Dream Is Real

Dream Is Real
Mimpi buruk ~ eps 19



Dan pelan-pelan mengikuti arah suara dari lemari itu dan saat ngebuka..


then keluarlah tikus ,kukira apa dan hanya tikus yang keluar dari lemari pakaian.


Setelah tikus keluar dari lemari itu ,timbul suara dari kamar mandi sebelah kamar gua.


Dan gua merasa hal yang aneh dari suara itu ,seperti suara anak kecil perempuan dengan rintihan nangis.


Dengan kesiapan mental ,gua pun mendekati suara sumber rintihan tersebut.


"Siapa ya? tolong jangan nganggu atau jail dong" saut gua dengan rawut muka ketakutan.


"TOLONGGGG!!!!" sentak suara nya meneriaki telinga gua.


"A...Al...Vin...." ujar dia sebelum dia menghilang. Dan guapun menghampiri suara itu dan menangkap ia tetapi bayangan tersebut menghilang saat ku hampir menangkap nya.


"Shittt!! siapa anak kecil itu? apa urusan nya? aku sangat penasaran tetapi kenapa dia menyebut nama Alvin? apa hubungan dia dengan Alvin?" ujar gua karena sepenasaran nya gua terhadap anak kecil itu.


Dan gua pun balik ke kamar dan meraih telepon ,syukur nya telepon itu tidak dimatikan oleh sindy.


"Maap sin , cuman tikus tapi gua kira hantu tapi bukan" kata gua.


"Yaelah gua kira apaan , tapi yaudah tadi lu mau ngomong apa?" sambil bertanya balik.


"Tadi loh sin, gua ke kampus kan terus dosen emang ga masuk tuh kan pak Banu. Terus ada si Alvin dikantin memang sengaja dari kelas ke kantin terus pas gua berdua sama dia ehh si Reno Dateng dan dia tanpa panjang lebar narik tangan gua. Gila ga sih dia , udah mana megang nya kenceng kan terus dia bilang kalau dia gasuka kalau gua sama Alvin dan dia bilang kalau Alvin bukan cowo yang bener dan Alvin cowo yang..." dan omongan gua pun dipotong sama sindy.


"Apaan dah ,gajelas bat tuh anak. Emang dia siapa nilai orang seenak jidatnya" ujar dia sambil emosi.


"Nah katanya Alvin itu emang banyak mainin cewe tapi bagi gua Alvin Baek dan malah gua nyaman kalau deket sama dia" jawab gua untuk memperjelas.


"Jadi lu suka sama alvin?" tanya dia.


"Gua bilang kalau gua NYAMAN bukan SUKA okk paham?" ujar gua mempersingkat.


"Owh iya deh tapi gua saranin kalau lu jangan percaya sama Alvin , lu belom tau Alvin gimana kan orangnya?!" kata dia memperjelas kata nya agar gua ga terlalu percaya sama Alvin.


"Tapi kan kita satu sekolah kan waktu SMK loh , dan kita juga tau dia orangnya gimana di sekolah aja dia anaknya rajin walaupun agak bandel tapi kan engga mainin cewe dan jg dia engga pakboi" ujar gua membalas.


"Iya tapi kita kan engga tahu ,lu jaga kepercayaan lu dan ga terlalu percaya sama orang yang watak dalam nya belum bener - bener kita tahu betul" jawab dia.


"Yaudah mungkin gua tidur dulu ,capek .. btw kabar mutiara gimana? udah lama gua ga denger kabarnya" ujar gua.


"Hooh mutiara? dia dipindahin ortu nya lanjut kuliahnya di luar negeri , dan gua sama dia udah lost contact jadi gua gatau kabar dia lagi" saut dia.


"Yaudah deh moga pinter dah dia disana, yaudh sin gua mau tidur dulu lah byee" Gua pun langsung mematikan telepon dan tidur.


terdengar suara tolong dan gua pun menyadari gua bukan ditempat tidur dan tubuh gua tetap tidur tetapi roh gua yang bangun.. suara tersebut berasal dari balik pintu kamar ,guapun membuka pintunya dan upppss suasana merah semua dan hanya jalan lurus kedepan tetapi kiri kanan adalah laut darah yang berisikan ribuan tangan yang melambai - lambai seolah ingin meminta tolong. Gua tetap berjalan lurus , dan seketika dalam berjalan ada Alvin didepan dengan raut muka tetapi dia jalan menuju gua semakin cepat dia berjalan dan guapun mundur perlahan.


"Alvin? lu? kok disini? tanya heran gua.


"Kenapa lis? sini dekati aku" ujar dia.


"Ga!! lu bukan ALVINNN!! siapa kauu!!!" sentak gua smbil berjalan mundur karena ia ingin mencoba berbuat jahat.


"Kenapa mundur liss? sinii !!" ujar dia menyuruh gua untuk mendekatinya dengan senyuman jahatnya.


Guapun akhirnya mempercepat mundur nya tetapi dia semakin cepat juga menghampiri dan guapun lari menuju arah sebelum nya gua jalan dan dia pun mengejar kembali. Lebih cepat dia mengejarnya , rasanya lelah lari yang tak sampai ke pintu semulanya akhirnya dia menangkap gua dan mengenggam tangan gua.


"Kenapa lis ,jangan takut dong" ujar dia.


"Lepasin gaaa!!! tolonggg!!!" sentak gua sambil meneriak untuk meminta tolong.


"Engga ada orang disini liss, cuman ada kamu sama aku disini" kata dia sambil memegang keras tangan gua.


"Mau luuu apa!!! dan siapa orang-orang yang..." omongan gua terpotong karena dia mendorong gua ke laut merah itu dan guapun terbangun.


"Hahaha mimpi doang ? siapa dia? apa mau dia?" tanya heran gua dalam hati.


Tiba - tiba mama dateng ke kamar gua. "liss kenapa kamu nak? keringetan banget loh ini" kata mama gua sambil mengusap kepala gua.


"Gapapa ma cuman mimpi buruk aja" senyum gua agar simama ga curiga.


"Yaudah maka nya kalau tidur doa dulu , supaya tidurnya enak sayang" sahut mama.


"Iya ma ,pasti kok" ujar gua dan langsung kembali tidur.


"Tidur lagi ,goodnight nakk" kata mama gua dan dia pun kembali ke kamarnya.


*Didalam mimpi tadi kenapa raut muka Alvin seolah - olah bukan dia , dan setiap ada hantu yang menghampiri gua pasti ada nama dia setelah hantu itu menghilang.. Entah Tuhan ,tunjukkan apa sebenarnya terjadi.


Halloo.. wahhh update lage ,tapi Jangan lupa dibaca juga "Sad Life" cerita author juga ya..


Di 👍 ,di ♥️ , dan juga di 💬 .


Ditunggu next nya ,dan untuk update nya bisa dicek di @__blackcat14


Have fun ,, :v*