
Diapun menelpon mama nya..
Telepon tersambung:*
"Hallo ren.." sahut mama nya dari telepon.
"Hmm halo maa" ujar Reno menyahut panggilan mama nya.
"Iya kenapa?" tanya mamanya.
"Mama hmm apa aja kegi..." omongan nya terpotong karena gua langsung mengambil handpone dari tangan nya.
"Hallo tante ini Lisa" ujar gua.
"Iya liss ,, eh Reno nya mana?" tanya kaget karena handpone nya gua ambil.
"Hmm ada tan.. aku mau nanya , Renno seharian ini kemana aja kalau aku boleh tahu ?" ujar gua sambil bertanya.
"Reno? Reno seharian ini ga kemana-mana dan tadi saat kamu nelpon dia itu dia baru bangun tidurnya lis, memangnya ada apa?" jawab mama nya memperjelas kan nya.
"Nahh kan liss bener kan ,kalau aku engga kemana-mana kok" sahut Reno dan dia merampas kembali hp yang ku genggam.
"Hooh iya ma ,, aku tutup telpon nya ya , ga ada apa-apa kok disini baik-baik aja" ujar Reno menelpon mama nya dan langsung menutup telpon nya.
"Nah tuh lis jelas kan ,kalau mama nya udah menjelaskan kalau Reno juga ga kemana - mana malah dia baru bangun tidur tadi masa kamu ga percaya juga" ucap mama seraya memegang bahuku.
"Iya lis , mana berani aku berbuat sembrono kepada mu nona manis" ujar nya sambil merayu.
"Gimana kami percaya kan sama aku? hmm.." pinta nya membujuk aku untuk mempercayai nya.
"Yaudah Lis , kamu percaya sama reno kalau dia ga akan berbuat begitu sama aku"
"(Tapi tadi dia datang dan berbuat begitu padaku siapa? setan? hantu? dedemit? dukun? pasti manusia dan wujudnya reno asli , gua jadi curiga dan penasaran)"
gumam gua dalam hati.
"Yaudah .. aku percaya tapi ga seutuhnya percaya sama kamu ya Reno" ujar gua muka sinis.
"Ya nona manis , yang penting kamu percaya sama aku" sahut Reno.
Masalah ini belum utuh terselesaikan ,karena tak seutuh nya gua percaya sama reno.
Dari kejadian itu usai gua mengusir nya ada bayangan hitam yang mengelilingi nya tapi itu apa? apa itu Reno? atau orang lain berwujud Reno? Aduhhh tiba tiba kepala ku pusing memikirkan itu, guapun tertidur.
***
1 Minggu kemudian..
~Didapur~
"Mama.." sahut ku memanggil mama.
"Iya liss , ehh kamu ga siap-siap?" ujar mama tanya.
"Siap-siap kemana? kondangan? ulang tahun?" tanya balik gua.
"Hadeh nieh anak , Reno lagi dijalan karena harini kami fitting baju buat tunangan kamu liss karena Reno mau fitting baju pas saat hari H nya" ucap mama sambil menatap gua.
"Harini? kok mama engga kabarin dari kemarin-kemarin?" sahut gua dengan muka cemberut.
"Iya udah kamu siap-siap dan Reno pasti akan sampai" pinta mama menyuruh gua bersiap-siap.
"Iya maa" sahut dengan badan lemes.
*Tak lama suara mobil pun berbunyi*
"Lisaa .. Reno udah datang itu" sahut teriak memanggil gua kalau Reno udah datang.
"Iya maa.. sebentar" ucap gua teriak bersiap - siap.
"Siang mama mertua.. lisaa nya ?" ujar Reno baru saja sampai.
"Lisaa sedang bersiap-siap jadi kamu duduk di sofa aja dulu ya ren.." ucap mama menyuruh nya duduk.
"Iya mama mertua" ujar nya sambil duduk.
"Iya ma , renoo udah sampai?" sahut ku dan kaget kedatangan Reno.
