agar ia istirahat tenang dan gua pun keluar dari ruangan itu.
**Karena Reno istirahat jadi gua keluar agar ia dapat istirahat yang cukup.
Tapi setiap detik gua memikirkan kesehatan reno, karena Reno semakin hari keadaan nya semakin baik . Hari pertunangan kami sudah terlewat beberapa hari tapi ini kepentingan kesehatan reno.
Dan hari semakin berlalu , hari tidak terasa. Reno pun harini diperbolehkan pulang oleh dokter, gua seneng karena reno dalam keadaan baik saat ini**.
"Tapi tetep jaga kesehatan kamu ren" gua tersenyum melihat Reno sangat senang keluar dari rumah sakit.
"Liss .. sebentar" ia pun langsung mengacak - acak pohon kecil disekitar entah apa yang ia lakukan dengan ranting. "Lisa .. hmm mungkin ini sederhana tapi kamu harus tahu kalau aku benar-benar suka dan sayang sama kamu but WILL YOU MARRY ME? kali ini aku mau serius sama kamu dan ku harap jawaban dari kamu" sambil sujud dan memberikan cincin buatan dadakan nya.
"Renn.. apa sih kamu" gua tersenyum malu dengan perlakuan Reno karena keadaan nya masih di rumah sakit dan banyak orang yang berteriak untuk menerima lamaran dari Reno. "Hmmm..." senyum menatap nya dan gua pun mengangguk pertanda kalau gua menerima nya.
"Yesss.. makasih liss, makasih sayang. Aku janji , akan benar-benar sayang dan mencintai kamu setulus hati aku" ujar nya mencium pipi gua dan mengendong gua kedalam mobil.
--**--
Entah apa yang aku mimpikan semalam., sampai - sampai Reno melamar gua harini.
Sesampai dimobil pun dia tidak berhenti nya mengatakan dia sungguh-sungguh mencintai ku.
Cincin yang ku pakai ini ,buatan dadakan nya akan kusimpan dengan baik.
Sesampai dirumah, dia langsung membahas nya ke mama dan aku tidak bisa menahan malu saat itu mama langsung memeluk ku .
Dia merasa senang , anak perempuan satu - satu nya akan menikah dengan orang yang memang mencintai anak perempuan nya.
Entah sebahagia bagaimana ku bisa luapkan , aku benar-benar bahagia dalam hati. Reno yang akan menjadi lelaki yang bertanggung jawab akan diri nya dan akan menjaga sepenuh nya menggantikan mama nya yang sejak kecil merawat nya.
___&&&___
Hari berganti hari , kesepakatan ini telah disetujui kedua belah pihak dan tanggal sudah ditentukan. Pernikahan kami tinggal menghitung hari , tepat nya esok hari gua dan Reno akan melaksanakan pernikahan kami.
Dari fitting baju , tempat , food chatering semua nya sudah dipersiapkan. Dan sekarang gua mempersiapkan mental ku , karena mulai besok gua akan memulai sebuah hubungan yang sah dimata Agama dan di hukum.
Semoga semua akan berjalan dengan lancar.