
Chapter 9
Ruang Tahta, Istana Kekaisaran Hai
"Me-Mei Yue apakah kamu tidak apa-apa nak?" Ucap keduanya sambil mengecek keadaan putri mereka.
"Ayah ibu, aku tidak apa-apa" ucap Mei Yue saat mendengar orang tua nya khawatir.
"Apakah benar kamu tidak apa-apa?, soalnya ayah dengar kamu di kepung oleh bandit yang lebih kuat dari prajurit mu!" Ucap Kaisar Huangdi pada putrinya, Mei Yue.
"Iya ayah, aku benar-benar tidak kenapa-kenapa. Memang benar tadi aku sempat di kepung bandit, tapi ada seorang pemuda seumuranku kok yang menolongku!" Ucap Mei Yue memberi tahu hal itu pada ayahnya.
"Apakah memang benar, kamu di selamatkan oleh seorang pemuda yang seumuranmu?. Kalau memang benar, maka dimana pemuda itu?, ayah harus berterimakasih padanya." Ucap Kaisar Huangdi yang di setujui oleh permaisuri Mei Lan.
"Ayah ibu, pemuda itu lah yang menyelamatkan kan ku." Ucap Mei Yue sambil menunjuk ke arah Lin Tian.
Kaisar dan permaisuri pun melihat ke arah yang di tunjuk, dan mereka menemukan seorang pemuda yang tampan sedang berdiri, yang juga melihat ke arah mereka.
"Oh, kau kah yang menyelamatkan putrii ku?" Tanya Kaisar ke pemuda itu yang tak lain adalah Lin Tian.
"Ya, saya lah yang menyelamatkan putri anda Kaisar" jawab Lin Tian dengan lantang.
"Terimakasih telah menyelamatkan putriku. Karena kau telah menyelamatkan putri ku, aku akan memberikan mu permintaan yang akan aku kabulkan!." Ucap Kaisar memberi satu permintaan pada Lin Tian.
"Baiklah Kaisar, kalau begitu permintaan ku adalah berhubungan baik dengan mu, Kaisar Huangdi." Ucap Lin Tian pada kaisar.
"Eh!, hanya itu?" Tanya Kaisar Huangdi saat mendengar jawaban pemuda itu.
"Ya" jawab pemuda itu.
"Eh, apakah kau tidak ingin uang jabatan atau segala macam lainnya?, apakah kau tidak mau?" Tanya Kaisar bingung karena permintaan nya hanya berhubungan baik dengan nya.
"Ya, karena kalau untuk uang saya ada banyak. Sedangkan untuk jabatan, itu tidak penting." Ucap pemuda itu menjawab kebingungan Kaisar.
"(°o°)Oh, oke." Ucap Kaisar yang kaget mendengar perkataan pemuda itu, dan menyerah untuk menawarkan hal lain, walaupun sebenarnya dia masih belum percaya.
"Oh iya, kau belum memperkenalkan dirimu, siapa nama mu?" Ucap Kaisar bertanya siapa nama pemuda itu.
"Perkenalkan nama saya Lin Tian" ucap Lin Tian memperkenalkan diri. "Kalau sudah tidak ada urusan lagi, saya pamit undur diri" ucap Lin Tian berpamitan pada mereka, lalu dia berbalik dan menghilang.
"Tunggu du-" ucap Kaisar Huangdi terpotong karena Lin Tian sudah pergi duluan. "Yah, padahal aku ingin menawarkan nya makan bersama." Ucap Kaisar Huangdi menyayangkan hal itu.
"Sudah-sudah, lebih baik kita makan dulu." Ucap Permaisuri Mei Lan mengajak mereka makan.
Disisi Lin Tian....
"Huh, akhirnya sudah selesai urusan ku. Lebih baik aku cari penginapan untuk beristirahat, lagi pula sudah sore juga." Ucap Lin Tian yang kemudian bergerak untuk mencari penginapan.
Setelah beberapa menit mencari akhrinya Ia menemukan sebuah penginapan yang cukup besar juga terlihat mewah. Lalu, Lin Tian pun masuk kesitu dan memesan sebuah kamar VIP seharga 25 Koin Emas sehari, dan beruntung nya kali ini Ia tidak mendapat masalah sama sekali.