"Iya lis.. kami pergi sama Reno jadi kalian berdua leluasa memilih baju yang cocok untuk kalian" ucap lembut mama.
"Jadi pergi sana biar banyak waktu untuk berdua" ucap mama lagi dan menyuruh kami untuk cepat-cepat pergi.
"Iya mama mertua pergi dlu" sahut Reno sambil pamitan.
"Iya ma ,Lisa jalan dulu ya" ujar gua langsung pergi menaiki mobil.
"Iya hati-hati" sahut mama.
•••••
Di boutique
Disana .. Reno dan gua pun memilih baju yang akan dipakai nanti saat tunangan.
Sekitar setengah jam memilih-milih dan akhirnya gua dan Reno pun menemukan sebuah baju yang bagus untuk kami bertunangan.
"Bapak sama ibu nya di pakai agar cocok saat hari H nya dan tempat ganti nya disebelah sana ya" sahut mba nya menunjukkan tempat ganti nya.
"Iya mba" ucap kami berdua.
Kami pun berganti baju dengan pakaian yang dipilih untuk saat nanti tunangan kami.
Berganti pakaian selesai ,guapun keluar dan ternyata Reno belum selesai juga.
"Lama sekali dia .." ujar sewet gua.
"Gimana Bu ,apa sempit atau ada yang kurang pas ?" tanya mba nya memastikan baju gua.
"Pas mba tapi ini warna hijau ya ,ada warna biru nya ga ya ?" tanya gua pada mba nya perihal warna gaun baju nya.
"Ada Bu ,untuk baju ini kita menyediakan 5 warna hmm warna hijau;merah;putih;biru dan maroon tetapi untuk gaun yang tersisa warna hijau dan biru saja bu jadi bagaimana?" ujar mba nya berbicara panjang lebar.
"Ya tunggu ya mba" ujar gua untuk menunggu dan Reno akhirnya pun keluar.
"Hmm nona manis ,kamu cantik pakai gaun itu" ucap nya meraih pinggang ku dan menatap mata ku.
"Rennn.. renooo.." Gua pun terkaget melihat Reno memakai baju nya dan ia sangat ganteng saat memakai nya.
"Kenapa hmm? jangan lama-lama diliat entar makin suka loh sama aku" ujar nya sambil ke geer-an.
"Huuuhhh siapa juga , tapi ren.." ucap ku mendumel.
"kenapa hmm?" tanya nya pada gua.
"Ini kan warna hijau , kalau warna biru bagaimana? ku lebih suka yang biru , ini bagus kok tapi aku lebih suka warna itu" pinta ku merayu Reno agar menganti warna baju nya.
"Ya Lissa , pilihan mu juga pilihan ku jadi apa yang kamu mau pasti aku juga akan mengikuti nya asal kamu senang" ujar nya mengiyakan.
"Hmm" gumam ku sambil tersenyum.
"Gimana tapi pas kan? baju ku pas ditubuhku" menanyakan kepada ku.
"Pas ren.. hmm mba kita pilih ini ya tapi warna biru untuk 2 Minggu lagi ya dan saya harap tidak akan mengecewakan ya mba" ucap pesan ku.
"Baik pak Bu , hmm saya liat dulu ya. Untuk warna apa saja cocok kok Bu kan bapak ibu juga cocok serasi jadi untuk warna apa saja pasti cocok" ujar mba nya sambil merayu.
"Si mba bisa aja" sahut ku sambil tersenyum menatap Reno.
"Gitu dong nona manis ,tersenyum lah karena aku seneng melihatmu tersenyum." usil nya sambil tersenyum dan mencium kening ku.
"Apasih ren.. ga enak diliat mba nya" ujarku.
Kitapun menganti kembali dengan pakaian kita semula.. Selesai mengganti lalu keluar dari tempat ganti nya tiba-tiba ada yang membekap dari belakang pintu.
"Hooooooo... hooooooooo.." guapun ingin teriak dan entah apa yang ia taruh di bekapan kain nya yang ngebuat gua terlelap dan akhirnya pingsan.