
Apa yang diliat dan kita dengar pun belum sepenuh nya membuat itu sesuatu hal yang sebenarnya.
(Karena kejadian itu , yang seharus nya gua kecewa dan marah sama Reno tetapi hati ini melawan itu semua malah ngebuat gua seharusnya gua percaya hal yang tadi)
Setelah dari kejadian itu , mama pun datang kembali pulang dengan membawa barang yang cukup banyak dan dibantu oleh pak Udin.
"Mama.. sinii aku bantu" ujarku dan meraih bawaan nya dan bantu membawa masuk.
"Kok banyak sih mama barangnya ,dan ini apaan sih?" ujarku lagi dengan mendumel.
"Udah bawa aja ke sofa ,ini barang-barang souvenir untuk tunangan kalian" ujar nya duduk merehatkan tubuhnya.
"Tunangan nya gagal ma ,aku gamau tunangan sama dia" jawab ku dengan menahan titisan air mata yang menetes.
"Kenapa? kamu ada masalah sama dia ? cerita sini sama mama" ujar mama sambil memeluk badan gua.
"Tadi maaa.. tadiiii Reno dateng kesini dan dia ingin memperkosaku ma.. aku engga mau sampai aku nikah pun dia suka mainin cewe ma" gumam ku dan titisan air mata pun tak tertahan kan, sehingga aku membiarkan air mata itu bercucur.
"Mana mungkin liss , reno anak baik-baik karena mama nya adalah sahabat mama sayang" ujar nya memastikan.
"Keperawanan ku hampir saja ia renggut dan mama masih tak percaya?" sentakku dengan menangis kencang yang sehingga mama menenangkan ku kembali.
"Okk mama akan menelpon nya" jawab nya dan mengambil telepon segera menghubungi Reno.
RENO POV
Aku pun membangunkan dari tempat tidur dan saat melihat jam sudah siang. Siang sekali ku terbangun.
Tak lama kemudian ,terdengar suara telpon dari mama mertua.
"Iya halo mama mertua" ujar ku menjawab.
"Iya Reno.. hmm kamu benar - benar melecehkan anak tante ya ,apa yang kamu mau? kamu mau keperawanan anak tante?"
Sahut mama Lisa.
"Kenapa mama mertua? aku saja baru bangun tidur dan bagaimana aku bisa bersenono dengan ....?" tanya ku heran.
"Ada apa dengan Lisa? mengapa aku melakukan itu dan baru saja aku baru bangun tidur?" gumam diriku seraya memikirkan nya.
LISA POV
Belum ia menyelesaikan telepon nya , gua pun mengambil telepon digenggam mama dan segera mematikan nya.
"Kenapa liss? belum selesai loh dia bicara" sahut mama.
"Ma.. untuk apa menelpon nya , dan juga dia tak akan mengaku kesalahan nya karena disini aku yang akan dirugikan olehnya" ujarku dengan meneteskan air mata dan langsung ke kamar.
"Ada apa dengan dia.." kata mama.
Ya Tuhan .. cobaan apa ini, dia yang melakukan nya tetapi dia tidak mengaku kesalahan nya. Ingin ku memusnahkan nya , tetapi hati ku berkata lain.
Dikamar...
"Sudah 3 jam aku mengurung dikamar dengan kesedihan dan mama ga prihatin terhadap ku" gumam diriku.
"Maa... maa..." sahut gua memanggil mama, dan tiba-tiba seseorang duduk dekat sofa.
"Mama? mama itu kau?" sahut ku memulai mendekat ke sofa itu dan memastikan itu mama.
Dan itu... "Renn..renoo..? ngapain kesini?! apa kau tidak malu menampakkan muka mu kesini terhadap perlakuan senono yang kau lakukan tadi siang!!!" sentak ku dan pergi kembali ke kamar.
"Udah liss ,, reno sudah cerita semua nya . kalau dia gamungkin melakukan itu terhadap mu nak" ujar mama yang datang dari arah dapur.
"Iya liss , karena aku aja seharian ini dirumah dan tadi mama mertua telpon saja itu aku baru saja bangun jadi ga mungkin aku melakukan sembrono itu" ucap nya dengan muka cemberut.
"Hooooh iya , jadi tadi yang kuliat reno yang nampak sebagai hantu gitu. Ya gamungkin lah dan jelas-jelas itu kamu wujud kamu" sentak gua.
"Liss , okkk kita akan telpon mama aku untuk membuktikan kalau aku seharian ini dirumah" ujar nya dan memegang tangan ku.
"Baik telpon saja sekarang, aku mau tahu" sahut sinis gua.
"Okkk tunggu" diapun menelpon mama nya.