Setelah memesan kamar Ia pun pergi ke luar berniat mencari tempat makan. Ia tidak ingin tidur tanpa makan, karena sudah menjadi kebiasaan nya di bumi dulu.
Setelah sampai di tempat makan Lin Tian pun memesan makanan yang paling mahal dengan harga 20 Koin Emas. Selesai makan Ia pun membayar makanan nya tadi dan pergi ke penginapan untuk beristirahat.
Keesokan harinya....
"Hooaaamm!, sudah pagi rupanya baiklah saatnya menjalankan balas dendam." Ucap Lin Tian dengan seringai menyeramkan.
[Ting!]
[Misi : balaskan dendam sang pemilik tubuh dengan mengumpulkan bukti kejahatan Xie yan dan keluarganya]
[Hadiah : 10.000.000 PS dan Skill : Jari dewa ( Surgawi ) ]
[Hukuman : salah satu skill tuan hilang]
"Tapi sebelum itu, System bisakah kau kasih informasi tentang keluarga Xie ini?" Tanya Lin Tian pada System, Karena menginginkan informasi.
[Ting!]
[Tidak bisa, Tuan harus mencari informasinya sendiri. Karena System yang memberi misi, jadi System tidak boleh membantu Tuan]
"Uh!, aku lupa soal itu. Baiklah aku akan mengumpulkan informasinya sendiri." Ucap Lin Tian lesu yang kemudian teringat sesuatu.
"Oh iya!, aku kan punya kartu bawahan. System ada berapa kartu bawahan yang kupunya?" Ucap Lin Tian yang teringat kalau Ia punya kartu bawahan.
[Ting!]
[Tuan punya 3 Kartu bawahan, ada dua tingkat to god, dan satu nya lagi tingkat true god]
"Hmm, System gunakan semua kartu bawahan tingkat to god." Ucap Lin Tian yang kemudian muncul dua buah portal.
Lin Tian bingung itu portal apa, tetapi tak lama setelah dua buah portal itu muncul. Tiba-tiba keluar dua orang pria dari portal itu yang langsung berlutut kepa Lin Tian.
"Yang lemah ini menghadap Yang Mulia!" Ucap dua pria itu sambil berlutut pada Lin Tian.
"Umu," gumam Lin Tian sambil mengangguk. 'System tampilakan status mereka' ucap Lin Tian pada System dalam hati.
[Ting!]
[ Nama : Tidak Ada ]
[ Umur : 1256 Tahun ]
[ Ras : Naga Azure ]
[ Kelamin : ♂️ ]
[ Element : Kegelapan ]
[ Kultivasi : Holy Immortal *9 ]
[ Skill : Dragon Roar (Immortal), Dragon Blade (Immortal), Dragon Claw (Immortal) ]
[ Nama : Tidak Ada ]
[ Umur : 1256 Tahun ]
[ Ras : Harimau Putih ]
[ Kelamin : ♂️ ]
[ Element : Angin ]
[ Kultivasi : Holy Immortal *8 ]
[ Wind Claw (Immortal), Wind Soar (Immortal), Wind Blade (Immortal) ]
"Apakah kalian sudah punya nama?, dan jangan panggil aku yang mulia. Panggil saja aku tuan muda." Tanya Lin Tian pada mereka, dengan pura pura tak tahu.
"Kami belum punya nama, Tuan muda" jawab mereka dengan hormat.
"Hm, kalau begitu kamu yang naga bernama Qing Long, dan yang harimau bernama Bai Hu." Ucap Lin Tian menamai mereka berdua.
Tak lama setelah menamai mereka berdua muncul sebuah cahaya yang menyilaukan keluar dari tubuh mereka yang disusul dengan naik nya ranah kultivasi mereka sebanyak 2 bintang.
"Terimakasih Tuan muda, telah memberikan kami nama. Kami akan menjaga nama yang tuan muda berikan" ucap mereka berdua berterimakasih pada Lin Tian dengan senang hati.
{Bersambung}