Dream Is Real

Dream Is Real
In the morning with "he" ~ eps 1



Saat ku menabrak seseorang dan ternyata dia cowo berpirang, berbadan tinggi dan matanya yang seperti harimau mengaum.


"Hati hati dong kalau jalan" ujar ku.


"Maap maap, gua buru buru" ucap dia.


"Tapi setidaknya liat depan, sampe jatoh begini".


"Yaa gua minta maap, dan lo namanya siapa?".


"Masih sempetnya nanya nama? Nama gua Elisa tapi panggil aja lisa" ucap sinis.


"Yaa kenalin gua Alvin, dan lo bisa liat gua?".


"Oh alvin, ya lah namanya juga manusia bisa liat lah yakali mata ku buta sampai gabisa liat kauu" ujar kesel ku.


"Tapi... Yasudahlah, salam kenal ya lis".


"Yaa salam kenal vin, oh iya gua telat banget masuk kelas" sambil tepuk jidat.


"Yaudh, tapi gua..".


"Yaa byee alvin, gua telat banget takut diomelin guru".


"Yaa liss".


Sesampai dikelas, dan keadaan kelas masih ramai teriakan anak anak dan guru pun belum ada. Akhirnya pun langsung ke bangku langsung melonjorkan badan karena letih berlari.


"Liss, lu capek amat. Dikejar siapa lu?" ujar sindy.


"Iya lis, nih tissue buat elap keringat lu nih" ujar mutiara sambil memberikan tissue di dalam tasnya.


"Engga, gua cuman tadi nabrak orang cowo tapi dia.." ujar gua langsung diserbu oleh ucapan sindy.


"Cowooo? Siapa? Siapa? Ganteng ga? Anak kelas berapa? Terus terus dia.." ujar sindy.


"Buset sin, lu kepo amat dah. Si lisa lagi capek noh abis ketabrak sama hmm" desis mutiara sambil senyum.


"Ehh ga ya, gua gatahu sih dia anak mana, tapi rambutnya pirang, badan nya gede gitu tapi tatapan nya serem kek ngauman harimau, tapi berhubung gua takut jadi langsung ke kelas" ucap gua.


"Yahhh semoga lu ketemu dia dan minta nomor telpon nya yah liss buat gua" sindir sindy.


"Eittss kalau gasalah namanya itu Alvin"


"Alvinnn? Serius lohh liss?".


"Yakali gua bohong".


Gurupun memasuki ruang kelas kita dan semua murid pun langsung merapikan tempat duduk untuk bersiap memulai jam pelajaran.


"Yaudah nanti aja kita bahas" ujar gua.


"Okkk" sindy sambil senyum dan menunjukkan jempolnya.


Seusai pelajaran dan istirahat, jam pun menunjukkan pukul jam 3 sore. Langsung membereskan buku buku dan doa bersama, lalu akupun langsung naik ke mobil yang didepan telah ditunggu oleh pak udin.


"Neng, ibu sudah menunggu dirumah" ujar pak udin.


"Ya pak".


Tiba tiba ada yang meraih tangan ku dan dia alvin..


"Alvin? Kenapa?".


"Ada yang mau gua omongin, ikut gua".


"Okk okk bentar" ujar gua. "Pak bentar ya", menyuruh pak udin untuk menunggu sebentar. Dan gua pun bergegas mengikuti alvin"


"Neng neng, ngomong sama siapa coba hadeuh".


Sesampai di belakang sekolah, yang kosong.


"Kok kita kesini vin? Lu ga macem macem kan? Kalau lu macem² gua bisa teriak buat minta tolong".


"Ga lis, gua minta tolong sama lo, emang lo bakal nutup penglihatan lo?".


"Kenapa? Dan kok kenapa lu bisa tahu?".


"Sebenarnya gua tuh bukan manusia, dan bantu gua ya supaya bisa balik dengan bantu mengingat kejadian sebelum gua meninggal. Bisa dibilang, arwah gua masih penasaran".


"Haaaa? Bantu lu? Gua gamau.. Gua mau nutup penglihatan gua ini. Dan juga harini juga orang pintar nya kerumah gua untuk bantu gua"


"Liss, bantu gua liss. Tolong gua" sambil bujuk gua untuk bisa bantu dia.


"Ehehmm gimana ya, gua gabisa vinn".


"Tolong gua liss, gua bakal tenang kalau masalah ini selesai".


"Yaudah semoga bantuan gua, lo bakal tenang yaa vinn".


"Yaa makasih liss, tapi jangan beritahu siapa²".


"Okk dan terakhir kali lu meninggal, apa yang lu lakuin atau kejadian apa gitu?".


"Gua ga inget sumpah liss, tapi gua cuman tahu nama gua doang, ALVIN".


