Cultivation System

Cultivation System
Chapter 7 : Membunuh beberapa sampah!



Chapter 7


Penginapan bulan perak, kamar VIP no 4


"Whoaahh, sudah pagi ternyata. Nyenyak nya aku tidur tadi malam" ucap Lin Tian sambil menguap. "Baiklah, Waktunya menjalani hari hari ku yang indah ini." ucap Lin Tian sambil berganti pakaian dan turun kelantai satu.


Saat dia mau turun ke lantai satu, Lin Tian mendengar suara keributan yang sepertinya sedang mencari Lin Tian.


Lin Tian pun turun kebawah dan melihat keributan itu. "Cepat beritahu aku dimana orang yang telah membunuh anakku!" teriak seorang pak tua pada resepsionis. Resepsionis pun menjawab sambil ketakutan, "dia berada di Kamar VIP no 4 lantai 2, patriark Wei"


Lalu Wei Changze yang sudah mendapatkan jawaban nya Ia segera mencari orang yang telah membunuh anaknya. Tetapi pada saat Ia mengalihkan pandangan nya ke arah tangga Ia melihat seorang pemuda sedang duduk di tangga.


"Hey, kalian sedang mencariku?" ucap pemuda yang tak lain ialah Lin Tian sambil menunjuk dirinya sendiri.


Wei Changze yang mendengar perkataan pemuda itu, dia langsung mendekati pemuda itu sambil berkata. "Kau kah, orang yang membunuh putra ku?!" tanya Wei Changze dengan nada tinggi.


"Putra mu siapa?, apakah Wei Wuxian?, kalau dia memang aku yang membunuh nya" ucap Lin Tian dengan enteng nya sambil mengangkat bahu ¯(ツ)/¯.


Wei Changze yang mendengar perkataan pemuda itu, dia langsung naik pitam. Dan langsung ingin memukul pemuda itu dengan Qi nya. Tetapi saat dia memukul pemuda itu, pemuda itu biasa saja seperti tidak terjadi apa apa.


Tak lama kemudian di dalam kebingungan nya Wei Changze, dia tiba tiba terpental dan menabrak beberapa meja di penginapan itu, hingga membuat beberapa meja di penginapan hancur.


Para prajurit yang melihat patriark mereka terpental mereka pun langsung marah pada Lin Tian. "Beraninya kau melukai patriark?!!, Serang!" ucap salah satu pengawal yang langsung menyerang dan di ikuti oleh pengawal yang lainnya.


Tetapi saat serangan mereka hampir melukai Lin Tian, tiba tiba semua serangan itu menghilang begitu saja. Kejadian yang begitu cepat membuat seluruh orang bingung.


"Apa yang terjadi?"


"Apa? Serangan itu menghilang?" pertanyaan itu berada di benak semua orang yang menyaksikan itu.


"Hey bocah, apa yang kau lakukan?!" tanya para pengawal yang tadi menyerang Lin Tian menggunakan Qi.


"Aku tidak melakukan apa pun, mungkin kekuatan kalian saja yang terlalu lemah!" ucap Lin Tian deng lantang yang dapat di dengar semua orang yang ada di penginapan.


Para pengawal tadi yang mendengar perkataan Lin Tian mereka pun kesal. "Dasar bajingan kecil!" Ucap para pengawal dengan nada tinggi yang kemudian menyerang Lin Tian.


"Dasar Sampah!" Ucap Lin Tian pada para pengawal itu sambil mangayunkan tangan nya kedepan secara horizontal.


Tap!


Setelah mengucapkan itu kepala para pengawal itu pun jatuh dan disusul tubuh para pengawal itu yang ikut jatuh.


Setelah sadar kalau dia terpental, Wei Changze pun akhirnya bangkit dan melihat ke arah Lin Tian. Saat melihat ke arah Lin Tian, dia juga menemukan para prajurit yang dia bawa sudah mati dengan kepala dan tubuh mereka terpisah.


Saat melihat itu Wei Changze pun marah. "Hey, kenapa kau membunuh prajurit yang kubawa hah?!!" Teriak Wei Changze pada Lin Tian, karena tidak terima kalau prajuritnya dibunuh.