"Okk susah juga sih, tapi coba lu inget inget lagi, siapa tau ada memori yang sedikit lu tau?".


"Gabisa liss, gua dah coba tapi yang ada kepala gua sakit banget dan gua paksakan juga tetep begitu hasilnya".


"Yaudah pelan pelan aja vin, apa loh alumni sekolah ini?".


"Gua gatau liss, tapi memang seragam yang gua pakai ini asalnya dari sekolah ini".


Tak lama hp gua pun berbunyi, dan nama tertera pak udin, gua pun mengangkat.


"Neng, udah belom? Ibu udah telpon bapak neng".


"Yaudah bentar, aku kesana ya pak udin".


"Ya neng, jangan lama lama ya".


"Ya pak" telpon pun gua matikan.


"Vin, gua balik ya".


"Tapi lo bakal bantu gua ya dan lo gabakal nutup penglihatan lo".


"Yaa gua gua bakal bantu lu, mungkin gua bakal minta bantuan felix(teman kecil gua) buat bantu gua supaya gua bisa bantu lu".


"Felix? Si bule yang bercicilan itu dan dia sipit orangnya?".


"Hebattt, lu tau juga temen gua?".


"Yaa gua juga baru tadi pagi, ya ga sengaja gua berpapasan didepan sekolah tadi".


"Ohh gua kira lu kenal juga".


"Baru aja kenal tadi".


"Yaudh gua balikk, byee vin".


"Yaa".


Guapun pulang dan diperjalanan guapun menelpon mama dirumah.


"Halo ma, mama dirumah sama orang itu?" tanya gua.


"Iya kenapa? Kamu dimana liss?"


"Ma bilang aja gajadi, aku batalin buat nutupin penglihatan aku maaa"


"Kenapa tiba tiba kamu begini liss?".


"Gapapa maa, batalin bilang orangnya suruh pulang aja".


"Yakin kamu??".


"Yaa yakin 100% maa".


"Yaudh, mama suruh dia balik".


"Ya maa, makasih" gua pun mematikan telpon dan kembali memainkan telepon gua dan telpon masuk dari sindy.


"Halloo liss" ujar sindy.


"Kenapa siinn?" tanya gua.


"Liss, lu ketemu alvin alvin itu gaa?".


"Ehehmm" (gua inget kalau dia minta supaya ga dikasih siapa siapa) "ga sinn, kayanya dia murid nyasar deh, dari seragam nya aja bukan dari sekolah kita" Ujar gua.


"Yahh sayang bangett.. Kenapa ga pas itu lu minta nomornya" cerewet dia.


"Ya mana gua tau sin, ya kan dadakan gitu nemploknya gua sama dia".


"Yahh masa gua sama si badak sikut sih"


(Badak sikut itu si toni cowo dari kelas gua, orangnya yang selalu nempel terus sama sindy).


"Ya nasib lu itu sinn".


"Yaa lu mahhh, ncxnxjnxnxjdjdjdjd..... ".


Guapun langsung mematikan telpon yang terdengar hanya ocehan dia.


Sesampai dirumah, guapun langsung menuju kamar dan melewati ruang tamu disana masih ada orang itu.


"Ma, kok masih ada dia sih. Kan aku udah bilang tadi".


"Mereka ini mau pulang sinn, kamu sih bilang dadakan banget sih".


"Kamu namanya lisa ya, ehemm kamuu telah berteman oleh sesosok pria yang entah meninggalnya karena apa tapi dia gelisah dan penasaran didunia ini dan diapun menemuka orang untuk membantunya" dia sambil menerawang gua.


"Darimana anda tahu itu?".


"Entah saya tahu darimana, tapi kau telah mengambil keputusan yang salah dan juga yang akan membuat mu...".


"Membuat apa?? Memang anda hak apa menerawang saya seperti itu? Salah ku sudah menyuruh kau datang kesini, saya akan menunjukkan pintu keluar dan anda bisa berjalan kesana".


"Hati hati ucapan mu nakk" ucap orang itu.


"Liss stt apa yang kau ucapkan tidak sopann" ujar mama gua.


"Tapi maa, dia itu kann sudah membuat ku marah" ucap gua.


*Guapun langsung lari ke kamar dan orang itupun pergi. Orang itu sudah membuat gua muak dengan kata katanya..


Hati ini pun gelisah, apa omongan orang itu benar? Atau memang keputusan gua ini sudah benar benar karena gua membantu arwah orang yang penasaran.


Tiba-tiba suara ketukan dari pintu terdengar, kukira mamaku dan saat ku membuka ternyata*....


Ternyata apa hayoo? Semoga terhibur ya, terimakasih sudh menyempatkan membaca, yang suka bisa di like ya.. Stay tune nextnya :v/