"Yah, salah mereka sendiri sih karena ingin menyerang ku" ucap Lin Tian sambil mengangkat bahu nya. Wei Changze yang mendengar itu lagi lagi marah dan ingin membunuh Lin Tian, "Matilah Kau Bocah!!" Ucap Wei Changze sambil menyerang Lin Tian.


Tetapi dengan mudah nya Lin Tian menghindari semua serangan nya Wei Changze. Wei Changze yang terus terusan menyerang pun kesal, "berhentilah menghindar bocah!" Ucap Wei Changze yang sambil menyerang, kesal karena Lin Tian terus terusan menghindar.


"Kau bodoh atau bodoh?, kalau aku tidak menghindar yang ada aku akan terkena serang mu!" Ucap Lin Tian yang merasa kalau Wei Changze itu bodoh.


Wei Changze yang mendengar perkataan Lin Tian pun kesal karena di bilang bodoh. "Setidaknya berhentilah menghindar dan serang aku, Bocah!!" Ucap Wei Changze yang ingin Lin Tian berhenti menghindar dan balik menyerang.


Lin Tian mendengar itu pun berkata. "Kau yakin paman ingin aku serang?, nanti paman mati loh!" Tanya Lin Tian sambil mengejek Wei Changze.


Wei Changze yang mendengar itu tertawa meremehkan Lin Tian. "Hahaha!, aku mati?, yang ada kau yang mati bocah!" Ucap Wei Changze meremehkan Lin Tian.


Lin Tian yang mendengar itu pun berhenti menghindar dan bertanya. "Apa kau siap paman?" Ucap Lin Tian menyeringai sambil mempersiapkan tinjunya.


"Siap?, hahahahaha. Aku selalu siap, dasar bocah lem-" ucap Wei Changze yang terpotong karena Lin Tian sudah meninjunya.


Setelah meninju Wei Changze, tak lama kemudian tubuh Wei Changze pun meledak dan berserakan kemana mana. Setelah membunuh mereka semua Lin Tian pun berbalik ke arah resepsionis, "maaf, ini untuk biaya ganti rugi dan tolong urus sisanya." Ucap Lin Tian pada resepsionis sambil memberikan 100 Koin Emas.


"Ten-tentu saja tuan." Ucap resepsionis itu sambil bergetar ketakutan. Setelah mendengar jawaban resepsionis itu, Lin Tian pun menyerahkan kunci kamar nya dan pergi dari sana untuk melanjutkan perjalanan.


Keesokan harinya, Keluarga Wei menerima berita tentang Patriark mereka yang dibunuh oleh seorang pemuda. Tapi anehnya seluruh anggota keluarga Wei yang mendengar itu tidak ada yang sedih, justru mereka sangat bahagia akan berita itu.


Karena semasa Wei Changze hidup, anggota keluarga Wei yang lain itu selalu di kekang dan suka diperbudak oleh Wei Changze. Jadi saat mereka mendengar kalau Wei Changze mati, mereka pun senang karena akhirnya mereka bebas dari Wei Changze dan anaknya.


"Akhirnya kita bebas!, bagaimanapun kita harus berterima kasih pada pemuda yang sudah membunuh mereka" ucap salah satu tetua keluarga Wei yang langsung di setujui oleh seluruh anggota keluarga Wei.


"Tetapi sebelum mencari pemuda itu, kita harus memusnahkan orang yang mengikuti Wei Changze dulu." Ucap salah satu anggota keluarga Wei, yang langsung di setujui oleh seluruh anggota keluarga Wei.


Setelah mengeksekusi seluruh orang yang dulu mengikuti Wei Changze, merekapun langsung mencari pemuda itu untuk berterima kasih karna telah membunuh Wei Changze.


Tetapi selama mereka mencari pemuda itu, mereka sama sekali tidak menemukan pemuda itu karna sudah pergi dari kota itu. "Sayang sekali, kita tidak bisa berterima kasih pada pemuda itu." Ucap salah satu tetua keluarga Wei yang sangat Menyayangkan hal tersebut.


{Bersambung}